
***Perusahaan Wirajaya group***
…ruang transit…
"saya berani bersumpah direktur Radhika !" ucap Lusi menatap serius mata Radhika.
"kesepakatan saya tidak akan merugikan perusahaan Wirajaya group." ucap Lusi bersungguh sungguh.
Tetapi Radhika sepertinya tidak percaya pada kata-kata Lusi.
"apa kau pikir aku akan percaya pada perkataanmu tanpa membuktikannya?" balas Radhika seraya memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celananya.
Radhika menatap tajam pada Lusi, sedangkan Bryan melihat Radhika Yang ada di sampingnya.
"Radhika apa kau benar-benar tidak percaya pada perkataan sekretaris Lusi." kali ini Bryan yang berucap untuk membela Lusi.
Radhika melihat ke arah Bryan sahabatnya itu dengan mengerutkan keningnya heran.
"Bryan apa kau sudah lupa siapa Ardian Adhitama? dan kau mau aku percaya pada seorang sekretaris yang akan mempertaruhkan nasib perusahaan Wirajaya group begitu saja, aku harus tahu jelas apa yang mereka sepakati baru aku bisa tahu harus percaya apa tidak padanya?" tunjuk Radhika pada Lusi yang memandang tajam pada Bryan yang berusaha membela Lusi.
"aku tahu dia temanmu, tetapi bukan berarti aku harus dengan mudah percaya padanya dan mengikuti apa yang kau katakan." ucap Radhika yang kali ini memandang serius sahabatnya itu.
asisten Ari, asisten Bayu dan sekretaris Dewi hanya melihat perdebatan mereka.
Lusi menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan.
"direktur Radhika, berikan saya waktu untuk membuktikan semua yang saya ucapkan." kata Lusi memandang Radhika, sedangkan Radhika dan Bryan memandang Lusi untuk memastikan apakah ada kebohongan atau keraguan di sorot mata Lusi? tetapi mereka tidak menemukannya.
"itu benar Radhika, berikanlah Lusi waktu untuk membuktikannya, tidak adil menuduhnya tanpa bukti yang jelas." bela Bryan yang membuat Radhika melihat ke arahnya.
Radhika menarik nafasnya dan menatap ke arah Lusi dan Bryan secara bergantian, dia masih memikirkan keputusan apa yang harus dia ambil? karena ini menyangkut nasib perusahaan, dia tidak boleh sampai salah mengambil keputusan.
"ini sangat sulit untukku Bryan, aku butuh jaminan kalau dia tidak berbohong dan kau juga harus mengerti bila aku berbuat begini untuk kepentingan dan keamanan perusahaan." ucap Radhika melihat ke arah Bryan, dia masih tetap berat untuk percaya pada Lusi.
"aku bisa menjadi jaminanmu Radhika, aku akan selalu membantu dan mendukung perusahaan Wirajaya bila Ardian memiliki niat buruk pada perusahaan mu." balas Bryan agar Radhika bisa sedikit percaya pada Lusi.
Bryan sangat percaya pada Lusi, kalau Lusi tidak akan mempunyai niat buruk pada perusahaan Wirajaya, dan tidak mungkin juga Lusi bekerjasama dengan Ardian untuk menghancurkan perusahaan Wirajaya group.
Lusi yang merasa bahwa dirinya masih tidak di percaya oleh atasannya, dan tidak enak hati melihat Bryan terus berusaha membelanya, dan dia memutuskan karena ini adalah masalahnya jadi dia juga yang harus menyelesaikannya.
__ADS_1
"tidak usah anda yang menjadi jaminannya Presdir Bryan Aldevaro, saya sendiri yang akan menjadi jaminannya, berikan saya waktu sampai acara penandatangan kontrak kerjasama, bila Presdir Ardian Adhitama melakukan sesuatu pada perusahaan Wirajaya, saya siap di pecat dan di tindak lanjuti, anda bisa melaporkan saya pada yang berwajib." ucap Lusi yang membuat Bryan dan yang lainnya terkejut.
"tapi tidak harus seperti itu Lusi." ucap spontan Bryan memandang terkejut pada Lusi.
"ini masalah saya jadi saya yang harus bertanggung jawab Presdir Bryan, bagaimana direktur Rahdika? apa bisa seperti itu?" kata Lusi melihat ke arah Bryan dan bergantian ke arah Radhika yang juga memandangnya.
"baiklah itu juga bisa,aku harap kau bisa bertanggung jawab sepenuhnya dengan apa yang akan terjadi nanti." balas Radhika menyetujuinya.
"Radhika tidak bisa seperti itu..." ucap Bryan terpotong.
"maaf Bryan, ini urusanku dengan karyawan ku dan ini menyangkut kepentingan perusahan, tolong kau juga mengerti." ucap Radhika tegas memotong perkataan Bryan.
"tapi..."
"tolong kau mengerti posisiku, kalau sekretaris Lusi tidak bersalah dan dia memang benar juga jujur, tidak akan terjadi apa-apa padanya." balas Radhika dengan cepat.
Bryan hanya bisa menarik nafasnya dan melihat temannya dengan kecewa karena tidak bisa membuat Radhika percaya pada Lusi.
"aku terima semua yang kau ucapkan dan janjikan." balas Radhika yang melihat ke arah Lusi.
"terima kasih direktur Radhika." balas Lusi yang menundukkan kepalanya.
Radhika melangkah keluar dari ruang transit dan dengan terpaksa di ikuti juga oleh Bryan, saat Bryan melewati Lusi, dia melirik sekilas dan tersenyum pada Lusi.
lusipun membalas senyum Bryan dengan anggukkan kepalanya.
Setelah Radhika dan Bryan hilang dari pandangan mereka. Mereka pun makan siang dengan tenang dan tidak ada yang bertanya apapun pada Lusi, karena melihat mimik wajah Lusi yang datar tanpa ekspresi, hanya Dewi yang bertanya bagaimana keadaan dan perasaannya sekarang, Lusi hanya membalasnya dengan berkata bahwa dia baik-baik saja.
......................
Di tempat lain seorang wanita merencanakan sesuatu.
"kalian harus menyelidikinya." ucap wanita itu pada seorang pria dan wanita yang ada di depannya.
Wanita itu adalah Rania Kiandra, dia ingin mencari tahu tentang Lusi.
"apa kau yakin dia hanya mirip saja, dan bukan dia yang sebenarnya?" tanya teman prianya yang bernama Lukas Abraham.
"aku yakin dia hanya mirip dan aku ingin tahu dia punya tujuan apa mendekati Ardian dan keluarganya?" jawab Rania melihat Lukas yang duduk di hadapannya.
__ADS_1
"kau yakin dia bukan Lidya?" tanya teman wanitanya yang bernama Yani Josephine.
"aku yakin dia bukan Lidya, karena dia tidak mengenalku sama sekali, dan aku ingin kalian mencari tahu tentang dia secepatnya, dan kalian minta lah bantuan dari ketua Black Lion agar semua mudah, aku tidak ingin membuang waktuku." ucap Rania menatap tajam pada kedua temannya.
Black Lion adalah sebuah geng mafia besar yang berasal dari Jepang, anak buahnya menyebar di beberapa negara, pemimpin atau ketua Black Lion adalah pria keturunan Indonesia Jepang yang kini tinggal berpindah-pindah agar tidak mudah di ketahui oleh musuh, hanya yang di anggap teman dan pernah menjalin kerja sama dengannya saja yang bisa berhubungan dengan mafia Black Lion, itupun dengan banyak syarat dan penyaringan informasi sang pengguna jasanya.
Walaupun mereka pernah bekerjasama dengan Black Lion, mereka juga tidak bisa dengan mudah menghubungi sang ketua mafia tersebut.
"tidak mudah bagi kami menghubungi ketua Black Lion, dia selalu berpindah-pindah tempat." ucap Lukas yang duduk bersandar di sofa.
"kau benar Lukas, ketua Black Lion akhir-akhir ini sangat susah di hubungi, karena yang aku tahu geng mafia musuh bebuyutannya telah berhasil membuat kerugian besar bagi Black Lion, semua senjata kirimannya berhasil di rebut oleh pihak mafia musuh, aku akan berusaha menghubungi temanku yang ada di Jepang, siapa tahu kita bisa menghubungi ketua Black Lion." jawab Yani melihat ke arah Lukas.
"aku tidak mau tahu, kalian harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat bagaimanapun caranya." perintah Rania menatap tajam kedua temanya.
Lukas dan Yani yang tahu bagaimana watak seorang Rania Kiandra yang keras kepala dan terkadang kejam pada orang yang tidak di senanginya.
"baiklah aku akan berusaha menghubungi ketua atau anak buahnya Black Lion untuk membantu kita." jawab Lukas yang merinding melihat tatapan tajam Rania padanya.
"iya aku juga akan membantumu dengan cepat untuk menyelidiki wanita itu, aku akan cepat menghubungi temanku yang di Jepang, semoga kita bisa cepat menghubungi ketua Black Lion dan aku juga akan meminta bantuan temanku yang ahli di bidang IT ." imbuh Yani yang juga ngeri melihat tatapan tajam Rania padanya.
Mereka tidak ingin melihat Rania mengamuk bila keinginannya tidak di ikuti, karena Rania tidak akan segan-segan untuk menghajar dan lebih parahnya lagi membunuh, dengan memerintahkan bodyguard yang selalu mengawalnya kemanapun dia pergi.
Bodyguard itupun berasal dari mafia Black Lion, dia adalah salah satu anak buah terkuat yang di miliki oleh Black Lion, yang di minta oleh Rania pada ketua Black Lion untuk menjaganya dengan bayaran yang mahal.
Rania adalah wanita yang berbahaya dengan kondisi dirinya yang labil dan sering depresi bila merasa tertekan atau emosi, apalagi dia berani berbuat nekat dan kejam hanya untuk kepentingan dan kebahagiaannya pribadi.
Lukas dan Yani adalah teman sekaligus anak buahnya untuk menjalankan semua perintahnya, Lukas dulunya adalah mantan anak buah mafia yang sudah bubar dan mendirikan kelompok mafianya sendiri, mereka bertemu saat Rania memiliki misi untuknya dan dari sana mereka dekat dan terus bekerjasama.
Sedangkan Yani adalah salah satu anak buah Black Lion juga yang ikut bersamanya atas permintaannya kepada ketua Black Lion untuk membantu dan melindunginya, Yani wanita kuat dan ahli menembak dia anggota Black Lion mafia wanita yang berasal dari Indonesia.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya....
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1