
*****kamar hotel Wirajaya nomer 031*****
Aku merebahkan badanku di atas kasur setelah selesai membersihkan diri, lukaku sudah di jahit, karena luka sayatannya lumayan dalam, aku hanya pergi ke klinik agar tidak banyak ada pertanyaan, sebenarnya mbak Dewi melarang ku pulang ke hotel dan menyarankan agar aku dirawat saja di klinik, karena takut lukaku infeksi, tapi aku tidak mau.
Mbak Dewi hanya bisa mengikuti apa yang aku mau dan mengantarkan aku sampai kekamar baru dia pulang, hari ini hari yang sangat membuatku lelah, aku hanya ingin istirahat dan semoga besok aku bisa bekerja.
Sedangkan di tempat yang lain, di rumah anak-anak.
"bagaimana cara kalian menjaga anak-anakku aahhhh....!???" marah seorang pria yang membanting gelas yang di pegangnya di hadapan supir dan baby sitter anak-anak yang di tolong oleh Lusi.
"maafkan kami tuan, kami tidak tahu akan jadi begini." jawab baby sitter dengan suara gemetar.
"siapa yang menyuruh mu untuk membawa anak-anak ku ke taman kota ???" tanyanya bertambah marah karena tidak ada yang meminta izin nya untuk mengajak anak-anak nya keluar rumah.
"maaf tuan.... anak-anak yang maminta."
"lancang sekali kau...siapa yang memberikanmu izin ?" tanyanya bertambah marah.
"mama yang memberikan mereka izin untuk membawa Nathan dan Nathalia untuk keluar rumah, kasihan mereka terus merengek minta ke taman kota." kata seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya yang tidak muda lagi, dengan menggandeng si kembar menuruni tangga.
"kenapa tidak meminta izin ku dulu ma...?" tanyanya dengan suara yang mulai reda dari marahnya.
"sudahlah Ardian, mereka tidak bersalah karena mereka hanya mengikuti perintah mama, disini mama yang salah." kata mama Ardian sedih karena izin darinya sehingga cucu kembar kesayangannya hampir saja celaka.
Ardian yang melihat mamanya mulai sedih dan menyalahkan dirinya sendiripun, menghela nafas berat, dia segera memerintahkan supir dan baby sitter yang tadi di marahinya untuk bubar dari sana.
Anak kembar yang di tolong oleh Lusi ternyata adalah anak kembar dari pengusaha sukses Ardian Adhitama, anak kembar yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, anak laki-laki bernama Nathan Putra Adhitama, sedangkan anak perempuan yang bernama Nathalia Putri Adhitama adalah anak kembarnya bersama sang istri tercinta yang di sembunyikan dari publik.
Ardian Adhitama seorang pria yang berwajah tampan dengan rahang yang tegas, berkulit putih bersih, berbadan kekar dan berotot atletis dengan tinggi badan sekitar 180 cm.
pengusaha muda yang sukses di masa karir bisnisnya, semua orang segan dan tak ada yang berani untuk menyinggungnya.
Ini visual dari Ardian Adhitama.
Bisa bayangin yang lain ya menurut selera.
Ardian mengajak mama dan kedua anak kembarnya untuk duduk di sofa yang berada di ruang keluarga.
__ADS_1
"Ardian maafkan mama nak... gara-gara mama Nathan dan Nathalia hampir saja celaka." kata mama Ardian sedih dan menyesal.
"sudahlah ma...semua sudah terjadi, ini juga salah Ardian, karena yang coba mencelakai anak-anak adalah salah satu karyawanku di perusahaan yang sudah ku pecat..."kata Ardian menyesal, dia tidak menyangka bahwa mantan karyawannya akan senekat ini.
"Ardian sudah mama katakan, cobalah untuk merubah sikap mu sedikit, berbaik hati lah pada orang, jangan terlalu kejam, boleh kamu marah dan menghukum seseorang tapi jangan sampai merugikan hidup seseorang apalagi kalau dia masih mempunyai keluarga, itu semua akan berdampak pada kehidupan kita." nasehat mamanya.
Ardian hanya diam mencerna apa yang di katakan mamanya, dia sadari kalau semenjak kehilangan sang istri tercinta, dia sangat emosional, terkadang kejam memperlakukan orang-orang yang sudah menyinggungnya, dia tidak pernah ramah dan baik pada orang selain keluarga tercintanya, dia selalu memasang wajah datar dan dingin yang membuat semua orang yang melihatnya bergidik ngeri dan tak berani mendekat apalagi membuat masalah.
Flashback on...
Dulu sebelum menikah dengan sang istri, dia terkenal dengan julukan pengusaha muda yang tak tersentuh, bartampang datar dan dingin kecuali dengan keluarga akan baik, hangat dan ramah.
Ardian dan sang istri di awal pernikahan tidak saling mencintai, karena mereka cuma menikah karena dijodohkan, istri dari Ardian adalah anak dari pengusaha kecil yang mempunyai hutang piutang dengan perusahaan Adhitama.
Untuk melunasi hutang piutangnya, pengusaha kecil itu memberikan anak gadisnya sebagai bayaran dari hutangnya. Dengan senang hati Ardian menerimanya untuk menghindari perjodohan dari sang mama dengan gadis pilihannya, karena Ardian masih menunggu sang pujaan hati yang masih di luar negeri mengejar karier pemodelannya, Ardian mau menerima anak gadis pengusaha kecil itu dengan syarat kalau istrinya hanyalah istri kontrak, dan publik tidak boleh tahu kalau dia sudah menikah, ini hanya untuk kepentingan pribadi, agar mamanya menyerah untuk menjodohkannya dengan gadis pilihannya, karena mamanya tidak menyukai sang pujaan hati.
Sang istri hanyalah dijadikan sebagai pembantu di rumahnya oleh Ardian, tidak pernah di anggap istri olehnya, terkadang bila istrinya melakukan sesuatu yang tidak di sukainya, Ardian tidak segan segan untuk menghukum terkadang memukul istrinya.
Selama pernikahan sang istri selalu tertekan, luka hati, luka bathin dan luka badan, tidak sama sekali merasa kan bahagia dan aman, dia bagaikan di neraka, tetapi karena sifatnya yang baik hati dan penyabar serta penyayang, dia selalu melayani dan menerima suaminya dengan tulus iklhas.
Hari demi hari terlewati tidak terasa berbulan-bulan sudah berlalu, karena seringnya bersama-sama, perlahan-lahan Ardian akhirnya memiliki perasaan nyaman bersama sang istri begitu juga sang istri, dari rasa nyaman itu perlahan menjadi saling membutuhkan dan akhirnya menjadi kasih sayang dan cinta.
Ardian merasakan cinta yang sebenarnya karena sang istri, sehingga rasa cinta untuk pujaan hatinya pun perlahan menghilang, Ardian merasa tidak bisa jauh dari sang istri apa lagi kehilangan. Sikap dan sifatnya berubah lebih baik bahkan dengan semua orang, dia menjadi manusia yang baik hati, suka menolong,ramah dan hangat, tidak ada lagi Ardian yang datar,garang dan dingin, itu semua berkat pengaruh baik sang istri.
Ketika Ardian akan mengumumkan istri dan anak kembarnya ke publik, tragedi itu terjadi ? tragedi dimana pada saat itu dia sedang berlibur dengan keluarga kecilnya di pulau Bali, istrinya diculik dan di bunuh, si penculik yang tertangkap mengaku bahwa dia sudah membunuh istrinya dan mayat istrinya dibuang ke laut.
Saat mengetahui bahwa mayat sang istri tidak bisa di temukan, Ardian sangat sedih dan murka, sampai-sampai dia sendiri yang menembak mati si penculik.
Kematian sang istri membuatnya sangat terpukul dan terpuruk karena belum bisa membuat istrinya benar-benar bahagia, di saat dia sudah sangat mencintai sang istri, Tuhan mengambilnya dengan cara yang tragis.
Ardian berubah lagi menjadi Ardian yang tidak tersentuh, datar, garang dan dingin, terkadang kejam.
flashback off...
"ma... Ardian akan berusaha menjadi yang mama katakan, tapi tak semudah itu ma...!"
katanya sedih mengingat sang istri.
"cobalah buka hatimu buat wanita lain, kamu perlu pendamping hidup dan anak-anak perlu seorang ibu...bukalah hatimu setidaknya demi anak-anak yang masih memerlukan kasih sayang seorang ibu." bujuk mama Ardian pada anaknya yang masih tak tersentuh dan masih setia akan kesendiriannya, Ardian hanya bisa menghela nafas panjang mendengar saran dari sang mama.
__ADS_1
"agar hidup mu jadi lebih baik bila ada yang kau cintai lagi, ini sudah hampir 5 tahun Ardian !!!sampai kapan kamu mau begini nak....??" tanya sedih mamanya.
"sudahlah ma...jangan bahas itu lagi...kalau sudah waktunya pasti Ardian akan mencobanya." jawaban yang sama bila di singgung mengenai jodoh.
"papa...kapan mama pulang ??"tanya si bungsu Nathalia yang tiba-tiba. Ardian dan sang mamapun melihat ke arah Nathalia.
"iya papa...kapan mama pulang ??" kali ini si sulung Nathan yang bertanya, mereka yang mendengar hanya bisa diam saling memandang.
"tadi mama janji mau pulang hari ini, tapi kok ngk datang-datang.."kata si bungsu yang memandang ke arah pintu rumah, yang membuat Ardian dan mamanya heran.
"maksud kalian apa ?" tanya mama Ardian.
"tadi yang nolongin Adek mama...pa."jawab si sulung.
"maksudnya?"tanya mama Ardian tambah bingung.
"mama yang lawan om jahat waktu Adek di kasih pisau di leher sama om jahat, pa...!" kata si sulung.
Ardian dan mamanya mengerutkan keningnya heran dan bingung.
"mama siapa sayang ?"kali ini Ardian yang bertanya pada si bungsu.
"mama yang itu !!" jawab si bungsu menunjuk ke arah photo sang mama yaitu istri tercinta Ardian Adhitama.
"apa kalian yakin mama yang itu...???"tanyanya ulang dan di jawab menganggukkan kepala oleh kedua anaknya.
Ardian dan sang mama pun terkejut.
"Ardian coba kamu panggil baby sitter dan supir yang ikut tadi bersama Nathan dan Nathalia."kata mama Ardian.
Ardian pun berteriak memanggil baby sitter dan supir yang di maksudkan, dan bertanya apa yang di katakan oleh si kembar, apakah benar atau tidak??? dan ternyata semua yang di katakan oleh si kembar semua benar, kalau yang menolong mereka adalah wanita yang mirip dengan wajah mama mereka, yaitu Lidya Kiandra Adhitama, istri seorang Ardian Adhitama.
Ardian ingin tahu lebih dan ingin melihat sendiri apa benar wanita itu mirip dengan sang istri tercinta, tetapi para baby sitter dan supir tidak ada yang tahu alamat dan kontak wanita tersebut, dengan segera dia mengutus asisten pribadinya yaitu Gavin wibisana untuk menyelidiki dan mencari tahu informasi tentang wanita itu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya....
__ADS_1
...sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya yang baik ya...
Jangan lupa vote dan like nya