Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 93 Kejujuran Lusi Dan Harapan Bryan.


__ADS_3

…Lusi Arsinta…


Bryan Aldevaro adalah pria muda yang memiliki kuasa besar dan terkenal, dia termasuk pengusaha muda yang sukses dan tajir melintir, itu yang aku tahu dan lihat dari segi kenyataan nya, sama halnya seperti saat ini…! dia berhasil membantuku izin keluar kantor untuk urusan pribadi ku yaitu menghadiri pertunjukan si kembar di sekolahnya, dengan kuasanya yang Bryan miliki tentunya.


Dengan mudah Bryan membuat asisten Ari mengizinkanku untuk izin keluar bersamanya, dengan alasan meminta tolong padaku dan mengajakku memilihkan sebuah kado untuk seseorang, aku hanya diam mengikuti apa saja yang di katakan Bryan pada asisten Ari dan tidak membantah sama sekali atau ikut bicara.


Kami sekarang sudah berada di dalam mobil mewah Bryan yang dia kemudikan sendiri, sebenarnya aku masih belum siap hanya berduaan saja dengan Bryan karena tahu akan statusku saat ini, dan aku masih menyiapkan hatiku agar bisa jujur pada Bryan tentang kebenaran yang sudah aku tahu.


Aku berpikir kalau Bryan berhak tahu tentang kenyataan siapa aku sebenarnya? karena bagaimana juga saat ini statusku masih istri Ardian Adhitama dan ibu kandung si kembar, dan aku tidak ingin merahasiakannya dari Bryan, aku berharap kami bisa menemukan jalan keluar dan menerima apapun hubungan kami saat.


"Ryan…!" panggilku memecah keheningan kami di dalam mobil seraya melihat ke arahnya.


"iya sayang ada apa?" balas Bryan halus seraya melihatku sekilas.


Aku diam sejenak dan mengatur nafasku untuk memantapkan hatiku berkata jujur pada Bryan.


"Bryan…ada yang ingin aku katakan padamu." ungkapku melihat kearahnya dan Bryan membalas melihatku juga.


"iya…katakan saja…!!" perintahnya.


"beberapa hari yang lalu… kedua orang tuaku datang ke kota ini untuk menyusul ku, dan mereka membawa berita yang membuat hidupku berubah." ceritaku perlahan seraya melihat ke depan.


"berita apa?"


Aku kembali diam sejenak, aku terus meyakinkan hatiku agar berkata jujur dan menyelesaikan masalah ini secepatnya.


"Ryan kedua orang tuaku menceritakan siapa jati diriku yang sebenarnya, dan aku ingin berkata jujur padamu tentang semuanya, karena kamu juga harus tahu." ungkapku melirik sekilas pada Bryan yang terus melihatku sesekali pandangannya juga fokus ke depan melihat jalan raya.


"mereka mengatakan, kalau aku sebenarnya adalah istri sah dari Ardian Adhitama dan ibu kandung si kembar." ungkapku dengan sekali tarikkan nafas.

__ADS_1


Bryan hanya diam, terlihat dia menepikan laju mobilnya dan mematikan mesin mobilnya.


"coba katakan sekali lagi…?" tanya Bryan melihatku dan memintaku mengulang perkataan ku yang tadi aku katakan.


"Bryan aku adalah istri sah Ardian Adhitama yang 5 tahun lalu menghilang dan lupa ingatan karena kecelakaan, dan kedua orang tuaku yang menemukan dan menyelamatkan aku." ungkapku berusaha menjelaskan semua nya.


"apa mereka tidak salah, bagaimana mungkin?" ungkap Bryan masih tidak percaya akan apa yang aku ucapkan.


"Bryan ceritanya panjang, dan aku akan menceritakan padamu semuanya." ungkapku perlahan dengan melihat mimik wajah Bryan yang terlihat mengerutkan keningnya menatapku.


Aku pun mulai menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, cerita semua kebenaran jati diriku yang telah di ungkapkan kedua orang tuaku, aku menceritakan semua kejujuran tanpa menutupi apapun? karena Bryan berhak tahu semuanya dan aku siap menerima apa saja keputusan Bryan terhadapku?


Aku melihat Bryan yang hanya terdiam mendengarkan semua ceritaku tanpa ikut berkomentar apa pun? berkali kali aku menarik dan menghembuskan nafasku yang terasa berat dan sesak di dadaku.


Bryan tetap diam tanpa komentar apapun saat mendengarkan ceritaku hingga selesai terlihat mimik wajahnya yang kecewa sekaligus terkejut mendengar kalau aku adalah istri sah dari Ardian Adhitama, rival bisnisnya.


Terlihat dia menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan sebelum akhirnya menjawab ku.


"bagaimana perasaan mu saat ini? setelah tahu kau adalah istrinya Ardian Adhitama?" tanya Ryan membalasku seraya melihat ku intens.


"jujur…hatiku saat ini tidak merasakan apapun untuk Ardian, aku hanya peduli akan si kembar, aku tidak tahu perasaan ku yang dulu kepada Ardian? karena aku melupakan segalanya termasuk lupa akan perasaan hatiku pada Ardian."


"lalu bagaimana keputusan mu untuk bersikap? bagaimana juga kamu masihlah istri sahnya? walaupun aku kecewa, tetapi aku masih tetap menyayangi dan mencintai mu apa adanya dirimu, aku hanya tidak ingin kau terbebani akan perasaan ku." ungkap Ryan tulus dengan mimik wajah seriusnya memandang ku.


"Ryan…terima kasih kamu mau mengerti, aku masih berusaha merasakan apa yang sebenarnya hatiku pilih, dan aku harap kau bisa mengerti."


"apa kamu akan tinggal bersama Ardian?"


"sementara aku akan tinggal bersama ibu dan ayah di rumah teman ayah di kota ini, walaupun kedua orang tuaku menyarankan aku belajar tinggal bersama Ardian dan si kembar, tetapi aku belum siap, aku hanya akan mau tinggal demi anak-anak."

__ADS_1


"baiklah…aku mengerti apa maksudmu, apapun yang membuatmu nyaman lakukanlah, tapi satu yang aku minta? jangan pernah menghindari ku lagi, biarkanlah hatimu memilih di saat kamu masih bersamaku dan Ardian, kau akan tahu bagaimana perasaan hatimu." ungkap bijak Ryan yang membuat hatiku tenang karena dia mau mengerti kondisiku dan perasaan hatiku.


"terima kasih, akan aku lakukan apapun yang kata hatiku katakan dan rasakan, terima kasih kau mau mengerti." balasku tersenyum tulus melihat Ryan yang melihatku dengan harapan yang tersimpan di dalam hatinya.


"aku masih berharap kau mau memilihku, dan aku juga tetap akan berusaha mendapatkan hatimu bagaimanapun caranya? tetapi bila hatimu masih tidak bisa memilihku? di situ aku akan mundur walaupun sulit bagiku, karena aku benar-benar menyayangi dan mencintai mu dengan tulus, aku masih berharap kau mau menjadi istri ku." ungkap Ryan terlihat kejujuran di sorot matanya.


"maafkan aku bila aku selalu menyakiti hati mu, dan belum bisa membalas perasaan mu." balasku tertunduk karena malu pada Ryan yang selalu tulus dan sabar menunggu balasan perasaan dariku.


"sayang…" ucapnya seraya menyentuh punggung tanganku dan meraihnya untuk di kecup sekilas.


"aku hanya ingin kejujuran hatimu, dan aku hanya ingin kau bahagia, apapun yang kau pilih nantinya aku akan belajar menerimanya, tetapi sebelum pilihanmu… kamu pastikan, biarkanlah aku tetap bersama dan dekat denganmu, apakah boleh seperti itu?" ungkap Ryan dengan mimik wajah seriusnya.


"tentu saja, kita bisa mencoba dekat dan jalani seperti biasanya, aku akan terus berusaha merasakan apa yang hatiku pilih, karena jujur…aku sudah nyaman bersama mu Ryan, kamu selalu sabar dan lembut menghadapi ku disaat aku trauma berdekatan dengan seorang pria, dan hanya kamu pria yang bisa membuat ku nyaman, selama aku tidak tahu siapa aku sebenarnya." balasku tulus dengan apa yang hatiku rasakan saat ini.


"aku senang kau bisa nyaman bersamaku, dan aku berharap kamu bisa membalas perasaan ku." ungkap Ryan tulus dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


Aku tidak membalasnya, aku hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalaku saja tanda setuju, pembicaraan kami pun selesai sampai di sana, Ryan bisa mengerti kondisi dan status ku saat ini, kami melanjutkan perjalanan kembali menuju ke sekolah si kembar.


Dalam perjalanan kami tidak banyak bicara, Ryan hanya sekedar bertanya bagaimana kabar si kembar setelah tahu kalau aku adalah ibu kandung mereka, dan aku hanya menjawabnya sekedar saja, dalam hati aku sangat senang Ryan bisa mengerti posisi dan status ku saat ini, dan aku berharap hatiku bisa dengan cepat menentukan pilihannya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2