Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 24 Ingin Merasakan Kasih sayang Mama.


__ADS_3

*****Mansion Mama Ardian Adhitama*****


tok tok tok.. suara pintu di ketuk.


"siapa ?" tanya seorang wanita paruh baya yaitu mama Ardian dari dalam kamarnya yang di ketuk.


"saya nyonya Meli...Yuni !" jawab Yuni baby sister Nathalia salah satu cucu kembarnya.


Dengan segera mama Ardian nyonya Meli berjalan menuju pintu kamar dan membukanya.


"ada apa Yuni ?" tanya nyonya Meli pada baby sister cucu kembarnya.


"nona Nathalia panasnya turun naik terus nyonya dari semalam dan sampai sekarang malah tambah panas suhu badannya." jawab khawatir Yuni.


"bukannya semalam sudah di kasih obat penurun panas yang di resepkan oleh dokter Rio ?"


"sudah di minumkan obat itu nyonya...tapi suhu panas badannya nona Nathalia hanya turun beberapa jam saja dan kembali naik bahkan tambah panas lagi pagi ini."


"ayo coba saya lihat dulu."


Mereka berjalan menuju kamar Nathalia yang bernuansa cat pink dan di penuhi pernak pernik seorang putri raja.


Nyonya Meli meraba kening cucu nya yang benar-benar terasa panas sekali sampai pipi gembulnya yang putih pucat sedikit memerah.


"panas sekali." kata nyonya Meli.


"apa perlu saya telponkan dokter Rio ke sini nyonya Meli ?"


"tidak usah, kita langsung bawa saja ke rumah sakit, tolong kamu siapkan semua keperluan Nathalia ya.!"


"Oma Adek kenapa ?" tanya Nathan kakak kembaran Nathalia.


"Adek sakit sayang, badan Adek panas banget, jadi kita harus bawa Adek ke rumah sakit." jawab nyonya Meli menjelaskan pada cucu kembar laki-lakinya.


"Adek dari semalam Panggil-panggil mama, Oma !!!" kata Nathan.


"Oya sayang ?"


"iya Oma, Adek maunya sama mama."jawab Nathan yang membuat nyonya Meli merasa kasihan terhadap cucunya, karena dari kecil tidak mendapat kasih sayang seorang ibu.


"Oma ayo kita cari mama buat Adek, supaya Adek cepet sembuh." ajak Nathan pada Omanya, membuat nyonya Meli semakin sedih melihat kedua cucunya, diapun memeluk cucu laki-lakinya, dan menitikkan air mata sedih.


"iya sayang nanti kita cari mama buat Adek."


"mama yang kemarin di taman Oma."


"iya sayang mama yang kemarin di taman, mama Nathan dan Nathalia." kata nyonya Meli melepas pelukan dan membelai pipi cucu gantengnya.


Nyonya Meli tersenyum sedih melihat kedua cucu kembarnya, dan dia berjanji pada dirinya sendiri di dalam hati, siapapun wanita itu yang mirip dengan mediang menantunya ? dan di anggap mama oleh kedua cucu kembarnya, dia akan membawakan wanita itu untuk kedua cucu kembarnya bagaimanapun caranya ?


Setelah semua di siapkan oleh Yuni sang baby sister, merekapun berangkat mengajak Nathan yang merengek minta ikut, di perjalanan nyonya Meli menghubungi putranya Ardian untuk memberikan kabar bahwa dia membawa Nathalia kerumah sakit karena panasnya tidak turun- turun.


Ardian berjanji akan segera datang ke rumah sakit Sinar Mulia, rumah sakit milik keluarga Adhitama, nyonya Meli juga tidak lupa menghubungi dokter keluarganya yaitu keponakannya sekaligus Direktur rumah sakit Sinar Mulia.

__ADS_1


......................


Di UGD Nathalia menangis sejadi-jadinya tidak ingin di periksa dokter, dia tidak ingin lepas dari gendongan Yuni si baby sister, mereka berusaha membujuk dengan berbagai cara, nyonya Meli ingin sedikit memaksa malah dia lebih banyak kasihan karena cucunya menangis terus.


"ayo sayang di periksa dokter dulu ya supaya cepet sembuh." bujuk nyonya Meli.


"ngak mau...uuu..." jawab Nathalia menangis tersedu.


"ayoo dong sayang...nanti kalau Adek sembuh Oma belikan apa aja yang Adek mau."bujuk rayu nyonya Meli.


"ngak mau....maunya mama Oma..."kata Nathalia yang membuat nyonya Meli diam terpaku tak bisa menjawab, andaikan dia tahu wanita itu dimana dia pasti akan mencarikannya untuk cucunya.


Ardian yang baru tiba di UGD pun terdiam mendengar permintaan putri tercintanya. Dia juga merasa sedih dan kasihan karena anak-anaknya sedari kecil tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, hanya kasih sayang papa, Oma, opa dan tantenya adik dari Ardian yang masih berada di luar negeri mengurus perusahaan cabang Adhitama group di New York.


"Nathalia sayang...ayo sama papa ya nak.." bujuk Ardian pada putrinya saat sudah di depan anaknya yang masih dalam gendongan baby sister.


"ngak mau papa...maunya sama mama.." jawab Nathalia menangis sambil menggelengkan kepala melihat ke arah papa.


"iya di periksa dulu sama dokter, nanti kalau sudah sembuh kita cari mama ya sayang !!" bujuk rayu Ardian kepada sang putri yang mengelus sayang Surai kepala putrinya yang sedikit berantakan.


"ngak mau papa bohong, mau periksanya Sama mama..." jawab Nathalia yang langsung menyembunyikan wajahnya di balik leher sang baby sister yang menggendongnya.


"ayo dong sayang...anak papa kan pintar, mau ya di periksa dulu baru kita cari mama, papa janji kita langsung cari mama." bujuk Ardian yang sudah mulai kewalahan, dan dalam hatinya terpaksa dia akan mengajak putrinya bertemu dengan Lusi, dia merasa kasihan terhadap putrinya.


"ngak mau...ngak mau...papa suka bohong...Adek maunya sama mama...sama mama aja.." balasnya yang tambah keras menangis dan memeluk erat baby sister nya.


"Ardian bagaimana ini ?" tanya mamanya yang hanya bisa melihat putra dan cucunya.


"kita ngak bisa biarin Nathalia begini terus, dia bisa dehidrasi dan panasnya tambah naik, mama takut nanti dia lemas dan kejang." kata mamanya sedih.


Ardian menghela nafas beratnya dan langsung memandang ke arah dokter Rio, dia melangkah mendekati dokter Rio dan berbicara sesuatu yang hanya bisa di dengar oleh mereka berdua.


Nyonya Meli memandang heran putra dan keponakannya itu sambil mengelus sayang punggung cucunya agar sedikit tenang dan Isak tangisnya berkurang.


Tidak lama mereka di giring ke dalam lift untuk naik ke lantai 5 dimana kawasan ruang VIP keluarga Adhitama berada, mereka yang ikut tidak banyak bertanya karena takut akan aura dingin Ardian, dokter Rio hanya mengajak satu perawat wanita untuk membawa beberapa perlengkapan obat buat Nathalia.


Mereka masuk ke sebuah ruang perawatan VIP yang ternyata ruangan dimana Lusi di rawat, Ardian terpaksa menyuruh dokter Rio mengajak keluarganya ke ruang perawatan Lusi agar putrinya mau di periksa dan di rawat bila melihat Lusi.


Lusi yang tadinya baru saja akan tidur setelah selesai sarapan dan meminum obatnya pun terbangun karena ada yang mengetuk pintu ruangan dan menerobos masuk ke dalam tanpa mendengar izin darinya.


Lusi melihat Ardian dan rombongan yang masuk dengan heran dan mengerutkan keningnya, Lusi bertanya dalam hati 'mau apa lagi dia ? dan siapa mereka yang di bawa oleh tuan sok kuasa ini ?'


"selamat pagi nona Lusi !" sapa ramah dokter Rio sambil memeriksa denyut nadi Lusi.


"selamat pagi dokter." jawab Lusi pelan masih dengan posisi berbaring.


"dokter siapa mereka ?" tanya Lusi pelan yang ingin bangun dari tidurnya.


"mereka keluarga dari tuan Ardian Adhitama." jawab dokter Rio seraya membantu Lusi bangun dari tidurnya.


Saat Lusi sudah berada di posisi duduk, nyonya Meli sangat terkejut dengan siapa yang dia lihat ?


"Lidya..!" gumam pelan nyonya Meli karena saat terkejut telapak tangannya di remas oleh Ardian, dan nyonya Meli tahu maksud putranya tersebut.

__ADS_1


"mama...!" panggil Nathan yang langsung mengenali wajah Lusi, lusipun menoleh ke arah Nathan.


Lusi langsung mengingat anak kecil yang di tolongnya di taman yang memanggilnya dengan sebutan mama.


"kamu....???" tanyanya menggantung yang memandang ke arah Ardian, dokter Rio dan anak kecil itu secara bergantian.


"dia putraku." jawab singkat Ardian yang membuat Lusi terkejut Sampai mulutnya menganga yang langsung dia tutup dengan telapak tangannya.


"Adek lihat ada mama..."kata Nathan memberitahukan Nathalia agar melihat ke arah Lusi.


Nathalia yang mendengar suara sang kakak memberitahukan bahwa ada mamanya pun menoleh ke arah belakangnya untuk melihat apa benar yang di katakan oleh sang kakak.


"mama..." kata Nathalia menangis merentangkan tangannya ke arah Lusi.


Ardian yang mengerti maksud dari putrinya, yang ingin mendekati Lusi pun mengambil alih menggendong tubuh putrinya yang memang benar-benar panas, dan membawa putrinya mendekat ke ranjang Lusi.


Lusi yang masih terkejut hanya bisa diam memandang ke arah Ardian dan Nathalia yang mendekat ke arahnya,


"mama..." panggil Nathalia yang turun dari gendongan Ardian dan duduk di samping Lusi dan memeluk tubuhnya, Lusi yang masih terkejut pun repleks memeluk balik tubuh kecil Nathalia agar tidak jatuh karena Nathalia duduk di pinggir ranjang.


"maaf sebelumnya kalau merepotkan mu, tolonglah bujuk putriku agar mau di periksa dan di rawat oleh dokter, karena dari tadi malam panasnya tidak turun-turun, dan dia tidak mau di periksa kalau tidak bersama mamanya." kata Ardian menjelaskan yang membuat Lusi tambah heran, mengapa harus dia yang membujuk putri Ardian, sedangkan putrinya ingin bersama mamanya.


Ardian yang mengerti arti tatapan lusipun menghela nafas beratnya.


"tolonglah bujuk putriku dulu nanti aku jelaskan, suhu badannya panas sekali." perintah Ardian yang membuat Lusi pesrah dan meraba kening Nathalia, dan benar suhu badan Nathalia panas sekali.


"anak cantik di periksa dokter dulu ya sayang ?" tanya Lusi ke arah Nathalia.


" Mau periksanya sama mama." jawab sedih dan pelan Nathalia.


Lusi memandang ke arah Ardian yang menjawab dengan menganggukkan kepalanya, Lusi memperjelas maksud Nathalia yang memanggilnya mama dengan menunjuk dirinya sendiri ke arah Ardian, Ardian pun lagi-lagi mengangguk.


"ayo anak cantik sini sama mama."kata Lusi mengalah dan mengangkat tubuh Nathalia ke pangkuannya.


Nathalia hanya diam memeluk tubuh Lusi saat diperiksa oleh dokter Rio, Nathalia menuruti semua apa yang di katakan oleh dokter Rio atas bujukan dari lusi, saat akan disuntikkan jarum infus, Nathalia menangis keras karena merasakan sakit tangan mungilnya di tusuk jarum infus.


"mama sakiiitt..." kata Nathalia menangis dan memeluk tubuh Lusi erat, Lusi yang merasa kasihanpun memeluk tubuh mungil Nathalia dan mengelus sayang punggung Nathalia.


" sabar sayang sakitnya cuma sebentar, sabar ya nanti udah ngk sakit lagi." bujuk sayang dari Lusi yang di turuti oleh Nathalia dengan patuh.


Nathalia yang merasa senang karena ada Lusi yang di kira mamanya pun menuruti apa yang di katakan Lusi dengan penuh kasih sayang, sedangkan semua yang melihat Nathalia yang dengan mudah menuruti apa yang di katakan oleh Lusi pun tercengang tidak percaya.


Karena tadi saat di UGD dengan usaha dan banyak rayuan tidak ada yang berhasil membujuk Nathalia, tapi lain halnya dengan Lusi ? apa yang dikatakan oleh Lusi ? semua di turuti dengan patuh oleh Nathalia tanpa perlawanan, dalam hati mereka pun lega karena Nathalia mau di rawat dan di periksa oleh dokter.


Begitulah seorang anak yang sudah lama mendambakan kasih sayang seorang ibu yang lama tidak dia rasakan, Nathalia haus akan belaian dan kasih sayang seorang ibu, walaupun dia tidak tahu kalau Lusi bukanlah ibu kandungnya, karena yang Nathalia tahu wajah Lusi sama dengan wajah sang ibu kandung yang di lihat dalam photo di mansion Omanya, sehingga dia menganggap Lusi adalah ibunya.


Nathalia merasa lusilah ibu kandungnya, dia ingin di belai dan di beri kasih sayang seorang ibu oleh Lusi padanya, apapun yang di katakan oleh Lusi akan Nathalia turuti dengan patuh karena Nathalia sayang kepada Lusi dan merasa di sayang oleh Lusi.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2