Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 119. Kejutan Besar.


__ADS_3

***Perusahaan Kiandra Group***


Begitu banyak rahasia yang tersembunyi di balik kehidupan seseorang. Rahasia yang menunggu sang waktu untuk mengungkapkannya, karena semua rahasia akan selalu terungkap cepat atau lambat. Sebuah rahasia yang menyimpan banyak misteri menginginkan sebuah jawaban dan penyelesaian yang sebaik mungkin.


Begitu juga di dalam dunia bisnis, terkadang banyak menyimpan sebuah rahasia yang menjadi sebuah misteri untuk di ungkapkan. Setiap rahasia selalu memiliki cerita di balik layar, semua akan terungkap dengan jelas, jujur dan terkadang terselip kebohongan di balik semuanya. Hanya perlu pemikiran bijak dan otak yang cerdas untuk mengungkapkan segalanya.


Begitu juga dengan pengacara Edwin Amable yang di kenal baik oleh tuan Seto Kiandra, sebagai perwakilan dari perusahaan raksasa F.Two Group, sedang melakukan hal tersebut. Rahasia di balik perusahaan tempatnya bekerja dan mengabdi puluhan tahun, juga memiliki sebuah rahasia yang akan dia ungkapkan hari ini.


Seto Kiandra merasakan kegelisahan dan perasaan yang tidak enak serta tidak nyaman akan hal tersebut. Seto merasa jika hari ini sesuatu hal yang besar akan terjadi. Sesuatu yang mungkin tidak menguntungkan baginya. Dia hanya dapat mengikuti dulu alur dari jalan cerita yang akan dia dengar hari ini.


Semua mata memandang ke arah pengacara Edwin Amable, dirinya yang mengaku sebagai pengacara sekaligus perwakilan dari perusahaan raksasa di Amerika. Nama perusahaan tempatnya bekerja adalah perusahaan raksasa F. Two Group. Perusahaan raksasa yang sekelas dengan perusahaan raksasa Faresta Group.


Siapa di dunia bisnis yang tidak mengenal dengan perusahaan raksasa Faresta Group? Perusahaan yang terbilang sukses dan terkenal di dalam dunia bisnis luar dan dalam negeri.


"perkenalkan nama saya pengacara Edwin Amable, saya adalah pengacara sekaligus perwakilan dari perusahaan raksasa dari Amerika. Nama perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan raksasa F. Two Group. Mungkin yang pernah bekerjasama dengan perusahaan sekelas perusahaan raksasa Faresta Group, pasti pernah mendengar nama perusahaan ini." ungkap sang pengecara menjelaskan.


Semua pasang mata melihat intens sang pengacara yang sedang berbicara.


"saya merasa senang bisa hadir di sini dan bertemu dengan tuan tuan sekalian. Saya juga merasa terhormat bisa berjumpa dengan anda tuan Nicole Richie, wakil Presdir dari perusahaan raksasa Faresta Group." ungkapnya melihat ke arah Nicole Richie yang tepat ada di hadapannya.


Terlihat jelas dari raut wajahnya, jika pengacara Edwin Amable sangat menghormati Nicole Richie di hadapan semua orang yang hadir di dalam ruangan tersebut. Ada hubungan apa di antara mereka berdua? apakah kedua perusahaan itu adalah rekan bisnis yang sedang menjalin hubungan kerjasama? hanya mereka berdua yang tahu akan hal tersebut.


"tanpa membuang waktu lebih lama lagi, saya akan mengatakan sesuatu yang mungkin tidak banyak orang tahu. Perusahaan F. Two Group adalah anak perusahaan atau cabang dari perusahaan milik Faresta Group." ungkap pengacara Edwin Amable, dengan memandang ke arah Nicole Richie. Lalu beralih memandang ke arah Seto Kiandra yang sangat terkejut akan hal tersebut.


Bukan saja Seto Kiandra yang terkejut, namun semua orang yang belum mengetahuinya juga terkejut akan kebenaran tersebut. Perusahaan F.Two Group adalah perusahaan raksasa dan besar yang sangat terkenal di Benua Amerika. Kini di tambah pengakuan dari sang pengacara, yang mengatakan kalau perusahaan F.Two Group adalah anak perusahaan dari Faresta Group.


Sebenarnya sebesar apa perusahaan Faresta Group tersebut? sehingga bisa memiliki anak perusahaan yang merupakan perusahaan besar di benua Amerika. Mereka dapat membayangkan sekaya apa pemiliknya? dan mereka pun tidak pernah tahu siapa pemilik dari perusahaan raksasa tersebut?

__ADS_1


"perusahaan F. Two Group adalah anak perusahaan atau cabang dari perusahaan Faresta Group?" tanya ulang Seto Kiandra ingin memperjelas, mungkin saja pendengarannya kurang bagus.


"iya tuan Seto Kiandra, perusahaan F. Two Group adalah anak perusahaan atau cabang dari perusahaan Faresta Group, yang ada di Amerika, dan kebetulan saya di tunjuk sebagai perwakilan serta kuasa hukumnya. Sebab perusahaan Faresta Group memiliki beberapa anak perusahaan atau cabang lainnya, pada beberapa negara." ungkap pengacara Edwin Amable dengan mimik wajah yang serius.


Mimik wajah Seto Kiandra seakan tidak ingin mempercayainya, tidak ingin kebenaran yang baru saja dia dengar adalah benar. Jadi selama 5 tahun ini, perusahaan Kiandra Group bekerjasama dengan perusahaan Faresta Group, dan dia tidak mengetahui itu sama sekali. Perusahaan F. Two Group adalah perusahaan raksasa yang sangat besar dan cukup berpengaruh pada dunia bisnis di benua Amerika.


Kini dirinya di kejutkan akan kebenaran tentang hal tersebut, sungguh kejutan besar yang tidak pernah ada di pikirannya, bahkan mungkin di pikiran semua orang yang hadir di sana.


"wakil Presdir tuan Nicole Richie, tidak mungkin menangani banyak perusahaan dengan terus berada di satu tempat saja. Tuan Nicole Richie lebih fokus berada di perusahaan Faresta Group, perusahaan pusat yang memegang kendali semua anak perusahaan atau cabang perusahaan yang di miliki oleh Faresta Group." ungkap pengacara Edwin Amable kembali.


Seto Kiandra nampak sedikit merebahkan tubuhnya pada sandaran tempat duduknya. Tubuhnya lemas karena terkejut, di dalam pikirannya saat ini adalah, jika perusahaan F. Two Group yang memiliki saham sebesar 20%, dan di tambah perusahaan Faresta Group yang memiliki saham sebesar 10%, dua saham yang di miliki oleh satu orang.


Kini saham Faresta Group menjadi 30%, karena bagaimana juga dua perusahaan yang sama-sama memiliki saham, pemiliknya satu orang yaitu Presdir Faresta Group, tuan R.M. Jadi saham yang di miliki oleh perusahaan Kiandra Group dan perusahaan Faresta Group setara, sama-sama 30%. Keduanya memiliki hak yang sama kuat untuk menduduki kursi Presdir Kiandra Group.


Di dalam pikiran Seto Kiandra saat ini, sesuatu yang selama ini dia takuti terjadi juga. Percuma dia menghabiskan banyak uang untuk membeli saham Lidya, agar dia memiliki saham lebih besar dari yang lainnya. Kini dirinya bagaikan telur yang ada di ujung tanjung, salah sedikit saja untuk bergerak, bisa-bisa dia akan jatuh. Namun, walaupun saat ini dia mencoba untuk hati-hati pun percuma.


Rania Kiandra dan juga Satrio Kiandra hanya bisa diam akan keterkejuta mereka. Tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk hal ini, apalagi Rania Kiandra yang sudah menduduki kursi wakil Presdir, dan membuka cabang baru yang di miliki oleh Kiandra Group. Semua terancam akan di rebut darinya, tentu saja Rania tidak ingin itu terjadi.


"bagaimana tuan Seto Kiandra? sudah jelas perusahaan Faresta Group memiliki saham sebesar 30%. Jadi dengan ini, Faresta Group memiliki hak yang cukup kuat untuk menduduki posisi kursi Presdir." ungkap Nicole Richie dengan senyum tipisnya melihat Seto Kiandra yang terlihat sedikit geram, juga putus asa.


"apa maksud anda tuan Nicole Richie?" tanya Rania dengan mimik wajah tidak bersahabat.


Nicole Richie tersenyum menanggapi ucapan Rania. Dia sungguh menikmati mimik wajah Rania yang terlihat menahan amarahnya.


"maksudku sudah sangat jelas nona Rania, Presdir kami tuan R.M menginginkan posisi kursi Presdir Kiandra Group. Karena dia juga memiliki hak kuat untuk posisi itu." ucap Nicole Richie dengan santainya, dia sungguh menikmati suasana di dalam ruangan tersebut.


Mencekam untuk memperebutkan posisi kursi Presdir Kiandra Group, dan mungkin semua yang hadir di sana juga menginginkannya.

__ADS_1


"itu tidak semudah yang anda pikirkan tuan Nicole Richie. Kami juga memiliki hak yang kuat untuk mempertahankan posisi itu." jawab Rania dengan serius dan menahan semua amarahnya yang sudah terpancing dari tadi.


Tatapan matanya tajam memandang Nicole Richie, yang seakan menikmati suasana mencekam yang ia ciptakan saat ini. Rania tidak suka akan sikap pria yang ada di hadapannya itu. Rania sungguh tidak akan pernah memberikan posisi itu kepada siapapun? dia akan berusaha semampunya untuk mempertahankan hak dan miliknya saat ini.


"jika anda mampu untuk mempertahankan posisi itu, silahkan…!! tetapi kami juga memiliki hak untuk mendapatkan posisi itu. Ingat nona Rania Kiandra, di sini masih ada pemegang saham lainnya yang akan menjadi pendukung di antara kita berdua. Mereka berhak untuk memilih siapa yang pantas berada pada posisi tersebut." ungkap Nicole Richie ingin memprovokasi beberapa orang.


Rania tahu, dirinya tidak akan mudah untuk melawan pria yang ada di hadapannya itu. Rania tahu dia harus cepat mencari cara dan solusi untuk masalah ini. Jika tidak ingin kehilangan segalanya.


"tentu saja kami masih berhak berada di posisi itu, tuan Nicole Richie." ucap Rania dengan senyum tipisnya yang memiliki arti.


Semua mata memandang ke arah dua orang yang sedang berdebat secara bergantian. Mereka ingin tahu siapa yang lebih kuat dan mampu bertahan? satu pihak sedang mempertahankan posisinya, satu pihak lagi sedang berusaha mendapatkan posisi yang ia inginkan. Pihak yang mana yang akan menang? Kita akan tahu dengan cara mereka masing-masing, karena inilah dunia bisnis.


"silahkan, jika anda mampu nona Rania."jawab Nicole dengan santainya.


"apa anda lupa, jika kami keluarga Kiandra memiliki dua pemilik saham di perusahaan ini." ungkapnya dengan senyum ke arah Nicole. Namun Nico hanya diam dengan mimik wajah tenangnya.


"kami keluarga Kiandra masih lebih unggul dari perusahaan anda tuan Nicole. Selain papaku yang memiliki saham 30%, adikku Lidya yang sudah meninggal dunia dan mewariskan sahamnya pada putra putrinya, memiliki saham sebesar 25%. Jadi saham keluarga Kiandra sebesar 55%, jauh lebih unggul dari saham perusahaan anda tuan Nicole." ungkap Rania menjelaskan, dia terpaksa memakai saham milik si kembar untuk mencoba mempertahankan posisi kursi Presdir.


Saat Rania berbicara, dan mengucapkan perkataan jika Lidya sudah meninggal dunia, Ardian tidak dapat menerima perkataan itu. Dia seketika menatap tajam dan tidak suka ke arah Rania, yang masih sibuk berdebat dengan Nicole Richie. Ardian tidak bisa menerima jika istrinya yang ternyata masih hidup, di katakan sudah meninggal dunia.


Walaupun tidak banyak orang tahu akan kebenaran yang baru saja Ardian ketahui. Namun dari lubuk hatinya, Ardian tidak suka jika istrinya di anggap sudah tidak ada lagi di dunia ini. Padahal keluarga Kiandra tahu betul, kalau sampai detik ini jasad Lidya yang di nyatakan meninggal dunia belum di temukan. Jadi mereka tidak berhak menyatakan kalau Lidya telah meninggal dunia.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2