
***Perusahaan Wirajaya Group***
…ruang sekretaris…
"tu kan diam lagi." ucap Dewi memecah lamunan Lusi yang menerawang.
Lusi melihat Dewi yang memandangnya.
"sudah menyadari ya kalau kamu mulai jatuh cinta pada tuan Ardian Adhitama?" tanya Dewi seraya menunjuk ke arah Lusi.
"iii... apaan sih mbak Dewi, siapa juga yang jatuh cinta sama tuan sok kuasa itu." jawab Lusi yang langsung memalingkan wajahnya ke depan layar komputernya.
"tuan sok kuasa? siapa dia?" tanya Dewi bingung.
'aduh...kenapa aku kelepasan bicara dan menyebut Ardian tuan sok kuasa.' batin Lusi.
"aaahhh ituu..."
"selamat pagi !" sapa Radhika yang tiba-tiba datang bersama asisten Ari dan asisten Bayu.
"selamat pagi direktur Radhika." balas kami secara bersamaan yang langsung berdiri dari duduk kami.
'aaaa...selamat' batin Lusi, karena tidak perlu menjawab pertanyaan Dewi.
"kamu sudah mulai masuk kerja sekretaris Lusi?" tanya Radhika pada Lusi.
"iya direktur, pekerjaan saya yang di luar sudah selesai." jawab Lusi menundukkan kepalanya sedikit.
"apa kamu tidak ingin berlibur sehari? aku yakin pasti hari hari mu berat selama bersama tuan Ardian Adhitama?" tanya Radhika.
'benar sekali tuan Radhika, hari hari saya bersama tuan Ardian Adhitama sangat berat dan melelahkan.' batin Lusi mengeluh.
"tidak perlu direktur, saya sudah cukup istirahat." jawab Lusi tersenyum tipis.
mana mungkin dia akan mengaku kalau hari harinya sangat berat bersama Ardian.
"tapi maaf direktur, sepertinya saya gagal meyakinkan Presdir Ardian Adhitama." jawab Lusi sedih.
Lusi mengingat bagaimana Ardian terus menyulitkannya saat menjelaskan tentang berkas kerjasama perusahaan Wirajaya group.
Ditambah lagi Lusi melawan dan menentang Ardian, Lusi berpikir pasti Ardian tidak akan mau bekerjasama dengan perusahaan Wirajaya group karena dia, Lusi siap bila harus di pecat gara gara ini.
Radhika malah tersenyum. "siapa yang bilang kamu gagal?" tanya Radhika yang membuat Lusi heran.
"maksud direktur?" tanya Lusi heran.
"kamu berhasil meyakinkan Presdir Ardian Adhitama untuk ikut bekerjasama dengan perusahaan kita."
"aaaa apa? saya berhasil direktur?" tanya Lusi tak percaya.
"iya sekretaris Lusi, selamat kerja keras kamu berhasil, Presdir Ardian Adhitama mau bekerjasama dengan perusahaan Wirajaya group." ucap Radhika yang mengulurkan tangannya ke arah Lusi.
Lusi yang masih tidak percaya bahwa Ardian setuju bekerjasama dengan perusahaan Wirajaya group, menyambut juga uluran tangan Radhika.
"terima kasih direktur." ucap Lusi tersenyum tipis.
__ADS_1
Lusi benar-benar masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, soalnya baru kemarin Ardian mengancam Lusi kalau dia masih ragu bekerjasama karena penjelasan Lusi yang kurang baik padanya.
'apa lagi yang akan di lakukan dan di rencanakan tuan sok kuasa itu dengan tiba-tiba menyetujui kerjasama ini?' gumam Lusi curiga dalam hati yang masih memandang wajah Radhika yang tersenyum padanya.
Radhika melepaskan jabatan tangannya. "ayo ke ruangan Presdir !" ajak Radhika yang berjalan masuk ke ruangan Presdir dan di ikuti oleh kami.
......................
…di ruang Presdir…
Radhika duduk di sofa yang ada di ruangan Presdir dan memerintahkan kami semua juga untuk duduk.
Lusi dan Dewi duduk berdampingan di satu sofa panjang, sedangkan asisten Ari dan Bayu duduk berdampingan di satu sofa berhadapan dengan mereka.
"hari ini tolong siapkan segala sesuatunya, karena hari ini juga ada pertemuan Presdir Ardian Adhitama dan Presdir Bryan Aldevaro guna membahas ulang berkas kontrak kerjasama dengan Wirajaya group." kata Radhika menjelaskan.
"hari ini direktur?" tanya Lusi memperjelas.
"iya hari ini, semalam Presdir Ardian Adhitama menghubungi ku langsung, dia ingin membahas ulang berkas sebelum tanda tangan kontrak, dan dia punya syarat yang ingin di ajukan."
"syarat apa direktur? maaf kalau saya lancang." ucap Lusi yang tidak sengaja keceplosan bicara karena penasaran.
'aku curiga dengan syarat tuan sok kuasa itu.' gumam Lusi dalam hati.
"tidak apa-apa sekretaris Lusi, akupun tidak tahu syarat apa yang akan di ajukan Presdir Ardian Adhitama, dia akan utarakan saat pertemuan nanti." jelas Radhika memandang semua yang ada di dalam ruangan.
"jadi saya minta persiapkan semua sebelum jam 10 pagi ini, oke itu saja dan jangan sampai ada yang kurang." perintah Radhika.
Mereka pun mulai mempersiapkan semuanya lengkap, dan pertemuan kali ini di pimpin langsung oleh direktur Radhika selaku perwakilan dari Presdir Wirajaya group, karena Presdir Wirajaya group sedang ada di luar negeri urusan bisnis.
dalam hati Lusi akan tetap waspada pada Ardian, karena dia yakin pasti akan ada sesuatu yang akan terjadi di saat pertemuan nanti.
......................
Mereka datang tepat waktu, kedatangan mereka hanya berselisih beberapa detik saja.
ini visual Ardian Adhitama.
ini visual Bryan Aldevaro.
ini visual Radhika Wirajaya.
Mereka di temani oleh asisten pribadi mereka masing-masing, Ardian Adhitama bersama asisten Gavin, dan Bryan Aldevaro bersama asisten Leo.
Kedua Presdir sukses dan tampan tersebut benar-benar menjadi pusat perhatian semua yang melihatnya.
Rahdika langsung menyambut dengan berjabat tangan pada Ardian dan Bryan secara bergantian.
Lusi hanya memandang mereka berdua dari arah belakang Radhika, asisten Ari dan asisten Bayu yang berdiri di depan Lusi dan Dewi.
__ADS_1
'apakan hari ini akan ada pertunjukkan menarik?'' batin Lusi berkata memandang Ardian dan Bryan secara bergantian.
Setelah selesai beramah tamah, mereka pun di giring masuk ke dalam gedung dan melangkah menuju ruang meeting.
Saat Ardian dan Bryan berjalan melewati Lusi yang berdiri di samping asisten Ari, keduanya sama-sama melirik sekilas pada Lusi yang hanya melihat mereka datar.
Ardian menatap Lusi sekilas dengan tatapan datar dan dinginnya, sedangkan Bryan menatap Lusi dengan senyum ramahnya.
…ruang Meeting…
Mereka duduk di kursi masing-masing yang sudah di sediakan.
"terima kasih atas waktu dan kesempatan yang di berikan oleh Presdir Ardian Adhitama dan Presdir Bryan Aldevaro untuk kami, kita bisa mulai langsung?" tanya Radhika memulai pertemuannya, yang di jawab anggukkan kepala setuju dari Ardian dan Bryan.
Dewi selaku sekretaris senior yang membagikan berkas kontrak kerjasama yang akan di bahas, pada kedua Presdir yang hadir di sana.
"direktur Radhika." panggil Ardian melihat pada Radhika, dan semua yang ada di sana pun melihat ke arah Ardian.
"iya Presdir Ardian, ada yang bisa saya bantu?" tanya ramah Radhika.
"saya perlu salah satu sekretaris anda untuk membantu saya meringkas hasil dari pertemuan ini, bisa..?" tanya Ardian masih dengan tatapan datar dan dinginnya.
"tentu saja Presdir Ardian, sekretaris Dewi tolong dampingi Presdir Ardian." panggil Radhika pada Dewi karena Dewi sekretaris senior.
Saat Dewi ingin melangkah mendekat ke arah Ardian, Ardian malah mencegahnya dengan cepat.
"saya mau sekretaris Lusi yang membantu saya, karena dia sudah mengerti cara bekerja saya." kata Ardian yang membuat langkah Dewi berhenti.
Radhika melihat heran pada Ardian, sedangkan Bryan melihat tidak suka pada Ardian karena dia tahu, kalau Ardian sudah menuduh Lusi sebagai wanita penipu dan kesan Ardian pada Lusi sangat tidak baik.
'apa yang ingin Ardian lakukan lagi pada lusi? bila kau berani macam-macam dan menyakiti Lusi aku akan menghajarmu langsung.' gumam Bryan dalam hati melihat ke arah Ardian dengan tatapan tajamnya.
'sudah ku tebak dia akan berbuat sesuatu, ini baru saja awalnya, dan akan ku tunggu apa yang akan kau lakukan selanjutnya tuan sok kuasa?' gumam Lusi dalam hati seraya melihat datar pada Ardian.
Tanpa menunggu jawaban dari Radhika, Lusi dengan sendirinya berdiri dan berjalan ke arah Ardian, dengan cepat pula asisten Gavin berdiri dari duduknya dan berpindah tempat duduk kosong yang ada di sampingnya, Lusi duduk di samping Ardian di mana di depannya dia bisa melihat tatapan heran Bryan padanya.
'sayang kenapa malah kamu mau mengikuti keinginan Ardian?' gumam Bryan bertanya dalam hatinya seraya memandang Lusi yang duduk di samping Ardian.
"saya siap membantu anda Presdir Ardian Adhitama." kata Lusi ke arah Ardian yang ada di sampingnya.
Ardian memandang Lusi masih dengan tatapan datar dan dinginnya, tapi dalam hatinya dia senang karena Lusi mengerti maksudnya dan tidak ingin mencari masalah di pertemuan ini.
'bagus kau mengerti maksudku wanita licik.' batin Ardian dalam hatinya senang.
"bagus...anda memang karyawan yang baik dan cepat tangkap sekretaris Lusi." kata Ardian dingin.
Lusi hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Ardian yang dia tahu tidak sungguh-sungguh memujinya.
Lusi akan terus waspada terhadap Ardian, yang ingin melakukan sesuatu yang buruk atau yang tidak Lusi sukai.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya....
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.