
***Hotel R.W.C***
Tamu undangan yang datang dalam acara penanda tanganan kontrak kerjasama Wirajaya Group dengan Adhitama Group dan Aldevaro Group, di periksa terlebih dahulu oleh petugas keamanan yang ada di depan pintu aula Hotel R.W.C.
Tamu undangan harus menyebutkan nama dan menunjukkan kartu pengenal yang sudah di berikan oleh pihak Wirajaya Group, untuk keamanan dan kenyaman para tamu undangan yang lain, karena tidak sembarang orang yang dapat undangan tersebut.
Para tamu undangan di pilih langsung oleh masing-masing perusahaan dari Wirajaya Group, Adhitama Group dan Aldevaro Group, masing-masing perusahaan mendapatkan jatah untuk 50 undangan, per satu undangan bisa membawa minimal tiga orang perwakilan.
Rania Kiandra adalah salah satu tamu undangan yang datang, Rania perwakilan dari Kiandra Group yang mendapatkan undangan langsung dari Adhitama Group, karena bagaimana juga keluarga Kiandra masih menjadi rekan bisnis sekaligus keluarga dari Lidya Kiandra istri Ardian Adhitama yang masih di rahasiakan.
Rania tampak datang bersama Lukas dan Yani yang menjadi sekretaris dan asisten pribadinya, Rania yang melihat Lusi yang sedang berdiri dengan Dewi pun mendekati mereka.
"hai...apa kabar nona Lusi !" sapa Rania tersenyum pada Lusi.
Lusi dan Dewi melihat ke arah Rania yang menyapa mereka, sedangkan Lukas dan Yani nampak terkejut melihat wajah Lusi dari dekat, dimana wajah Lusi memang benar-benar mirip dengan wajah Lidya Kiandra yang sudah meninggal, tetapi mereka dapat dengan cepat mengembalikan mimik wajah mereka seperti biasanya.
"baik nona Rania, anda sendiri apa kabar?" sapa dan tanya Lusi balik seraya tersenyum juga.
"tentu saja aku baik-baik saja, benar yang ku dengar bahwa kau adalah sekretaris dari Wirajaya Group." jawab Rania seraya melihat Lusi dari atas kepala sampai ke bawah kakinya, Rania memandang serta tersenyum meremehkan pada Lusi.
Lusi dan Dewi nampak jelas menangkap dengan sikap meremehkan dan tidak suka Rania melihat Lusi yang ada di depannya.
"benar saya sekretaris dari Wirajaya Group, ada yang bisa saya bantu nona?" tanya ramah Lusi masih tersenyum manis pada Rania walau dalam hati Lusi tidak suka dengan cara pandang Rania melihatnya.
"tentu…bisa tunjukkan di mana meja saya !" perintahnya tersenyum lebar.
"mari nona saya akan tunjukkan di mana meja anda." ucap Lusi yang segera menuntun Rania dan kedua temannya menuju meja yang sudah di siapkan.
Meja Rania ada tepat di belakang meja Ardian dan Bryan, saat Rania melihat Ardian bukannya langsung duduk di kursinya malah Rania melangkah mendekati Ardian.
__ADS_1
"hai Ardian !" sapa Rania yang dengan cepat dan sengaja mencium pipi kiri dan kanan Ardian di depan semua orang.
Para wartawan yang memang ada disana langsung mengabadikan momen langka tersebut, dan semua orang yang ada di sana terkejut melihat adegan tersebut.
Rania Kiandra berani mencium pipi Ardian Adhitama di depan umum, dalam benak dan pikiran mereka pasti berpikir 'ada hubungan apa antara Ardian Adhitama dan Rania Kiandra?'
Sedangkan Ardian yang belum siap atas perlakuan nekat Rania, yang menciumnya di depan umum terkejut dan langsung bangkit dari duduknya, dia melihat tajam dan dingin ke arah Rania.
Lusi dan Bryan nampak biasa saja melihat adegan itu, Ardian tidak mengetahui ada Lusi di dekatnya, dia hanya terus menatap tajam dan dingin Rania yang berani mencium pipinya di depan umum.
"apa yang ingin kau rencanakan Rania Kiandra? lancang sekali kau padaku?"ucap Ardian tegas pada Rania yang tersenyum padanya.
"aku tidak merencanakan apapun, aku hanya menyapamu saja Ardian." jawab Rania dengan suara yang lembut dan manja seraya melihat sekilas pada Lusi.
Ardian yang curiga dengan lirikan mata Rania pun mengikuti arah lirikkan Rania, Ardian melihat Lusi melihat padanya dengan wajah datarnya, seketika Ardian pun memandang Lusi dengan tatapan lembut dan penuh kasih.
'apa yang kau pikirkan sayang? aku senang kau melihat padaku.' gumam Ardian dalam hatinya memandang Lusi yang masih melihat padanya.
"tenangkan dirimu nona Rania." bisik Yani yang ada di sampingnya yang melihat aura gelap pada Rania.
Ardian yang terus memandang Lusi dengan tatapan mata lembut dan penuh kasih, membuat Lusi sadar bahwa mereka menjadi pusat perhatian dari para tamu lainnya, Bryan tidak suka akan tatapan mata Ardian yang melihat Lusi dengan tatapan mata lembut dan penuh kasihnya.
Lusi yang risih dengan tatapan Ardian padanya malah melihat ke arah Bryan yang masih duduk di samping meja Ardian, Bryan tahu tatapan mata Lusi yang ingin minta bantuannya mengubah suasana tersebut, Bryan pun tersenyum puas karena Lusi masih mau memandang dan meminta bantuannya.
Bryan bangun dari duduknya dan mendekati Ardian yang masih memandang Lusi.
"Presdir Ardian Adhitama bisa kita bicara?" tanya Bryan yang berdiri di samping Ardian.
pandangan Ardian teralihkan oleh suara Bryan yang tepat berada di sampingnya, Lusi nampak lega dengan begitu Ardian bisa berhenti melihat padanya yang malah membuat orang akan curiga padanya dan Ardian.
__ADS_1
"apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Ardian sinis melihat pada Bryan, sedangkan Bryan menghembuskan nafasnya berat dan mendekatkan wajahnya pada telinga Ardian.
"bisakah kau jangan menyulitkan Lusi di sini, apa kau mau Lusi mendapatkan masalah dan dia akan bertambah tidak suka padamu." bisik Bryan pada telinga Ardian.
Bryan sadar dan tahu kalau Ardian Adhitama mulai menyukai Lusi dan dia sadar kalau Ardian Adhitama adalah saingan terberatnya untuk mendapatkan Lusi, tetapi saat ini Lusi dalam situasi sulit dan terpaksa mengatakan sesuatu yang Bryan tidak suka untuk mengatakannya pada Ardian.
Ardian melihat pada Bryan dan mengerti akan bisikkan Bryan padanya, diapun tidak ingin Lusi mendapatkan masalah hanya karena ulahnya yang mungkin akan membuat Lusi tambah tidak suka padanya.
"aku mengerti dan kau tenang saja aku tidak akan membuat masalah untuknya." balas Ardian melihat pada Bryan dan Lusi secara bergantian.
Lusi lega walaupun tidak tahu apa yang sudah di bisikkan Bryan pada Ardian yang membuatnya tidak lagi memandang Lusi seperti tadi.
"dan kau Rania Kiandra ku peringatkan jangan pernah mengulangi tindakanmu tadi, bila kau tidak ingin mendapatkan masalah." ucap Ardian tegas melihat tajam dan dingin ke arah Rania yang semakin mengeluarkan aura gelapnya.
Rania benar-benar membenci Lusi, Rania yakin sikap Ardian ini pasti karena Lusi.
Tidak lama kemudian semua mata teralihkan pada rombongan yang baru datang memasuki aula, mereka adalah rombongan dari Faresta Group.
Radhika, Ardian, dan Bryan yang melihat wakil Presdir Faresta Group Nicole Richie datang bersama direktur Erick Richard kepercayaan tuan R.M Faresta Group, dengan segera mereka mendekati rombongan dari Faresta Group tersebut, karena Nico dan tuan Erick dari Faresta Group adalah tamu kehormatan dari Wirajaya Group, Adhitama Group dan Aldevaro Group.
Semua pandangan mata tamu undangan yang ada di dalam ruangan termasuk Lusi tertuju pada rombongan Faresta Group, yang di sambut langsung oleh ketiga petinggi perusahaan besar yang mereka hormati dan segani.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.