
…episode sebelumnya…
Tidak lama kemudian semua mata teralihkan pada rombongan yang baru datang memasuki aula, mereka adalah rombongan dari Faresta Group.
Radhika, Ardian, dan Bryan yang melihat wakil Presdir Faresta Group Nicole Richie datang bersama direktur Erick Richard kepercayaan tuan R.M Faresta Group, dengan segera mereka mendekati rombongan dari Faresta Group tersebut, karena Nico dan tuan Erick dari Faresta Group adalah tamu kehormatan dari Wirajaya Group, Adhitama Group dan Aldevaro Group.
Semua pandangan mata tamu undangan yang ada di dalam ruangan termasuk Lusi tertuju pada rombongan Faresta Group, yang di sambut langsung oleh ketiga petinggi perusahaan besar yang mereka hormati dan segani.
Radhika sebagai tuan rumah dari acara tersebut yang lebih dulu menyambut Nico dan tuan Erick.
"selamat datang wakil presdir, tuan Nicole Richie !" sapa Radhika berjabat tangan dengan Nico.
"apa kabar tuan Nico?" tanya Radhika ramah dengan senyum.
"baik...terima kasih." balas Nico ramah dan tersenyum.
"selamat datang direktur, tuan Erick Richard !" sapa Radhika berjabat tangan dengan tuan Erick.
"apa kabar anda tuan Erick?" tanya Radhika ramah tersenyum.
"baik...terima kasih." balas tuan Erick ramah dan hanya tersenyum tipis.
Ardian dan juga Bryan menyambut dan menyapa mereka seraya berjabat tangan secara bergantian dengan Nico dan tuan Erick.
Setelahnya rombongan Nico dan tuan Erick di bawa menuju meja mereka yang paling depan, satu meja jamuan dengan Ardian, Bryan, dan juga Radhika.
__ADS_1
Saat Nico dan tuan Erick berpapasan dengan Lusi mereka hanya saling membalas senyum, Nico dan tuan Erick menepati janji mereka untuk tidak menegur sapa Lusi yang mereka sudah kenal, Nico dan tuan Erick juga tersenyum pada para tamu yang mereka tidak kenal agar tidak ada yang curiga dan beranggapan mereka hanya tersenyum pada Lusi.
Nico dan tuan Erick juga sekilas melihat ke arah Rania, mereka tahu wajah dan semua informasi mengenai Rania begitu juga tahu siapa Yani dan Lukas yang berada di sisi kiri dan kanan Rania duduk.
Semua tamu undangan yang sudah datang di minta untuk duduk di tempat yang sudah di tentukan dan ada nama mereka masing-masing, karena acara akan segera di mulai dan sekretaris Dewi yang menjadi pembawa acaranya pun memulai semua acara yang sudah ada di daftar susunan acara.
Acara di mulai dengan pidato penyambutan dari Radhika selaku direktur perwakilan dari Wirajaya Group, selanjutnya penyambutan dari Ardian dan Bryan selaku Presdir yang akan melakukan kontrak kerjasama dengan Wirajaya Group, dan Nico perwakilan dari Faresta Group juga di beri kesempatan memberikan sedikit pendapatnya ke atas panggung di hadapan semua para tamu yang hadir karena Faresta Group adalah tamu kehormatan di acara tersebut.
Setelah selesai Nico memberikan pendapatnya, acara selanjutnya adalah penanda tanganan kontrak kerjasama Wirajaya Group dengan Adhitama Group dan Aldevaro Group di lakukan di atas panggung yang sudah di siapkan, di saksikan oleh semua para tamu undangan dan para wartawan yang sudah siap pada cameranya masing-masing untuk mengabadikan momen tersebut.
Acara penanda tanganan kontrak kerjasama berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan, sesi photo bersama dengan nama para tamu undangan yang Dewi sebutkan untuk dokumentasi juga di laksanakan.
Nampak terlihat jelas di atas panggung aura empat pria tampan dan bertubuh profesional berdiri menghadap ke depan camera, empat pria petinggi masing-masing perusahaan besar bagaikan pangeran yang berkuasa dan merajai dunia bisnis yang sukses dan terkenal, yang sudah memiliki nama dan tidak di ragukan lagi kemampuannya dalam memimpin suatu perusahaan besar.
Lusi dan Dewi berdiri di sisi panggung melihat juga ke empat pria tampan yang ada di atas panggung, Lusi dengan wajah datarnya tanpa ekspresi sedangkan Dewi terus tersenyum senang melihat empat pria tampan yang jarang sekali di lihat langsung di depannya, Ardian dan Bryan sesekali melirik dan mencuri pandang pada Lusi yang berdiri di samping panggung yang juga tak lepas dari tatapan mata Rania.
Yuni dan Lukas yang duduk di samping Rania juga merasakan aura gelap dan amarah yang dtahan oleh Rania, Yuni menyentuh tangan Rania yang mengepal kuat di atas meja dan berbisik pelan di telinga Rania.
"sabar nona...semua akan berlalu." bisik Yani.
"Lukas apa semua sudah siap dan apa yang aku perintahkan sudah kau lakukan?" tanya Rania melihat ke arah Lukas.
"sudah beres, tinggal wanita itu yang belum." ucap Lukas menunjuk ke arah Lusi dengan dagunya.
Lukas menyerahkan ponselnya ke arah Rania di mana ada video dari penyekapan nyonya Meli yang mereka tangkap di jalan saat nyonya Meli dalam perjalanan menuju ke Hotel R.W.C.
__ADS_1
Seketika rasa marah Rania mereda dan di gantikan dengan senyuman kecil pada bibirnya melihat video penyekapan nyonya Meli sukses, itu semua adalah yang Rania rencanakan untuk menarik perhatian dari Ardian agar Rania bisa mendapatkan Ardian.
Mereka tidak tahu semua gerak geriknya selalu di perhatikan oleh seorang wanita dan pria yang ada di belakang meja mereka, yaitu Zia dan Deo mengetahui bahwa Rania adalah wanita yang sedang di selidiki oleh atasan mereka karena Rania pernah masuk daftar yang memakai jasa dari anggota mafia Black Lion, Zia dan Deo melihat dan mendengar dengan samar Lukas menunjuk Lusi dengan dagunya dan menyebut 'wanita itu'.
"kak Deo kau lihat pria itu menunjuk ke arah nona Lusi dan samar ku dengar dia mengucapkan wanita itu?!" bisik Zia pada telinga Deo sang kakak yang duduk di sampingnya.
"iya aku tahu, tetap waspada." balas Deo menganggukkan kepalanya dan masih tetap memperhatikan gerak gerik Rania dan kedua temannya.
"baik kak." balas singkat Zia.
Zia dan Deo terus memperhatikan Rania dan kedua temannya serta melihat teliti semua orang yang ada di sekitar mereka, melihat teliti orang yang ada di dekat Lusi, Nico dan tuan Erick bila ada yang mencurigakan tanpa membuat orang curiga pada mereka berdua.
Deo mengambil ponselnya dan mengetik tanda untuk semua anak buahnya siaga satu, karena Deo mulai mencurigai sesuatu akan terjadi sebentar lagi, karena mata jeli dan naluri tajam Deo yang mencurigai sesuatu tidak pernah salah, sehingga Nico dan tuan Erick sangat mempercayai apa yang di lihat dan di curigai oleh Deo, semua anak buahnya sudah mendapatkan peringatan dari Deo termasuk Nico dan juga tuan Erick.
Mereka sudah mulai siaga satu tanpa ada siapapun yang mengetahui apa yang di lakukan oleh anak buah Deo, sedangkan acara di atas panggung sudah selesai selanjutnya acara ramah tamah dan jamuan makan yang di sertai hiburan untuk para tamu undangan.
Nico di persilahkan turun dari panggung terlebih dahulu, dan saat ke empat pria petinggi dari empat perusahaan besar tersebut turun dari panggung, terdengar suara tembakan yang mengenai sisi bahu kiri Nico yang mengakibatkan Nico langsung jatuh terpental ke belakang dan membuat semua orang di dalam ruangan terkejut dan terjadi keriuhan di dalam ruangan.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.