Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 94 Berusaha Menerima Takdir Hidup.


__ADS_3

…Ardian Adhitama…


Saat ini aku kecewa dan ikut bersedih, melihat anak-anak ku yang sedih karena mama mereka Lusi tidak datang ke sekolah menyaksikan pertunjukan mereka, aku sudah berusaha membujuk Lusi untuk datang, tetapi karena alasan sulit mendapatkan izin keluar dari kantor Wirajaya Group membuat Lusi tidak bisa datang.


Aku akan selalu sabar menghadapi Lusi dan menunggu Lusi bisa menerimaku seperti dulu lagi, tetapi kali ini sangat terlihat sulit untuk ku menaklukkan Lusi seperti dulu. Lusi yang dulu dan sekarang berbeda jauh, Lusi yang sekarang lebih kuat dan terlihat tangguh serta cerdas.


Tetapi itu adalah tantangan bagi ku untuk tidak mudah menyerah, untuk membuat istriku kembali lagi kepada ku dan juga anak-anak, saat ini semua tidak mudah karena sikap Lusi yang tidak menyukaiku sama sekali, hanya anak-anak yang bisa aku ajak bekerjasama untuk mendapatkan Lusi kembali.


Apapun semua akan aku lakukan untuk mendapatkan kembali cinta dan wanita yang seharusnya menjadi miliki ku? dan tidak akan aku biarkan siapapun merebutnya dariku begitu saja, aku akan melawan dan bila perlu menyingkirkan semua penghalang yang menghalangiku mendapatkan wanita yang menjadi hakku.


Seperti saat ini aku sangat marah melihat istriku datang ke sekolah bersama dengan pria lain, dan pria tersebut adalah rival bisnis ku sendiri. Aku berpikir kalau Lusi benar-benar tidak bisa hadir, tetapi apa yang aku lihat saat ini? Lusi bersama Bryan Aldevaro datang bersama seolah merekalah pasangan suami istri dan kedua orang tua si kembar.


Aku mengepalkan tanganku kuat menahan amarahku melihat mereka berdua datang dengan wajah bahagianya, ingin rasanya aku menarik Lusi untuk berdiri di sampingku dan bukan berdiri di samping Bryan, pria yang Lusi akui menjadi kekasihnya saat ini, aku benar-benar ingin menghajar Bryan saat ini juga dan menyingkirkan dia jauh dari hadapan Lusi.


"tahan Ardian…jangan membuat Lusi bertambah tidak suka padamu." ungkap nyonya Meli menahan tangan anaknya yang sedang mengepal menahan amarahnya melihat sang istri datang bersama pria lain.


terlihat Ardian menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan.


"baik mama…akan aku usahakan menahannya, tetapi aku tidak tahu sampai berapa lama harus bisa menahan amarahku melihat istriku sendiri datang bersama pria lain di hadapanku." jawabku sekaligus mengeluarkan semua perasaan yang aku rasakan dalam hatiku.


Aku tidak tahu sampai berapa lama aku bisa menahan amarahku melihat mereka berdua, Lusi benar-benar menyiksaku dan menguji kesabaran ku saat ini, aku masih memandang tajam pada mereka berdua.


Mereka pun melihat ke arahku yang memandang tajam pada mereka, terlihat Bryan semakin menggandeng mesra tangan Lusi dan terlihat pula Lusi hanya diam tidak menolaknya, aku benar-benar sudah tidak tahan untuk tidak mendekati mereka.


Aku pun berjalan mendekati pasangan tersebut dan ingin sekedar memperingati mereka bila ini adalah tempat umum, dan Lusi saat ini adalah mama dari si kembar yang otomatis adalah istriku.


"lepaskan tanganmu…!!" perintah tegas Ardian dengan menahan amarahnya.


"ada apa? apa ada masalah denganmu…?" jawab Bryan semakin mengeratkan genggamannya.


"apa kau belum tahu, kalau wanita ini adalah istri sahku?"

__ADS_1


"tentu itu aku tahu, tapi itu dulu dan kalian sudah lama berpisah." balas Bryan yang membuatku ingin rasanya menghajar mulutnya yang tidak bisa berbicara dengan baik.


Aku melihat pada Lusi yang juga melihatku, aku yakin kalau Lusi sudah menceritakan segalanya kepada Bryan sehingga dia tahu semuanya, dan aku yakin Lusi tidak ada menyembunyikan apapun dari Bryan, yang membuatku bertambah marah akan kejujuran dan kepedulian Lusi pada Bryan, pria yang hanya menjadi kekasihnya saat Lusi tidak ingat bagaimana perasaan cintanya dulu pada ku.


"kapan kami berpisah? itu hanya kecelakaan." balasku tidak terima akan pernyataan Bryan yang menyatakan kalau aku dan Lusi sudah lama berpisah.


"bukannya dari awal kau tidak menyukai Lusi bahkan menuduh Lusi wanita yang tidak benar dan hanya bisa menipu saja?" ungkap Bryan mengingatkan ku pada saat pertama kali bertemu Lusi yang lupa ingatan.


"itu dulu sebelum aku tahu dia adalah istri sahku yang hilang karena kecelakaan, dan aku hanya tidak ingin ada seorang wanita merebut posisi istriku walaupun wajah mereka mirip, apa aku salah mempertahankan posisi istriku?" ungkapku apa yang dulu memang aku rasakan dan aku berharap Lusi juga bisa mengerti dengan maksudku.


"sekarang kau dengan gampangnya menyatakan kalau Lusi adalah istri sah dan mau menerimanya kembali setelah apa yang semua telah kau lakukan pada Lusi? apa kau pikir dia akan menerimamu begitu saja?"


Aku diam sejenak mendengar apa yang di katakan Bryan ada benarnya? aku bersalah telah banyak memberikan masalah dan kesedihan pada Lusi di saat aku belum tahu dia adalah istri sahku, dan aku mengulangi kembali apa yang dulu pernah aku lakukan pada Lidya saat pertama kali menjadi istri ku.


"aku menyesali semuanya dan aku percaya kau akan kembali padaku, bila kau sudah mengingat dan bisa merasakan rasa cinta yang dulu pernah kau rasakan untukku." ungkapku melihat Lusi dengan tatapan lembut dan menyesal akan kesalahanku yang sangat membuat Lusi membenciku untuk kedua kalinya.


Terlihat Lusi melihatku dengan diam tanpa komentar apapun? dan aku tidak tahu apa yang dia rasakan dan di pikiran Lusi dalam hati dan pikirannya, aku hanya berharap Lusi bisa cepat merasakan rasa cintanya untukku seperti dulu lagi, karena aku juga sangat mencintainya dan tidak ingin kehilangan nya untuk kedua kalinya.


"kau boleh membenciku, tetapi aku harap kau lihat dan rasakan perasaan dari anak-anak bila melihatmu bersama pria lain dan bukan papa mereka, apa yang akan mereka pikirkan tentang kedua orang tuanya? kau boleh melakukan apapun tetapi jangan di hadapan anak-anak." ucapku mengingatkan Lusi dan mencoba sabar.


Aku ingin sekali memeluk Lusi dan mencurahkan rasa cintaku padanya seperti dulu, aku sangat merindukan istriku yang selalu penuh kasih sayang serta cintanya padaku.


'aku sangat merindukanmu sayang, cepatlah kembali…jangan menyiksaku terlalu lama.' gumamku dalam hati seraya terus melihat pada Lusi dengan tatapan mata yang penuh akan harapan cinta padanya.


Lusi masih terlihat diam melihatku, terlihat dia menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, perlahan juga dia melepaskan genggaman tangannya pada Bryan.


"Ryan…Ardian benar, aku harus menjaga perasaan hati anak-anak dan aku harap kau bisa mengerti?" ungkap Lusi melihat Bryan dan si kembar secara bergantian.


"baiklah…apapun yang membuatmu senang dan bahagia, aku akan mengikuti keinginanmu." balas Bryan mengerti dan memahami keadaan Lusi, yang tambah membuat aku cemburu dengan pengertian Bryan akan kondisi Lusi saat ini.


"aku melakukannya hanya untuk membuat anak-anak ku bahagia dan tidak kekurangan kasih sayang kedua orang tuanya." balas Lusi melihat padaku dan si kembar yang juga melihat kami dari jauh bersama orang tua kami.

__ADS_1


"terima kasih, itu sudah cukup." balasku mengalah, aku putuskan akan menghadapi Lusi dengan lembut dan sedikit licik memakai nama si kembar, setidaknya untuk menjauhkan Bryan dari Lusi, dalam hati aku bahagia.


"ayo kita kesana…!" ajaku pada Lusi dengan mencoba mengulurkan tanganku untuk menggandeng tangan Lusi.


Lusi melihat tanganku yang terulur, dan beralih sejenak melihat pada Bryan yang tersenyum kaku, Lusi melihat kembali ke arah si kembar yang melambaikan tangan tersenyum ke arah kami, Lusi perlahan menyambut uluran tanganku, dengan secepat kilat aku menggenggam tangannya dan mengajaknya melangkah mendekati si kembar.


Dalam hatiku sangat bahagia bisa menggandeng tangan dan berada dekat dengan wanita yang sangat aku cintai, walaupun aku tahu Lusi mau melakukannya karena terpaksa demi si kembar, itu sudah cukup bagiku dan aku berharap tangan ini tidak pernah lepas dari genggamanku, sampai kapanpun akan aku pertahankan dan genggam selalu.


Kami berempat sudah seperti keluarga kecil yang bahagia, tanpa kekurangan apapun, terlihat senyum kebahagiaan Lusi dan si kembar saat mereka bahagia, sudah cukup untukku jadikan kekuatan agar bisa terus berjuang mendapatkan kembali cinta Lusi, cinta wanita yang sangat aku cintai dan kasihi, wanita yang memang menjadi milikku dari dulu, sekarang dan di masa depan untuk selama-lamanya.


Semoga takdir hidupku ini bisa bersama mereka selamanya, apapun akan aku lakukan untuk mempertahankan takdir hidup yang sudah di gariskan oleh Tuhan pada ku, semua demi kebahagiaan dan keutuhan keluarga kecilku.


Semoga Tuhan bisa mengembalikan semua ingatan Lusi tanpa harus memaksanya untuk mengingat dan menerima kami secara terpaksa, semoga Lusi bisa menjadi takdirku bersama anak-anak.


......................


Perasaan lega dan bahagia Ardian di dalam hatinya, berbanding terbalik dengan perasaan hati Bryan yang berjalan di belakang keluarga kecil Ardian Lusi, Bryan menahan rasa cemburunya untuk mengerti posisi dari sang kekasih, yang saat ini hanya ingin membuat bahagia si kembar, anak kandung Lusi yang juga harus Bryan terima dan belajar untuk terbiasa akan kehadiran si kembar di antara huhungannya dengan Lusi.


Bryan tidak ingin rasa cemburu yang berlebihan merusak hubungannya bersama Lusi, bagaimana juga dia tidak ingin kehilangan Lusi? apapun akan Bryan lakukan untuk membuat Lusi selalu bertahan, betah, dan nyaman bersamanya.


Bryan hanya ingin melihat Lusi selalu bahagia dengan apa yang dia jalani dan putuskan, Bryan hanya bisa dengan sabar untuk selalu mendukung Lusi bagaimanapun keadaan dan kondisinya saat ini? karena cintanya sangat tulus pada Lusi, walaupun Lusi belum bisa membalasnya sampai saat ini, sudah cukup Bryan saja yang mencintai dan Lusi bisa selalu bersamanya serta ada di sisinya.


Bryan akan berusaha menjalani dan menerima takdir hidup yang sudah di tentukan untuknya, menjalaninya dengan tulus dan ikhlas menerima apapun yang akan terjadi.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


...'...


__ADS_2