Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 47 Target Mangsa Ardian Adhitama.


__ADS_3

***perusahaan Wirajaya Group***


…ruang transit Wirajaya group…


Lusi masih diam berdiri di depan pintu kaca masuk ke ruang transit, Dewi yang baru saja datang dari toilet pun menepuk pundaknya.


"kok belum masuk?" tanya Dewi pada Lusi yang menoleh padanya.


"ah mbak Dewi, aku nungguin mbak." jawab Lusi berbohong, dia diam berdiri di depan pintu karena mendengar semua perdebatan Ardian dan Bryan yang dia curigai tentang dirinya.


"ayo kita masuk kalau begitu." ajak Dewi dan Lusi hanya mengangguk tanda setuju.


Dewi mengetuk dan membuka pintu ruang transit, mereka masuk ke dalam dan melihat semua orang sudah berdiri, dengan suasana yang tegang karena terlihat dari mimik wajah mereka masing-masing.


mereka semua memandang Dewi dan Lusi kecuali Ardian yang posisinya membelakangi mereka.


"maaf direktur, laporan ringkasannya sudah selesai dan kami sudah kirim lewat email ke perusahaan Adhitama group dan Aldevaro group." lapor Dewi yang berdiri di depanku.


Karena Dewi sekretaris senior di perusahaan ini jadi dia yang melaporkan .


"baiklah, terima kasih sekretaris Dewi." jawab Radhika.


"kalau begitu kami permisi direktur." pamit Dewi.


Lusi dan Dewi menganggukkan kepalanya tanda hormat dan pamit, tetapi baru saja mereka ingin pergi Ardian menghentikan mereka.


"tunggu." ucap Ardian tegas dan dingin seraya berbalik badan menghadap mereka.


"sekertaris Lusi jangan lupa apa yang sudah kita sepakati." ucap Ardian tegas dan dingin memandang ke arah Lusi.


Lusi yang di pandang melihat balik ke arah Ardian dengan tatapan datarnya, dan Lusi sudah tahu dan masih ingat dengan apa yang dia sepakati oleh Ardian, 'kontrak perjanjian menjadi mama pengganti dari si kembar sampai tes DNA keluar hasilnya.'


"tentu tuan, selama itu tidak akan merugikan saya dan perusahaan saya akan mengingatnya terus, dan sampai batas waktu yang di tentukan berakhir saya akan menepatinya." jawab Lusi dengan tegas dan memandang tajam ke arah Ardian.


'apapun yang ingin kau lakukan padaku? selama itu tidak merugikan dan menyakiti ku, aku akan tetap baik padamu, tetapi bila kau mulai berbuat curang dan tidak menepati janji apalagi ingin menyiksaku, aku tidak akan tinggal diam.' gumam Lusi dalam hati nya.

__ADS_1


Semua yang ada di sana memandang heran Lusi dan Ardian kecuali Gavin asisten pribadi Ardian yang memang tahu maksud dari tuannya, Ardian pun berbalik badan dan berjalan mendekati Radhika yang berdiri berdampingan dengan Bryan.


"baiklah direktur Radhika, sampai jumpa lagi." ucap Ardian mengulurkan tangannya pada Radhika.


"terima kasih Presdir Ardian, sampai jumpa lagi di saat acara penanda tanganan kontrak kita." jawab Radhika menyambut uluran tangan Ardian.


"sampai jumpa lagi Presdir Bryan Aldevaro." ucap Ardian yang mengulurkan tangannya pada Bryan dengan tatapan dinginnya.


Walaupun Ardian yang berwatak keras dan dingin sedang berselisih paham dengn Bryan, dia tetap bisa menjaga wibawanya dengan tetap mematuhi aturan kesopan santunan terhadap sesama, sehingga dia tetap pamit pada Bryan sebelum pergi.


"sampai jumpa lagi Presdir Ardian Adhitama." balas Bryan menyambut uluran tangan Ardian dengan tatapan yang tak kalah dingin pada Ardian.


Tanpa basa basi lagi Ardian balik badan dan berjalan keluar dari ruang transit dengan di ikuti oleh Gavin asisten pribadinya, Ardian melirik sekilas ke arah Lusi yang dia lewati.


Lusi pun melakukan hal yang sama, ikut melirik sekilas Ardian yang melewatinya dan langsung menundukkan pandangan matanya ke bawah, bukan karena dia takut tetapi dia tidak ingin mendapatkan masalah bila memandang tajam pada Ardian.


Setelah Ardian keluar dari ruangan, semua malah melihat ke arah Lusi yang sedang berdiri menunduk, sedangkan orang yang di pandang tidak juga mengangkat kepalanya.


Bryan yang tidak ingin ketahuan memiliki hubungan asmara dengan Lusi, mendekati Radhika yang ada di sampingnya dan berbisik padanya.


"sekretaris Lusi." panggil Radhika yang berdiri berdampingan dengan Bryan pada Lusi.


lusi yang mendengar namanya di panggil pun mengangkat kepalanya, dan memandang ke arah Radhika dan memandang sekilas pada Bryan.


"iya direktur?" jawab Lusi.


"ada kesepakatan apa kamu dengan Presdir Ardian?" tanya Radhika yang membuat Lusi bingung harus menjawab apa?


'aduh...apa yang harus aku katakan? masa iya aku harus jujur kalau aku ada perjanjian menjadi mama kontrak anak kembarnya Ardian untuk sementara, apa yang mereka akan pikirkan tentangku? dan apa tanggapan mereka tentang ini, dasar..tuan sok kuasa selalu saja buat aku mendapatkan masalah.' gumam lusi di dalam hati memandang bingung ke arah Radhika.


Sedangkan Radhika yang tidak mendapatkan jawaban dari Lusi yang hanya diam saja pun memanggilnya kembali.


"sekretaris Lusi" panggil Radhika yang menyadarkan Lusi bahwa dia harus memberikan jawaban cepat pada Radhika, agar mereka semua yang melihat dan mendengarkan pernyataan Ardian tentang kesepakatan mereka pada Lusi tidak curiga padanya.


"itu hanya kesepakatan biasa direktur, saya harus mau membantunya untuk mengerti tentang kontrak kerjasama ini, bila Presdir Ardian Adhitama mau ikut Kerjasama ini." jelas Lusi, yang membuat Lusi mau tidak mau harus berbohong agar perjanjiannya dengan Ardian yang sebenarnya tidak ketahuan.

__ADS_1


'awas kau taun sok kuasa, kau membuat ku mendapat masalah ini, dan kau sudah membuatku harus berbohong saat ini, tunggu balasan dariku.' gumam Lusi dalam hati yang geram pada Ardian.


"apa hanya itu? apa kau tidak menyembunyikan sesuatu yang akan membuat perusahaan dalam masalah?" tanya Radhika curiga.


Lusi yang mendengar pertanyaan Radhika yang seakan menuduhnya berkhianat pun mengerutkan alisnya.


Bryan yang mendengarnya pun melihat ke arah temannya itu dengan terkejut, karena bukan itu yang di harapkan Bryan meminta Radhika untuk bertanya pada Lusi.


"apa maksud anda saya mencoba berkhianat direktur?" tanya Lusi yang masih mengerutkan alisnya.


"apa kau tidak mengerti dengan siapa yang kau hadapi?" tanya Radhika.


"kau berhadapan dan membuat perjanjian dengan seorang Ardian Adhitama, seorang Presdir yang terkenal kejam, dingin dan tak tersentuh." ucap Radhika kembali.


"apa kau tidak tahu apa yang bisa saja di lakukan olehnya kepada perusahaan Wirajaya? sedikit saja kau melakukan kesalahan padanya, dia bisa dengan cepat menghancurkan perusahaan Wirajaya group." ucap Radhika kembali yang membuat Lusi semakin terkejut tapi dengan mimik muka yang di buat sedatar mungkin.


"Radhika kenapa kau berkata seperti itu padanya? tidak mungkin sekretaris Lusi akan berkhianat pada perusahaan mu." kali ini Bryan yang berbicara, karena dia melihat perubahan mimik wajah Lusi yang datar tanpa ekspresi, dia tidak ingin melihat Lusi di Sudutkan.


Lusi hanya melirik sekilas Bryan yang berusaha membelanya, tetapi kembali lagi memandang Radhika.


wajar bila Radhika mencurigainya untuk berkhianat karena perkataan Ardian yang tidak jelas akan perjanjian apa yang di maksudkan, Radhika tidak ingin ada masalah dengan perusahaannya hanya karena kesalahan dari seorang sekretaris yang tidak mengenal baik sosok Ardian Adhitama seperti apa?


Lusi pun mengerti mengapa Radhika mencurigai dan mencoba menuduhnya berkhianat, karena dia pun tidak bisa memberikan penjelasan yang sebenarnya, dalam hati dia bertambah kesal dan membenci Ardian yang benar-benar membuatnya dalam masalah seperti apa yang dia ucapkan, bahwa dia adalah target mangsa seorang Ardian Adhitama.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....


Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2