
*****Hotel Wirajaya*****
Lusi masih asyik menikmati susu coklat hangatnya seraya mengetik di laptop, dia mengirim sebuah email kepada temannya untuk membantu menyelidiki latar belakang istri dari Ardian Adhitama, karena teman Lusi adalah ahli IT (Information Technology).
Tidak selang berapa lama setelah selesai mengirim email, ponselnya berdering.
"hallo..." sapa Lusi pada seseorang yang menelpon nya.
"hallo Lusi...lama kita tidak berkomunikasi, apa kabarmu ?" tanya seseorang dari seberang telpon.
"aku baik, kak Nico sendiri apa kabar ?"
"aku baik dan siapa yang ingin kau selidiki kali ini ?" tanya teman Lusi yang bernama Nico.
"istri seseorang ?"
"istri siapa? jangan bilang kau bermain gila dengan suaminya ?" tanya Nico terkejut.
"jangan sembarangan kak Nico, ini pasti akan seru...ada kejutan yang menanti kak Nico, yang akan buat kak Nico tidak bisa menolak untuk bekerjasama dengan ku kali ini."
"kapan aku pernah menolak bekerjasama denganmu, malah kau yang selalu menghindar bekerjasama denganku semenjak pekerjaan barumu ?"
" maaf kak Nico aku hanya ingin sedikit hal yang baru."
"hal yang baru, padahal hal yang baru kau lakukan bisa aku berikan, kau saja yang tidak mau bekerjasama denganku."
"ayo lah kak Nico jangan bahas itu lagi."
"kapan kau akan sadar dan berhenti dari pekerjaan itu ?"
"nanti kalau sudah waktunya aku akan berhenti, lagi pula ibu dan ayah mendukungku kali ini, dia malah senang aku tidak ikut bekerjasama denganmu." kataku tertawa kecil.
"baiklah kalau kau sudah menyebut nama ayah ibu mu aku tidak berani komentar lagi."
"selidiki semuanya, rahasiakan dari ayah dan ibu, aku tidak ingin mereka cemas, dan kau tahu kak Nico jangan sampai kau serangan jantung karena misi ini ya ?!"
"apa maksudmu ?"
"nanti juga kak Nico akan tahu."
"kenapa tidak kau sendiri yang menyelidiki nya ?
"tidak bisa kak Nico, aku masih di sibukkan dengan pekerjaan ku, dan ada seseorang yang harus aku awasi, aku tidak ingin hal ini di ketahui oleh orang kalau aku tidak fokus."
"apa kau mengawasi orang yang akan kita selidiki kali ini ?"
"bisa di bilang orang terdekatnya, dan aku tahu dari dia."
"baiklah, kau baik-baik saja kan di Jakarta ?"
__ADS_1
"bagaiman kakak tahu ?"
"kau lupa siapa aku ? apa yang tidak aku tahu ?"
"aaa...baiklah baik kakak tahu segalanya." jawab Lusi menganggukkan kepala,walaupun Nico tidak bisa melihatnya.
"aku baik-baik saja di sini."kata Lusi lagi.
"baiklah...secepatnya aku akan berikan informasi penyelidikan ku."
"ok..terima kasih kak Nico, kakak memang yang terbaik." kata Lusi senang.
Lusi menutup telponnya setelah mengucapkan kata perpisahan. Lusi dan Nico sangat dekat karena dulu mereka rekan kerja di bidang IT sebuah perusahaan besar, Lusi yang memang memiliki otak cerdas cepat menerima apa yang di pelajarinya, termaksud ilmu ahli di bidang IT yang di pelajari Lusi dari Nico, dan Nico sendiri sangat kagum akan kecerdasan otak Lusi yang di atas rata-rata.
Walaupun Lusi membantu Nico dari jarak jauh, tapi tidak ada kesulitan apapun untuk mereka lakukan, semua dapat di selesaikan dengan mudah melalui Technologi yang serba canggih di zaman sekarang, dan tidak banyak yang tahu kalau Lusi juga ahli di bidang IT, kecuali Nico, ayah dan ibunya yang selalu mendukungnya.
Lusi merahasiakan ke ahliannya itu atas permintaan ayahnya yang tidak ingin Lusi di memanfaatkan untuk hal-hal jahat, ayahnya tidak ingin Lusi di celakai orang yang tidak bertanggung jawab, Lusi hanya boleh membantu orang yang memang baik dan butuh bantuannya seperti apa yang Nico lakukan.
......................
Terdengar ketukkan pintu dari luar kamar hotel yang di tempati Lusi.
"siapa yang datang ya ? perasaan aku tidak memesan makanan ke kamar ?" gumam Lusi mengira kalau room service yang datang.
Lusi beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu, sebelum dia membuka pintu kamar Lusi terlebih dulu mengintip melalui lubang pintu untuk melihat siapa yang datang.
"pakai jas hitam, apa karyawan hotel ya, lebih baik ku buka dulu."
Lusipun membuka pintu dan bertanya pada laki-laki tersebut.
"maaf anda siapa ?" tanya Lusi yang membuat laki-laki itu berbalik badan.
"selamat sore Lusi !" sapa laki-laki itu tersenyum manis padanya.
"anda tuan Bryan ?" tanya Lusi terkejut.
"tuan...? ayolah Lusi sampai kapan kau akan formal padaku ?" kata Bryan yang langsung merubah raut wajah nya sedih.
"maaf tuan Bryan karena anda rekan bisnis atasan aaya."
"tapi ini bukan di tempat kerja, apa begitu marahnya kau padaku Lusi ?" kata Bryan dengan tatapan mata sedih nya.
"marah untuk apa ?"
"bisa kah kita bicara dengan santai, atau kau tidak mengizinkan ku untuk masuk ?"
"ahh maaf tuan ini kamar hotel, tidak baik untuk kita bicara berdua saja, takut ada yang akan melihatnya dan berpikiran yang tidak-tidak."
"apa ini alasan halus kau tidak ingin bicara berdua dengan ku ?"
__ADS_1
"bukan begitu, begini saja tuan..."
"tuan lagi.."kata Bryan memotong pembicaraan Lusi.
Lusi menghela nafas, 'Bryan benar kalau kita pernah dekat tapi itu sudah lama, bagaimana aku menanggapinya ya ?' gumam Lusi dalam hati seraya menundukkan kepalanya berpikir.
"baik lah begini saja, kalau saat jam bekerja saya akan memanggil anda tuan Bryan dan berbicara formal kepada anda , dan kalau di luar jam kerja saya akan memanggil nama anda seperti biasanya, dan tolong Anda juga bersikap demikian untuk mengerti posisi saya saat bekerja agar tidak ada masalah, bagaimana tuan Bryan ?"
"baik aku setuju, jadi kali ini bisa kita bicara berdua saja, ada yang ingin aku jelaskan."
"baiklah...bisa tunggu aku mengambil tasku dulu, sebaiknya kita bicara di lobby saja agar lebih nyaman untuk berbicara."
"tidak apa-apa aku masih bisa menunggumu bila ingin berganti baju dan bersiap sedikit." kata Bryan yang membuat Lusi mengerutkan keningnya, 'untuk apa aku berganti baju dan bersiap sedikit, apa ada yang salah dari penampilanku yang hanya memakai celana kain panjang dan Kaos hitam ?'gumam Lusi di dalam hatinya.
"apa ada yang salah dari penampilanku sekarang ? apa kau malu bila bersama ku dengan penampilan yang seperti ini ?" tanya Lusi memicingkan sebelah matanya.
"tidak, tidak masalah, apapun yang kau kenakan aku tidak masalah, aku pikir kau yang ingin sedikit bersiap."
"apa kau berharap aku harus tampil cantik agar pantas jalan atau duduk denganmu ?" tanya Lusi agak sedikit sinis karena apa yang ia tangkap arah pembicaraan Bryan seperti itu.
dalam benak Lusi berpikir, 'mungkin dia malu bersamaku di luar dengan penampilanku yang hanya memakai celana kain panjang dan kaos hitam kesan sederhana dan biasa saja, berbanding terbalik dengan penampilan Bryan saat ini yang tampan berkelas dengan setelan jas mahalnya.
Sedangkan Bryan menyadari bila Lusi sudah salah paham akan arah pembicaraannya, 'sial baru saja dapat kesempatan sudah buat kesalahan karena salah bicara'. gerutunya mengutuk dirinya sendiri di dalam hati.
"tidak bukan seperti itu, aku tahu dan masih ingat bila kau tidak suka hal yang ribet, apapun yang kau pakai aku tetap suka dan senang bersamamu, tidak masalah bagiku."
"kau yakin ?" tanyanya tak percaya.
"sangat yakin, baiklah aku tunggu kau di sini...cepat ambil tasmu." perintahnya sambil tersenyum.
"tidak kau tunggu aku di lobby, aku harus merapikan sisa pekerjaanku dulu."
"baiklah...aku tunggu kau di lobby." katanya seraya berjalan mundur melambaikan tangannya dan tersenyum manis ke arah Lusi.
Lusi hanya menggelengkan kepalanya dan segera masuk ke dalam kamar, merapikan laptop dan pekerjaan nya yang ada di atas meja kaca, Lusi memakai sepatu kets putihnya dan mengambil tas kecil yang hanya berisi dompet dan ponselnya saja.
Dia tidak ada niat untuk mengganti apapun yang ia kenakan sekarang, dia ingin lihat apa benar Bryan tidak malu bersamanya di luar dengan penampilannya saat ini, sedangkan dia berpenampilan sangat berkelas dengan setelan jas mahalnya.
Siapa yang tidak kenal dengan salah satu pangeran bisnis Bryan Aldevaro, Lusi ingin tahu apa Bryan masih bisa di ajak berjalan kaki di daerah ramai banyak orang seperti taman atau cafe tempat anak muda nongkrong.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya.....
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1