Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 106 Tuduhan Nyonya Meli.


__ADS_3

***Mansion Nyonya Meli***


Keesokan harinya, Ardian dan Lusi berkunjung ke mansion nyonya Meli, untuk bertanya akan kebenaran tentang apa yang di katakan oleh Bryan Aldevaro?


Nyonya Meli bersikap biasa saja saat melihat Lusi dan Ardian datang bersama, tanpa menyapa Lusi yang datang berkunjung, nyonya Meli hanya diam melihat pada Lusi. Nyonya Meli masih teringat akan perkataan Rania, yang menyatakan kalau Lusi sudah mabuk-mabukan di sebuah hotel dan pergi bersama seorang pria yang tidak mereka tahu siapa?


Sangat terlihat nyonya Meli menatap tidak suka, akan kehadiran Lusi yang datang bersama sang putra Ardian Adhitama, Nyonya Meli sudah termakan dan percaya akan ucapan Rania, bahwa Lusi wanita yang tidak benar dan tidak baik untuk Ardian. Lusi adalah wanita murahan yang miskin dan gampang pergi dengan pria manapun yang dia kehendaki.


Rania juga mengatakan pada nyonya Meli, kalau Lusi bisa dengan gampang menjalin hubungan dengan banyak pria, buktinya selain dengan Bryan Aldevaro, Lusi juga telah pergi bersama pria lain yang tidak mereka ketahui, dan nyonya Meli percaya begitu saja dengan semua ucapan dan hasutan Rania padanya.


Tanpa mencari tahu dulu keberaan yang sebenarnya terjadi, nyonya Meli begitu cepat mengambil kesimpulan bahwa Lusi tidak cocok untuk sang putra, dan tidak pantas menjadi mama dari cucu kembarnya.


Saat ini nyonya Meli sudah terlanjut tidak suka akan kehadiran Lusi, di tengah-tengah keluarganya. Apalagi saat ini Lusi datang bersama Ardian? nyonya Meli tidak akan mengizinkan Lusi mempengaruhi sang putra, dan tidak akan membiarkan Lusi menjadi dekat pada Ardian.


"ada apa kau datang ke sini?" tanya sinis nyonya Meli melihat tidak suka pada Lusi.


"mama…!!" tegur Ardian pada sang mama, Ardian tahu sikap dan perkataan mamanya yang menunjukkan ketidak sukaan sang mama pada Lusi.


"diam kamu Ardian!" balas ketus nyonya Meli melihat pada Ardian.


"aku bertanya padamu, mau apa kamu datang ke sini, belum cukup kamu mencari pria lain untuk bersenang-senang? masih kamu coba mendekati putraku?" tanya nyonya Meli dengan tatapan tajamnya.


"apa maksud nyonya?" tanya Lusi yang belum mengerti akan perkataan nyonya Meli.


"jangan kamu berpura-pura lugu, aku sudah tahu wanita macam apa kamu ini? wanita murahan yang gampang menjajakan diri pada setiap pria." ungkap nyonya Meli dengan nada tinggi, sekaligus membuat Lusi dan Ardian terkejut akan perkataan nyonya Meli.


"mama…!! jaga ucapan mama!!" balas Ardian tidak terima, Lusi di tuduh dengan apa yang tidak benar.


"diam kamu Ardian, kamu tidak tahu apapun? kamu hanya terobsesi pada wanita murahan ini, tanpa tahu bagaimana sebenarnya dia?" tunjuk geram nyonya Meli pada Lusi.


Lusi hanya diam saja melihat nyonya Meli yang menatap tajam dan tidak suka padanya, dan melihat Ardian yang berusaha membelanya.


"mama…mama yang tidak tahu apapun tentang Lusi, jadi jangan sembarangan menuduh, bagaimana juga dia adalah istriku, menantu mama."


"tidak Ardian…dia bukan menantuku, dia tidak pantas menjadi menantuku, tidak pantas menjadi menantu keluarga Adhitama. Jangan kamu coba-coba membela wanita murahan ini, kamu mengerti.…!!??" ungkap nyonya Meli dengan nada yang masih ketus dan tinggi.


"mama…apa yang terjadi pada mama…? apa ini semua hasutan dari Rania?" tanya curiga Ardian, karena sebelumnya mamanya tidak pernah bersikap seperti ini pada Lusi.

__ADS_1


Tetapi semenjak kejadian kemarin, dan kabar dari Bryan yang mengatakan kalau sang mama dan Rania datang mencari keberadaan Lusi di apartemen Bryan, karena melihat Lusi sedang dalam kondisi tidak bagus dan keluar dari hotel bersama seorang pria. Mamanya tidak tahu kalau pria tersebut adalah putranya sendiri Ardian Adhitama.


"jangan kamu bawa-bawa orang lain Ardian, lebih baik kamu tinggalkan wanita ini, dia tidak baik untuk mu dan anak-anak mu, sampai kapanpun mama tidak akan setuju pada hubungan kalian."


"mama…aku tanya pada mama…? apa ini hasutan dari Rania?" tanya halus Ardian, tetapi tatapan tajamnya melihat pada sang mama.


"tidak…Rania tidak pernah menghasut mama, dia hanya membantu menunjukkan siapa sebenarnya wanita murahan ini…!!" tunjuk geram nyonya Meli pada Lusi, yang hanya diam tanpa pembelaan apapun.


"mama…!!" tegur Ardian dengan sedikit berteriak.


Membuat sang mama, melihat tidak percaya pada Ardian yang berani membentaknya.


"Ardian…kamu sudah berani membentak mama? hanya karena membela wanita murahan ini…?" tunjuknya lagi, yang membuat Ardian mengepalkan tangannya menahan amarahnya kepada sang mama.


"cukup…aku akan pergi….!!" ungkap Lusi memotong pembicaraan nyonya Meli dan Ardian


"bagus…kamu sadar diri, dan jangan pernah muncul lagi di keluarga ini." balas nyonya Meli masih dengan tatapan tajamnya.


Tanpa banyak bicara, Lusi pergi berlalu dari sana. Tujuan Lusi yang awalnya datang kesana, untuk mengklarifikasi di urungkan oleh Lusi. Mendengar ucapan nyonya Meli, yang menuduhnya wanita murahan, sangat membuat hatinya terluka, sikap nyonya Meli yang terang-terangan tidak suka akan kehadirannya, dan sikap nyonya Meli yang lebih percaya pada ucapan Rania, membuat Lusi kecewa dan sakit hati.


Bagaimana pun baik dan kuat hatinya? Lusi masihlah wanita biasa yang tidak akan bisa menerima penghinaan dari orang lain tentang dirinya, orang yang tidak tahu apapun tentang dirinya dan hidupnya? Lusi pergi membawa luka hati, rasa kecewa dan air mata yang sudah menetes di pipinya.


Lusi terus berlari keluar dari mansion tersebut, dia sudah tidak menghiraukan dan mendengarkan panggilan dari Ardian padanya, Lusi sudah terlanjur terhina, sakit dan kecewa. Yang Lusi inginkan hanyalah menjauh dan pulang ke rumah. Tidak perlu lagi membuktikan apapun? kebenaran yang sudah tertutup oleh kebusukan dan hasutan Rania pada nyonya Meli, tidak ingin di bahas lagi oleh Lusi.


Dengan mempercepat larinya, Lusi berusaha menghindari Ardian, ingin pergi dari mansion tersebut. Saat keluar gerbang Lusi dengan cepat menghentikan sebuah taksi, yang kebetulan lewat dan baru saja menurunkan seorang penumpang, di kawasan elite tersebut.


Tanpa pikir panjang lusi segera naik ke dalam taksi, yang membuat sang supir sedikit terkejut, akan kedatangan Lusi yang tiba-tiba masuk ke dalam taksi.


"cepat jalan pak…!!!" perintah Lusi pada supir taksi yang masih terkejut pada kehadiran Lusi.


"ayoo pak cepatan jalan…!!" perintah Lusi kembali, karena supir taksi tersebut hanya diam, padahal mesin mobilnya sudah hidup.


Lusi melihat pada Ardian yang berlari mendekati taksi yang dia tumpangi, supir taksi pun ikut melihat ke arah Ardian yang hampir sampai, dan melihat air mata Lusi secara bergantian, supir tersebut pun mengerti kondisi Lusi saat ini, dengan cepat sang supir melajukan taksinya.


"sialan…aaakkkhhh……!!" frustasi Ardian, yang tidak berhasil mengejar Lusi.


"Lusi…sayang…aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi." teriak Ardian keras, berharap Lusi bisa mendengarnya.

__ADS_1


Semua orang yang kebetulan ada di sana, melihat pada Ardian yang berteriak keras memanggil Lusi, Lusi yang sedang berada di dalam taksi.


"Ardian…apa apaan kamu, malu di lihatin orang-orang." tegur nyonya Meli, yang juga menyusul Ardian, saat sedang mengejar Lusi.


Ardian menatap tajam pada sang mama, Ardian sangat tidak suka pada sikap sang mama, yang sudah menghakimi dan menuduh Lusi sembarangan. Ardian sangat tahu sang mama tidak paham dan tidak tahu apapun yang sudah terjadi? dia hanya percaya dengan hasutan dan ucapan Rania tentang Lusi.


Tanpa mencari tahu kebenaran yang terjadi, sang mama mengucapkan kata-kata yang sangat menyakitkan hati, dan tidak ada sama sekali memberikan Lusi kesempatan untuk bicara dan menjelaskan apapun? Ardian tidak akan memaafkan Rania akan sikap buruknya, yang ia baru tahu saat ini.


"mama tidak tahu apapun…? jadi cukup diam dan jangan memperkeruh keadaan." balas Ardian dengan menekan setiap kata-katanya.


"kamu sudah berani melawan mama Ardian…? benar kata Rania, wanita murahan itu sudah berpengaruh buruk padamu."


"mama…!" teriak Ardian dengan mengepalkan kuat kedua tangannya, menahan rasa amarah pada sang mama.


"Ardian…!!" ucap pelan nyonya Meli, yang tidak percaya pada sikap keras sang putra.


Nyonya Meli tidak percaya dengan apa yang saat ini dia lihat? sang putra yang dulu selalu bersikap sopan dan hormat padanya, sudah berani berteriak dan membentak dirinya. Hanya karena Lusi, nyonya Meli jadi semakin percaya pada ucapan Rania, yang mengatakan kalau Lusi selain murahan, Lusi juga pandai menjilat dan memberikan pengaruh buruk pada Ardian, agar Ardian bisa tunduk pada Lusi.


Dan apa yang di ucapkan oleh Rania? tentang siapa Lusi sebenarnya, kini sangat di percaya oleh nyonya Meli.


"mama…kalau sampai aku kehilangan Lusi lagi, dan mama tahu semua kebenarannya, mama akan menyesal, dan saat itu terjadi…!! semua itu sudah terlambat, aku tidak tahu harus bersikap apa lagi sama mama?" ungkap Ardian masih menahan kuat tangannya, agar tidak bersikap kasar pada sang mama.


"Ardian…kamu yang akan menyesal jika tahu akan kebenaran tentang Lusi, siapa Lusi yang sebenarnya? mama hanya tidak ingin kamu kecewa dan sedih hanya karena wanita itu nak…!!" ungkap nyonya Meli, yang berusaha mendekati Ardian dan ingin menyentuh pipi Ardian.


Ardian dengan cepat mundur dan menepis tangan sang mama.


"cari tahu dulu kebenarannya, sebelum mama menghakimi seseorang? ingat mama…jangan mudah percaya akan perkataan seseorang tanpa bukti yang jelas, jangan sampai mama menyesal di kemudian hari." tunjuk Ardian dengan tatapan tajamnya pada sang mama.


Nyonya Meli benar-benar tidak percaya, akan sikap Ardian yang di lihatnya saat ini. Nyonya Meli hanya diam dengan air mata yang sudah mengalir melihat sikap Ardian yang terus membela Lusi dan menyalahkan dirinya, mamanya sendiri. Mama yang hanya berniat membantu dan menyelamatkan putra satu-satunya, dari ancaman wanita yang tidak pantas untuk Ardian. Itu pikiran dan anggapan dari nyonya Meli.


Ardian sudah tidak bisa lagi berdebat dengan sang mama, yang sudah terlihat menangis. Dengan cepat dan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ardian berlalu dari hadapan sang mama, ingin menyusul Lusi dan membujuknya agar tidak salah paham, dan dapat mengerti akan kondisi sang mama yang sudah terkena hasutan dari Rania Kiandra.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2