
*****Hotel Wirajaya*****
Lusi nampak segar setelah selesai melakukan rutinitas mandi sorenya, selama tiga hari dia di rawat di rumah sakit dan siang tadi dia sudah di perbolehkan pulang, sekarang dia tengah menikmati susu coklat hangat sembari duduk santai di sofa yang ada di dalam kamar hotel tersebut.
"aaahhh enak, ini baru namanya hidup nyaman." katanya sembari menyeruput susu coklat hangatnya.
"selama tiga hari di rumah sakit aku benar-benar hidup di neraka di buat oleh tuan sok kuasa itu." gerutu nya yang mengingat kenangannya selama tiga hari di rumah sakit.
flashback on...
Selama tiga hari Lusi di rawat di rumah sakit bagaikan di neraka baginya oleh tuan sok kuasa Ardian Adhitama, karena setiap jam istirahat siang Ardian dan asisten pribadinya pasti akan datang ke rumah sakit, selain dengan alasan menjenguk putrinya yang satu kamar dengannya dia juga memakai alasan kerjaan kepada Lusi untuk menyiksanya.
Ardian selalu membuat Lusi bekerja setiap kali dia datang ke rumah sakit, dengan membawa email dari perusahaan Wirajaya group mengenai isi berkas kontrak kerjasama yang baru, yang tidak dia mengerti dan perlu penjelasan dari Lusi, terkadang Lusi sampai menelpon atasannya Presdir Maria atau Direktur Radhika untuk minta penjelasan agar bisa di sampaikan ke Ardian Adhitama.
Terkadang Lusi merasa bukan Ardian yang bodoh dan tidak mengerti isi dari berkas tersebut, tetapi dia merasa memang Ardian sengaja untuk mengerjai Lusi agar dia bisa terus memerintah dan menyiksa Lusi dengan berbagai ucapan dan argumennya yang tidak mau kalah yang terkadang membuat Lusi benar-benar dongkol pada Ardian, kalau saja Ardian Adhitama bukan calon rekan kerja perusahaan tempatnya bekerja dia sangat ingin menghajar Ardian mati-matian dengan tangannya sendiri.
Sama seperti saat dia akan pulang ke hotel banyak alasan yang Ardian utarakan padanya agar Lusi mau ikut ke mansionnya bersama si kembar.
"kau akan ikut pulang ke mansion mama untuk bersama si kembar."
"tidak bisa tuan...saya akan pulang ke hotel hari ini, ada pekerjaan yang harus saya selesaikan hari ini juga." tolak Lusi tegas.
"kau tidak lupa dengan isi kontrak perjanjian kita bukan ?" tanya Ardian dengan tatapan dingin nya.
"saya ingat tuan, maksud tuan menjadi ibu pengganti si kembar bukan ? tapi tuan masih ingat bukan kalau saya setuju selama itu tidak mengganggu pekerjaan saya, dan tidak ada di dalam perjanjian saya harus menjadi ibu pengganti mereka selama 24 jam, ingat itu tuan." balas Lusi tegas yang membuat Ardian tidak bisa berkata-kata.
"kau...." kata Ardian terpotong.
"satu lagi tuan, saya sudah katakan pada si kembar kalau saya tidak bisa tinggal bersama mereka untuk sementara waktu karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan, dan merekapun mengerti, jadi tidak ada alasan tuan untuk memaksa saya ikut tuan ke mansion." katanya yang membuat Ardian menatapnya tajam.
"anak-anak saja mengerti, masa iya papanya tidak mengerti !!" gerutu Lusi yang masih bisa di dengar oleh Ardian.
"apa katamu ?" tunjuk Ardian ke arah Lusi.
__ADS_1
"jangan pura-pura tidak mendengarnya tuan...apa perlu saya ulangi lagi ? baiklah ! saya bilang... anak-anak saja mengerti, masa iya papanya tidak mengerti ?!" ucap Lusi menekan setiap kata-katanya.
"kau selalu saja menjawab dan melawan semua apa yang aku katakan."
"ingat tuan saya bukan bawahan Anda, saya hanya sekretaris penghubung perusahaan Wirajaya group untuk Adhitama group, lagi pula semua penjelasan mengenai berkas sudah saya jelaskan pada anda, dan selama tiga hari saya bekerja pada anda dan melakukan semua yang anda perintahkan apa masih kurang ? lagi pula ini sudah habis waktunya untuk saya melakukan tugas menjadi sekretaris penghubung untuk anda, jadi sekarang saya sudah bebas." katanya yang tersenyum tipis.
"lancang sekali kau..." tunjuknya kesal pada Lusi.
"saya bukannya lancang tuan tapi memang kenyataannya seperti itu."
"berarti kau ingin aku membatalkan kerjasama ini ?" ancam Ardian yang malah membuat Lusi tertawa kecil.
"terserah anda tuan, mau anda menerima ataupun membatalkannya itu hak anda, saya sudah semampunya melaksanakan tugas dari atasan saya, itu di luar kuasa saya tuan."
"kau..."
"sudah lah tuan...bila memang anda tidak ada niat untuk ikut bekerjasama lebih baik katakan langsung pada atasan saya, jangan membuang waktu tuan dan waktu saya." ucap Lusi seraya menyilangkan tangannya di atas perutnya.
"kau tidak takut di pecat karena batalnya kerjasama ini yang akan membuat perusahaan Wirajaya group kehilangan calon investor pentingnya ?" tanya Ardian yang menaikkan alisnya sebelah
"maksudmu..?"
"selain tuan masih ada tuan Bryan Aldevaro yang akan menjadi calon investor untuk Wirajaya group, dan setahu saya tuan Bryan Aldevaro sudah menyatakan setuju untuk ikut bekerjasama." kata Lusi santai.
'sial wanita ini terlalu pintar bersilat lidah, dia sangat cerdik dan cepat tanggap dengan apa yang dia kerjakan dan tahu bagaimana cara membalas semua yang aku ucapkan, dan dia selalu beruntung, tidak ada celah aku untuk membuatnya tetap bersamaku hari ini untuk menyiksanya,baiklah untuk kali ini kau ku bebaskan, tapi tunggu pembalasanku ?! akan kubuat kau tak bisa berkutik lagi.' gumam Ardian dalam hati.
"baiklah, tapi ingat jangan sampai kau buat sedih anak-anak ku." ancam Ardian.
"saya mengerti itu tuan, dan tuan tenang saja saya dan anak-anak sudah membuat kesepakatan yang tidak akan merugikan salah satu dari kami."
"kesepakatan apa ?" tanya Ardian penasaran.
"itu rahasia kami."
__ADS_1
"tapi aku papa mereka jadi harus tahu apa yang kau rencanakan pada anak-anak ku, bila sampai kau mencelakai mereka, kau akan tahu akibatnya."
"hai tuan...saya bukan penjahat, kalau anda tidak percaya pada saya kenapa membuat perjanjian bersama saya ? dasar tahunya mengancam saja." kata Lusi kesal dengan tuduhan Ardian.
"aku harus tetap waspada karena banyak pihak yang ingin mencelakai keluargaku, jadi wajar aku tidak percaya padamu." balasnya dengan tatapan dingin.
"terserah tuan, saya ingin cepat pulang supaya otak saya tidak tambah stress, kalau asisten tuan tidak mau mengantar, saya masih bisa pulang sendiri, permisi." kata Lusi seraya mengambil tasnya.
"tunggu...aku akan mengantarmu pulang, kita bisa pergi bersama." kata Ardian menarik dan menggenggam lengan Lusi.
"baik kalau begitu ayo...! ajak Lusi yang langsung menarik lengannya yang di genggam oleh Ardian.
Mereka melangkah keluar kamar perawatan berdua, sedangkan yang lainnya sudah lebih dulu pergi sebelum Lusi dan Ardian berdebat.
flashback off.
"dasar tuan sok kuasa, ku yakin dia pasti berencana untuk membalasku, aku harus tetap waspada." kata Lusi yang masih asyik menikmati susu coklat hangatnya.
"aku harus cepat menyelidiki latar belakang istri Ardian Adhitama yang mirip dengan ku, aku curiga pasti ada sesuatu dan jawaban dari semua ini, aku tidak ingin Ardian Adhitama mengancam ku dengan ini."
Begitu rencana yang akan di lakukan Lusi, Lusi akan berusaha untuk menghalangi Ardian menyakitinya, Lusi tidak ingin kalau nanti Ardian akan menyakiti kedua orang tuanya juga, apalagi yang dia lawan kali ini bukanlah orang biasa yang bisa di lawan dengan mudah olehnya, Lusi harus mengerahkan semua tenaga dan pikirannya untuk bisa melawan seorang Ardian Adhitama.
Lain halnya Ardian, dia terus akan menyusun rencana untuk membuat Lusi tersiksa karena sudah berani mengusik, melawan dan meniru istrinya, Ardian tidak menyadari bahwa hatinya sudah sangat membenci Lusi dengan ke egoisan yang sengaja ditanamnya dalam hati karena Lusi mengingatkan dirinya akan sosok istri yang sangat dirindukannya.
Sebenarnya Ardian takut kalau dia akan tertarik oleh Lusi dengan mudah karena wajahnya yang mirip dengan wajah istrinya, Ardian masih mencurigai Lusi kalau ingin menjebaknya, sehingga dia lebih menanamkan rasa tidak suka, curiga dan benci pada Lusi, agar tidak dengan mudah tertarik akan pesona Lusi.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya....
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.