Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 121. Perdebatan Rania dan Ardian.


__ADS_3

***Perusahaan Kiandra Group***


Semua orang melihat intens ke arah Ardian Adhitama, dia yang menginginkan saham milik si kembar sebagai walinya, sungguh membuat seluruh keluarga Kiandra terancam dan tidak suka akan hal ini. Namun, mereka tidak dapat melakukan apapun untuk mencegah Ardian?


Pengacara Chico Alessio melihat Ardian Adhitama memiliki keseriusan tentang hal ini. Dia juga tidak tahu apa yang sedang di rencanakan oleh Ardian Adhitama? yang tiba-tiba ingin mengambil alih saham si kembar sebagai wali dari anak-anaknya.


"tentu saja itu sangat bisa tuan Ardian Adhitama, bagaimana juga anda adalah papa kandung dari si kembar. Jadi anda adalah wali yang sah dan berhak atas pengelolaan saham si kembar." ungkap pengacara Chico Alessio dengan kenyataan yang sebenarnya.


Jika dulu Ardian Adhitama menolak mengambil alih saham si kembar yang di miliki oleh Lidya Kiandra, karena alasan saham si kembar lebih baik di kelola dan di jaga oleh pengacara Chico Alessio sampai si kembar berumur di atas 17 tahun. Lain halnya hari ini, Ardian Adhitama tiba-tiba ingin mengambil alih saham tersebut di saat sengitnya persaingan untuk memperebutkan posisi kursi Presdir Kiandra Group. Ada rencana apa yang ingin di lakukan oleh Ardian Adhitama?


"tetapi ingat tuan, anda bisa mengambil alih saham tersebut saat ini. Namun, di saat usia si kembar 17 tahun, saham itu akan kembali menjadi milik si kembar karena mereka berdua yang lebih berhak. Apakah bisa seperti itu?" ungkap pengacara Chico Alessio melihat serius Ardian Adhitama.


Pengacara Chico Alessio sengaja mengatakan hal itu, untuk mempertahankan hak dari si kembar. Bagaimana juga si kembar adalah bagian dari tuannya yang menjadi salah satu tanggung jawabnya saat ini.


"tentu aku sangat mengerti itu pengacara Chico Alessio. Semua hak yang di miliki oleh kedua anakku akan tetap menjadi milik mereka, begitu pula apa yang menjadi milikku saat ini? juga akan menjadi milik mereka berdua di masa depan." jawab Ardian dengan mimik seriusnya memandang sang pengacara.


"terima kasih anda dapat mengerti maksud saya, tuan Ardian Adhitama !!" balas pengacara Chico Alessio merasa lega jika harus memberikan perwalian saham si kembar kepada Ardian Adhitama.


"apa maksudmu Ardian?" tanya tiba-tiba Rania dengan mengerutkan keningnya melihat ke arah Ardian Adhitama.


Rania benar-benar tidak suka akan apa yang di rencanakan oleh Ardian saat ini.


"apakah kau juga ingin mencoba mengambil alih posisi kursi Presdir Kiandra Group?" tanya Rania kembali.


Ardian melihat Rania dengan tatapan dinginnya.


"apakah ada masalah dengan mu? nona Rania." jawab Ardian dengan dinginnya.


Rania tahu Ardian bersikap dingin padanya, tetapi dia juga tidak ingin Ardian mengambil alih apa yang sudah menjadi miliknya selama ini? Kini Rania di hadapkan oleh dua pilihan yaitu mengalah demi laki-laki yang di inginkannya atau tetap mempertahankan posisi kursi Presdir perusahaan Kiandra Group.


"tuan Ardian Adhitama, aku tidak ada masalah jika kau ikut persaingan ini. Tetapi kau tiba-tiba mengambil alih saham si kembar di saat kami keluarga dari Lidya membutuhkan saham itu." ungkap Rania dengan mimik wajah yang sedikit dia buat mengiba pada Ardian.


"keluarga dari Lidya?" ucap Ardian menekan setiap kata-katanya.


Semua melihat dan tahu Ardian sedikit tidak suka pada nada bicaranya.


"kau kini menganggap Lidya adalah keluarga kalian? apa kau yakin Lidya adalah keluarga kalian, bagian dari keluarga Kiandra?" ungkap Ardian terus terang. Dia sudah muak sekali melihat seluruh keluarga Kiandra.


"apa maksud perkataan mu itu Ardian?" tanya Rania mengerutkan alisnya melihat Ardian.


Ardian tersenyum mengejek ke arah keluarga Kiandra. "apa kalian yakin Lidya adalah bagian dari keluarga Kiandra?" ulang Ardian kembali.


Rania, Seto dan juga Satrio Kiandra melihat Ardian lalu beralih melihat ke arah pengacara Chico Alessio. Tetapi yang di lihat hanya diam dan sedikit menaikkan kedua bahunya, yang artinya menjawab tidak tahu menahu tentang yang sedang di bicarakan oleh Ardian Adhitama.

__ADS_1


"tentu saja Lidya adalah bagian dari keluarga Kiandra." kini Seto Kiandra lah yang menjawab dengan tegas. Dia tidak ingin ada yang ikut meragukan hal tersebut.


Ardian nampak melebarkan senyumnya mendengar jawaban dan keyakinan dari Seto Kiandra. "ini sungguh lucu." ucap Ardian.


"aku tidak pernah menyangka Lidya, istri ku mempunyai keluarga seperti kalian."


"apa maksud dari perkataan mu itu Ardian? jangan mempermalukan kami." tanya Rania tidak suka mendengar perkataan yang baru saja di lontarkan oleh Ardian.


"aku tidak ada maksud apapun? apalagi mempermalukan kalian, aku hanya bertanya bagaimana Lidya bisa mempunyai keluarga seperti kalian? Sedangkan saat kehilangannya saja, satupun dari kalian tidak ada yang menunjukkan simpati sedikit pun, serta usaha untuk mencari keberadaan jasadnya saja tidak. Lalu apakah itu bisa di sebut dengan sebuah keluarga?" ungkap Ardian dengan kebenaran dan uneg-uneg yang selama ini dia pendam.


"tetapi sekarang, di saat kalian memerlukan saham yang Lidya miliki agar dapat membantu mempertahankan posisi kursi Presdir Kiandra Group. Baru kalian mengakui dan menyebut Lidya adalah bagian dari keluarga kalian." ungkap Ardian dengan senyum lucunya. Itu sungguh lucu dan menggelikan bagi Ardian.


"Tentunya itu tidak adil bagi Lidya." ucap Ardian kembali. "jadi aku hanya ingin mempertahankan dan menjaga apa yang seharusnya menjadi milik istri ku. Apakah aku salah?" ungkapnya.


"apa kau menuduh kami ingin merebut saham yang menjadi milik Lidya?" tanya Rania curiga.


"apakah aku mengatakan tuduhan itu?".


"Ardian, kau sungguh keterlaluan. Kami tidak ada niat memiliki apa yang Lidya miliki. Kami hanya membutuhkan bantuannya saja." bela Rania.


"apakah kau yakin Lidya akan mau membantumu?"


"tentu saja Lidya akan selalu berpihak dan membantu keluarganya. Karena kami memang keluarganya dan sangat menyayanginya."


"hahahaha…menyayanginya. Menyayanginya dengan cara menukarnya untuk mempertahankan perusahaan yang hampir bangkrut, begitu…?" ungkap Ardian mengingat kejadian di masa lalu, bagaimana dia bisa bersama Lidya Kiandra.


"aku tidak keterlaluan, karena itulah kenyataannya." tunjuk geram Ardian ke arah Rania. Dia sungguh muak mengahadapi wanita licik seperti Rania.


Suasana di dalam ruangan itu pun semakin mencekam, perdebatan antara Ardian dan juga Rania masih di saksikan secara life di hadapan semua orang di dalam ruang meeting tersebut.


"Ardian kau sungguh benar-benar keterlaluan mempermalukan kami dan sangat tidak profesional. Saat ini adalah urusan perusahaan, mengapa kau membawa urusan pribadi sekarang?"


"kau sungguh lucu Rania, kau mengatakan itu seolah-olah apa yang dari tadi kau lakukan dan katakan tidak seperti yang kau ucapkan saat ini? Bukannya dari tadi kau yang terlebih dahulu membawa urusan pribadi keluarga mu di dalam pertemuan ini?" sindir talak Ardian membalikkan perkataan dan tuduhan Rania kepadanya.


Rania menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya kuat menahan amarah dan malu yang di sebabkan oleh Ardian.


"katakan apa tujuanmu Ardian Adhitama?" tanya Rania dengan menekan setiap kata-katanya. Tatapan mata Rania kali ini tajam dan dingin kepada Ardian.


"hentikan semua usaha yang ingin kau lakukan, selama aku masih hidup tidak akan aku biarkan kau dan keluargamu melakukan hal yang membuat susah istri dan anak-anak ku, apalagi ingin memanfaatkan mereka demi kepentingan keluarga kalian. Aku tidak suka itu !!" ungkap Ardian tegas.


Rania, Seto dan Satrio Kiandra sungguh menahan amarah dan malu saat ini. Ardian dengan terbuka dan terang-terangan mengatakan hal yang membuat malu keluarga Kiandra, di hadapan semua orang yang hadir pada ruangan tersebut.


"kami tidak pernah sekalipun mempunyai niat untuk memanfaatkan istri dan anak-anak anda tuan Ardian Adhitama. Kami adalah keluarganya dan untuk apa kami melakukan itu? sebagai keluarga tentu sudah seharusnya kami saling membantu." ucap Seto cukup menahan nada bicaranya agar tidak mengeluarkan emosi yang dia tahan saat ini.

__ADS_1


"keluarga…! apa anda lupa tuan Seto Kiandra yang terhormat. Sejak Lidya menjadi istri ku, anda dan seluruh keluarga anda sudah tidak memiliki hak lagi kepadanya. Jadi untuk apa Lidya membantu keluarga anda?" balas Ardian dengan cukup tenang.


Seto benar-benar menahan amarahnya, dan dia menarik serta menghembuskan nafasnya secara perlahan.


"baiklah jika itu yang anda inginkan tuan Ardian Adhitama. Apa yang bisa saya lakukan?" ucap Seto mengalah, karena percuma melawan Ardian yang sudah menunjukkan tidak ingin mengalah sama sekali.


"pa…!" ucap Rania seketika terhenti akan isyarat tangan Seto yang dia angkat untuk membuat Rania diam.


"silahkan lakukan jika memang itu benar menurut anda. Kami hanya bisa bertahan sampai di sini." ungkapnya dengan mimik wajah yang di buat sedih.


"Andaikan Lidya ada di sini. Dia tidak akan melakukan dan mengatakan hal seperti yang anda lakukan saat ini." ungkap Seto masih memasang mimik wajah sedihnya, berharap Ardian dapat iba melihatnya.


Tetapi bukan Ardian Adhitama yang terkenal kejam dan tegas dapat di kelabui. Dia tidak terpengaruh sama sekali oleh mimik sedih yang di tunjukkan oleh Seto Kiandra.


"aku sangat yakin tuan Seto, jika Lidya tidak akan mau berpihak padamu. Kau tidak tahu apapun ternyata?" ungkap Ardian yang membuat semua orang melihat heran padanya.


"apa maksudmu tuan Ardian." tanya Seto tidak mengerti akan ucapan Ardian.


"apakah kalau saya katakan Lidya masih hidup, anda akan percaya?" tanya Ardian yang cukup membuat semua orang heran.


"apa maksud anda?"


"Lidya masih hidup, dan kini dia sudah bersama denganku dan anak-anak." ucap Ardian tegas.


"jangan omong kosong kau Ardian." ucap keras Rania dengan nada yang cukup tinggi.


"aku berkata benar."


"apa kau punya bukti? jika dia masih hidup di mana dia? kenapa kau tidak membawa dia ke sini dan membuktikan semua ucapan mu?" tantang Rania. Ada sesuatu yang dia curigai.


"tentu saja aku miliki semua buktinya." ucapnya. "Gavin tampilkan semua bukti yang kita punya, tidak baik kita menyembunyikan berita bagus ini. Aku ingin keluarga Kiandra dan seluruh dunia tahu, istri ku Lidya Kiandra masih hidup dan sehat saat ini." perintah Ardian pada asisten pribadinya yang duduk tepat di belakangnya.


"baik tuan." balas asisten Gavin menerima perintah tuannya.


Dengan segera Gavin beranjak dari duduknya membawa sebuah laptop serta beberapa berkas di tangannya. Gavin melangkah mendekati alat proyektor untuk menampilkan apa yang di perintahkan oleh Ardian Adhitama?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


Maaf baru bisa up kembali, author sedang sibuk menyambut banyaknya hari raya, acara dan kesehatan yang kurang baik akhir-akhir ini, terima kasih 🙏🙏🙏 masih setia pada cerita Takdir atau Hidupku.


__ADS_2