Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 9 Nadia Wirajaya


__ADS_3

***** Lobby Hotel Rose *****


Selesai mengangkat panggilan dari ibu, aku kembali duduk di sofa yang tadi, tak berapa lama datang seorang gadis cantik yang ceria dan Seorang pria tampan dengan postur tubuh tegap dan tinggi sekitar 180 cm menghampiri kami.


"selamat siang menjelang sore semuanya !" sapa gadis cantik yang ceria, aku memandangnya dengan senyum tipis.


Ini visual Nadia Wirajaya.



Bisa bayangin yang lain ya...menurut selera.


"selamat siang Presdir Maria !"sapa pria tampan dibelakang gadis itu dengan sedikit membungkukkan badannya tanda hormat.


Ini visual asisten Bayu satyawan.



Bisa bayangin yang lain ya.


"selamat siang." jawab kami bersamaan.


"kalian berdua aja ? mana kakak kamu Nadia ?" tanya Presdir Maria.


"kakak ngak ikut ma...,kakak lagi ada pertemuan sama temen bisnisnya." jawab gadis yang bernama Nadia yang duduk langsung di sofa sebelah Presdir Maria.


"teman bisnisnya atau teman satu clubnya ?"tanya tak percaya Presdir Maria.


"sama aja kan mama...,teman bisnis ya teman clubnya juga." jawabnya manja dengan pandangan mata mengarah ke arah asisten Ari yang bangun menghampiri pria tampan yang baru datang.


"apa kabar kak Ari ?" sapa akrab Nadia ke arah asisten Ari.


"saya baik nona Nadia." jawab asisten Ari menganggukkan kepalanya tanda hormat.


"aduh...kak Ari masih aja kaku, biasa aja kalau sama Nadia, jangan formal gitu ah...!" kata Nadia agak sedikit tidak suka dengan nada dan cara bicara asisten Ari yang formal. Melihat asisten Ari bangun dari duduknya aku juga ikut bangun dan berdiri disamping sofa yang tadi aku duduki, yang membuat pandangan mata Nadia dan pria yang datang bersamanya melihatku.


"ma...itu siapa ?" tanya Nadia berbisik kepada Presdir Maria dan beliaupun memandang ke arahku.


"sekretaris mama, kenapa ?"


"sekretaris baru, kirain tamu hotel tadi."


"Lusi kenalkan ini Putri bungsu saya Nadia, Nadia ini Lusi sekretaris dari kantor cabang. " kata Presdir Maria bangun dari duduknya dan memperkenalkan aku pada putri bungsunya Nadia.


"saya Lusi nona Nadia." sapaku mengulurkan tangan untuk berkenalan.


"Nadia." jawabnya singkat menyambut uluran tanganku.

__ADS_1


"senang berkenalan dengan anda nona Nadia." jawabku dengan senyum yang semanis mungkin, Nadia hanya tersenyum tipis membalas ku.


Selesai kami berkenalan Presdir Maria juga mengenalkan pria tampan yang baru datang, bernama asisten Bayu, aku hanya menganggukkan kepala dan tersenyum untuk menanggapi perkenalanku dengannya karena jarak kami yang jauh, sedangkan asisten Bayu juga menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis meresponku.


"sekretaris mama yang biasanya kemana ma..? kok bisa yang dari kantor cabang ke sini ?" tanya Nadia agak berbisik yang suaranya masih bisa kudengar, pandangannya heran melihatku.


"sekretaris Mirna sudah mengundurkan diri, karena ikut suaminya yang pindah tugas, dan untuk sementara waktu sekretaris Lusi yang akan menggantikannya."


"mama ngk salah pilih sekretaris ?" tanyanya heran.


"ngak... memangnya kenapa ? Lusi sudah 3 tahun bekerja di kantor cabang, dan dia sama cerdasnya dengan sekretaris Mirna, makanya mama bawa kesini !" jawab Presdir Maria heran. "memangnya kenapa sih...?"tanya Presdir Maria.


"ma...mama lihat sendiri dong !" suruhnya dengan memandangku dari atas sampai bawah, aku mulai heran dan salah tingkah dengan cara Nadia memandang menilaiku.


Presdir Maria ikut memandangku heran, mencari apa ada yang salah dariku atau penampilanku ? aku yang di pandang mulai risih dan tak percaya diri, 'apa ada yang salah dari penampilan ku dan wajahku ?' itu yang ada di benakku.


"dia tidak cocok jadi sekretaris mama !!" ucapnya mendekati ku dan berjalan memutari badanku untuk menilaiku.


Presdir Maria mengerutkan keningnya heran melihat tingkah laku Nadia, begitu juga dengan asisten Ari dan asisten Bayu, ikut melihat ke arah ku yang sedang di nilai oleh Nadia, Putri dari atasan ku.


"Nadia kamu tidak sopan !!" tegur pelan Presdir Maria melihat tingkah laku Putrinya.


"benar mama...dia tidak cocok jadi sekretaris mama !?!" mengulangi lagi perkataannya yang tadi sudah di ucapkan, dengan berdiri di depan hadapan ku.


"Nadia apa maksudmu ? yang sopan sedikit Nadia !!" tegur Presdir Maria.


Aku pikir nona Nadia tidak suka padaku sehingga mengucapkan 'kalau aku tidak cocok menjadi sekretaris Presdir Maria', aku lega karena dugaan ku salah.


"mbak Lusi kenapa mau jadi sekretaris mama ?"tanya nona Nadia ke arahku.


"karena dari lulus sekolah saya sudah bekerja menjadi sekretaris, nona.."jawabku.


"kenapa ngak jadi artis atau model aja mbak ?" tanyanya lagi.


"tidak nona, saya lebih suka menjadi sekretaris, daripada menjadi artis atau model, karena bakat saya hanya menjadi sekretaris." jawab ku apa adanya.


Jawabku ini pasti ku katakan ketika ada seseorang yang bertanya pertanyaan yang sama dengan nona Nadia, 'kenapa tidak menjadi artis atau model ?'


"sayang sekali mbak Lusi, mbak cantik sempurna." puji nona Nadia dengan menggelengkan kepalanya.


"maaf nona, saya tidak sesempurna itu, anda terlalu memuji saya, nona Nadia lebih cantik dari pada saya." jawabku merendah karena malu di puji oleh putri dari atasanku.


"wah...selain cantik mbak rendah hati, dan pandai memuji orang juga." katanya tersenyum dengan bertepuk tangan.


Nona Nadia berjalan ke arah ku yang tiba-tiba menggandeng lengan ku.


"kapan-kapan kita jalan bareng ya mbak Lusi ?" ajaknya girang yang membuatku terkejut dengan ajakkan nona Nadia, dia begitu ramah dan ceria, aku menjadi tertular sehingga tidak sadar ikut tersenyum senang.

__ADS_1


" semua orang yang melihatku pasti iri kerena aku bisa jalan bareng sama mbak Lusi yang sangat cantik, aku bisa jadi penggemar berat mbak Lusi."


"ah..nona Nadia terlalu memuji saya..!!" Maluku.


"benaran mbak, coba tanya sama kak Ari dan kak Bayu, aku yang perempuan aja lihat mbak cantik apalagi laki-laki seperti mereka !" tunjuk nona Nadia ke arah asisten Ari dan asisten Bayu.


"Kaka Ari, kak Bayu, mbak Lusi cantik kan ?" tanya nona Nadia kepada asisten Ari dan asisten Bayu.


Mereka berdua terkejut di berikan pertanyaan tentang ku oleh nona Nadia, mereka saling memandang sekilas dan langsung menganggukkan kepala tanda setuju dengan pertanyaan nona Nadia, dengan mimik wajah bingung.


"kak Ari, kak Bayu, mbak Lusi cantik ngak...?" tanya nona Nadia ulang karena tidak puas dengan jawaban asisten Ari dan asisten Bayu.


"iya nona cantik..." jawab mereka serempak.


Mereka tahu bagaimana nona mereka ? nonanya tidak akan pernah berhenti bertanya bila pertanyaannya tidak di jawab dengan jelas.


"tuu...kan mereka bilang cantik." aku hanya bisa tersenyum memandang asisten Ari dan asisten Bayu yang dapat paksaan dari nona Nadia.


'deg' 'cantik'


Asisten Ari dan asisten Bayu terpesona melihat senyum Lusi yang manis ke arah mereka, 'cantik' satu kata dalam benak mereka masing-masing.



"sudah, sudah, ayo kita kembali ke kantor !" ajakkan Presdir Maria menyadarkan kami bahwa sudah waktunya untuk kembali bekerja.


Aku dan asisten Ari masih satu mobil, sedangkan asisten Bayu, Presdir Maria, dan nona Nadia di mobil yang di kendarai oleh asisten Bayu, kami kembali ke kantor pusat, untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Presdir Maria.


......................


***** Kantor Pusat Wirajaya Group *****


Aku, sekretaris Dewi dan asisten Ari bekerja sama untuk menyelesaikan apa yang diperintahkan oleh Presdir Maria, aku memperbaharui isi dalam berkas kontrak kerjasama Wirajaya group, sedangkan sekretaris Dewi dan asisten Ari bertugas untuk menghubungi semua Direktur Hotel Wirajaya group melalui email dan telpon langsung, memberikan informasi agar tidak ada yang melakukan perjanjian kontrak kerjasama dulu sampai berkas kontrak kerjasama yang baru diselesaikan.


Satu hari yang begitu melelahkan tubuh dan juga otakku, di hari pertama bekerja di kantor pusat, aku sudah ikut mendampingi Presdir Maria dalam 2 Rapat penting, aku bekerja sampai pukul delapan malam, karena berkas kontrak kerjasama Wirajaya group yang baru harus selesai hari ini juga, supaya besok pagi sudah bisa di kirim ke semua Direktur Hotel Wirajaya group.


Aku di antar sama asisten Ari pulang ke hotel, tempat ku menginap atau tinggal untuk sementara waktu selama berada di Jakarta.


Malam ini aku ingin berendam air hangat untuk merelekskan tubuhku agar segar kembali.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....


...sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya yang baik ya....

__ADS_1


jangan lupa untuk vote dan like nya.


__ADS_2