Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 132. Rahasia Seto Kiandra.


__ADS_3

***Perusahaan Kiandra Group***


Lusi tersenyum manis melihat ke arah Seto Kiandra, pria tua yang menjadi papanya selama 25 tahun. Papa yang tidak pernah sekalipun memberikan kasih sayang dan perhatiannya kepada Lidya Kiandra.


Tentu Lidya yang kini menjadi Lusi, tahu bagaimana sifat dan sikap sebenarnya yang di miliki oleh tuan besar Kiandra tersebut.


"Senang bisa berjumpa lagi dengan mu papa, sudah lama sekali aku tidak melihat mu. Apakah kau baik baik saja?" Sapa Lusi dengan sikap duduk yang terlihat anggun dan menampilkan senyumnya yang paling menawan.


Seto Kiandra berusaha menelan salivanya akan tenggorokan yang terasa kering. Tegur sapa Lusi begitu sarat akan makna yang menekan dirinya.


"A…k…papa baik." Ucap balas Seto dengan terbata-bata.


"Apa kabarmu nak…?" Tanya Seto dengan mencoba tersenyum, walaupun bibirnya terasa kaku akan pandangan mata Lusi. Bibir Lusi tersenyum, namun pandangan matanya begitu dingin dan tajam menusuk dirinya.


"Kabarku baik saat ini." Balasnya. Kemudian senyumnya menghilang seketika.


"kabarku sangat baik sekarang, setelah begitu banyak cobaan yang aku lalui. Tentunya tuan Seto tahu itu." Ucap Lusi begitu tajam dengan tatapan dinginnya.


Lagi-lagi Seto menelan salivanya.


'Apakah dia ingin balas dendam sekarang, setelah begitu banyak menderita saat kecil dulu. Tidak, dia tidak akan bisa berbuat seperti itu.' Gumam Seto di dalam hatinya merasa takut akan ucapan Lusi saat ini.


"Apakah anda sudah lupa dengan masa kecil dan remaja putri anda dulu, tuan Seto?" Tanya Lusi masih menatap tajam ke arah Seto.


"Ten…tentu saja tidak." Balas gugup Seto.


Rania begitu geram akan sikap Lusi yang berusaha menyudutkan papanya. Kepalan kuat tangannya menahan amarahnya saat ini.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya tiba-tiba Rania menatap tajam Lusi.


Kini semua mata memandang ke arah Lusi dan Rania secara bergantian. Kedua wanita cantik itupun saling memandang tajam dan dingin. Terlihat jelas tidak ada keakuran di antara mereka.


Lusi tersenyum melihat sikap Rania yang menahan amarahnya.


"Aku hanya mengenang masa lalu yang tidak akan bisa di lupakan dengan begitu mudah, kakak…." Balas Lusi dengan senyum meremehkan melihat ke arah Rania.


"Apa yang kau inginkan dengan mengenang semuanya?" Tanya Rania kembali tanpa merubah mimik wajahnya sama sekali.


Senyum yang di perlihatkan oleh Lusi hilang sudah. "Aku ingin kalian tahu, sekarang aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan." Ucap Lusi berterus terang. Ia tidak ingin menutupi ataupun takut pada siapapun lagi.


"Oiya…aku ingin tahu, apa yang bisa kau lakukan sekarang? Apakah ingin membalas dendam kepada kami?" Ucap tantangan Rania dengan terus terang. Tidak terlihat rasa takut sedikitpun dari nada dan raut wajahnya.


"Hahahaha…balas dendam? Balas dendam untuk apa?" Tanya balik Lusi sembari tertawa merasa geli akan ucapan Rania.


Semua mata masih melihat ke arah mereka berdua. Aura mereka sama sama kuat.


Rania tersenyum mengejek ke arah Lusi. "Selain ingin membalas dendam, kau juga sudah pandai bersandiwara dan mempermainkan kami. Aku suka kau banyak perubahan sekarang ini, adikku."

__ADS_1


"Semua orang yang ingin maju, harus merubah jalan dan cara hidupnya. Jika mereka ingin maju dan sukses. Bukan begitu kakakku tersayang."


Tidak ada yang ingin mengalah di antara keduanya, dan tidak ada yang berani mencela mereka berdua.


"Tentu aku tahu bagaimana cara hidup yang layak adikku. Dengan cara tidak menusuk dari arah belakang"


"Sepertinya itu cara hidup yang akan aku coba kali ini, terima kasih atas sarannya." Ungkap balasan Lusi kini memajukan tubuhnya.


Lusi meletakkan sebuah flashdisk di atas meja, lalu dia melihat ke arah Zia asisten pribadinya. Zia tahu harus berbuat apa? Dia pun meraih flashdisk itu dan segera memasangkannya ke laptop yang sudah menyala dan di arahkan pada layar monitor besar yang sudah tersedia di ruang meeting tersebut, agar semuanya dapat melihat apa yang ingin di perlihatkan oleh Lusi saat ini?


"Aku harap ini dapat menjawab keinginan mu kakakku, aku sudah mulai menjalani hidup seperti saran dari mu." Ucap Lusi tersenyum puas ke arah Rania yang menatapnya tajam.


'Brengsek…apa yang ingin dia lakukan?' Gumam Rania geram di dalam hatinya.


Semua mata kini memandang ke arah layar monitor yang sedang menampilkan sebuah video beberapa perusahaan yang cukup ternama di berbagai kota dan negara besar. Mereka tahu perusahaan-perusahaan tersebut.


"Semua perusahaan yang kami tampilkan di dalam layar monitor ini, kini sudah jatuh ke tangan Faresta Group. Semua perusahaan ini di dapatkan berkat kerja keras dari presdir baru perusahaan kami, nona Lusi Arsinta Melviano." Ucap Zia memberikan keterangan tentang video yang mereka lihat di dalam layar monitor.


Kini semua mata memandang ke arah Lusi yang terlihat duduk dengan santai dan anggun, tatapan matanya masih lurus ke arah layar monitor.


"Kontrak kerja sama yang sudah berjalan dari perusahaan-perusahaan ini, akan di perbaharui kembali. Semua berada di bawah kendali presdir kami." Ucap Zia kembali menampilkan beberapa berkas dan grafik perusahaan yang ia dapatkan.


"Ini tidak ada hubungannya dengan rapat hari ini." Ucap protes Rania dengan nada yang sedikit tinggi.


"Mengapa tidak ada?" Tanya balik Lusi dengan tenang.


"Coba kau lihat kelanjutan, sebelum kau tidak setuju tentang video yang aku tampilkan." Tantang Lusi dengan isyarat matanya menunjuk ke arah layar monitor.


Sebuah video kini menampilkan rekaman Lusi bersama dengan seorang pria tua yang sangat mereka kenal. Lusi dan pria tua yang mereka kenal memiliki perusahaan besar di Benua Eropa. Keluarga Kiandra tahu dan sangat mengenal pria tua itu.


Pria tua yang bernama tuan Mario Albert adalah salah satu kolega dari Seto Kiandra. Mereka memiliki kerja sama yang sudah berjalan satu tahun ini. Tentu video ini membuat Seto Kiandra terlihat terkejut tidak percaya hingga wajahnya pucat pasi. Ada apa dengannya?


"Ini adalah video tuan Mario Albert yang telah menjual semua saham perusahaannya yang ada di benua Eropa, karena ingin fokus pada perusahaan utamanya yang ada di Amerika. Dan perusahaan Faresta gruop adalah pemilik baru perusahaan tersebut." Ucap Zia menjelaskan.


"Tidak." Ucap keras Seto tidak percaya. Kini semua mata memandang ke arah Seto yang terlihat pucat dan gemetar.


"Apa maksudnya ini? Ini semua tidak benar?" Ucap Seto tidak ingin mengakui apa yang ia lihat.


Rania dan Satrio Kiandra merasa heran akan sikap Seto sekarang.


"Ini semua benar, papa." Balas Lusi.


"Tidak, kau tidak bisa berbuat seperti ini." Balas Seto kini bangkit dari duduknya dan menatap marah ke arah Lusi.


"Mengapa tidak bisa? Sudah aku katakan, aku yang sekarang adalah aku yang bisa melakukan apapun yang aku inginkan. Aku akan hidup dengan cara menusuk dari belakang, seperti apa yang kalian ajarkan padaku." Balas tegas Lusi dengan tatapan tajamnya melihat Seto.


"Tidak. Kau berbohong, video itu dan keterangannya pasti hanya rekayasa darimu saja, iyakan…?" Balas sengit Seto. Rania mengerutkan keningnya melihat sikap sang papa yang tidak biasa.

__ADS_1


Rania menangkap ada yang tidak beres pada sikap papanya tersebut, firasatnya tiba-tiba tidak nyaman akan hal itu.


"Jika kau tidak percaya, mengapa kau tidak menghubungi tuan Mario Albert untuk mengklarifikasi semua ini. Benar atau tidak?" Tantang Lusi tidak ingin kalah dari Seto. Ia juga tidak suka di ragukan dan di anggap hanya omong kosong saja.


Seto terdiam pada pikirannya.


"Mengapa anda diam? Atau ingin aku bantu untuk menghubungi tuan Mario Albert." Ucap Lusi memberikan sebuah penawaran.


Tanpa menunggu lama Zia kini sedang melakukan apa yang di minta oleh Lusi? Zia sedang melakukan sambungan video call kepada tuan Mario Albert, dan di sambungkan ke arah monitor agar semua yang hadir dapat melihat dan mendengarkan apa yang di bicarakan.


"Hallo…!!" Sapa tuan Mario Albert menerima sambungan video call nya.


"Hallo tuan Mario, apa kabar?" Balas Lusi dengan senyum yang merekah di wajahnya.


"Oo…nona Lusi, ternyata anda…saya baik, anda apa kabar?" Basa basi tuan Mario.


"Saya baik, tuan Mario. Terima kasih."


"Tuan Mario, saya sekarang sedang bersama tuan Seto Kiandra, anda pasti mengenalnya."


Camera kini mengarah ke arah wajah Seto, Zia kini membagi layar video menjadi tiga bagian. Mereka semua bisa langsung berinteraksi.


"Hallo tuan Seto, apa kabar anda?" Sapa tuan Mario kepada Seto yang masih terkejut akan apa yang ia lihat.


"Mengapa Anda diam saja, tuan Seto Kiandra? Di mana sopan santun anda?" Ucap Lusi menegur keras Seto Kiandra yang hanya diam pada keterkejutannya.


Seto masih diam, membuat tuan Mario juga tidak mengerti situasi yang terjadi di ruang meeting itu.


"Maaf tuan Mario, mungkin anda bisa menjelaskan apa yang sudah kita lakukan beberapa minggu yang lalu? Tuan Seto berhak tahu apa yang sudah terjadi." Balas Lusi kini ingin semuanya jelas.


"Tentu saja nona. Maaf sebelumnya tuan Seto, saya terlambat memberikan informasi penting kepada anda, jika perusahaan saya yang ada di Eropa sudah berpindah tangan. Saya menjual perusahaan itu pada Faresta gruop, dan sekarang kerja sama yang anda jalin dulu bersama saya, akan di ambil alih oleh Faresta gruop, termasuk saham 15% yang saya miliki pada Kiandra gruop juga sudah saya jual kepada Faresta gruop. Maaf saya terlambat memberikan informasi kepada anda, karena saya sangat sibuk pada perusahaan yang saya kelola di Amerika." Ungkap tuan Mario menjelaskan.


Seto nampak pucat. Sudah sangat jelas, saham 30% yang di miliki oleh keluarga Kiandra. 15% sahamnya adalah milik tuan Mario Albert yang kini sudah di jual dan di beli oleh Faresta gruop.


"Apakah anda mendengar penjelasan saya, tuan Seto?" Tanya tuan Mario karena Seto hanya diam saja tanpa bisa berucap sepatah katapun.


Rania terkejut akan kebenaran baru saja ia dengarkan, saham 30% milik keluarga Kiandra ternyata 15% adalah milik orang lain. Itu artinya keluarga Kiandra hanya memiliki 15% saham pada perusahaan mereka. Bagaimana bisa semua ini terjadi? Terlalu banyak rahasia yang Seto sembunyikan dari keluarganya, baik Rania maupun Satrio Kiandra tidak tahu akan semua rahasia Seto Kiandra yang di sembunyikannya selama ini.


Mereka hanya tahu semua baik baik saja dan tidak ada masalah apapun? Tanpa mereka ketahui, jika perlahan kini kehancuran sudah ada di hadapan mata mereka. Kehancuran dari keluarga Kiandra kini mulai terlihat. Usaha apa yang akan mereka lakukan selajutnya? Tidak ada yang tahu takdir hidup akan membawa mereka seperti apa?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2