Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 37 Percaya Padamu.


__ADS_3

…episode sebelumnya…


"mama...mama dari mana ?" tanya Nathalia yang membuat Bryan terkejut akan panggilan putri Ardian pada Lusi.


Lusi menoleh ke arah Nathalia, Bryan dan Ardian secara bergantian.


'duh gimana ini ? kenapa mereka selalu membuat aku punya masalah sih ? apa pun yang akan terjadi aku harus hadapi.' gumam Lusi di dalam hati.


Lusi tidak ingin lari dari kenyataan dan berbohong kepada Bryan, karena dia sudah menyetujui untuk memberikan kesempatan pada hubungannya dengan Bryan, Lusi juga tidak ingin menyakiti hati si kembar yang tidak tahu apa-apa, jadi Lusi akan berusaha jujur tidak ingin menutupi apa pun.


Lusi akan berusaha untuk tidak menyakiti hati si kembar dan juga Bryan pria baik di matanya, sedangkan untuk Ardian Lusi tidak peduli akan keberadaannya, Lusi sangat membenci Ardian karena Ardian hanya bisa menghina dan menyakiti hatinya.


...----------------...


"mama...?!?" kata Bryan menatap mata Lusi seakan minta penjelasan.


Lusi menatap Bryan dan Ardian secara bergantian, Bryan menatapnya seakan meminta penjelasan dari nya, sedangkan Ardian hanya menatap tidak peduli dengan menggerakkan bahunya ke atas, Lusi menghela nafasnya untuk meringankan beban yang ada di dalam hatinya sebelum menjelaskan pada Bryan, dan apa pun keputusan Bryan akan penjelasannya, dia akan menerimanya.


"Ryan, apa pun yang akan ku jelaskan padamu ? apa kau akan percaya padaku ?" tanya Lusi menatap mata Bryan.


"maksudmu ?" tanya Bryan balik dengan mengerutkan alisnya.


"aku tidak tahu kau akan percaya padaku atau tidak dengan penjelasan ku ini ? itu hak dan keputusan mu dan aku akan menerimanya." kata Lusi yang masih menatap mata Bryan.


Lusi menarik nafas dan mengeluarkannya secara perlahan,sebelum melanjutkan bicaranya.


"untuk sementara ini, aku akan menjadi mama dari anak kembar tuan Ardian." jawab Lusi tanpa ragu yang masih menatap Bryan.


Bryan terkejut mendengar penjelasan Lusi bahwa dia akan menjadi mama dari anak kembarnya Ardian.


"apa maksudmu Lusi ?" tanya Bryan yang mengerutkan keningnya.


"sementara ini aku akan menjadi mama dari anak kembar tuan Ardian Adhitama." jelas Lusi lagi, yang membuat Bryan berjalan mundur satu langkah karena tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Lusi.


Lusi menatap Bryan yang terkejut, sedangkan Ardian tersenyum senang melihat Bryan terkejut dengan apa yang di katakan Lusi.

__ADS_1


"apa maksud kamu dengan menjadi mama dari anak kembarnya Ardian ?" tanya Bryan masih menatap mata Lusi.


"aku akan menjelaskannya nanti, tidak enak di dengar oleh anak-anak, apa kau bisa percaya padaku ?" tanya Lusi dengan tatapan memohon agar Bryan bisa percaya padanya.


Bryan hanya diam berdiri menatap mata Lusi, dimana tidak ada kebohongan disana ? dan seakan memohon padanya untuk percaya apapun yang dia katakan Lusi padanya.


Sedangkan Ardian masih tersenyum senang melihat dua insan di hadapannya dalam dilema, Ardian bergumam dalam hatinya 'tidak ada yang boleh mengganggu wanita itu selain aku, wanita itu akan terus menjadi target mangsa untukku karena dia sudah berani menyinggung dan membuat aku marah.'


"apa kau tidak mengerti juga tuan Bryan Aldevaro ? wanita ini adalah mamanya anak-anak ku." jawab Ardian yang membuat Bryan dan Lusi menatap ke arahnya secara bersamaan.


"apa kau tidak bisa diam tuan Ardian ? ini urusanku dengan Bryan dan kau tidak ada hak untuk ikut campur "jawab sinis Lusi memandang tajam ke arah Ardian dan meraih kasar ponselnya yang ada di genggaman Ardian.


Bryan pun hanya bisa melihat ada aura tajam, keras dan kesal di wajah Lusi yang menegur Ardian, sedangkan Ardian tersenyum mengejek melihat sikap arogan Lusi padanya.


"ini menyangkut anak-anak ku jadi aku harus ikut campur." jawab santai Ardian yang menyilangkan tangannya di dada dan berdiri angkuh.


"mama jangan pergi lagi." kali ini Nathalia yang berkata di samping Lusi sembari menggenggam telapak tangan Lusi.


Lusi, Bryan dan Ardian melihat ke arah Nathalia.


tanpa berpikir panjang lagi, Nathalia langsung masuk ke dalam kamar dan duduk di samping sang kakak yang sedang asyik bermain game di ponselnya.


Lusi berdiri dan menatap Ardian sekilas dengan tatapan kesal dan bencinya, Lusi melihat ke arah Bryan yang masih tidak ada perubahan di mimik wajahnya.


"sebelum aku menjelaskannya padamu, apa kau percaya padaku kalau aku tidak akan berbohong padamu ?" tanya Lusi yang ingin tahu sampai mana kepercayaan Bryan padanya.


Bryan terus menatap mata Lusi yang tidak ada kebohongan sama sekali disana.


Ardian terlihat senang dan masih tersenyum melihat Bryan yang tidak akan percaya lagi pada Lusi, itu tebakkan dari Ardian.


"iya aku akan percaya padamu, dan ku harap kamu tidak akan merusak kepercayaan ku padamu." jawab Bryan yang membuat Lusi tersenyum lega mendengar jawaban Bryan.


Lusi sangat senang dengan jawaban Bryan, yang akan percaya padanya walaupun dia sama sekali belum menjelaskan apapun.


Sedangkan Ardian terkejut dengan apa yang di ucapkan Bryan, yang berarti tebakkan Ardian salah besar, Ardian melepaskan tangan yang menyilang di dadanya, dan berdiri menatap tidak suka serta dingin ke arah Bryan dan Lusi.

__ADS_1


"terima kasih kamu mau percaya padaku, aku tidak akan merusak kepercayaan yang kamu berikan padaku Ryan ." balas Lusi dengan senyum manisnya ke arah Bryan.


Bryan membalas anggukkan kepala dan tersenyum juga pada Lusi, sedangkan Ardian bertambah kesal dengan sikap akrab Bryan dan Lusi, Ardian menatap mereka dengan tatapan tajam dan dinginnya, menambah kuat aura kejam seorang Ardian Adhitama.


"oke kalau begitu, aku siap-siap dulu dan kamu tunggulah aku di restoran hotel, nanti aku dan anak-anak akan datang kesana, kalau tidak ada yang keberatan anak-anak nya aku bawa." kata Lusi seraya melirik ke arah Ardian yang menatapnya tajam dan dingin, yang membuat orang merinding ngeri bila melihatnya, tetapi tidak berlaku untuk Lusi.


"bagaimana kamu tidak keberatan untuk menungguku sebentar di restoran hotel ?" tanya Lusi yang memandang kembali ke arah Bryan dengan senyum di bibirnya.


"tentu saja, aku akan menunggu mu di sana." jawab Bryan dengan balas tersenyum pada Lusi.


"Oya satu lagi...selama aku bersiap-siap, apa kamu bisa mengajak tuan Ardian Adhitama untuk tidak ikut aku masuk ke dalam kamar, karena tidak mungkin kan aku bersiap diri di hadapan anda tuan Ardian Adhitama." pinta Lusi pada Bryan dan beralih menyindir Ardian dengan tersenyum tipis.


"tentu saja, mari tuan Ardian Adhitama." ajak Bryan sopan.


"kau harus menjaga anak-anakku dengan baik, kau mengerti."peringat Ardian pada Lusi dengan menunjuk ke arah Lusi.


"tentu saja tuan." jawab singkat Lusi dengan senyum paksanya sekilas setelah itu tatapan tajam dan berlalu masuk ke dalam kamar.


Setelah Lusi menutup pintu kamarnya, Ardian diam-diam mengepalkan satu tangannya karena menahan amarahnya pada Lusi dan menatap marah ke arah pintu, Bryan tahu itu tetapi dia berpura-pura tidak tahu.


Dengan segera Ardian berbalik badan berjalan ke arah lift untuk turun ke restoran hotel Wirajaya yang di susul dari belakang oleh Bryan, sebuah pertanyaan ada di dalam benak dan pikiran mereka masing-masing yaitu


'ada hubungan apa Lusi dengan Ardian Adhitama ?' gumam Bryan dalam hati.


'ada hubungan apa wanita itu dengan Bryan Aldevaro ?' gumam Ardian dalam hati.


Mereka berdua hanya bisa bertanya di dalam hati dan juga mempunyai pemikiran masing-masing yang hanya di tahu oleh mereka berdua, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya di dalam kehidupan masa depan mereka, mereka menjalaninya dengan keyakinan, pemikiran dan cara mereka masing-masing.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2