Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 39 Panggilan Sayang Sepasang Kekasih.


__ADS_3

***Restoran hotel Wirajaya***


Mereka menikmati makan malam bersama dengan nikmat dan bahagia, tetapi tidak dengan Ardian yang tidak memiliki nafsu makan karena melihat keakraban Bryan, Lusi dan si kembar seperti sebuah keluarga yang bahagia.


Saat makan malam selesai, si kembar khususnya Nathalia tidak ingin cepat pulang, dia malah ingin menginap dan tidur bersama 'Lusi, dengan susah payah Lusi membujuknya tanpa bantuan Ardian sama sekali, Ardian hanya diam tidak melakukan bujukkan apapun.


Lusi dan Bryan malah yang bekerjasama untuk membujuk Nathalia agar mau pulang dengan sebuah janji, mereka akan mengajak Nathalia pergi jalan-jalan di hari libur membeli es cream coklat kesukaannya.


Ardian hanya diam seribu bahasa tidak ingin ikut berkomentar, dia terus menatap tajam ke arah Lusi yang berhasil menaklukkan si kembar dan juga Bryan dengan mudah.


Ardian menahan semua amarah dan gejolak yang dia rasakan di dalam hatinya, Ardian merasa tidak rela dan tidak suka melihat Bryan dan Lusi bahagia, mereka terlihat dekat seperti sudah menjalin hubungan yang sangat lama.


Dalam hati Ardian bergumam dan memandang curiga kepada Bryan dan Lusi, 'mengapa sewaktu menerima telpon dari Bryan di rumah sakit, mereka seperti orang asing bukan seperti sepasang kekasih ? apa yang ku lihat ini mereka hanya bepura- pura saja ? tidak mungkin Bryan akan berpura-pura untuk hal seperti ini ?'


'tidak akan ku biarkan kau bahagia wanita licik, kau terus menabur umpan untuk mancing ikan besar, mungkin Bryan bisa kau pancing tapi tidak denganku, aku akan membuka semua penyamaranmu dan memberikanmu pelajaran yang tidak pernah kau lupakan seumur hidupmu.' gumam Ardian dalam hati yang terus menatap tajam pada Lusi yang ada di hadapannya.


Ardian masih mencurigai Lusi hanya ingin mendekatinya dan menipunya dengan cara meniru wajah sang istri, Ardian tidak pernah berpikir kalau Lusi adalah Lusi yang baik dan tidak ada niat buruk sama sekali kepada siapapun, Ardian selalu berpikiran kalau Lusi wanita licik yang ingin mendekatinya dengan segala cara, seperti semua wanita wanita yang selama ini mendekatinya karena harta kekayaan, ketenaran dan kesuksesan yang dia miliki saat ini.


Lusi yang tahu akan tuduhan dan kecurigaan Ardian padanya di saat pertengkaran mereka di dalam kamar tadi sore, hanya akan waspada dengan apa yang akan di lakukan oleh Ardian pada nya.


Lusi yang penasaran dengan kemiripan wajahnya dengan wajah istri Ardian sedang mencari tahu semua kebenarannya, Lusi akan mengungkap semua kebenaran dan membuktikan pada Ardian bahwa dirinya tidak ada niat buruk pada Ardian seperti yang di tuduhkan Ardian padanya, agar Lusi bisa melawan semua tuduhan dan ancaman yang di lakukan oleh Ardian padanya.


Ardian tidak tahu kalau Lusi sedang melakukan penyelidikan terkait identitas dari istri Ardian, Lusi di bantu oleh temannya bernama Nico yang saat ini berada di luar negeri, Nico ahli di bidang IT dan tidak pernah gagal dalam melakukan tugasnya menyelidiki dan mencari informasi seseorang.


Lusi sebenarnya bisa saja melakukannya sendiri karena dia juga ahli di bidang IT, tidak kalah hebat dari Nico, tetapi dia terhalang dengan pekerjaannya yang sedang sibuk dan banyak yang belum di selesaikan, Lusi juga harus hati-hati agar tidak ketahuan oleh Ardian yang mungkin akan selalu mengawasinya.


Acara makan malam bersama telah selesai dan ada sedikit drama perpisahan yang di lakukan oleh Nathalia.

__ADS_1


"mama ayo ikut anterin adek pulang." rengek Nathalia dalam gendongan Lusi dan lengannya masih memeluk erat leher Lusi.


"tidak bisa sayang, mama masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan." bujuk Lusi yang mengelus sayang punggung Nathalia dalam gendongannya.


"mama ngak sayang adek..." ucap Nathalia mulai terisak.


"kok adek ngomongnya gitu ?" balas Lusi.


"adek mau nginep tidur bareng mama ngak boleh...mau minta anterin adek pulang juga mama ngak mau." tangis Nathalia yang memandang wajah Lusi.


lusi melihat ke arah Ardian tetapi Ardian lagi-lagi tidak ingin membantunya sama sekali, lusi hanya bisa berusaha agar Nathalia mau mendengarkan bujukkannya.


"adek besok kita bisa ketemu lagi, nanti kapan-kapan kita bisa tidur bersama, tapi tidak untuk saat ini, iya sayang !" bujuk Lusi yang hanya sia-sia karena tangis Nathalia bertambah keras.


"aaangaaaa mama ngak sayang adek, papa mama jahat..." tangis Nathalia yang melihat ke arah Ardian.


Lusi juga ikut memandang ke arah Ardian, sedangkan yang di pandang malah memasang wajah datarnya.


"sayang..tidak ada salahnya kita antar si kembar pulang." ucap Bryan yang menengahi kesulitan Lusi yang tidak dapat bantuan sama sekali dari Ardian yang di pandang Lusi.


Lusi yang mendengar Bryan memanggilnya dan memberikan usulpun menoleh ke arah sampingnya di mana Bryan berdiri.


Sedangkan Ardian yang mendengar panggilan sayang Bryan untuk Lusi pun mengeratkan kepalan tangannya karena merasakan gejolak aneh yang timbul di dalam hatinya.


"apa maksudmu ?" tanya Lusi heran.


"ayo kita antar pulang si kembar seperti yang dia minta " jawab Bryan tersenyum melihat Lusi heran akan usul darinya.

__ADS_1


Lusi masih berpikir tetapi rengekkan Nathalia membuat dia harus meminta izin pada Ardian dulu, apa boleh dia ikut untuk mengantar si kembar pulang ?


"bagaimana tuan Ardian ? apa kami boleh mengantarkan si kembar pulang ?" tanya lusi memandang ke arah Ardian yang memandangnya datar.


Ardian malah memandang sang putri yang melihatnya dengan mata memelas, Ardian menghela nafasnya.


"baiklah ayo...nanti keburu malam." jawab Ardian yang kalah akan keinginan sang putri.


Tanpa berpikir panjang lagi mereka menuju ke basement hotel di mana mobil mereka parkir di parkiran VIP, Ardian satu mobil dengan Lusi dan si kembar, mereka meminta ingin satu mobil dengan papa mereka, sedangkan Bryan mengalah memakai mobil pribadinya mengikuti dari belakang, itupun atas saran dan permintaan dari Lusi, agar tidak ada drama baru lagi.


Lusi dan si kembar duduk di kursi belakang, Ardian sendiri yang mengendarai mobilnya karena dia datang tidak dengan supir.


Di dalam perjalanan Ardian selalu melirik dari kaca spion depan untuk melihat Lusi dan si kembar bercanda gurau sesekali mereka bernyanyi yang di tuntun oleh Nathalia yang memang suka sekali bernyanyi.


Lusi sebenarnya menyadari kalau Ardian terus meliriknya karena beberapa kali pandangan mata mereka bertemu, tetapi Lusi yang terlanjur kesal dan benci dengan Ardian cepat memalingkan wajahnya, sedangkan di hati Ardian senang melihat kebahagiaan si kembar yang tertawa lepas karena Lusi.


Meskipun begitu Ardian tetap saja masih tidak percaya kepada Lusi sebelum kebenaran dan semua pertanyaannya terjawab, di tambah lagi kemunculan Bryan sebagai kekasih Lusi membuat Ardian bertambah kesal dan harus berpikir hati-hati untuk memberi penderitaan kepada Lusi, akan sulit baginya kalau Lusi memiliki pelindung seperti Bryan Aldevaro, yang sudah menjadi rival bisnisnya sejak dulu.


Entah apa yang akan terjadi pada mereka bertiga setelah semua kebenarannya terungkap ? apakah Lusi akan tetap membenci dan melawan Ardian Adhitama ? apakah Ardian akan tetap tidak percaya dan menghancurkan Lusi karena sudah berani mengusik dan menipunya ? apakah Bryan akan tetap mencintai dan mengejar cinta Lusi ? dan apakah Lusi bisa menerima dan membalas cinta dari Bryan ? hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


Semua sudah di gariskan dalam takdir hidup mereka masing-masing, mereka hanya bisa menjalani hidup mereka dengan sebaik mungkin mengikuti takdir yang sudah di tentukan.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2