
***Perusahaan Wirajaya Group***
Episode sebelumnya…
"daftar tamu undangan nomer satu." ucap Ardian dan Bryan secara bersamaan yang membuat mereka semua yang ada di dalam ruangan memandang Ardian dan Bryan secara bergantian.
Radhika segera melihat nama undangan yang di maksudkan, nama itu adalah nama tamu undangan terhormat Wirajaya Group, 'Faresta Group' yang berasal dari Indonesia tetapi
berkembang pesat di beberapa negara di tiga benua seperti, Amerika, Eropa dan Asia.
"maaf sebelumnya, apa saya bisa tahu alasannya? sebab yang anda berdua sebutkan adalah tamu kehormatan kami, Faresta Group adalah rekan bisnis kami yang terbesar dan kami sudah lama bekerjasama dengan perusahaan itu." jelas Radhika dengan mimik wajah seriusnya.
Ardian dan Bryan saling melempar pandangan, Bryan mempersilahkan Ardian untuk bicara lebih dulu mengutarakan alasannya, Ardian pun mengerti dengan isyarat dari Bryan.
"aku tidak masalah anda mengundang Faresta Group karena itu juga salah satu tamu di daftar undangan kami." jawab Ardian.
"Adhitama group juga menjalin kerjasama dengan Faresta Group ?" tanya Radhika.
"benar kami sudah hampir 6 tahun menjalin hubungan kerjasama dengan Faresta Group." jawab Ardian seraya melirik sekilas pada Lusi yang masih berdiri tenang di samping asisten Ari.
"berarti itu tidak ada masalah untuk anda presdir Ardian?" tanya Radhika memperjelas.
"tidak silahkan kalian undang dan hubungi mereka, karena kami sudah menghubunginya beberapa hari yang lalu." balas Ardian.
"kami juga sudah menghubunginya."
"bagaimana dengan anda presdir Bryan?" tanya Radhika melihat ke arah Bryan.
"aku tidak ada masalah, aku juga menjalin kerjasama dengan Faresta Group, dan aku juga sudah menghubunginya."ucap Bryan menjelaskan.
"berarti perusahaan kita bertiga sama sama menjalin kerjasama dengan Faresta Group." tanya Radhika yang di jawab anggukkan kepala oleh Ardian dan Bryan.
__ADS_1
"ok kalau begitu, ini sangat mengejutkan dan kebetulan sekali, tiga perusahaan berkerjasama dengan satu perusahaan yang sama, tidak salah lagi Faresta Group memang perusahaan raksasa yang terus berkembang pesat puluhan tahun, kami wirajaya group sangat beruntung bisa bekerjasama dengan Faresta Group." ucap Radhika.
"kau benar direktur Radhika, berkat kerjasama dengan Faresta Group, perusahaan ku yang di Inggris bisa bangkit kembali, aku juga sangat beruntung bisa di terima baik oleh Faresta Group." ucap Bryan.
"bagaimana dengan anda presdir Ardian?" tanya Radhika melihat ke arah Ardian.
"selama 6 tahun bekerjasama dengan Faresta Group, perusahaanku berkembang seperti sekarang ini." jawab Ardian balas memandang Radhika.
"anda termasuk sudah lama sekali menjalin kerjasama dengan Faresta Group, apa anda pernah bertemu langsung Presdir atau CEO perusahaan tersebut?" tanya Radhika.
"belum, aku hanya bertemu wakil presdirnya satu kali dan selanjutnya aku hanya bisa bertemu dengan direktur kepercayaan nya saja." jelas Ardian.
"sama saya juga belum pernah bertemu atau tahu bagaimana wajah presdir Faresta Group, bahkan wakil presdirnya juga saya belum pernah melihatnya, saya hanya bertemu direktur kepercayaan nya saja." jelas Radhika.
"yang aku tahu presdir Faresta Group sengaja menyembunyikan wajah dan keluarganya, agar mereka aman dari semua musuh mereka yang berani menyerang dengan menggunakan jasa dari mafia, setahuku begitu dan tidak ada seorang pun yang tahu keberadaan presdir dan keluarganya, bahkan wakil presdirnya saja tidak banyak yang tahu bagaimana wajahnya, hanya direktur kepercayaannya saja yang akan muncul ke publik agar Faresta Group di kenal publik." jelas Bryan.
Faresta Group adalah perusahaan raksasa yang sangat sukses bergerak di berbagai bidang seperti, perhotelan, kapal pesiar, industri pembuatan perhiasan, parfum, industri permodelan, kasino, dan yang lebih penting memiliki satu perusahaan rahasia yang memperkerjakan orang orang yang ahli di bidang tertentu dan ahli IT untuk menjaga ke amanan perusahaan dari musuh yang berniat menghancurkannya.
Faresta Group juga memiliki beberapa musuh bisnis yang tidak segan-segan menyerang dengan menggunakan jasa mafia di setiap negara, hanya satu mafia dari musuh bisnisnya yang tahu wajah dari presdir dan keluarganya, dan pernah menyerang putri presdir yang sedang kuliah di Amerika tanpa pengawalan hingga tewas.
Direktur dari Faresta Group adalah ketua mafia King Dragon, yang pernah di tolong oleh Presdir Faresta Group saat mengalami kehancuran akibat musuhnya yaitu mafia Black Lion, direktur tersebut merubah jati dirinya atas bantuan Presdir Faresta Group, tetapi itu adalah rahasia yang di sembunyikan dan tidak ada yang tahu, kecuali ketua dari mafia-mafia besar di berbagai negara yang menjadi sekutunya bila musuh menyerang.
Walaupun Faresta Group di lindungi oleh bayangan mafia King Dragon, tetap saja presdir dan keluarganya menyembunyikan identitasnya untuk ke amanan, agar kejadian saat putrinya di serang dan tewas tidak terulang lagi, presdir Faresta Group hanya bekerja di balik layar yang di bantu oleh perusahaan rahasianya yang memiliki orang-orang ahli di berbagai bidang termasuk ahli IT.
Semua yang ada di dalam ruangan hanya diam mendengarkan pembicaraan tersebut, bahkan Lusi dan Dewi tidak tahu sama sekali tentang perusahaan Faresta Group yang mereka bicarakan.
"yang aku dengar, presdir Faresta Group menyembunyikan jati diri sejak putrinya di serang anggota mafia utusan musuh bisnisnya, beliau dan keluarga mencari aman dan tidak pernah muncul lagi di publik sampai sekarang, jadi hanya beberapa orang yang dulu pernah menjalin hubungan bisnis kerjasama dengannya yang tahu wajah asli dari presdir Faresta Group." ucap Ardian menjelaskan, karena berita itu yang dia pernah dengar dari orang kepercayaannya yang mencari tahu informasi mengenai presdir Faresta Group.
"dan semua akses mengenai jati dirinya beserta keluarga tidak bisa di lacak, bahkan aku hanya mendapatkan kepanjangan inisial nama belakangnya saja." sambung Ardian.
"maksud anda inisial nama presdir Faresta Group yang biasa di tulis R.M ?" tanya Radhika.
__ADS_1
"iya." jawab singkat Ardian.
"boleh kami tahu nama belakang dari inisial 'M' itu apa?" tanya Radhika penasaran.
"tentu tidak ada salahnya kalian tahu, karena kita sama sama bekerjasama dengan beliau, namanya tuan 'Melviano'." jawab Ardian.
"tuan Melviano." jawab serempak Radhika dan Bryan.
'Melviano...kayaknya pernah dengar nama ini? tapi di mana ya? aku lupa deh..?' gumam Lusi dalam hati dengan menundukkan kepala berpikir.
Sepertinya dia pernah mendengar nama tersebut dari seseorang sebelumnya, tetapi Lusi lupa kapan dia pernah mendengarnya? siapa yang menyebut nama itu? dan dimana nama itu pernah dia dengar? banyak pertanyaan yang berperang di kepala Lusi untuk mengingat nama Melviano.
Tidak ada yang memperhatikan dan curiga pada Lusi bahwa dia sedang berpikir mengenai nama Melviano, Lusi hanya menunduk melihat ke buku agenda di tangannya dengan mimik wajah serius dan datar.
"apa kau yakin tidak salah Ardian?" tanya Bryan menatapnya serius.
"aku yakin karena utusanku yang mencari informasi itu tidak pernah melakukan kesalahan mengenai informasi yang ia selidiki." balas Ardian tak kalah serius menatap Bryan dingin.
'itu memang benar sifat dan sikap Ardian Adhitama tuan sok kuasa, apapun pasti dia bisa lakukan dan cari tahu? jangan pernah meragukan kehebatan tuan sok kuasa itu.' gumam Lusi dalam hati melihat Ardian menatap Bryan dengan tak kalah serius dan dingin.
"baiklah tuan Ardian, terima kasih atas informasi anda, sekarang bisa kita lanjutkan membahas daftar tamu yang akan hadir pada acara penanda tanganan kontrak kita?" usul Radhika untuk melerai Ardian dan Bryan yang mulai memcekam dari tatapan mata mereka.
Ardian dan Bryan pun setuju, mereka tidak membahas tentang Faresta Group lagi, mereka lanjut ke daftar tamu selanjutnya, Lusi dan Dewi dengan sigap mencatat apa yang mereka bahas.
Sesekali Ardian dan Bryan melirik Lusi yang sedang serius menulis di buku agenda di tangannya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya....
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.