
*****Perusahaan Wirajaya Group*****
Selesai membahas materi dan berkas rapat untuk hari ini, aku dan mbak Dewi kembali ke meja kami masing-masing untuk memperbaiki beberapa berkas yang salah dalam pengetikannya.
Sebenarnya luka di lenganku rasanya bertambah sakit, tapi aku harus bertahan sampai pertemuan hari ini selesai, baru setelah itu aku meminta izin pulang istirahat, aku tidak ingin mengacaukan segalanya apalagi aku baru 3 hari bekerja di kantor pusat.
"Lusi apa kamu baik-baik saja? kamu mulai pucat !" tanya Dewi khawatir.
"baik kok mbak, barusan aku udh minum obat, semalam aku tidur agak gelisah, makanya wajahku mungkin agak pucat, nanti aku tambahin bedak sedikit dan lipstik supaya lebih segar lagi, bereskan."kataku menjelaskan agar mbak Dewi tidak membujukku terus untuk pulang.
"ya sudah lah kalau emang maunya kamu begitu...tapi kalau kamu sudah ngak tahan sakitnya bilang ya jangan di tahan, seharusnya kamu istirahat dulu jangan terlalu dipaksain."
"iya mbak.!"
"Oya nanti pas waktu penyambutan kamu ngk usah ikut, tunggu aja di ruang rapat,biar mbak aja yang ikut mendampingi Presdir Maria."
"tapi mbak kalau aku ngk ikut menyambut mereka, apa itu tidak masalah, nanti Presdir Maria pasti nanyain mbak kenapa aku ngk ikut?"
"tenang aja aku tinggal bilang kita bagi tugas aja, aku yang menyambut dan kamu yang menyiapkan ruang rapat,bereskan !?"
"makasi ya mbak..!" kataku yang menahan rasa sakit dari lukaku yang terus terkena gesekkan dari kain lengan jas bajuku.
"sama-sama, supaya kamu bisa duduk istirahat disana, nanti kalau kami sudah dekat ruang rapat aku chat kamu,oke?" kata mbak Dewi dengan menunjukkan senyum manisnya.
"oke mbak...!" jawabku dengan tersenyum juga.
Tepat pukul 9 pagi kami membagi tugas kami, mbak Dewi pergi ke lobby kantor bersama yang lainnya untuk menyambut Presdir Ardian Adhitama dan Presdir Bryan Aldevaro, sedangkan aku pergi ke ruang rapat untuk mempersiapkan segalanya, sebenarnya bukan aku yang mempersiapkan segalanya !! karena sebelum pergi ke lobby kantor, mbak Dewi lah yang banyak membantuku untuk melengkapi semua keperluan di ruang rapat, aku hanya bisa membantu sedikit, aku hanya banyak duduk karena aku benar-benar menahan rasa sakit yang aku rasakan di lengan kananku.
......................
**Lobby Kantor perusahaan Wirajaya group**
Semua yang akan menyambut kedatangan Presdir Ardian Adhitama dan Presdir Bryan Aldevaro sudah berada di lobby kantor, kecuali Lusi yang tidak ikut, Presdir Maria yang tidak melihat Lusipun bertanya langsung ke arah sekertaris Dewi.
__ADS_1
"sekretaris Dewi kemana sekretaris Lusi ? kenapa dia belum datang kesini untuk ikut menyambut tamu kita ?" tanya Presdir Maria kepada Dewi, sehingga semua yang ada di sana pun sadar bahwa Lusi tidak ada.
"maaf Presdir Maria, kami sudah membagi tugas kami, saya yang menyambut tamu dan sekretaris Lusi yang mempersiapkan semuanya di ruang rapat." jawab Dewi seperti apa yang dia sudah sepakati dengan Lusi.
"ooo begitu baiklah...terima kasih karena kalian sudah bisa bekerjasama."
"sama-sama Presdir, ini sudah tugas kami."
Kami kembali fokus untuk penyambutan, beberapa menit kemudian datanglah sebuah mobil hitam sedan BMW mewah berhenti di depan lobby kantor, seseorang keluar dari pintu depan kemudi mobil dan ternyata itu adalah asisten Gavin, dia dengan sigap membukakan pintu mobil penumpang untuk tuannya yang tidak lain adalah tuan Ardian Adhitama.
Begitu tahu siapa yang datang ? kami dengan segera menyambut kedatangan tamu terhormat kami, Presdir Maria dan Direktur Radhika langsung berjabat tangan dengan Presdir Ardian Adhitama.
"selamat datang di perusahaan kami, Presdir Ardian Adhitama !" sambut Presdir Maria.
"suatu kehormatan bagi kami anda sudah bersedia datang ke kantor kami ini !" sapa Direktur Radhika dengan senyum ramahnya.
"sama-sama Presdir Maria , Direktur Radhika, senang di sambut langsung oleh anda.. " jawabnya dengan wajah datarnya, yang membuat semua orang yang melihatnya percaya akan rumor bahwa, Presdir Ardian Adhitama group ini benar-benar tidak tersentuh, agak sedikit arogan, datar dan dingin. Tidak ada senyum sedikitpun.
Tanpa basa basi lagi setelah anggukkan kepala dari Presdir Ardian Adhitama merekapun menggiringnya ke ruang transit yang masih berada di kawasan lobby kantor, sedangkan Direktur Radhika dan asisten Bayu masih diam di tempat untuk menunggu tamu yang belum datang, yaitu Presdir Bryan Aldevaro.
Beberapa menit kemudian datanglah tamu yang di tunggu dengan mengendarai mobil yang sama mewahnya dengan mobil milik Presdir Ardian Adhitama, yaitu Presdir Bryan Aldevaro.
Presdir Bryan Aldevaro datang bersama asisten pribadinya, Direktur Radhika Wirajaya yang memang sahabat baik dari Presdir Bryan Aldevaro tidak terlalu kaku dan mencekam dalam penyambutannya. Mereka dengan segera menuju ruang transit yang dimana sudah ada Presdir Ardian Adhitama di sana ?!
Selama kedua Presdir tampan dan sukses itu berjalan menuju ruang transit, mereka yang melihat baik karyawan pria ataupun karyawati kagum dan terpesona akan ketampanan dan wibawa yang terpancar dari aura kedua sang pangeran bisnis.
Sedangkan di ruang transit, sekretaris Dewi yang melayani Presdir Maria dan tamunya, menjadi perhatian dari Presdir Ardian Adhitama dan asisten Gavin, dia yang datang ke perusahaan Wirajaya dengan motif lain pun memulai aksinya untuk menyelidiki kedua sekretaris dari Presdir Maria, yang kemarin sore sudah menolong anak kembarnya dari ancaman mantan karyawannya.
"mari silahkan Presdir Ardian, di nikmati hidangan kami !" sapa Presdir Maria beramah tamah.
Presdir Ardian hanya menganggukkan kepala dan segera menikmati kopi yang sudah di suguhkan, bersamaan dengan terbukanya pintu ruang transit yang dimana masuk Direktur Radhika dan Presdir Bryan beserta asisten mereka masing-masing.
"selamat datang Presdir Bryan Aldevaro !" sapa ramah Presdir Maria yang bangun dari duduknya dan mengulurkan tangannya, untuk berjabat tangan.
__ADS_1
Sedangkan Ardian hanya duduk tenang di tempatnya memandang ke arah rivalnya dan Presdir Maria.
"terima kasih Presdir Maria." balas Bryan ramah dengan menyambut uluran tangan Presdir Maria.
"silahkan duduk dan menikmati hidangan kecil dari kami." ramah tamah Presdir Maria, Bryan mengambil duduk yang berhadapan dengan Ardian.
"apa kabar Presdir Ardian Adhitama ?" sapa Bryan pada rivalnya ramah.
"baik." jawab Ardian singkat dan datar, yang membuat suasana menjadi mencekam, bagaimana tidak melihat aura dingin dari Ardian.
Sedangkan Bryan yang tahu sifat dari rivalnya itu pun hanya tersenyum untuk menanggapi, dia tak ambil pusing dengan sikap arogan,datar dan dingin dari Ardian Adhitama.
Presdir Maria pun dengan usahanya berbasa-basi berusaha untuk mencairkan suasana di ruangan itu.
Dalam hati Ardian hanya ada pertanyaan, 'dimana sekretaris Presdir Maria yang satu lagi?' dia datang keperusahaan ini bukan untuk membahas bisnis yang di ajukan, itu hanyalah alasan lain agar dia bisa datang untuk melihat langsung kedua sekretaris Presdir Maria yang bernama Dewi Larasati dan Lusi Arsinta.
Ardian sudah melihat sekretaris yang bernama Dewi Larasati, yang wajahnya tidak mirip sama sekali dengan wajah sang istri, seperti yang di katakan oleh anak kembarnya, sekarang hanya satu sekretaris lagi yang belum dilihatnya yaitu sekretaris yang bernama Lusi Arsinta.
Dengan hati yang masih bertanya-tanya dan penasaran Ardian masih mau menunggu di ruang transit, mendengarkan sang rival bersama dengan Presdir Maria berbincang seputaran bisnis mereka, tanpa mau ikut menemani obrolan mereka, dia hanya sibuk dengan urusan bisnisnya melalui email dari ponselnya.
Begitulah sifat dari Presdir Ardian Adhitama, sangat kaku, dingin, datar dan tekadang cuek dengan sekitar, dia sangat irit untuk mengeluarkan suaranya, dia hanya akan bersuara seperlunya saja.
Lain dengan Presdir Bryan Aldevaro, sifatnya ramah bersahabat, hangat, mudah tersenyum dan terkadang humoris. Siapapun akan nyaman untuk berbincang dengannya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya....
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya yang baik ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1