Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 129. Pertemuan Kembali Pemegang Saham.


__ADS_3

*** Mansion Keluarga Melviano***


Satu minggu sudah berlalu setelah Lusi siuman. Semua keluarga menyambut gembira kabar tersebut, kecuali nyonya Meli mama dari Ardian.


Nyonya Meli masih marah kepada Lusi atas tuduhan palsu Rania, yang mengatakan jika Lusi telah tidur bersama pria lain dan banyak laki-laki lainnya. Rania menuduh Lusi sebagai wanita murahan yang mudah di ajak tidur oleh pria manapun? Dan nyonya Meli percaya akan hal itu, sehingga dia sangat menentang hubungan Lusi dan Ardian untuk kembali bersama.


Nyonya Meli tidak ingin Lusi menjadi menantunya lagi dan ibu dari cucu kembarnya, Nathan dan Nathalia. Lusi tidak pantas untuk itu. Hingga sampai sekarang pun nyonya Meli masih membenci Lusi menantunya yang kini telah mengingat segala tentangnya.


Lusi serta Ardian tidak peduli akan hal itu, lambat laun semua rahasia, kebenaran dan kebusukan akan terbongkar juga. Lusi yang merasa dirinya tidak bersalah dan tidak melakukan hal yang salah. Bersikap tenang serta menjalani kehidupan bahagia bersama keluarga kecilnya untuk saat ini.


Memiliki suami, putra dan putri kembar mereka, cukup memberikan Lusi kebahagiaan yang ia inginkan. Di tambah lagi dengan kehadiran papa dan mama kandung yang sangat menyayangi dan mencintainya sudah melengkapi kebahagiaan Lusi sekarang. Apa lagi yang di inginkan Lusi? Tentu jawabannya tidak ada, semua sudah cukup berjalan seperti itu.


Namun setiap kehidupan manusia, tidak akan lepas dari yang namanya masalah, sama halnya seperti yang sekarang Lusi alami. Dia yang sudah mengingat semuanya, ingin membalas dendam pada seseorang yang membuat dirinya kecelakaan hingga hilang ingatan.


Kecelakaan yang di rencanakan oleh seseorang, kecelakaan yang berhasil memisahkan Lusi dari keluarga kecilnya, serta kecelakaan yang justru menemukan dia dengan kedua orang tua kandung yang sudah lama berpisah darinya. Sungguh takdir atau hidupnya memang harus berjalan seperti itu. Lusi hanya akan mengikuti, menjalani dan menerima segalanya dengan alur hidup yang berjalan sekarang dan di masa depan.


Mendapatkan sebuah keadilan untuknya, itulah yang sekarang ia lakukan dengan bantuan dari tuan Erick. Seorang yang berasal dari dunia mafia anak buah dari sang papa.


"Apa anda yakin semua ini nona?" Tanya tuan Erick memandang intens dan serius ke arah Lusi. Putri dari atasannya yang sangat ia hormati.


"Iya tentu saja, tuan Erick. Aku masih mengingat semuanya dengan jelas sekarang." Balas Lusi dengan raut wajah yang terlihat serius.


Mereka hanya berdua saja di dalam ruang kerja sang papa, untuk mendiskusikan tentang siapa yang telah mencelakainya 5 tahun yang lalu?


"Ingatan Anda sudah kembali, nona…!!"


"Iya, dan tolong rahasiakan ini dari semua orang sampai kita mendapatkan bukti yang nyata untuk menjeratnya. Hanya Ardian suami ku yang mengetahui jika ingatan ku sudah kembali, dan dia juga setuju untuk merahasiakan ini semua " Ungkap Lusi.


Lusi ingin mendapatkan bukti yang kuat untuk menjerat orang yang telah mencelakai dirinya 5 tahun yang lalu. Dia berharap semua berjalan dengan lancar, hanya saja ia harus memastikan satu pria yang masih ada dalam ingatannya sampai sekarang. Pria yang sudah membekab, menyiksa dan mengurung dirinya sebelum akhirnya ia di tembak dan di buang ke laut.


Tangan Lusi mengepal kuat mengingat kejadian itu, rasa takutnya hilang sudah di gantikan dengan rasa marah dan dendam untuk menghukum mereka semua. Lusi mencurigai seseorang yang dulu sangat dekat dengannya berhubungan dengan kecelakaan yang sudah di rencanakan untuk menyingkirkan dirinya.


"Apa tuan Ardian tahu akan penyelidikan yang ingin nona lakukan ini?" Tanya tuan Erick.


"Tidak. Ini akan menjadi rahasia kita berdua, tentu dengan bantuan dari anak buah mafia anda tuan Erick." Balas Lusi dengan raut yang semakin serius.


Perkataan Lusi dapat di mengerti oleh tuan Erick.

__ADS_1


"Tentu saja nona, saya tahu harus berbuat apa? Anda tenang saja. Saya akan segera menyelidiki semuanya seperti petunjuk yang anda katakan."


Lusi mengangguk setuju.


"Ternyata kecurigaan tuan Resvan benar, saat nona pertama kali di temukan dalam kondisi mengenaskan, tuan Resvan sudah sangat yakin jika apa yang nona alami adalah kecelakaan yang sengaja di rencanakan seseorang." Ungkap tuan Erick mengingat apa yang tuan Resvan curigai?


"Papa curiga seperti itu?"


"Iya nona. Kami langsung di minta untuk menyelidiki dan mencaritahu apa sebenarnya yang terjadi?"


Lusi terdiam sembari berpikir dengan tatapan matanya nanar mengarah ke atas meja, di mana sebuah photo seorang wanita yang ada di dalam layar ponselnya.


'Papa pun mencurigai ini semua adalah rencana pembunuhan untuk ku. Aku tahu ini semua karena Ardian. Semua ini sudah di rencanakan secara matang, kau akan tahu apa pembalasan dariku?' Gumam Lusi di dalam hatinya.


"Baiklah tuan Erick, aku ingin secepatnya kau mencari data mereka. Jika memungkinkan kita bergerak secara halus, sehingga mereka tidak akan curiga sama sekali." Ucap Lusi memberikan saran serta perintah.


"Baik nona, serahkan itu semua kepada saya." Balas tuan Erick.


Lusi hanya mengangguk setuju, lalu tuan Erick pamit dan pergi dari ruang kerja tersebut.


Lusi meraih ponselnya, dia memandang sebuah photo wanita yang tersenyum gembira bersama suami, putra dan putrinya. Terlihat seperti sebuah keluarga yang bahagia.


"Kau akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang telah kau lakukan padaku." Ucap Lusi dengan tatapan membunuh ke arah wanita yang ada di dalam ponselnya.


Lusi beranjak pergi karena sebuah pekerjaan yang sangat penting sedang menantikannya. Sedikit guncangan sebagai pembukaan dari balas dendamnya akan dia lakukan hari ini.


Tuan Erick melakukan secara rahasia apa yang Lusi perintahkan. Perintah Lusi itu sama artinya dengan perintah dari tuan Resvan Melviano, atasannya saat ini. Semua harus berjalan dengan rapi dan seperti yang Lusi inginkan.


Tuan Erick segera mengerahkan dan memerintahkan semua anak buah kepercayaannya untuk melakukan pekerjaan rahasia tersebut.


...-----------------------------------------------...


***Perusahaan Kiandra Group***


Pertemuan yang sudah di jadwalkan kembali di lakukan hari ini, semua pemegang saham Kiandra Group kini sudah hadir di ruang meeting yang berada di perusahaan tersebut.


Wajah semua orang terlihat serius dan sedikit tegang, keputusan atas kursi presdir perusahaan Kiandra Group akan di putuskan sekarang juga.

__ADS_1


Tuan Seto dan Satrio Kiandra terlihat jelas tegang dan memasang raut seriusnya, mereka berdua tidak merasa nyaman akan rapat pagi ini. Hati mereka berkata dan merasa akan terjadi sesuatu hal yang tidak mereka inginkan.


Mengingat jika saham perusahaan Kiandra tidak di miliki oleh satu perusahaan saja. 30% saham di miliki oleh keluarga Kiandra, tuan Seto Kiandra. 25% saham di miliki oleh anak kembar dari almarhum Lidya Kiandra, saat ini di wakilkan kepada pengacara tuan Chico Alessio. 20% saham di miliki oleh perusahaan dari Amerika, di wakilkan oleh pengacara pribadi beliau. 15% saham di miliki oleh Adhitama Group, tuan Ardian Adhitama, dan 10% saham di miliki oleh Faresta Group, tuan R.M. Faresta Group, yang saat ini di wakili oleh tuan Nicole Richie.


Itulah pemegang saham sah dari perusahaan Kiandra Group, bagaimana bisa Seto dan Satrio Kiandra berharap bisa menjadi pemegang kendali dari perusahaan Kiandra Group?


"Selamat pagi para pemegang saham Kiandra Group. Kita akan memulai rapat pemegang saham dan pemilihan presdir Kiandra Group yang baru." Sambutan dari seorang asisten pribadi perusahaan Kiandra Group.


"Saya akan membacakan nama-nama pemegang saham sah pada perusahaan Kiandra Group. 30% saham di miliki oleh keluarga Kiandra, di wakilkan oleh tuan Seto Kiandra. 25% saham di miliki oleh anak kembar dari almarhum nyonya Lidya Kiandra, saat ini di wakilkan kepada pengacara nyonya Lidya, tuan Chico Alessio. 20% saham di miliki oleh perusahaan dari Amerika, di wakilkan oleh pengacara pribadi beliau. 15% saham di miliki oleh Adhitama Group, tuan Ardian Adhitama, dan 10% saham di miliki oleh Faresta Group, tuan R.M. Faresta Group, yang di wakilkan oleh tuan Nicole Richie. Itulah pemegang saham pada perusahaan Kiandra Group." Ungkap sang asisten.


"Saat ini posisi presdir Kiandra Group, di duduki oleh tuan Seto Kiandra sebagai pemegang saham terbesar pada perusahaan Kiandra Group. Agenda pagi ini, akan memilih presdir selanjutnya mengikuti permintaan dari beberapa pemegang saham lainnya." Ungkapnya kembali.


Terlihat jelas raut tidak suka yang di tunjukkan oleh keluarga Kiandra. Rania, Seto dan juga Satrio Kiandra. Mereka bertiga tidak suka agenda hari ini, itu artinya posisi presdir yang di duduki oleh keluarga Kiandra, bisa di miliki oleh perusahaan lainnya yang lebih unggul.


"Apakah ada yang ingin memberikan pendapatnya, sebelum pemilihan di mulai?" Tanya sang asisten sembari melihat ke arah semua orang yang hadir di ruangan tersebut.


"Saya ada sesuatu yang ingin di sampaikan hari ini." Ucap Nicole Richie perwakilan dari perusahaan Faresta Group sembari mengangkat tangan sejajar dengan kepalanya.


Semua orang melihat ke arah Nicole Richie.


"Silahkan tuan Nicole Richie, perwakilan dari perusahaan Faresta Group." Ucap sang asisten memberikan kesempatan.


"Hari ini saya sebagai perwakilan dari tuan R.M Faresta Group. Ingin menyampaikan jika perusahaan kami, telah di ambil alih dan di pimpin langsung oleh presdir yang baru, yaitu putri dari tuan R.M sendiri." Ungkap Nicole memulai sebuah kebenaran yang telah di rencanakan oleh pihak Faresta Group.


"Seperti yang sudah di ketahui melalui pertemuan kita sebelumnya. Jika perusahaan Faresta Group memiliki 30% saham di perusahaan ini. 10% saham milik perusahaan Faresta Group, di tambah 20% saham milik perusahaan T. Two Group yang merupakan anak perusahaan atau cabang dari perusahaan raksasa Faresta Group di Amerika. Jadi saham kami setara dengan saham yang di miliki oleh keluarga Kiandra." Ungkapnya membuat semua pasang mata melihat ke arahnya.


Terutama tiga anggota keluarga Kiandra, mereka dapat menangkap arah perkataan dari Nicole Richie. Mereka ingin menunjukkan jika Faresta Group memiliki hak untuk menduduki posisi presdir dan bersaing dengan keluarga Kiandra yang saat ini masih memegang kendali di perusahaan tersebut.


Mampukah Faresta Group akan menjadi pemegang kendali pada perusahaan Kiandra Group? Semua akan terjawab setelah kebenaran yang sebentar lagi akan terungkap.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2