
***perusahaan Wirajaya Group***
Lusi duduk di meja kerjanya setelah selesai mengerjakan tugasnya di ruang presdir, sedangkan Dewi dan yang lainnya masih berada di dalam.
Ponsel Lusi berdering menandakan sebuah pesan masuk, di lihatnya dari Ardian.
"balas pesanku bila kau tidak mau ada skandal yang ku buat hari ini." kata pesan dari Ardian.
'apa maksudnya?' gumam Lusi seraya melihat pesan dari Ardian.
PING....
"aku akan memelukmu di hadapan semua orang hari ini bila kau menghindari ku dan tidak membalas pesanku ini !!!" pesan kedua dari Ardian yang membuat Lusi terkejut sampai mulutnya menganga.
'dasar gila...memang tuan sok kuasa...tapi aku yakin dia akan melakukannya bila aku tidak membalasnya, sabar Lusi...ini untuk beberapa hari sampai kau pergi dari kota ini.' gumam Lusi pelan sambil memicingkan matanya menatap pesan dari Ardian.
"apa mau mu sekarang? perjanjian kita selesai hari ini, jadi jangan pernah mengusik ku lagi." balas Lusi pada pesan Ardian.
Sedangkan Ardian tersenyum membaca balasan dari Lusi, yang membuat semua orang yang ada di dalam ruangan Presdir heran melihat senyum Ardian, pasalnya Ardian orang yang jarang tersenyum apalagi di hadapan orang lain, dia hanya bisa memasang wajah datar dan dinginnya.
"bagaimana aku tidak mengusik mu bila kau adalah ibu kandung anak anak ku, yang berarti kau adalah....???" balas Ardian.
Ardian sengaja tidak menyebut Lusi istrinya, karena dia tahu kalau Lusi belum terbiasa mendengar kata-kata itu dan belum mau percaya akan kenyataan ini, Ardian sangat yakin bahwa tes DNA itu menyatakan kalau Lusi adalah Lidya yang masih hidup, dan Lidya adalah Lusi.
"jangan pernah mengingatkanku dengan hasil tes palsu yang sudah pasti kau rekayasa." balas Lusi .
"aku tidak pernah merekayasa tes itu, itu hasil murni tanpa rekayasa, bila kau tidak percaya juga, kau bisa melakukan tes dengan dokter dan rumah sakit yang kau percaya." balas Ardian.
"sampai kapanpun aku tidak akan pernah percaya, jadi kau tetap orang asing bagiku." balas Lusi.
Ardian menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan membaca balasan Lusi.
"tapi bagi ku, kau adalah ibu kandung anak anakku jadi kau tetap Lidya ku yang masih hidup." balas Ardian.
"kau jangan sembarangan, aku Lusi dan bukan Lidya mu."
"baiklah, mungkin ini balasan untuk ku? maafkan aku..aku akan tetap sabar menunggumu sampai kau ingat dan mau menerimaku lagi." balas Ardian.
"jangan berharap, apapun yang kau lakukan aku tidak akan mau memaafkan semua penghinaan dan tuduhanmu padaku."
"aku akan tetap berharap kau mau kembali bersama ku lagi karena kau adalah milikku, kau satu-satunya istriku dan ibu kandung anak anakku." balas Ardian terus terang.
__ADS_1
"jangan pernah mengklaim ku jadi milik mu, aku tidak sudi, bila kau mau membuat skandal tentangku silahkan, itu akan menjadi alasan terkuat ku untuk membencimu seumur hidup ku." balas Lusi yang sudah tidak ingin mengalah lagi pada Ardian yang hanya bisa mengancam Lusi.
Lusi lelah terus mengalah pada Ardian dan mengikuti apa yang dia mau, bila Ardian bisa mengancam dirinya dia juga bisa mengancam Ardian.
"baiklah...aku senang kau baik-baik saja."
Lusi hanya membaca pesan dari Ardian dan tidak membalasnya, dia memasukkan lagi ponselnya ke dalam saku jasnya.
Beberapa saat kemudian…
Mereka keluar karena pertemuan di dalam ruang presdir sudah selesai, saat Ardian dan Bryan melewati meja kerja Lusi, keduanya melihat ke arah Lusi yang sedikit membungkukkan badannya tanda hormat, Lusi ingin menghindari tatapan kedua pria tersebut.
Ardian yang memang tidak ingin mencari masalah pada Lusi hanya berjalan tegap melewatinya dan hanya meliriknya sekilas, sedangkan Bryan yang memang ada perjanjian dengan Lusi agar hubungan asmaranya tidak diketahui orang lain, juga hanya melewatinya saja.
Saat keduanya menghilang masuk ke dalam lift baru Lusi berdiri tegak dan melanjutkan pekerjaannya bersama Dewi.
......................
***Hotel R.W.C***
Dua orang pria duduk santai dan tenang di sofa ruang tamu kamar presiden suite di hotel R.W.C, mereka melihat layar laptop yang ada di depan mereka masing-masing.
"Selamat siang presdir !" sapa pria yang menjadi wakil presdir Faresta Group.
"selamat siang presdir !" sapa pria yang menjadi direktur kepercayaan Faresta Group.
"selamat siang." balas presdir Faresta Group.
"bagaimana apa kalian sudah ada di kota itu?" tanya sang presdir.
"iya presdir kami sudah sampai di kota ini." jawab sang wakil.
"baiklah, lakukan semua yang aku perintahkan, aku mau kalian melindunginya, karena aku yakin musuh masih mencari tahu tentang keberadaan kami, dan aku ingin dia baik baik saja, sekarang sudah cukup aku memberikan dia kebebasan untuk melakukan apa yang dia sukai, jadi aku ingin kalian membawanya kembali tanpa harus memaksanya, dan aku ingin ini tetap menjadi rahasia sampai pembunuh putri pertamaku terungkap dan juga siapa dalang yang merencanakan membunuh putri keduaku terungkap, kalian mengerti?" ucap presdir Faresta Group yang bernama Resvan Melviano atau akrab di panggil tuan 'R.M'.
Putri pertama tuan Resvan Melviano sudah lama tewas di tangan mafia kiriman musuh saat dia masih kuliah di Amerika, dalang pembunuhannya belum terungkap sampai sekarang dan masih dalam penyelidikan rahasia dari pihak mafia King Dragon, karena beberapa musuhnya sangat licik dan lihai agar tidak mudah di ketahui oleh pihak tuan Resvan Melviano.
Kematian putri pertama tuan Resvan Melviano di rahasiakan dari publik dan di gantikan dengan berita bahwa putri tuan Resvan Melviano atau sering di sebut tuan R.M dari Faresta Group sedang mengalami koma dan belum sadar sampai sekarang.
Tuan Resvan Melviano beserta keluarganya menyembunyikan diri dari publik dan hanya bekerja dari balik layar di perusahaan rahasianya, perusahaan yang memiliki orang orang dengan keahlian istimewa, jenius dan ahli di bidang IT. Dengan bantuan wakil presdir dan direktur kepercayaan sekaligus ketua mafia King Dragon.
Sedangkan putri kedua tuan Resvan Melviano selamat dari rencana pembunuhan yang dalangnya sampai sekarang juga belum terungkap dan masih menjadi misteri yang di selidiki juga oleh pihak mafia King Dragon, tidak ada yang tahu sama sekali bila tuan Resvan Melviano memiliki dua orang putri, publik hanya tahu putri pertamanya saja.
__ADS_1
Karena itu juga tuan Resvan Melviano betah menutup diri dari publik sampai dalang pembunuhan putri pertamanya terungkap, dan melindungi putri keduanya dari rencana pembunuhan dari seseorang yang tidak ia ketahui siapa dalangnya sampai sekarang.
"baik presdir kami mengerti dan kami akan melaksanakan apa yang anda perintahkan, kami akan terus melindungi dan menjadi bayangan putri anda presdir." kali ini yang menjawab sang direktur selaku ketua mafia King Dragon.
"aku harap semua berjalan lancar dan musuh masih tidak mengetahui apa yang kita rahasiakan dan rencanakan."
"kami mengerti presdir, kami akan menjalankan perintah anda dengan hati-hati agar semua berjalan lancar." ucap sang wakil presdir.
"bagaimana penyelidikan mu yang kau ceritakan beberapa hari yang lalu? apa sudah ada perkembangannya wakil presdir?"
"belum semua presdir, saya masih menyelidiki keseluruhannya, dan ada yang saya curigai." balas sang wakil presdir.
"mencurigai apa?"
"saya curiga kalau yang saya selidiki ini ada hubungannya dengan dalang yang berencana membunuh putri kedua anda presdir."
"apa? " ucap tuan Resvan terkejut.
"apa kau yakin dengan kecurigaanmu itu?" tanya cepat tuan Resvan.
"saya belum sepenuhnya yakin presdir, tapi ada sedikit titik terang untuk kecurigaan itu."
"baiklah kau selidiki terus dan usahakan berhati-hati karena kita tidak tahu musuh seperti apa yang kita hadapi?"
"baik presdir kami akan berhati-hati." balas sang wakil presdir dan sang direktur hanya mengangguk tanda mengerti.
"oke kalian istirahtlah dulu, sampai bertemu lagi."
"baik presdir." balas kedua pria tersebut.
video call pun berakhir, mereka segera beristirahat karena merasa lelah dalam perjalanan yang cukup lama.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya....
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1