
***** Hotel Rose *****
'Hotel Rose' adalah salah satu hotel besar di Jakarta yang memiliki fasilitas mewah dan lengkap.
Aku dan asisten Ari sudah berada di ruangan Direktur Hotel Rose untuk memeriksa semua data dan berkas penting yang di perlukan oleh Presdir Maria, untuk menyelidiki dan mencari tahu sebenarnya ada masalah apa ? karena tidak seperti biasanya, tahun ini grafik pemasukkan dan daftar tamu yang berkunjung ke Hotel Rose sangat menurun drastis dari tahun sebelumnya, grafiknya menurun sampai di titik terendah dari semua hotel-hotel bintang 5 milik Wirajaya group, dan ini sudah tahun ke 2 seperti ini.
Presdir Maria ingin tahu karena apa Hotel Rose seperti ini ? apa karena salah cara promosi penjualan dari pihak management hotel ? atau memang tamu hotel yang tidak lagi tertarik untuk menginap di Hotel Rose ? kami akan mencari tahu masalahnya agar dapat dengan mudah mencari solusinya.
......................
*****Ruang Meeting Hotel Rose *****
Rapat mendadak yang diperintahkan oleh Presdir Maria akhirnya di adakan siang ini juga,yang di pimpin langsung oleh Presdir Maria, karena kami sudah menemukan akar awal permasalahan Hotel Rose yang kami dapatkan dari data-data yang sudah kami periksa beserta penjelasan dari Direktur dan manager office Hotel Rose.
Rapat di hadiri oleh semua kepala Devisi Hotel Rose, seperti Devisi Keuangan, Devisi Kitchen/dapur, Devisi Servis Restauran dan Kamar, Devisi Housekeeping, HRD, Manager Office dan Direktur Hotel Rose.
"selamat siang semuanya !" sapa Presdir Maria saat memulai rapat.
"selamat siang Presdir Maria." jawab serempak oleh semua peserta rapat.
"kita langsung bahas tanpa ada basa basi lagi, kalian semua pasti sudah tahu kenapa kita rapat mendadak hari ini ?" tanya Presdir Maria sambil pandangan matanya mengarah ke semua yang ada di dalam ruang rapat. Tapi tidak ada yang menjawab.
"2 tahun berturut-turut grafik pemasukkan dan daftar tamu Hotel Rose yang datang sangat menurun sampai di titik terendah, asisten Ari sudah memberitahukan akar awal mulainya permasalahan ini !" kata Presdir Maria menjelaskan.
"sekretaris Lusi bisa tolong bagikan laporan penyelidikan dan materi rapat hari ini kepada semuanya ?!?" perintah Presdir Maria padaku, dengan segera aku membagikan laporan dan materi yang telah ku buat bersama asisten Ari, kepada semua peserta yang ada di dalam ruangan.
"Direktur Radit, bisa anda jelaskan apa yang anda ketahui tentang masalah ini ?"tanya Presdir Maria.
"terima kasih Presdir Maria, atas waktu dan kesempatan yang di berikan kepada saya !" jawab ramah Direktur Radit.
__ADS_1
"seperti yang sudah saya periksa bersama asisten Ari dan sekretaris Lusi, awal permasalah ini mulai terjadi 2 tahun yang lalu, setelah putusnya kontrak kerjasama Hotel Rose dengan perusahaan Cahaya group, dimana perusahaan Cahaya group ini bergerak di bidang akomodasi perjalanan wisata dan bisnis !!"Direktur Radit mulai menjelaskan.
"mengapa anda memutuskannya?" tanya Presdir Maria.
"dari awal kerjasama saya tidak ada niat untuk memutuskannya Presdir Maria, karena saya memberikan perusahaan Cahaya group kesempatan selama 3 bulan untuk melakukan kontrak kerjasama dengan Hotel Rose, selama 3 bulan saya ingin melihat dulu cara kerja atau sepakkerjanya Cahaya group, dan seberapa besar keuntungan yang akan kami dapat selama 3 bulan masa kontrak kerjasama." kata Direktur Radit menjelaskan dengan rinci.
"Awal kerjasama tidak ada masalah, di dalam kontrak kami sudah memberikan potongan harga kamar sebanyak 30% seperti peraturan kontrak yang sudah di buat oleh perusahaan Wirajaya group, agar Cahaya group dapat menjual kamar dengan harga yang sama seperti harga kamar di Hotel Rose di paket perjalanannya, agar tidak merusak harga kamar Hotel Rose." Direktur Radit menjelaskan.
"di materi ini sudah saya lampirkan, isi dari kontrak Hotel Rose bersama Cahaya group selama 3 bulan kami jalani, Presdir Maria dan rekan-rekan bisa membacanya sejenak !" seru Direktur Radit memberitahu, dan semua yang ada di dalam ruangan melihat lampiran yang dimaksudkan.
Setelah selesai membaca copyan kontrak Direktur Radit melanjutkan lagi.
" lampiran selanjutnya adalah photo copy contoh nama tamu yang dikirim melalui email dari Cahaya group untuk Hotel Rose, dan contoh voucher perjalanan yang harus dibawa para tamu untuk melakukan check-in, kami akan mencocokkan nama tamu yang dikirimkan melalui email dengan nama tamu yang tertera di voucher perjalanan. Kami juga mencocokkan nama tamu di kartu tanda pengenalnya /KTP, baru setelah itu tamu bisa kami proses check-in kamarnya."
"selama sebulan tidak ada masalah semua berjalan dengan baik, masalah mulai terlihat di bulan ke 2 saat banyak tamu dari luar kota melakukan penambahan hari di luar voucher untuk menginap di Hotel Rose, mereka rata-rata komplain atau mengeluhkan harga kamar yang terlalu mahal tidak sesuai dengan fasilitas yang mereka dapatkan, departement housekeeping, room service, dan front office yang paling banyak menerima keluhan dari para tamu, terkadang mereka ada yang bertanya secara langsung berapa harga kamar yang sebenarnya ? bagaimana rekan-rekan dari housekeeping, room service, dan front office apa benar yang saya katakan ?" tanya Direktur Radit kepada rekan-rekan yang disebutkan, di jawab dengan anggukkan kepala dari mereka.
"begini Presdir Maria..! saya melakukan riset harga kamar dengan bertanya kepada para tamu mengenai penambahan pembayaran yang mereka lakukan dengan cara menyamar menjadi tamu hotel, dan betapa terkejutnya saya kalau pihak Cahaya group menjual kamar dengan harga yang sudah di naikkan 50% dari harga normal di Hotel Rose !" jawab Direktur Radit yang membuat semua terkejut termasuk Presdir Maria.
"apa....50% ...??" tanya Presdir Maria terkejut.
"iya Presdir Maria, mereka menjual kamar dengan harga yang sudah di naikkan 50% dari harga kamar yang normal di Hotel Rose ." jawab jelas Direktur Radit.
"berarti mereka meraup keuntungan dari penjualan kamar sebanyak 80% ?" tanya terkejut Presdir Maria.
"benar Presdir...30% dari Hotel Rose yang ada di dalam kontrak kerjasama, dan 50% dari harga kamar yang mereka buat sendiri."
"ini gila...!!!" marah Presdir Maria. "kita sudah memberikan keuntungan 30% dan mereka menambahnya lagi 50%, ini benar-benar membuat nama baik Hotel Rose rusak dengan harga kamar yang mahal tetapi dengan fasilitas yang tidak sesuai dengan harga kamarnya !" marah Presdir Maria dengan wajah yang mulai memerah.
"benar Presdir Maria, selama 3 bulan kontrak hanya tamu dari voucher perjalanan saja yang mengeluh kepada kami, bahkan ada tamu yang sampai marah-marah di depan resepsionis !" jawab Direktur Radit.
__ADS_1
"sebanyak hampir 75% tamu dari voucher perjalanan semuanya mengeluh, ada di lampiran selanjutnya." kata Direktur Radit yang di ikuti oleh semua yang ada di ruang rapat untuk melihat lampiran yang di maksudkan.
"apa Direktur Radit tidak ada melakukan teguran keras kepada pihak Cahaya group ?" tanya Presdir Maria.
"sudah Presdir, saya datang secara langsung ke kantor mereka untuk melakukan teguran, dan saya kalah dalam perjanjian kontrak yang sudah di tandatangani, selama 3 bulan mereka membayar 200 kamar untuk dikontrak, terjual atau tidaknya 200 kamar mereka tetap membayarnya dengan harga yang sudah di tentukan, di dalam kontrak tidak ada pasal yang menyebutkan di larang untuk merubah/menaikkan harga kamar sampai 50%, karena menurut mereka itu salah satu fasilitas paket voucher perjalanan mereka,mereka berhak menentukan harga berapapun dari fasilitas voucher perjalanan mereka !" jelas Direktur Radit dengan wajah menyesal.
"licik sekali mereka...!" jawab Presdir Maria dengan masih kesal.
"maafkan saya Presdir Maria, ini semua kesalahan saya yang tidak teliti dengan isi kontrak, sehingga Hotel Rose mengalami kerugian sampai sekarang, saya sudah sekuat tenaga dan pikiran saya buat mengembalikan reputasi Hotel Rose seperti semula, dari selesainya kontrak kerjasama sampai sekarang.!"katanya menyesal sedih.
"saya pikir tidak akan ada dampak dari pemutusan kontrak kerjasama dengan perkembangan Hotel Rose, tapi sampai sekarang belum ada perubahan sama sekali, karena kontrak kerjasama tersebut tamu menjadi sedikit, saya tidak menyangka kalau kontrak kerjasama itu berpengaruh sampai sekarang." jawabnya menyesal dari raut wajah terlihat Direktur Radit menyesali tindakannya.
"maafkan saya Presdir Maria, anda boleh memecat saya karena ini semua kesalahan saya !" kata Direktur Radit sangat menyesal dan ada raut sedih di wajahnya.
Presdir Maria dan semua yang ada disana sangat terkejut dengan perkataan Direktur Radit, karena mereka tahu kalau Direktur Radit sangat baik dan profesional dalam bekerja, ini untuk pertama kalinya Direktur Radit melakukan kesalahan dalam bekerja selama 10 tahun menjadi Direktur Hotel Rose.
"tidak Direktur Radit, ini bukan kesalahan anda sendiri ! di sini sudah ada persetujuan Presdir Agus yang memegang wewenang pada saat kontrak kerjasama itu terjadi, mungkin beliau kurang teliti membaca isi kontraknya ?! karena biasanya selama ini, kita tidak pernah ada masalah kerjasama dengan kantor biro perjalanan wisata dan bisnis manapun yang melakukan kerjasama dengan perusahaan Wirajaya group." jawab Presdir Maria menenangkan Direktur Radit, yang menyalahkan dirinya sendiri.
Bagi ku ini pengalaman baru untukku, di setiap pekerjaan pasti ada resiko dan kesulitannya, jabatan tinggi tidak menjamin kita tidak melakukan kesalahan, sebuah perjanjian yang sudah di lakukan tidak semua bisa di tepati oleh semua orang, terkadang kita akan bertemu dengan orang yang serakah dan mementingkan dirinya sendiri, semua sudah ditentukan oleh takdir jalannya masing-masing.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya......
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya yang baik ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1