
***Hotel R.W.C***
Setelah Lusi dan Zia selesai membersihkan dan merapikan diri, mereka segera menuju ke kamar tuan Erick seperti yang mereka janjikan, Lusi dan Zia tidak tahu pembicaraan rahasia apa yang ingin di bicarakan oleh tuan Erick kepada mereka berdua?
Tuan Erick segera membuka pintu setelah mendengar bel dari luar kamar dan mempersilahkan mereka berdua masuk, mereka bertiga duduk di ruang tamu yang ada di dalam kamar yang di tempati tuan Erick.
"aku tidak akan basa basi lagi." ucap tuan Erick mulai berbicara.
"aku hanya ingin kalian terus waspada besok pada saat pertemuan, karena ada sesuatu yang aku curigai." ucapnya melihat Lusi dan Zia secara bergantian.
"maksud anda tuan Erick?" tanyaku heran.
"nona Lusi, apa anda masih ingat dengan serangan virus? di mana tuan Nico meminta bantuan anda untuk membantunya menyerang balik virus tersebut?" tanyanya.
"iya saya ingat."jawab Lusi menganggukkan kepala.
"sebenarnya virus itu di berasal dan di miliki oleh sebuah organisasi mafia yang di sewa salah satu musuh perusahaan Faresta Group, dan aku curiga kalau mereka besok pasti akan datang dan muncul untuk mengacaukan segalanya, karena...?!?" ungkap tuan Erick menahan ucapannya.
"karena apa tuan Erick?" tanyaku penasaran sedangkan Zia hanya melihat biasa ke arah tuan Erick.
"karena ini untuk pertama kalinya tuan Nico sebagai wakil presdir Faresta Group akan muncul lagi ke publik dari sekian lamanya dia tidak muncul, dan aku yakin mereka pasti sudah tahu, dan aku yakin mereka juga sudah lama menunggu momen ini agar bisa menyerang tuan Nico." ungkapnya yang membuat aku sedikit terkejut.
"maksud anda tuan Nico adalah incaran dari mafia?" tanyaku tidak percaya.
"iya nona...mereka akan memakai kesempatan dari kemunculan tuan Nico ke publik untuk menyerang dan menangkapnya, karena hanya tuan Nico yang tahu di mana keberadaan tuan R.M presdir dari Faresta Group."
"aku yakin semua musuh Faresta Group sudah lama menunggu kesampatan ini." imbuh tuan Erick lagi.
"apa tuan Nico tahu semua ini?"
"tahu nona, dia lebih tahu daripada kita semua, tetapi dia tetap merahasiakannya agar semuanya berjalan dengan tenang, dan aku juga sudah mengerahkan semua pengawal bayanganku untuk melindungi dan menjaganya dari jarak jauh maupun dari jarak dekat."
"pengawal bayangan?" tanya Lusi seraya mengerutkan keningnya melihat tuan Erick.
"iya nona, aku juga ingin anda tahu, kalau aku adalah ketua mafia King Dragon, anggota mafia yang ku pimpin adalah mafia di bawah naungan tuan R.M." ucap tuan Erick yang membuat mata Lusi melotot membulatkan matanya, dan menutup mulutnya yang menganga terkejut.
__ADS_1
"tuan ketua mafia King Dragon?" tanya Lusi tak percaya apa yang di ucapkan oleh tuan Erick.
"iya nona, aku ketua mafia King Dragon dan semua anggotaku adalah pengawal bayangan untuk tuan R.M beserta keluarganya dan juga untuk melindungi dan menjaga perusahaan Faresta Group dari semua musuh yang ingin menghancurkan Faresta Group."
Lusi menatap tuan Erick sedikit takut karena baru ia sadari bahwa yang ada di depannya adalah seorang ketua mafia King Dragon, yang tidak pernah ada di dalam bayangan lusi sama sekali, yang ia tahu tuan Erick adalah sosok seorang direktur yang cerdas, kuat dan baik padanya selama mereka kenal.
Tuan Erick yang melihat perubahan mimik wajah Lusi pun mengerti dan berucap kembali.
"apa nona Lusi sekarang takut padaku setelah tahu aku adalah ketua mafia King Dragon?" tanya tuan Erick ingin memastikan apa yang di rasakan Lusi setelah tahu jati diri tuan Erick yang sebenarnya.
Lusi hanya diam melihat tuan Erick berpikir sejenak lalu menghembuskan nafasnya.
"Jujur tuan Erick saya terkejut dengan pengakuan anda, tetapi saya juga cukup lama mengenal anda, walaupun kita tidak dekat tapi saya yakin anda tidak akan berbuat jahat kan pada saya?" tanya Lusi takut seraya tersenyum tipis.
"tentu saja tidak nona Lusi, apa nona berpikir aku akan berbuat jahat pada nona?" tanya tuan Erick penasaran dengan pikiran dan perasaan Lusi dengan memicingkan matanya menatap Lusi.
Lusi pun menatap balik tuan Erick.
"tentu saja tidak tuan, kalau anda ingin berbuat jahat pada saya, anda bisa melakukannya dari dulu, tidak usah repot-repot mengajari saya bela diri dan menembak, juga tidak perlu sampai mengaku pada saya kalau anda adalah ketua mafia, anda bisa merahasiakannya, toh saya juga tidak akan tahu." balas Lusi dengan tatapan tenang dan Lusi percaya kalau tuan Erick tidak akan berbuat jahat padanya.
"jadi aku minta pada anda, bila besok ada sesuatu yang terjadi dan apa pun keadaannya, anda hanya perlu bersembunyi dan bila perlu cepat pergi untuk menghindar, biar aku dan semua pengawal bayangan yang bekerja."
"tapi mana bisa seperti itu tuan Erick, saya tidak bisa lari dan mellihat kalian dalam bahaya bila besok terjadi sesuatu." balas Lusi tidak terima dengan keputusan tuan Erick.
"tapi nona, anda tidak tahu kalau mafia itu bukan lah penjahat biasa atau musuh yang bisa anda tangani, mereka tidak segan-segan untuk membunuh seseorang bahkan orang yang tidak bersalah sekalipun, mereka yang menjadi penghalang hanya akan di bunuh dan di singkirkan, itulah seorang mafia?!" jelas tuan Erick pada Lusi agar Lusi bisa mengerti.
"lagi pula andaikan nona berhadapan dengan seorang mafia, apa nona bisa membunuhnya?" tanya tuan Erick ingin tahu bagaimana pendapat Lusi.
"kalaupun harus membunuh saya pun bisa membunuh mereka yang berbuat jahat pada orang tidak bersalah, apa tuan Erick masih meragukan kemampuan dan keyakinan saya? saya akan berusaha untuk menjaga diri saya sendiri dan orang-orang yang saya kenal baik." jawab Lusi tegas tanpa keraguan.
Tuan Erick tersenyum mendengar jawaban tegas Lusi.
"baiklah aku yakin anda bisa melindungi diri sendiri dengan baik, aku juga yakin latihan yang selama ini anda lakukan tidak akan sia sia, semua yang saya ajarkan pada anda nona membuat saya yakin akan perkembangan fisik dan kekuatan tubuh anda semakin berkembang bagus dan bertambah kuat." kata tuan Erick tersenyum puas.
"aku juga akan selalu ada untuk melindungi anda nona, karena anda adalah murid saya yang tidak pernah akan membuat saya kecewa."
__ADS_1
"tentu tuan Erick, anda harus yakin pada saya." ucap Lusi tersenyum puas akan keyakinan tuan Erick padanya.
"baiklah untuk lebih menjaga kalian, aku ada sesuatu untuk kalian berdua." ungkapnya seraya mengambil sebuah koper yang ada di samping sofa dan meletakkannya di atas meja kaca.
Tuan Erick membuka koper tersebut, dan betapa terkejutnya Lusi melihat isi dari koper tersebut, isi koper tersebut ada beberapa pistol, pisau kecil yang biasa untuk di lempar dari jarak jauh, dan beberapa Belati berukuran kecil.
"tuan Erick ini...?" tanya Lusi melihat ke arah tuan Erick dan isi koper itu secara bergantian.
"ini untuk anda nona, untuk anda pakai berjaga-jaga, anak buah saya sudah memodifikasi pistol itu agar nyaman untuk di gunakan oleh anda dan juga Zia." ungkapnya sembari menyerahkan sebuah pistol padaku dan juga Zia.
Aku menerimanya dengan senang hati karena aku sangat suka menembak apalagi sekarang aku di berikan sebuah pistol yang bisa di pakai untuk melumpuhkan bahkan membunuh seseorang.
"itu cara pakainya sama seperti pistol saat kita latihan, karena khusus di rancang agar nyaman dan cepat untuk di pakai oleh anda dan juga Zia sebagai pemula untuk melumpuhkan bahkan bisa juga untuk membunuh musuh." ucap tuan Erick tajam pada pistol yang di pegang Lusi.
Aku dan Zia sedikit bergidik ngeri melihat tatapan tajam tuan Erick, karena terlihat jelas dari raut wajahnya seseorang yang kejam, beginilah tampang sesungguhnya seorang ketua dari organisasi mafia kejam.
"dan aku juga memiliki baju seragam kerja yang sudah di modifikasi agar pistol, pisau kecil dan belati ini bisa di sembunyikan dengan aman serta tidak akan mudah terdeteksi, Zia sudah pernah memakainya, dia yang akan menjelaskan pada anda cara pemakaiannya agar anda dengan mudah dan nyaman untuk memakainya." ungkapnya yang membuatku melihat ke arah Zia yang tersenyum.
"kau biasa memakai dan membawa semua senjata ini Zia?" tanyaku melihat padanya.
"iya nona karena itu untuk keamanan dan perlindungan diri, kami semua sudah di latih seperti itu, walaupun kami jarang membunuh musuh yang muncul, hanya untuk berjaga-jaga nona." jawabnya tersenyum senang dan bangga karena dia paling senang bila menggunakan seragam khusus tersebut, dia merasa nyaman dan aman karena setiap saat bahaya mengintainya semenjak bekerja pada perusahaan Faresta Group.
"baiklah, terima kasih tuan Erick, karena anda sudah memberikan saya kepercayaan ini." ungkap Lusi senang.
Tuan Erick hanya menganggukkan kepalanya dan berkata. "ingat rahasiakan ini semua dari tuan Nico, karena dia pasti tidak akan setuju bila anda memegang pistol dan pisau maupun belati ini, apa anda mengerti nona?" tanyanya.
Lusi hanya menganggukkan kepala tanda mengerti, mereka pun dengan segera mengemas apa yang di berikan tuan Erick pada mereka berdua, dan segera kembali ke kamar mereka membawa semuanya sebelum di ketahui oleh Nico.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya ya.