Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 130. Kedatangan Lusi.


__ADS_3

***Perusahaan Kiandra Group***


Semua mata memandang ke arah Nico, kabar yang ia bawa sungguh kabar baru yang mengejutkan bagi mereka saat ini. Pasalnya mereka tidak pernah tahu jika tuan R.M dari Faresta Group memiliki putri yang kini ingin terjun langsung ke dunia bisnis.


"Apakah putri tuan R. M akan datang ke rapat ini?" Tanya Chico Alessio sebagai pengacara perwakilan si kembar.


"Tentu saja, beliau sedang menuju ke sini." Balas Nico melihat ke arah pengacara Chico sembari tersenyum.


Semuanya tahu senyum yang di tampilkan oleh Nico adalah senyum sebuah kebanggaan dan kesenangan. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya? Tidak akan ada yang bisa menebak dan mengetahuinya. Mereka hanya akan mengikuti alur permainan dari seseorang.


Ardian yang sejatinya juga tidak mengetahui siapa putri dari tuan R. M hanya diam melihat Nico yang ia tahu mengenal baik Lusi. Namun ia tidak tahu jika putri tuan R. M yang mereka bicarakan adalah Lusi Arsinta, istrinya sendiri.


Bagaimana reaksi Ardian setelah tahu kebenaran yang di sembunyikan oleh Lusi darinya? Apakah Ardian dapat menerimanya atau tidak? Kita akan melihatnya setelah semuanya terbuka dengan jelas. Tidak ada lagi yang ingin di sembunyikan oleh pihak Faresta group.


"Maaf tuan Nico, nona sudah ada di depan." Bisik pelan Deo sang asisten pribadinya.


Nico menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Sesaat kemudian dia pun bangkit dari duduknya, lalu berkata dengan senyum yang terlihat bahagia.


"Maaf tuan tuan. Nona kami telah tiba, saya akan ke depan sejenak untuk menyambutnya." Ucap Nico memberitahukan kedatangan nona nya, yang tidak lain adalah Lusi Arsinta Melviano.


Tidak ada yang menjawab, Nico segera melangkahkan kakinya ke arah pintu ruang meeting yang ada di samping mereka.


Tatapan mata semua orang terlihat penasaran akan siapa sosok putri dari tuan R. M tersebut? Tidak ada yang bergerak sedikitpun, termasuk Rania Kiandra yang juga hadir pada rapat itu. Dia memasang wajah datar dengan tatapan mata dinginnya melihat punggung Nico yang terlihat senang menyambut kedatangan nona nya.


Pintu terbuka dengan lebar, langkah anggun dengan suara khas sepatu wanita terdengar memecah keheningan ruangan tersebut. Semua mata membulat sempurna karena terkejut tidak percaya akan apa yang mereka lihat saat ini?


Terlebih lagi Ardian, Rania, Seto dan Satrio Kiandra. Mereka tidak pernah menduga bahwa Lusi lah putri dari tuan R. M dari Faresta group.


"Perkenalkan, beliau adalah presdir baru dari perusahaan Faresta group. Nona Lusi Arsinta Melviano." Ucap Nico memperkenalkan Lusi kepada mereka semua.


Lusi berdiri anggun dengan wajah datarnya. Pandangannya tajam dan dingin melihat ke arah Rania dan dua pria paruh baya keluarga Kiandra yang hadir di sana. Lalu memandang ke arah Ardian yang juga terkejut melihat kedatangannya.


Lusi tersenyum manis sembari menganggukkan kepada ke arah Ardian. Lusi berharap jika Ardian dapat mengerti isyarat darinya dan mau mengikuti permainannya saat ini.


Ardian yang mendapatkan senyum manis dan terlihat tulus dari sang istri, kini mengerti akan isyarat darinya. Ardian kini tahu harus mengikuti apapun yang ingin di lakukan oleh sang istri tercintanya tersebut, namun di dalam hatinya ia berkata.


'Aku ikuti semua permainan mu kali ini, tapi kau hutang penjelasan padaku, sayang.' Gumam Ardian di dalam hatinya.


Tatapan matanya lembut saat memandang ke arah Lusi. Ia tahu istrinya layak berada pada posisi seorang presdir seperti sekarang ini. Ia bangga akan Lusi yang terlihat anggun dan cantik dengan balutan dress putih tulang yang di padukan dengan jas luaran coklat mudanya.

__ADS_1


Lusi tampil layaknya seorang pengusaha wanita yang terlihat cantik dan smart. Rambut panjangnya ia ikat hanya setengah bagian, dengan make up yang terlihat cantik natural.


"Silahkan duduk nona." Ucap Nico mempersilahkan Lusi duduk pada kursi yang tadi ia duduki.


Tanpa menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya ringan, Lusi pun duduk dengan anggun nya. Membuat seorang wanita lain mengepalkan kuat kedua tangannya, menahan amarah dan rasa cemburu di dalam hatinya melihat Lusi berada pada posisi terhormat di hadapannya. Wanita itu adalah Rania Kiandra.


"Selamat datang nona Lusi." Sapa seorang pengacara dari perusahaan anak cabang Faresta group yang ada di Amerika.


Beberapa hari yang lalu, sang pengacara telah di perkenalkan kepada Lusi agar pria paruh baya itu tahu siapa yang akan menjadi presdir barunya sekarang dan di masa depan?


"Terima kasih, pengacara Edwin Amable. Senang bisa bertemu dengan anda hari ini. Dan terima kasih juga anda sudah berkesempatan hadir ke rapat hari ini bersama saya." Balas Lusi sebagai basa basi di antara mereka.


"Sama sama nona, senang bisa membantu anda." Balas pengacara Edwin Amable dengan senyum tulusnya.


Lusi tersenyum membalas sang pengacara. Lalu pandangannya beralih ke arah pengacara Chico Alessio yang melihatnya datar tanpa berkedip sama sekali.


"Apa kabar pengacara Chico Alessio? Senang bisa berjumpa lagi dengan anda, setelah sekian tahun kita tidak berjumpa." Sapa Lusi mencoba ramah dengan senyum di wajahnya yang cantik.


Pengacara Chico Alessio cukup terkesan melihat perubahan dari Lidya yang dulu ia kenal, kini telah berubah nama menjadi Lusi Arsinta Melviano.


"Saya baik, nona…!! Senang bisa berjumpa lagi dengan anda. Apa kabar, nona…?" Balas dan tanya balik pengacara Chico Alessio dengan senyum tulusnya kepada Lusi.


"Saya baik, sangat baik." Balas Lusi menekan kata-kata terakhirnya, sembari melirik sekilas ke arah Rania yang memandangnya tanpa berkedip.


"Apa ini lelucon…?" Tanya tiba-tiba Rania masih tidak percaya akan apa yang kali ini terjadi di hadapannya.


Bagaimana bisa Lusi yang dulu menjadi Lidya, wanita yang dulu lemah dan bodoh sekarang bisa menjadi seorang presdir baru dari sebuah perusahaan besar, seperti perusahaan Faresta group? Itu pertanyaan yang hadir di dalam hati dan pikirannya sekarang tentang Lusi.


Wanita yang sangat ia benci sejak dulu, wanita yang selalu di anggap sebagai penghalang setiap jalan dan keinginannya. Wanita yang sejak dulu ingin dia hancurkan dan singkirkan dari hidupnya. Namun tidak pernah bisa berjalan dengan mudah, Lusi selalu mendapatkan kebaikan di dalam hidupnya selama ini.


Rania membenci itu, ia sangat membenci takdir baik Lusi. Rania sangat benci akan takdir dan hidup baik yang di dapatkan oleh Lusi.


"Apa maksud anda, nona Rania?" Tanya Nico menatap dingin ke arah Rania.


Semua mata kini memandang ke arah Rania, terlihat jelas Rania tidak suka akan kedatangan Lusi ke dalam rapat hari ini. Terlihat jelas dari raut wajah kesal dan marahnya yang tidak dapat ia sembunyikan dengan benar.


"Lelucon apa yang anda buat ini? Bagaimana bisa wanita ini menjadi putri dari tuan R. M, apa kalian ingin mempermainkan kami?" Tanya Rania masih tidak dapat menerima jika Lusi adalah putri dari pengusaha ternama dan sangat di segani oleh banyak perusahaan lainnya.


"Anda sangat lancang berkata seperti itu. Itu penghinaan bagi kami, bagaimana mungkin kami membuat lelucon seperti anak kecil. Apa anda memiliki maksud tersembunyi berkata seperti itu?" Balas Nico dengan pandangan remeh melihat Rania. Ia sudah bisa menebak jika Rania pasti akan keberatan akan kehadiran Lusi hari ini.

__ADS_1


"Ingat nona Rania Kiandra, kami bisa menuntut mu dengan tuduhan telah merusak nama baik perusahaan dan nama baik atasan kami." Ancam Nico ingin membalas Rania yang terlihat tidak takut sama sekali akan ancamannya.


"Lagi pula, untuk apa kami membuat lelucon seperti itu? Kami bukan anak TK yang suka bermain-main. Kami adalah perusahaan besar yang bisa menjatuhkan banyak perusahaan yang kami inginkan. Termasuk perusahaan Kiandra group ini." Ucap Nico dengan tegas dan tatapan dingin mengancam, ke arah Rania beserta dua pria keluarga Kiandra yang kini ada di hadapannya.


Seto dan juga Satrio menelan salivanya akan ancaman yang baru saja di ucapkan oleh Nico. Jika di bandingkan dengan perusahaan Faresta group, perusahaan Kiandra group kalah jauh dari perusahaan raksasa tersebut.


"Maaf tuan Nico, Rania tidak bermaksud berkata seperti itu. Dia hanya belum dapat mempercayai jika adiknya adalah putri angkat dari tuan R. M." Ucap Seto dengan senyum getirnya, ia beranggapan jika Lusi mungkin saja menjadi putri angkat dari tuan R. M, sehingga hilang beberapa tahun belakangan ini.


Lusi memasang wajah datarnya, sedangkan Nico terlihat marah akan ucapan Seto Kiandra yang mengatakan jika Lusi adalah putri angkat dari tuan R. M, yang artinya Lusi di ragukan di sini.


"Putri angkat…!!" Ucap Nico dengan tatapan tajam dan dingin nya melihat ke arah Seto.


"Nona Lusi adalah putri kandung dari tuan R. M, dan itu bisa di buktikan secara akurat dan benar." Ucap Nico lagi.


"Tentunya pembuktian ini akan membuka sebuah rahasia yang harus di ungkapkan, tuan Seto Kiandra. Rahasia siapa sebenarnya nona kami?" Ungkap Nico menekan setiap kata-katanya.


Semua mata memandang ke arah Nico dan Seto Kiandra secara bergantian. Raut wajah Seto Kiandra seketika pias tanpa senyum seperti tadi ia perlihatkan.


'Sial, apa dia sudah tahu kalau Lidya bukanlah putri kandungku?' Gumam Seto di dalam hatinya melihat ke arah Nico dan Lusi secara bergantian.


Seto berusaha menelan salivanya dengan susah payah. Ia kini berada dalam situasi sulit, ia sudah terjebak akan permainan yang di mainkan oleh Lusi dan semua pendukungnya.


"Apa maksud anda, tuan Nico?" Tanya Seto berusaha menutupi kegugupannya, namun semua itu hanya sia-sia saja.


Saat Nico ingin membalas perkataan Seto, Lusi tiba-tiba membuka suaranya pada Seto Kiandra.


"Apa kabar papa?" Tanya Lusi secara tiba-tiba.


Senyum manis yang menawan mengembang di wajahnya. Senyum itu ia tujukan kepada Seto Kiandra, pria yang pernah di anggap sebagai seorang papa oleh Lusi atau Lidya dulu. Papa yang tidak pernah menyayanginya selama hidupnya, karena alasan inilah. Alasan jika Seto Kiandra bukanlah papa kandung Lidya Kiandra atau kini sudah menjadi Lusi Arsinta Melviano.


Seto melihat intens ke arah Lusi, wanita yang pernah menjadi seorang putri di dalam keluarga Kiandra. Putri yang tidak pernah mereka anggap ada, karena memang benar Lidya bukanlah bagian dari keluarga Kiandra.


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Hanya jalan takdir dan hidup mereka yang akan menentukan segalanya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2