
…Episode sebelumnya…
"tuan Ardian Lusi ini adalah putri kandung kami berdua, dan kami juga punya bukti tes DNA, yang menyatakan Lusi adalah putri kami berdua." ungkap ayah Lusi yang membuat Lusi lega mengetahui kalau dirinya adalah putri kandung ibu dan ayahnya.
Tetapi sekaligus membuat Lusi kecewa karena berarti dirinya dan si kembar bukanlah ibu dan anak kandung.
Ardian pun merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan oleh Lusi, Ardian merasa kecewa akan ungkapan ayah Lusi yang menyatakan Lusi adalah putri kandungnya dan memiliki bukti tes DNA Lusi dengan kedua orang tuanya, tetapi apapun hasil yang membuat Ardian kecewa dia akan tetap menerima dan menjadikan Lusi sebagai istri serta ibu dari anak-anaknya.
...----------------...
Mereka semua terdiam saling memandang, Ardian melirik sekilas pada Lusi ingin melihat apa reaksi dari Lusi? nampak dia tertunduk dengan wajah murung, tetapi seketika dia mengangkat kepalanya dan melirik pada Ardian sekilas lalu memandang ke arah kedua orang tuanya dan juga si kembar.
"Lusi sayang… kau adalah putri kami, dan itu tidak bisa di ragukan." ungkap ayah Lusi melihat pada sang putri yang hanya diam dengan wajahnya nampak sedikit kecewa dan ayah Lusi pun tahu karena apa?
"tetapi kau juga ibu kandung si kembar…" ungkap ayah Lusi yang membuat semua orang terkejut dengan apa yang di utarakan ayah Lusi.
Semua menatap intens pada ayah dan ibu Lusi ingin mencari suatu kebohongan dari mata mereka, tetapi tidak nampak sama sekali.
"apa maksud ayah?" tanya Lusi ingin tahu lebih jelas dengan mengerutkan keningnya melihat ke arah kedua orang tuanya.
"iya sayang…kau adalah ibu kandung Natha dan Nathalia, anak-anak dari tuan Ardian Adhitama, yang berarti kau adalah istri dari tuan Ardian Adhitama, kami tidak bisa lagi untuk menutupinya." ungkap sang ayah dengan wajah seriusnya melihat ke arah Lusi dan juga Ardian secara bergantian.
Lusi semakin terkejut sekaligus heran dengan apa yang diutarakan oleh sang ayah? bagaimana mungkin dia putri kandung kedua orang tuanya, tetapi Lusi juga ibu kandung si kembar dan juga istri dari Ardian Adhitama, sedangkan yang Lusi tahu adalah istri Ardian Adhitama dan ibu kandung si kembar bernama Lidya Kiandra, putri dari keluarga Kiandra.
Kebenaran yang mana Lusi harus percaya? ini semakin membuat dirinya bingung.
Lain halnya Ardian yang sangat senang mendengar perkataan ayah Lusi, yang menyatakan bahwa Lusi adalah ibu kandung si kembar dan juga istrinya.
"bagaimana mungkin ini ayah? mana yang benar? aku putri kandung kalian atau aku ini ibu kandung si kembar dan istri Ardian Adhitama? yang mana yang benar?" tanya Lusi yang ingin tahu lebih jelas.
"semua itu benar sayang… Lusi benar putri kandung ayah dan ibu, dan benar juga Lusi adalah ibu kandung si kembar dan tentunya benar Lusi adalah istri dari tuan Ardian Adhitama." ucap ayah dengan jelas tanpa ragu untuk menjelaskan.
"Lusi pasti bingung akan hal ini semua." kali ini ibu Lusi yang buka suara dengan menatap sang putri yang kebingungan.
__ADS_1
Nampak kedua orang tua Lusi saling memandang dan menghela nafas untuk menenangkan hati mereka sebelum menjelaskan semua apa yang terjadi.
"kami harus cerita dari mana dulu?" ucap ibu Lusi melihat Ardian dan Lusi secara bergantian.
Lusi melihat sang ibu nampak kebingungan dan raut wajahnya terlihat sedih, Lusi yang duduk pada sofa tepat di samping ibunya dengan perlahan mengulurkan tangannya untuk menyentuh punggung tangan sang ibu, ingin menenangkan pikiran dan perasaan sang ibu.
"kalau ibu belum siap…tidak apa-apa jangan di ceritakan !!" ucap Lusi lembut melihat mata sang ibu yang tersirat akan kesedihan.
"tidak sayang…semua harus kami ungkapkan, agar tidak ada kesalah pahaman di antara kalian berdua." balas ibu Lusi melihat perhatian sang putri yang tidak ingin melihat dirinya sedih.
"sudah sangat lama sekali kami menyimpan rahasia ini, ini adalah waktunya semua terungkap, agar semuanya jelas." ucap ibu Lusi memandang sang putri dan Ardian secara bergantian.
"baiklah kalau ibu memang sudah siap menceritakan semuanya." balas Lusi yang tidak ingin membantah sang ibu dan juga dia ingin menjawab semua rasa penasarannya.
Sebelum menceritakan semuanya dari awal, sang ibu melihat sejenak pada suaminya dan mendapat balasan anggukkan kepala dari ayah Lusi, ibunya menghela nafas sebelum akhirnya menceritakan semuanya dari awal.
"ibu dan ayah sebenarnya memiliki putri kembar, kamu Lusi dan kakak perempuan mu." ucapnya perlahan sembari melihat intens wajah Lusi.
karena semua nampak diam, ibu Lusi pun melanjutkan bicaranya.
"sampai beberapa bulan dan tahun pun berlalu, Luna tidak dapat kami temukan juga, kondisi ibu sangat terpukul dan terpuruk pada saat itu dengan kehilangan satu putri, sehingga ayahmu kasihan pada ibu yang selalu sedih bila mengingat Luna, ayah pun dengan berat hati membawa ibu dan Lusi keluar negeri untuk sedikit mencari suasana baru, agar hati ibu menjadi lebih baik, tentunya tetap mencari keberadaan Luna dengan menyewa semua orang-orang yang ahli dalam menyelidiki kasus kehilangan." ucap ibu terhenti dengan isak tangisnya yang terus berlanjut.
Lusi yang iba pun memberikan segelas air putih pada sang ibu yang sangat terlihat sedih.
"minum dulu ibu…" ucap Lusi lembut seraya menyerahkan air putih pada ibunya.
"terima kasih sayang…" balas sang ibu tersenyum getir setelah selesai minum, Lusi mengambil segera gelas yang di serahkan ibu padanya.
"puluhan tahun kami tinggal di luar negeri sampai Lusi tumbuh dewasa dan kuliah, puluhan tahun juga Luna tidak kami ketemukan, dan puluhan tahun juga kami tidak bisa melupakan Luna sedetikpun, kami hanya bisa memandang wajah Lusi putri sulung kami untuk mengingatkan kami pada saudara kembarnya yang belum ketemu." ucap ibu dengan masih berderai air mata dan sesekali menghapus air mata di pipinya.
"setiap hari kami berdoa dan berharap Luna dapat di temukan, sampai pada kejadian tragis yang menimpa Lusi di luar negeri, yang mengakibatkan Lusi meninggal dunia." ucap ibu Lusi menangis sangat sedih menyayat hati dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Lusi yang ikut merasakan kesedihan sang ibu yang mengatakan bahwa putrinya meninggal dunia akibat kejadian tragis, Lusi segera mendekati sang ibu dan memeluk dengan bersimpuh di depan sang ibu untuk menenangkannya.
__ADS_1
Ardian dengan sigap memerintahkan kedua baby sister untuk membawa si kembar menjauh dari ibu dan ayah Lusi yang sedang terlihat sedih karena teringat akan putri sulungnya yang telah meninggal.
Tanpa perlawanan sama sekali si kembar ikut pergi bersama dengan baby sister mereka, ke subuah kamar yang sudah di siapkan oleh Deo untuk mereka beristirahat atas perintah atasannya.
Kini Lusi yang duduk diantara ibu dan ayahnya yang terlihat sedih akan kenangan yang sangat menyedihkan pada mereka, Lusi berusaha menenangkan sang ibu yang masih menangis tersedu-sedu.
"sudah ibu, kalau ibu tidak ingin melanjutkannya dan ini sangat berat bagi ibu cerita, jangan dipaksakan." ucap Lusi yang memeluk dan membelai lembut pundak ibunya.
"tidak sayang…walaupun ini membuat ibu mengingat kematian saudara mu, tetapi kamu harus tahu ceritanya, ibu tidak ingin menyembunyikan apapun darimu lagi, ini juga sangat penting bagimu." balas sang ibu dengan memandang sendu Lusi.
"baiklah…kalau itu yang ibu inginkan." ungkap Lusi seraya menghapus air mata dari pipi sang ibu.
"Lusi sebenarnya sudah meninggal dan kau adalah Luna putri kami yang hilang, yang kami temukan beberapa bulan setelah Lusi meninggal dunia." ucap ibu yang membuat Lusi terkejut, sedikit demi sedikit Lusi mulai mengerti apa jalan cerita sang ibu? tetapi dia lebih ingin tahu jelas dari cerita sang ibu selanjutnya.
"ibu tidak ingin almarhum Lusi di kebumikan di luar negeri, dan ibu membawanya pulang ke Indonesia untuk di kebumikan di kota kelahiran dan kota asal kami, yaitu kota ini. Kami sebenarnya asli dari kota ini." ucap ibu melihat sejenak ke arah Lusi yang hanya diam mendengarkan cerita sang ibu.
Lusi dan yang lainnya tidak ada yang berkomentar sama sekali, dan ibupun melanjutkan ceritanya.
"beberapa bulan setelah kematian Lusi, ibu di ajak berlibur ke pulau Bali oleh ayah untuk menghibur diri dari kesedihan yang membuat ibu semakin terpuruk, ayah memaksa ibu untuk ikut pergi dengan terpaksa ibu pun ikut, saat itu ibu sudah sangat putus asa dan terpuruk sedih, ibu merasa tidak ada gunanya lagi ibu hidup bila kedua putri ibu sudah tidak ada, tetapi karena melihat ayahmu yang tidak pernah putus asa menghibur ibu dan selalu memberi ibu semangat bila suatu saat nanti putri kami yang hilang bisa di temukan kembali." ungkapnya melihat ke arah sang ayah yang hanya menundukkan kepalanya sedih mendengarkan cerita sang istri.
Lusi pun iba melihat mimik wajah sedih sang ayah, dia memeluk pundak sang ayah dan memebelai lembut pundaknya untuk memberikan semangat dan rasa terima kasih, karena selalu menghibur ibu dan ada untuk ibu saat ibu berada dalam kesedihan dan jatuh pada keputus asaan.
Sang ayah yang di peluk hanya melihat Lusi dan sang istri secara bergantian dengan senyum getirnya, tidak ada yang tahu akan hati dan perasaan sang ayah yang sangat sedih bahkan putus asa karena kehilangan dua putri sekaligus, kehilangan kedua keturunan masa depannya di saat dirinya tua nanti, tetapi dengan semangat ingin terus menemukan kembali sang putri yang hilang.
Ayah Lusi masih memiliki keyakinan bila putrinya yang hilang masih lah hidup, karena tidak menemukan tanda-tanda kematian Luna yang hilang, dari itulah ayah Lusi sangat yakin dan akan menemukannya suatu hari nanti, jadi bila dia putus asa sekarang bagaimana nasib putrinya yang hilang? dari keyakinan ingin melihat sang putri keduanya kembali, ayahpun semangat dan berdiri tegak untuk tidak putus asa, dan akan selalu berdoa dan berharap pada Tuhan agar di berikan kesempatan untuk melihat wajah cantik sang putri.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.