Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 104 Persaingan Ardian dan Bryan.


__ADS_3

***Apartemen Mewah Bryan Aldevaro***


Malam ini menjadi malam yang membuat beberapa orang berpikir akan masa depan mereka masing-masing.


Bryan yang mendapatkan kejutan akan kedatangan Rania dan nyonya Meli ke apartemennya, yang ingin mencari keberadaan Lusi, kini menjadi khawatir akan keadaan Lusi. Bryan mencurigai sesuatu telah terjadi pada Lusi. ucapan Rania Kiandra sangat tidak dapat di terima oleh Bryan.


Setelah meminta Rania dan nyonya Meli keluar dari apartemennya, dia segera menghubungi nomer Lusi, tetapi tidak aktif. Bryan bertambah cemas akan keberadaan dan keadaan Lusi, Bryan ingin mencari Lusi, tetapi Bryan tidak tahu rumah tempat lusi tinggal bersama kedua orang tuanya saat ini.


"aaaahhhh…kemana kamu sayang…" umpat Bryan marah karena tidak berhasil menghubungi nomer Lusi.


"pasti ada sesuatu yang sudah terjadi, dan aku yakin ini adalah ulah dan rencana Rania." umpatnya dengan tatapan tajamnya ke arah depan.


Bryan dengan segera menghubungi asisten Leo.


"hallo tuan…!!" sapa Leo dari seberang telepon.


"Leo…perintah anak buahmu mencari tahu ke hotel yang ada pada alamat yang aku kirimkan, cari tahu apa yang terjadi pada Lusi tadi sore di restoran hotel tersebut." ungkap Bryan memberikan perintahnya.


"baik tuan." jawab langsung oleh Leo.


Bryan segera mematikan sambungannya, dan terus berlanjut menghubungi nomer Lusi. Kepala Bryan sudah pusing dan hatinya sudah semakin cemas akan keberadaan dan keadaan Lusi.


Lalu dia teringat kalau saat ini Lusi sudah tahu akan jati dirinya, kalau Lusi adalah istri sah dari Ardian Adhitama. Dia berpikir sejenak untuk mencoba menghubungi nomer Ardian saat ini.


Sedikit tidaknya Bryan ingin tahu alamat rumah tempat Lusi tinggal, atau bila Ardian tidak membantu sama sekali, dia akan memberitahukan masalah ini pada Ardian, apalagi tadi sore mamanya nyonya Meli datang ke apartemennya untuk mencari Lusi.


Bryan putuskan akan menghubungi nomer Ardian. Lama sambungannya terhubung tetapi tidak ada respon sama sekali, saat Bryan ingin mematikan sambungannya terdengar suara Ardian yang menerima juga sambungannya.


"hallo…!!" sapa Ardian dari seberang telepon, Ardian sudah tahu kalau itu panggilan dari Bryan.


"hallo Ardian.!" sapa balik Bryan.


"ada apa kau menghubungiku?" tanya cepat dan ketus Ardian padanya.


"aku ingin bertanya, apakah kau bersama Lusi saat ini?" pertanyaan yang sangat berat untuk di ucapkan oleh Bryan.


Dalam hati Bryan sudah sangat berat dan berdebar, dia tidak ingin mendengar dan mengetahui kenyataan kalau Lusi saat ini bersama Ardian Adhitama.


"iya…dia bersama ku saat ini, ada apa?" jawaban yang sebenarnya tidak ingin di dengar oleh Bryan, tetapi setidaknya dia sedikit lega Lusi ada bersama orang yang tepat.


Bagaimana juga Ardian dan Lusi masih terikat akan suatu hubungan suami-istri yang sah. walaupun berat bagi Bryan, tetapi itu resiko yang harus dia hadapi karena telah mencintai Lusi, karena cinta Bryan hadir di saat dia tidak tahu kalau Lusi adalah istri orang.


"apa dia baik-baik saja? aku coba menghubunginya tetapi nomernya tidak aktif."


"dia baik…bahkan sangat baik saat ini." jawab Ardian yang saat itu dalam posisi berdiri sedikit menjauh dari Lusi, dan melihat Lusi yang sedang membereskan sisa makanan mereka di atas meja makan.


"aku lega dia baik-baik saja, apa aku bisa berbicara padanya sebentar Ardian?" tanya Bryan dengan harapan Ardian mau membantunya.


"mau bicara apa? katakan padaku, nanti akan aku sampaikan padanya." balas Ardian yang memang tidak ada niat membantu Bryan sama sekali.


"tidakkah kau bisa membantuku kali ini saja Ardian?" tanya Bryan yang tahu kalau Ardian tidak ada niat untuk membantunya, dan pasti tidak akan mau menyampaikan pesannya pada Lusi.


"apakah kalau kau berada pada posisiku saat ini? akan mau membantuku juga? bagaimana bisa seorang suami membantu kekasih dari istrinya sendiri."


Ungkapan Ardian adalah benar, sekaligus belati tajam yang menusuk hati Bryan saat ini.

__ADS_1


"maafkan aku Ardian, sebenarnya aku tidak ingin berada pada posisi seperti sekarang ini, tetapi keadaan yang telah membuat semua ini terjadi, aku mencintai Lusi di saat aku tidak tahu kalau dia adalah istri sah mu, dan Lusi dalam kondisi lupa ingatan."


"Sekarang kau sudah tahu, apa tidak bisa kau tinggalkan dia, kau tidak ingin di sebut pria yang ingin merebut istri orang kan?"


"maafkan aku Ardian, itu sangat sulit bagiku, karena saat ini hubungan aku dan Lusi baik-baik saja, untuk meninggalkan dan melupakannya sangat sulit bagiku."


"kau benar-benar pria yang tidak memiliki perasaan dan hati, kau tega berada diantara kami?"


"aku tahu aku salah Ardian, tetapi cintaku tulus dan tidak pernah salah untuk Lusi, biarkan kami berdua yang memutuskannya, lagi pula jujur saja aku tahu hati dan cinta Lusi saat ini tidak untuk siapa pun? tidak untuk dirimu dan juga tidak untuk diriku."


"apa kau akan terus bersaing denganku? suami sahnya?"


"tentu saja, karena aku tidak bisa melepaskan Lusi dan juga cinta ku begitu saja, aku hanya akan menerima keputusan dari Lusi, walaupun berat bagiku, apapun keputusan darinya akan aku terima asal dia bahagia."


Ardian hanya terdiam sejenak, dia masih berpikir dan mencerna apa yang di katakan oleh Bryan. Walaupun berat dan dengan sakit hati yang sangat, Ardian juga tidak ingin kalah dari Bryan yang bisa mempertahankan cintanya yang tulus untuk Lusi, dan bisa menerima apapun keputusan Lusi? untuk kebahagian Lusi istrinya sendiri.


"baiklah Bryan…lakukan apapun yang ingin kau lakukan? bila kau ingin bersaing mendapatkan Lusi, silahkan. Aku hanya akan tetap mempertahankan Lusi di sisiku." jawab Ardian memberikan keputusan.


"tentu saja." ucap Bryan, dan hanya itu yang bisa Bryan katakan.


"jadi apa aku bisa berbicara sebentar padanya?" tanya hati-hati Bryan, dengan harapan Ardian mau membantunya, setidaknya agar Bryan yakin Lusi baik-baik saja saat ini.


"tunggu, akan aku panggilkan." jawab Ardian yang membuat hati Bryan senang.


"sayang…bisa ke sini sebentar !" panggil Ardian sengaja sedikit berteriak agar Bryan juga bisa mendengarnya.


"ada apa…? tunggu sebentar !!" terdengar jelas di telinga Bryan, suara wanita yang sangat di kenalnya.


"sayang cepat, ada yang ingin berbicara padamu di telpon." jawab Ardian.


"bukan sayang…ayolah cepat kesini…" jawab Ardian yang membuat hati Bryan benar-benar cemburu mendengar percakapan mesra Lusi dan Ardian.


Bryan saat ini mengepalkan tangannya kuat menahan kecewa dan rasa cemburu dalam hatinya.


"ayo sayang…!" ungkap Ardian.


"siapa sih Ardian?" tanya Lusi dan terdengar suaranya yang sangat dekat pada ponsel Ardian.


"bicara dulu sayang…baru kau akan tahu." ungkap mesra Ardian dengan nada lembutnya.


"hallo…siapa ini?" sapa Lusi pada panggilannya, tanpa melihat nama siapa yang tertera pada layar ponsel Ardian.


"hallo sayang…ini aku." sapa balik Bryan sangat senang mendengar suara sang kekasih.


Sedangkan Lusi saat ini, tubuhnya langsung kaku mendengar suara Bryan yang sangat dia kenali.


"Bryan…?!" ucap Lusi kaku.


"iya sayang… ini aku."


"kenapa kau menelpon ke ponsel Ardian?" tanya Lusi dan ponselpun di rebut oleh Ardian.


"Ardian…" tegur Lusi karena Ardian tiba-tiba merebut ponsel yang Lusi pegang.


"tunggu sebentar sayang…aku hanya ingin mendengar pembicaraan kalian." balas Ardian dengan santai seraya mengaktifkan tanda speaker pada ponselnya.

__ADS_1


Ardian tidak peduli pada tatapan tajam Lusi padanya.


"ayo sayang, bicara…!" perintah Ardian pada Lusi, dengan kasar Lusi mengambil ponsel tersebut.


"ada apa sayang…?" tanya Bryan mendengar perdebatan kecil Lusi dan Ardian. Kini pembicaraan mereka melalui ponsel dapat di dengar oleh Ardian juga.


"tidak ada Bryan, kenapa kau menelpon ke sini?" tanya Lusi dengan tatapan yang masih tajam pada Ardian, sedangkan Ardian yang di tatap hanya pura-pura tidak peduli, tetapi sebenarnya kepo karena rasa cemburu dalam hatinya.


"ponselmu tidak aktif sayang, kenapa?"


"mungkin kehabisan baterai."


"apa kamu baik-baik saja sayang?"


"aku baik, ada apa?"


"aku hanya khawatir padamu, tadi sore Rania dan nyonya Meli Adhitama datang ke apartemen ku untuk mencarimu." ungkap Bryan yang membuat Ardian dan Lusi terkejut.


Lusi terkejut, karena Rania yang merencanakan ini mencarinya sampai ke apartemen Bryan. Sedangkan Ardian terkejut, karena mamanya ikut mencari Lusi bersama Rania ke apartemen Bryan.


"apa ada yang mereka katakan?" tanya curiga Lusi, memandang Ardian yang juga melihatnya.


"Rania mengatakan, kalau dia melihatmu di sebuah hotel dalam keadaan mabuk berat dan sedang bersama seorang pria." ungkap Bryan apa adanya yang di katakan oleh Rania.


"lalu…apa lagi?"


"Rania berpikir, kalau pria yang di lihatnya bersamamu adalah aku, karena dia berpikir aku adalah kekasihmu dan pasti kita sedang bersama di apartemen ku, sehingga dia mengajak nyonya Meli untuk datang memergoki kita sedang bersama dan sedang…" ungkap Bryan mengambang.


"sedang apa?" tanya Lusi penasaran.


"sedang bercinta." jawab Bryan yang sangat berat untuk di ucapkan, sedangkan yang membuat Lusi malu karena kata 'sedang bercinta'.


Lusi hanya diam melihat pada Ardian yang sedang tersenyum tipis padanya. Lusi kesal melihat senyum tipis Ardian seakan mengejek dirinya, dengan gerakan yang cepat Lusi menendang kedua kaki bawah Ardian, sampai Ardian teriak mengaduh yang bisa di dengar oleh Bryan.


"aduh sakit sayang…" ungkap Ardian karena kesakitan akibat kakinya di tendang oleh Lusi.


"makanya diam, kalau tidak mau aku tendang." ucap Lusi kesal pada Ardian.


"apa yang aku lakukan sayang? aku tidak melakukan apapun?" jawab Ardian dengan nada lembutnya.


"sayang ada apa?" tanya Bryan penasaran mendengar keributan antara Ardian dan Lusi.


"tidak ada apa-apa? lalu apa mereka mengatakan sesuatu lagi?" tanya Lusi pada Bryan ingin tahu jelas, apa maksud Rania dan nyonya Meli mencarinya ke apartemen Bryan?


Lusi sudah sangat jelas menangkap, kalau Rania memiliki maksud ingin menjebaknya bersama Bryan, dengan memberikan Lusi obat perangsang pada minumannya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2