Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 26 Berdebat.


__ADS_3

*****Rumah Sakit Sinar Mulia*****


**Di ruangan VIP Rumah Sakit Sinar Mulia**


Lusi dan Nathalia tidur bersama di satu ranjang di ruang perawatan Lusi, itu atas permintaan Nathalia Putri dari Ardian Adhitama, dan sudah mendapatkan izin dari dokter Rio atas perintah Ardian Adhitama selaku pemilik rumah sakit Sinar Mulia.


Ardian tidak sadar tersenyum melihat putrinya yang tertidur pulas di pelukkan Lusi, Lusi dan Nathalia tertidur karena pengaruh dari obat mereka masing-masing, Ardian membelai sayang kepala putri semata wayangnya.


Ardian beralih memandang ke arah wajah Lusi yang juga tertidur pulas, 'andaikan ini kamu Lidya, aku dan anak-anak pasti bahagia karena kamu masih bersama kami, tapi apa daya semua sudah terjadi, semoga kamu tenang dan bahagia di sana.' kata Ardian di dalam hati yang masih memandang wajah Lusi.


Diapun berbalik badan dan berjalan ke arah sofa yang ada di dalam ruangan tersebut, di mana ada Gavin yang masih duduk menunggu perintah dari tuannya. Ardian memutuskan kalau dia yang akan menjaga Lusi dan putrinya hari ini, membawa serta pekerjaannya yang bisa di tangani dari email ponsel dan laptop yang sudah di bawa oleh Gavin.


Sedangkan nyonya Meli, Nathan, beserta kedua babysister anak kembarnya pulang untuk mengambil segala keperluan yang di perlukan Nathalia selama berada di rumah sakit, akan kembali sore nanti atas perintah Ardian.


Ardian dan Gavin mulai sibuk dengan pekerjaannya, sesekali Ardian akan melihat kearah ranjang untuk memantau keadaan Lusi juga putrinya.


"mmmm mama..." panggil Nathalia bangun dan melenguh, sedangkan Lusi yang di panggil tidak bangun sama sekali.


Ardian yang mendengar suara putrinya bergegas bangun dan berjalan mendekat ke arah ranjang untuk melihat keadaan putrinya.


"ada apa sayang ?" tanya Ardian membelai sayang pucuk kepala putrinya.


"mau pipis papa...tapi mama ngk bangun." jawab putrinya mengerjap-ngerjap kan matanya.


"mama masih tidur karena habis minum obat, pipis sama papa ya." ajak Ardian yang di jawab anggukkan kepala oleh putrinya, Ardian mengambil botol infus dan segara menggendong putrinya ke dalam kemar mandi.


Lusi bangun karena terusik akan pergerakan Nathalia yang diangkat oleh Ardian, Lusi melihat ke samping ranjangnya kosong, diapun bangun duduk, setelah selesai menguap dan mengucek matanya yang masih terasa mengantuk dan perih, dia mamandang ke arah Gavin yang duduk di sofa memperhatikan semua pergerakan Lusi.


"asisten Gavin ke mana anaknya tuan Ardian ?" tanya Lusi melihat Gavin yang memandangnya tanpa lepas.


"nona Nathalia sedang ke kamar mandi, apa anda perlu sesuatu ?" tanya Gavin basa basi karena canggung melihat Lusi.


"tidak asisten Gavin saya bisa ambil sendiri." kata Lusi yang ingin menurunkan kakinya.


"biar saya ambilkan, apa yang anda inginkan ?" tanya Gavin yang bangun dan berjalan mendekati Lusi.


"saya haus mau minum."


Gavin dengan segera menuangkan air putih ke gelas yang berada di atas nakas tidak jauh dari ranjang Lusi, Gavin segera memberikan segelas air minum ke arah Lusi, yang di ambil langsung oleh Lusi dan meminumnya tanpa sisa karena memang dia haus sekali.


"terima kasih asisten Gavin."kata Lusi tersenyum ke arah Gavin sambil menyerahkan gelas yang sudah kosong padanya.


"sama-sama nona Lusi."jawab Gavin mengambil gelas kosong dan meletakkannya lagi di atas nakas.


"jangan panggil saya nona asisten Gavin, panggil saja Lusi, saya tidak suka mendengarnya, kita bisa menjadi teman kalau anda mau." kata Lusi yang tidak suka dengan panggilan nona padanya, dan dia masih ingat kalau Gavin lah yang lebih peka saat dia sekarat semalam, Lusi merasa lega Gavin lebih peka dan baik padanya.

__ADS_1


"tapi nona...!" ucap Gavin ragu dan akan menjawab tapi di potong oleh Lusi.


"ayolah asisten Gavin, kita bisa menjadi teman, aku tidak banyak mengenal orang di kota ini." kata Lusi tersenyum dan menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan persahabatan pada Gavin.


Asisten Gavin yang melihat senyum tulus dan kata-kata Lusi pun menyambut uluran tangan Lusi.


"baiklah, kita bisa jadi teman." jawab Gavin tersenyum tipis.


Lusi merasa senang karena dia punya satu teman lagi yang seakan mengerti dirinya, dan Lusi merasa nyaman bersama asisten Gavin seperti sudah mengenalnya lama.


"mama....mama sudah bangun ?" tanya Nathalia dalam gendongan Ardian yang baru keluar dari kamar mandi.


Lusi melihat ke arah Ardian dan Nathalia, sedangkan Ardian memandang curiga ke arah Lusi dan Gavin, karena dia sempat melihat mereka berjabat tangan saat keluar dari kamar mandi.


"iya anak cantik bangun karena haus." jawab Lusi tersenyum ke arah Nathalia.


Ardian menurunkan putrinya di atas ranjang, duduk di sebelah Lusi dan sekilas memandang ke arah Lusi, yang melihat Ardian dengan tatapan mata tidak suka.


Lusi masih sangat ingat apa yang terjadi padanya, semua yang Lusi alami sampai masuk ke rumah sakit adalah ulah Ardian yang memaksanya makan udang, dan yang lebih buat Lusi tidak suka adalah, Ardian sama sekali tidak mempercayainya semalam saat dirinya sekarat. Lusi benar-benar tidak suka dan marah pada Ardian.


" mama udah minum ?" tanya Nathalia melihat ke arahnya.


"sudah sayang, tadi asisten Gavin yang bantu ambilkan air." jawab Lusi tersenyum ke arah Nathalia dan Gavin secara bergantian, Gavin sudah duduk kembali di sofa.


"papa Adek mau minum juga, haus..."katanya melihat ke arah Ardian. Ardian yang mengerti segera mengambilkan putrinya minum.


"apa Adek mau makan?" tanya Ardian pada putrinya karena dari pagi putrinya belum makan apapun sampai siang ini.


"mau papa, makan sama mama."


"apa kau ingin sesuatu Lusi ?" tanya Ardian melihat ke arah Lusi yang juga memandangnya.


"tidak terima kasih, saya tunggu makanan rumah sakit saja." katanya yang takut akan makanan pemberian Ardian, tapi Ardian tidak tahu hal itu.


"apa kau suka makanan rumah sakit ?"


"suka tidak suka ya harus suka, yang penting perut kenyang dan tidak bermasalah." jawabnya yang membuat Ardian mulai mengerti akan penolakan dari Lusi.


"apa kau pikir aku akan meracuni makananmu ?" tanya Ardian sedikit kesal dengan kata-kata Lusi.


"tidak meracuni tapi nyatanya buat orang sakit."


"apa katamu, jadi kau pikir aku yang buat kau sakit ?"tanya Ardian dengan nada kesal yang di tahannya, karena ada putrinya di sana.


"nyatanya seperti itu kan tuan, anda yang memaksa saya makan udang sampai saya jadi begini."

__ADS_1


"kau sendiri yang salah, kau tahu alergi udang kenapa malah nekat mau memakannya ?"


"saya tidak tahu kalau saya alergi udang tuan, saya tidak pernah merasakan yang namanya alergi." kata Lusi yang membuat Ardian heran mana mungkin orang dewasa tidak tahu akan dirinya sendiri.


"tapi semalam kau sempat menolak udang yang aku berikan, dan berkata kau tidak suka udang, mana mungkin kau tidak tahu kalau kau alergi udang." kata Ardian yang memicingkan matanya curiga, dia mulai curiga dengan apa yang di ucapkan Lusi.


"saya tidak suka udang karena selama ini memang saya tidak pernah makan makanan seafood."


"tidak pernah makan makanan seafood bukan berarti tidak suka, kau sengaja kan mau menjebakku agar aku bersalah."


"tuan saya tidak ada keinginan menjebak tuan, saya mau memakan udang yang tuan berikan untuk menghormati tuan sebagai tuan rumah."


"alasan.."kata Ardian tersenyum mengejek.


"saya benar-benar tidak menjebak anda tuan." kata Lusi yang juga mulai kesal karena tuduhan Ardian padanya, 'kenapa malah dia yang di salahkan? padahal dia korbannya'.


"tuan... sebenarnya saya di larang makan makanan seafood oleh ibu saya, kata beliau saya ada alergi makanan seafood dan dari sana saya tidak suka dan tidak pernah makan makanan seafood."


"nah itu kamu tahu, mau mengelak apa lagi ?" kata Ardian yakin akan kecurigaan nya kalau Lusi hanya ingin menjebaknya.


"tuan saya hanya di larang makan makanan seafood karena ada alergi, itu kata ibu saya ? dan saya tidak pernah ingat merasakan dan mengalami yang namanya alergi seperti sekarang, ini untuk pertama kalinya saya merasakannya, karena sudah melanggar larangan ibu saya."


"apa maksudmu, aku tambah tidak mengerti." kata Ardian bingung.


"tuan... selama ini saya tidak pernah merasakan alergi seperti sekarang ini, karena ibu saya melarang makan makanan seafood, jadi saya tidak pernah mau makan makanan seafood, jadi saya tidak benar-benar tahu kalau saya alergi seafood, ini untuk pertama kalinya saya merasakan sakit akibat alergi, apa tuan mengerti."


"aku sama sekali tidak percaya apa yang kau katakan, aku yakin kau hanya pura-pura saja, agar aku merasa bersalah karena telah menjebakmu, begitukan ?"kata Ardian yang masih tidak percaya dengan Lusi.


Lusi sangat kesal terhadap apa yang di tuduhkan Ardian padanya, dia yang sudah menjadi korban tapi malah dia yang di salahkan. Lusi hanya menghela nafas berat dan tidak peduli lagi akan tuduhan Ardian.


"terserah tuan mau percaya atau tidak, itu hak tuan, yang penting saya tidak ada niat apapun terhadap tuan, toh kita tidak akan sering bertemu, suka-suka tuan lah ingin berpikir apapun tentang saya, saya tidak peduli." kata Lusi pasrah.


Di dalam hati Lusi berkata ' mau percaya atau tidak terserah padanya saja ! yang penting aku tidak ada niat apapun padanya apalagi niat buruk, baru juga kenal apa untungku melakukan semua yang di tuduhkannya, malahan aku yang rugi dan sial sampai jatuh sakit begini, apalagi kalau ingat sakit yang tadi malam, aku ngak mau ngalaminya dua kali.'


Lusi dengan cuek berjalan masuk ke kamar mandi, dia malas berdebat dengan Ardian lagi, tidak akan ada benarnya dia di mata Ardian yang sok kuasa ,angkuh,datar dan dingin. Lebih baik mengalah dari pada terus berdebat tanpa ada ujungnya.


Takdirnya sangat sial bertemu dan mengenal yang namanya Ardian, awal dari nama Ardian aku terus terkena masalah, tidak di percaya orang, di ragukan nama dan diriku, sakit akibat dia dan sekarang harus terus bersamanya dalam kerjasama perusahaan Wirajaya group dengan Adhitama group, semoga takdirku kedepannya tidak bertambah sial dan semoga ada keberuntungan untukku dalam takdir masa depanku kelak.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2