
***Perusahaan Wirajaya Group***
…Lusi …
Pagi seperti biasanya aku duduk bekerja di meja kerjaku, ku raih kembali surat pengunduran diriku dan ku amati lagi, sudah bulat tekadku aku akan berhenti dari perusahaan ini dan aku bersyukur selama ini tidak ada masalah apapun yang dilakukan oleh Ardian Adhitama pada perusahaan Wirajaya Group.
Ku tarik dan ku hembuskan perlahan nafasku agar beban di hatiku sedikit berkurang, ku kumpulkan tenaga untukku, agar dengan Mudah menghadapi direktur Radhika untuk menyerahkan surat pengunduran diriku.
Selama menunggu direktur Radhika kembali dari pengecekan langsung ke lokasi untuk pertemuan besok di hotel R.W.C, aku menyelesaikan semua pekerjaan ku agar setelah aku keluar dari perusahaan ini aku tidak terlalu banyak meninggalkan pekerjaan dan masalah untuk pengganti ku nantinya.
Sekitar pukul satu siang direktur Radhika, asisten Ari dan sekretaris Dewi pun kembali ke kantor, aku menyambut kedatangan mereka dengan berdiri tegak dan terseyum manis ke arah mereka.
"maaf direktur Radhika, bisa saya bicara sebentar dengan anda?" tanya Lusi saat direktur Radhika akan menuju ke ruangan presdir.
Direktur Radhika menoleh padaku dan dia berkata. "silahkan, mari masuk ke ruangan."
Aku, direktur Radhika dan juga asisten Ari masuk ke dalam ruangan presdir yang sementara di tempati oleh direktur Radhika selama Presdir Maria tidak ada di tempat.
Direktur Radhika duduk di kursi Presdir dan memandang ke arahku yang berdiri di depan meja sambil memegang amplop putih.
"maaf sebelumnya direktur kalau selama ini saya banyak berbuat salah." ucapku yang membuat direktur Radhika dan asisten Ari mengerutkan keningnya heran melihat ku.
"ini surat pengunduran diri saya." ucapku yang membuat terkejut asisten Ari, sedangkan direktur Radhika masih memandangku datar.
Aku meletakkan amplop putih di atas meja di hadapan direktur Radhika.
"apa maksudmu ?" tanya direktur Radhika.
"agar tidak terjadi masalah pada perusahaan atas perbuatan saya, jadi sebelum perusahaan Wirajaya Group mendapat masalah karena saya, saya akan mengundurkan diri direktur Radhika."
"apa maksudmu? masalah apa yang kamu maksud?"
__ADS_1
"apa anda sudah lupa seminggu yang lalu anda memberi saya waktu untuk membuktikan bahwa kesepakatan perjanjian saya bersama tuan Ardian Adhitama tidak ada hubungannya dengan urusan perusahaan, saya meminta waktu satu Minggu untuk membuktikannya dan sekarang kesepakatan perjanjian saya dan tuan Ardian Adhitama sudah selesai, jadi agar anda percaya kalau saya tidak ada niat untuk membuat perusahaan Wirajaya Group mendapatkan masalah saya memilih mundur agar semuanya aman." jelasku pada direktur Radhika.
"apa dengan cara kamu mengundurkan diri, kamu bisa menyelesaikan dan membuktikan bahwa nantinya tidak ada masalah?" tanya direktur Radhika sedikit kesal melihat ku.
"kalau di masa mendatang perusahaan Wirajaya Group mendapatkan masalah karena saya, anda bisa melaporkan saya pada yang berwajib dengan alasan yang kuat tentunya." balasku.
Direktur Radhika tersenyum tipis menanggapi perkataan ku.
"kenapa mesti kamu mengundurkan diri kalau kamu memang tidak bersalah? apa kamu mau menghindar dari masalah?"
Aku menghela nafas perlahan.
"saya bukannya mau menghindar direktur, saya hanya tidak bisa bekerja kalau saya tidak di percaya lagi disini."
Direktur Radhika nampak memasang wajah datarnya.
"saya tidak bisa menerima surat pengunduran diri kamu, karena kamu sekertaris Presdir jadi hanya beliau yang bisa memutuskannya."
"saya akan bicara pada presdir Maria."
"kau ingin mengadu?" balas direktur Radhika memicingkan matanya.
"tidak direktur, saya hanya akan katakan kalau saya ingin mengundurkan diri karena ingin kembali ke kota saya."
"apa kau pikir presdir Maria akan percaya begitu saja dengan alasanmu?"
aku menghela nafas ku kembali.
"maaf direktur, mau anda sebenarnya apa? anda sudah tidak percaya pada saya, anda sudah menuduh saya bekerjasama dengan tuan Ardian untuk membuat masalah di perusahaan ini, dan Anda setuju memberikan saya waktu untuk membuktikan semua nya, saya sudah membuktikannya, dan sekarang saya mau mengundurkan diri anda juga tidak mau menerimanya."
"apa kamu pikir bila kamu ada di posisi ku, kamu bisa dengan mudah percaya sesuatu atau seseorang yang mungkin memang berbahaya untuk perusahaan? dan dengan mudahnya kamu akan percaya pada satu orang yang bisa membuat ratusan bahkan ribuan karyawan ku mendapat masalah?"
__ADS_1
"saya mengerti posisi anda tuan, tetapi mengapa anda tidak mencari tahu dulu kebenarannya baru menuduh saya, itu artinya anda tidak percaya pada karyawan anda, apa anda juga mengerti bagaimana posisi saya pada saat itu? di pojokan dengan apa yang saya tidak lakukan hanya karena anda takut pada rekan bisnis anda?"
"kamu lancang sekali....!" ucap direktur Radhika menggebrak meja dan berdiri dari duduknya.
"kamu pikir siapa dirimu mengajari ku...?" tanyanya dengan nada sedikit keras menunjuk ke arahku.
Aku melihat sorot mata direktur Radhika tajam menatapku.
"saya tahu diri tuan, saya hanya sekretaris bawahan Anda, tetapi saya juga punya hati, perasaan dan juga prinsip yang saya pegang teguh sama halnya seperti tuan, saya tidak akan bisa bekerja pada orang yang memang tidak bisa percaya pada saya dan meragukan kesetiaan saya, itu prinsip saya...apa saya salah memegang teguh prinsip saya?" ucapku menjelaskan.
Direktur Radhika tertawa sekilas menanggapi ucapan ku, dia masih menatapku datar.
"kamu sombong sekali...!! apa karena kamu mendapatkan dukungan dari salah satu rekan bisnis ku? sehingga kamu bisa dengan angkuhnya menyatakan ingin mengundurkan diri dari perusahaan Wirajaya Group?" ucap direktur Radhika masih menatap tajam sembari berkacak pinggang.
"tidak sama sekali tuan...saya memang murni ingin mengundurkan diri sejak anda menuduh saya bekerjasama dengan tuan Ardian, jujur saya sedih dan kecewa karena kesetiaan saya di ragukan oleh anda, apalagi saya sudah tiga tahun lebih menjadi sekretaris Presdir Maria, selama itu juga hanya presdir Maria yang selalu percaya sepenuhnya dan tidak pernah sekalipun beliau meragukan kesetiaan saya pada perusahaan Wirajaya Group, ini tidak ada hubungannya dengan rekan bisnis anda, bila anda tidak percaya anda bisa membuktikan dan mencaritahu sendiri kebenarannya." bela ku atas tuduhan direktur Radhika padaku.
"apapun pembelaanmu aku tidak bisa menerima surat pengunduran dirimu, hanya Presdir Maria yang bisa memutuskannya, karena beliau yang memperkejakanmu, bila kamu sudah mantap untuk mengundurkan diri silahkan tunggu sampai Presdir Maria kembali, dan untuk surat ini akan aku pegang dulu." ucap direktur Radhika mengalah sembari duduk masih menatapku datar.
"baiklah...selama surat pengunduran dirimu belum di setujui, kamu masih menjadi karyawan perusahaan Wirajaya Group jadi ku harap kamu bisa bekerja sebaik mungkin, apa ada masalah untuk mu?" tanya direktur Radhika.
"tentu tidak masalah direktur, saya setuju dan akan tetap bekerja seperti biasanya sampai Presdir Maria menyetujui surat pengunduran diri saya." ucapku mengalah, tidak ada gunanya untuk melawan lagi, selagi direktur tidak menolak pengunduran diriku lebih baik aku mengalah mencari aman.
"kalau begitu saya permisi direktur." pamitku.
Direktur Radhika menganggukkan kepalanya tanda mengizinkan ku untuk keluar ruangannya, sedangkan asisten Ari yang sedari tadi hanya diam melihat perdebatan ku bersama direktur Radhika menatapku seolah tak percaya karena aku pengunduran diri, aku hanya menatapnya sekilas dan berlalu keluar dari ruangan.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya.....
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.