Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 50 Tahu Tentang Lidya Kiandra.


__ADS_3

Bryan meninggalkan kantor Wirajaya group setelah dia dan Radhika menyelesaikan pembicaraan mereka, dia sebenarnya ingin menemui Lusi untuk pamit tetapi di urungkannya, Bryan tidak ingin membuat Lusi menjadi pusat perhatian dari orang lain karena dirinya.


Lusi dan Dewi mengetik dan dengan segera menyelesaikan isi kontrak yang sudah di tentukan dan di setujui oleh ketiga perusahaan yang akan bekerjasama, sampai jam pulang kerjapun tiba dan Lusi bersiap untuk pulang bersama Dewi Lusi tidak mau di jemput dan di antar pulang oleh Bryan.


......................


…Lusi…


Aku sudah berada di dalam kamar hotel, aku dengan segera melakukan rutinitas mandi agar tubuhku terasa segar kembali, aku juga menyempatkan diri untuk berendam air hangat dengan sabun aroma terapi yang ku beli saat pergi bersama mbak Dewi jalan jalan ke mall.


Setelah aku selesai mandi dan merapikan diriku, aku duduk manis di sofa kamar dan menghidupkan layar laptop dengan di temani susu coklat hangat kesukaanku.


Aku membuka dan mengecek email yang masuk satu per satu, mataku pun tertuju pada email kak Nico dimana aku meminta bantuannya untuk mencari tahu tentang biodata dari Lidya Kiandra, istri dari Ardian Adhitama yang wajahnya mirip denganku.


Aku membaca email tersebut dengan teliti, Lidya Kiandra adalah putri kedua dari keluarga Kiandra, dan semua biodata lengkap Lidya tertulis disana, termasuk nama anggota keluarganya, yaitu:


papa : Seta Kiandra.(putra pertama Kiandra)


mama : Rianti Sutomo Kiandra.(menantu tertua)


kakek : Satrio Kiandra.


nenek : Nania Wibowo Kiandra.


kakak : Rania Kiandra.


paman : Satria Kiandra. (putra kedua Kiandra)


Bibi : Lina Zaskia Kiandra.(menantu kedua)


Lidya juga pernah kuliah di universitas biasa di Jakarta mengambil jurusan bisnis management, tetapi putus kuliah dengan alasan yang tidak jelas, Lidya termasuk siswi jenius. Di dalam keluarga tidak ada yang benar-benar sayang padanya kecuali sang nenek dan ibu pengasuhnya, di sana tertulis juga bahwa Lidya sudah meninggal sekitar 5 tahun lebih karena kecelakaan di pulau Bali.


Aku mengerutkan keningku karena hanya itu saja yang tertulis di email, data tentang Lidya yang sudah mempunyai suami dan anak kembar tidak ada.


"kok tidak ada sih datanya yang sudah menikah?" tayaku pada diriku sendiri seraya mencari sambungan dari data tersebut.


Tetapi aku tetap tidak menemukannya, aku dengan segera mengambil ponselku dan menghubungi kak Nico.


"hallo...! sapa kak Nico setelah sambungan terhubung.


"hallo kak Nico!" sapaku balik.


"apa kabar Lusi?" tanya kak Nico dari seberang telpon.


"aku baik kak Nico, kakak sendiri apa kabar?" tanyaku menjawab.


"aku baik Lusi."

__ADS_1


"kak Nico aku sudah baca semua email yang kakak kirim padaku, tapi apa cuma ini saja yang kakak dapatkan?"


"iya Lusi apa ada yang kurang?"


"kak.... Lidya itu sudah menikah dengan tuan Ardian Adhitama dan sudah memiliki dua anak kembar, kenapa data itu tidak ada di sini ya?" tanya ku heran seraya terus melihat ke layar laptop ku.


"sudah menikah dengan tuan Ardian Adhitama?" tanya terkejut Nico.


"iya kak."


"pembisnis Ardian Adhitama yang sedang sukses sekarang ini?" tanya Nico tidak percaya.


"iya kak Nico."


"apa kau yakin Lusi?"


"sangat yakin, karena tuan Ardian Adhitama sendiri yang mengatakannya padaku dan mereka sudah memiliki anak kembar laki-laki dan perempuan."


"aku benar-benar tidak tahu itu Lusi, padahal aku sangat kenal Ardian Adhitama, aku sudah tahu dia sudah menikah, tetapi setahuku istrinya itu di sembunyikan dan tidak pernah terlihat di publik, jadi aku juga tidak tahu bagaimana wajah istrinya." jelas Nico.


"apa kak Nico sudah melihat wajah Lidya Kiandra?" tanyaku curiga apa kak Nico tahu wajah Lidya apa tidak?"


"aku sudah melihatnya, dan aku sangat tidak percaya saat melihatnya, karena wajahnya mirip sekali dengan wajah mu Lusi, kalian seperti anak kembar."


"apa kak Nico percaya ada dua orang yang sangat mirip tetapi tidak memiliki hubungan darah sama sekali?" tanyaku.


"kak Nico kau tahu sendiri kan aku anak semata wayang ayah dan ibuku?" tanyaku padanya.


"iya aku tahu, karena aku dan kedua orang tuamu sudah mengenal kau sejak remaja, aku tidak pernah mendengar kau memiliki saudara lain apalagi saudara kembar."


"Kak Nico apa menurutmu kalau orang tuaku tahu tentang hal ini? apa mereka bisa percaya dan tidak terkejut kalau ada yang sangat mirip dengan anak semata wayangnya?"


"aku juga tidak tahu pasti Lusi, tapi mungkin mereka akan terkejut juga sama seperti diriku saat pertama kalinya melihat photo Lidya, akupun sempat mengira bahwa itu adalah dirimu."


Aku menarik nafasku.


"kak Nico aku juga sedang berusaha menyelidiki ini dengan mendekati Ardian Adhitama dan keluarganya, tapi aku belum mendapatkan info yang akurat dan aku juga sudah melakukan tes DNA bersama anak-anak Lidya untuk memastikan bahwa kami ada hubungan darah apa tidak."


"apa kau sudah gila Lusi?" tanya Nico terkejut.


"aku harus memastikannya sendiri kak Nico, lagi pula aku sudah membuat kesepakatan dengan Ardian Adhitama, karena dia juga sepertinya penasaran sama sepertiku."


"apa kau sudah benar-benar gila Lusi, kau gila berani membuat kesepakatan dengan Ardian Adhitama, apa kau tidak tahu dia siapa dan bagaimana?" tanya Nico dengan nada sedikit tinggi, sedangkan aku hanya diam mendengarkan.


terdengar Nico menarik dan menghembuskan nafasnya berat.


"Lusi kau tahu Ardian Adhitama itu pria dingin, kejam, dan tanpa ampun dengan kedok wajah tampannya, kau tahu kau sudah menyinggungnya, kutahu kau pasti sudah mulai merasakan dampak dari kekejaman dan kekuasaannya."

__ADS_1


"aku tahu itu kak Nico, tetapi aku tidak bisa diam saja, karena aku sadar dia sudah merasa ku singgung tanpa sengaja ataupun tidak, dia sudah mulai melancarkan aksinya, aku sudah mulai berhati-hati dan selalu siaga padanya."


"apa kau baik-baik saja lusi? sepertinya kali ini kau harus berhenti dari pekerjaan mu Lusi, karena orang tuamu tidak akan suka dengan ini, mereka tidak akan suka kalau tahu bahwa putrinya ada yang mencoba menyakiti, kau tahu sendiri mereka tidak akan tinggal diam."


"aku tahu kak Nico, aku akan bertahan sampai hasil dari tes DNA keluar, dan aku akan berhenti dari pekerjaanku, lagi pula Ardian sudah berhasil membuat aku tidak lagi mendapat kepercayaan dari atasanku."


"apa dia merasa di singgung karena kau mirip dengan istrinya?"


"iya."


"baiklah, ku harap kau bisa menanganinya sampai tes DNA nya keluar, dan aku akan tetap berusaha membantumu sebisaku, kapan hasil tesnya keluar?"


"Lima atau tujuh hari lagi."


"baiklah aku akan menyelesaikan urusanku di sini, aku akan segera pulang ke Indonesia, apa kau bisa bertahan? atau kau mau aku mengirim seseorang untuk menemanimu?"


"tidak usah kak Nico, aku akan bertahan sampai kau datang, terima kasih kau selalu ada untukku." ucapku seraya tersenyum walaupun Kaka Nico tidak bisa melihatnya.


"itulah tugas seorang kakak, akan selalu ada dan melindungi adiknya." jawabnya yang membuatku terharu karena beruntung memiliki kakak laki-laki walaupun kami bukan saudara kandung.


"baiklah Lusi kau harus tetap waspada, dan satu pesanku lagi, berhati-hati lah pada saudara perempuan Lidya yang bernama Rania Kiandra, dia memiliki pendukung kuat dan kejam di belakangnya, aku masih berusaha menyelidikinya."


"maksud kakak apa?"


"namanya ada masuk pada daftar data mafia Black Lion yang pernah ku sadap beberapa tahun yang lalu, aku masih menyelidiki ada hubungan apa Rania Kiandra dengan mafia Black Lion, jadi sebisa mungki kau hati-hati dan menghindarlah dulu darinya sampai aku tahu informasi jelas tentangnya."


"baik kak Nico, aku tidak menyangka wanita cantik seperti Rania Kiandra tahu mafia Black Lion."


"baiklah Lusi jaga dirimu, dan tetap hubungi aku bila terjadi sesuatu atau ada yang kau curigai."


"baik kak Nico, terima kasih."


Sambungan telpon pun terputus, aku meletakkan ponselku di atas meja kaca, ku minum susu coklatku yang mulai dingin.


Di dalam hati aku sudah menetapkan dan memutuskan kalau aku harus berhati-hati dengan dua orang yaitu Ardian Adhitama dan Rania Kiandra, aku tidak tahu dari mereka berdua siapa yang lebih kejam.


Aku pun akan mempersiapkan surat pengunduran diriku pada perusahaan Wirajaya group setelah acara penanda tanganan kontak kerjasama, karena aku tidak ingin perusahaan itu merugi akibat ulah Ardian karena tidak suka padaku.


Biarkan Ardian berbuat sesuatu padaku tanpa harus melibatkan orang lain, karena aku tidak ingin orang yang tidak bersalah mendapatkan imbas dari pembalasan dan kekejaman tuan sok kuasa Ardian Adhitama.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya...


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2