Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 38 Makan Malam Bersama.


__ADS_3

***Restoran hotel Wirajaya***


Ardian dan Bryan duduk di meja yang sama, awalnya Ardian lebih dulu memilih mejanya dan di susul oleh Bryan di meja yang lain, tetapi Ardian akhirnya memilih duduk di meja di mana Bryan duduk.


Tanpa mengucapkan kata izin pada bryan, Ardian langsung duduk di kursi tepat di depannya, Bryan Memandang heran pada Ardian yang ikut duduk di meja yang dia pilih, sedangkan tadi Ardian lebih dulu memilih meja lain yang tidak jauh dari mejanya.


Mereka saling menatap datar dan dingin, seorang pelayan datang membawakan buku menu untuk mereka, tetapi langsung pergi hanya dengan isyarat tangan dari mereka tanpa ada yang berbicara.


Bryan menarik nafasnya karena Ardian diam seribu bahasa dan hanya menatapnya tajam serta dingin padanya, Ardian sama sekali tidak ada niat untuk membuka pembicaraan antara mereka berdua.


"kenapa kau duduk di sini ? bukannya tadi kau duduk di sana ?" tanya Bryan yang mengalah untuk membuka pembicaraan antara mereka berdua seraya menunjuk ke arah meja yang tadi di duduki Ardian.


"apa kau ada masalah aku duduk di sini ?" tanya Ardian balik yang menyilangkan tangan di depan dadanya masih menatap tajam dan dingin ke arah Bryan.


"iya sangat masalah bagiku, karena aku hanya ingin makan malam berdua saja dengan Lusi dan kau bisa tidak mengganggu makan malam kami ?" jawab dan tanya balik Bryan yang menatap Ardian tajam dan tidak kalah dingin dari tatapan Ardian padanya.


"makan malam berdua ?" tanya Ardian dengan senyum mengejek nya.


Bryan hanya menatap datar ekspresi wajah Ardian yang tersenyum mengejek ke arahnya.


"apa ada masalah denganmu kalau aku makan malam berdua dengan Lusi ?" tanya Bryan yang menatap curiga Ardian.


Ardian malah tertawa kecil dan terlihat tak percaya karena Bryan menatapnya curiga.


"aku tidak ada masalah kau mau makan malam berdua dengan Lusi ataupun berdua dengan yang lainnya, aku hanya menunggu keputusan anak-anak ku mau makan malam di mana dan dengan siapa ?" jawab Ardian mengelak karena tidak ingin ketahuan kalau dia mulai curiga akan hubungan Bryan dengan Lusi wanita yang di capnya menjadi target mangsanya.


"bagus lah kalau kau tidak ada masalah, dan ku harap kau bisa mengerti kondisi kami yang saat ini sebagai sepasang kekasih." jelas Bryan yang membuat Ardian terkejut mengetahui hubungan apa yang mereka jalin.


Ardian melepaskan tangannya yang menyilang dan meredam keterkejutannya dengan cara mengepal erat tangannya sampai buku-buku jarinya memutih yang dia sembunyikan di bawah meja dan menggertakkan gigi yang ada di dalam mulutnya.


'sepasang kekasih ?' gumam Ardian dalam hati dengan masih menatap dingin Bryan.


"kenapa kau diam ? apa kau terkejut dengan hubungan kami berdua ?" tanya Bryan tersenyum tipis pada Ardian.


"tidak." jawab singkat Ardian.


"bagus kalau begitu."


"apa kau tidak masalah kalau dia saat ini menjadi mamanya anak-anak ku ?"


"tidak selama dia memintaku untuk percaya padanya, aku akan percaya dan tidak masalah bagiku, aku yakin Lusi punya alasan untuk semua ini."


Ardian memandang dengan senyum tipisnya, di dalam hati dia mulai kesal karena tidak bisa memprovokasi Bryan untuk tidak menyukai Lusi.

__ADS_1


"kau percaya padanya ? apa kau sangat mengenalnya dan tahu siapa dia ? apa alasanmu sangat mempercayainya ?" tanya Ardian sinis.


"siapa pun dia aku sangat mencintainya, dan tidak ada alasan lain untuk tidak percaya padanya."


"mencintainya ?" tanya Ardian dengan senyum sinisnya memandang Bryan.


Ardian menggelengkan kepalanya tidak percaya bahwa seorang Bryan Aldevaro yang dia kenal menjadi rivalnya yang banyak di gilai wanita, tidak ada seorang wanita manapun bisa meluluhkan hati Seorang Bryan Aldevaro, malah jatuh cinta pada seorang wanita yang bernama Lusi Arsinta seorang sekretaris perusahaan Wirajaya group, yang sekaligus wanita yang Ardian cap sebagai wanita target mangsanya karena sudah berani menyinggungnya dan meniru wajah istrinya.


"iya aku sangat mencintainya dan tidak akan ku biarkan pria manapun memilikinya." jawab tegas Bryan.


"apa kau pikir, setelah kau mencintainya kau bisa memilikinya ?"


"tentu saja, bila aku tidak bisa memilikinya, tidak ada siapa pun yang boleh memilikinya juga." jawab Bryan yang menatap tajam Ardian.


"apa dia juga mencintaimu ?" tanya Ardian yang membuat Bryan terdiam dengan masih menatap tajam Ardian.


Ardian diam menunggu dan melihat wajah Bryan yang tidak ada perubahan sama sekali, masih dengan tatapan tajamnya.


sedangkan Bryan yang di beri pertanyaan 'apa Lusi juga mencintainya ?' itu sudah jelas jawabannya adalah 'lusi belum mencintai Bryan saat ini.' Bryan hanya diam berpikir dan bergumam dalam hati tanpa merubah mimik wajahnya sama sekali.


Bryan tidak ingin Ardian tahu bahwa Lusi belum memcintainya saat ini, itu akan membuat Ardian merasa menang karena tahu kelemahannya, dia akan berbohong untuk membuat Ardian diam.


"tentu saja dia mencintaiku juga, kau juga akan bisa melihatnya nanti, bagaimana kami saling mencintai ?" jawab Bryan berbohong agar bisa membuat diam Ardian.


Baru saja Ardian ingin menjawab perkataan Bryan, Lusi dan si kembar datang.


"papa..." panggil Nathalia ceria dari arah pintu restoran, tangan Nathalia dan Nathan di pegang oleh Lusi erat berjalan menuju ke meja mereka.


"maaf Ryan apa kami kelamaan datangnya ?" tanya Lusi saat sudah ada di hadapan Ardian dan Bryan.


Lusi hanya sekilas melihat ke arah Ardian, sedangkan Ardian memandang Lusi yang saat ini cantik hanya memakai kaos hitam, rambut yang tergerai dan make up tipis tersenyum manis ke arah Bryan yang di balas senyum juga oleh Bryan.


ini visual Lusi saat tersenyum pada Bryan.



ini hanya hayalan author ya.


ini visual Bryan yang membalas senyum Lusi.



ini visual Ardian yang memandang Lusi.

__ADS_1



bisa bayangin yang lain ya, ini cuma bayangan author saja.


"tidak, aku belum memesan apa pun, aku menunggumu." jawab Bryan bahagia melihat Lusi cantik malam ini.


"bagaiman denganmu tuan Ardian ?" tanya Lusi yang menyadarkan Ardian dari terkesimanya memandang Lusi.


"aku menunggu anak-anak ku" jawabnya datar.


"maksudku apa tuan makan malam bersama kami juga ?"


"terserah pada anak-anak ku." jawab Ardian yang memandang Nathalia dan Nathan secara bergantian.


Lusi menghela nafasnya dan beralih memandang ke arah Bryan.


"tidak apa-apa kan Ryan kita makan malam bersama anak-anak dan tuan Ardian Adhitama ?" tanya Lusi pada Bryan yang di jawab langsung oleh Bryan.


"terserah kamu." jawab Bryan mengerti dengan tersenyum tipis ke arah Lusi dan sekilas ke arah Ardian yang menatapnya datar tanpa ekspresi.


"anak-anak akan makan malam bersama ku tuan." jawab Lusi yang membantu Nathalia untuk duduk di sebelah Ardian, sedangkan Nathan bisa duduk sendiri hanya di bantu memundurkan kursi saja oleh Bryan.


Ardian masih dalam posisi duduk, Ardian masih diam memandang kagum Lusi, pandangan yang dia sembunyikan dalam raut wajah datarnya ke arah Lusi yang cantik sederhana malam ini.


" kamu duduk di sini sayang." kata Bryan pada Lusi yang memberikan tempat duduknya di samping Nathan dan Bryan menarik satu kursi kosong lagi untuknya di samping kiri Lusi dan kanan Ardian.


" terima kasih." jawab Lusi tersenyum tipis ke arah Bryan karena mendengar panggilan 'sayang' untuknya seperti dulu sewaktu mereka menjadi sepasang kekasih.


Ardian memandang tajam ke arah Bryan dan Lusi karena mendengar panggilan 'sayang' dari Bryan untuk Lusi, dia mengepalkan tangannya yang ada di atas meja, tanpa dia sadari Bryan melihat kepalan tangan Ardian dan tatapan tajamnya ke arah Lusi.


Dengan menahan amarah dan kesalnya di dalam hati Ardian mengikuti makan malam dengan kesabaran yang cukup dia tahan-tahan, dia pun tidak mengerti mengapa hatinya terasa panas akan amarah melihat keromantisan yang di tunjukkan oleh Bryan kepada Lusi ? Ardian terus memandang ke arah Lusi yang tampak sabar menghadapi sikap manja Nathalia dan Nathan saat makan malam.


Sedangkan Bryan bisa menyesuaikan diri dengan si kembar, si kembar terlihat akrab dengan Bryan dan Lusi seperti mereka anak-anak dan mama papanya, tidak dengan Ardian yang terlihat seperti orang lain atau orang asing bagi mereka di meja tersebut, Ardian benar-benar kehilangan nafsu makannya karena menahan amarah di hatinya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2