Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 84 Kebahagiaan Keluarga Kecil.


__ADS_3

***Mansion Ardian Adhitama***


Rania benar-benar sakit hati dan kesal dengan perkataan Lusi yang sedikit menyindirnya, tetapi bukan Rania Kiandra namanya bila dia mudah kalah, dia akan melakukan sesuatu secepatnya pada Lusi agar tidak ada lagi penghalang.


Baru saja Rania ingin membalas perkataan Lusi, dokter Rio keluar dari kamar yang di tempati oleh nyonya Meli, dia memberitahukan kepada Ardian bahwa mamanya di perkirakan hanya di bius dengan obat tidur saja, tetapi untuk memastikan nya dokter Rio sudah mengambil sampel darah nyonya Meli agar bisa di tes di laboratorium.


Keadaan nyonya Meli masih tetap sama, hanya sudah di pasangkan cairan infus saja dan di beri suntikkan vitamin karena tubuh nyonya Meli terlihat lelah sekali.


Dokter Rio pun berlalu setelah menyelesaikan pekerjaan nya, dia segera pamit kepada semua yang ada di sana, dokter Rio tidak ingin berada terlalu lama di sana karena terlihat aura perselisihan diantara mereka.


"Ardian aku akan melihat keadaan tante Meli dulu." ungkap Rania melihat lembut pada Ardian dan melihat tajam pada Lusi.


Ardian hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, dengan segera Rania berlalu masuk ke kamar nyonya Meli, sedangkan Lusi, Zia dan Ardian masih berada di ruang tamu.


"mama…" teriak Nathalia dari arah tangga.


Nathalia dan Nathan turun secepat kilat menarik tangan sang baby sister agar cepat bisa mendekati Lusi.


Semua melihat ke arah Nathalia dan Nathan, Lusi tersenyum pada si kembar yang tersenyum bahagia melihat keberadaan Lusi, sudah beberapa hari ini Lusi tidak bertemu dengan si kembar dan Lusi meraskan kerinduan yang mendalam pada si kembar, apalagi kali ini Lusi mengetahui bahwa hasil tes darah dirinya dan si kembar menyatakan kalau mereka adalah ibu dan anak kandung.


Tidak bisa di pungkiri lagi Lusi merasakan perasaan keibuannya keluar begitu melihat si kembar tersenyum senang melihat kehadirannya, apalagi mereka memanggil Lusi dengan sebutan mama dengan cinta kasih seorang anak yang rindu akan sosok seorang ibu yang lama tidak bertemu.


Dengan sendirinya Lusi melangkah mendekati si kembar yang berlari kecil mendekatinya, Lusi segera duduk bersimpuh dan memeluk si kembar dalam dekapannya, kerinduan yang teramat dalam dapat di rasakan oleh hati Lusi yang paling dalam, tanpa dia sadari air matanya pun keluar dan mengalir ke pipinya yang putih mulus, Lusi terisak bahagia memeluk buah hatinya, hatinya sangat yakin bahwa kebenaran tes DNA tersebut adalah nyata.


"mama…" ucap Nathan dan Nathalia bersamaan seraya membalas pelukkan Lusi.


"anak-anak ku...." bisik Lusi dengan sedikit menahan isak tangisnya.


"mama…mama kenapa nangis?" tanya si Nathalia yang sedikit perasa sembari melepaskan pelukkannya.


"mama…mama kenapa nangis? jangan nangis mama…!" ucap Nathan sembari menghapus air mata Lusi lembut.


"mama tidak apa-apa sayang, mama hanya kangen pada kalian." balas Lusi tersenyum seraya ikut menghapus air matanya.


"Adek juga kangen mama." jawab Nathalia tersenyum senang karena mendengar sang mama merindukan nya.


"kakak juga…" ucap Nathan malu-malu tersenyum senang mendengar sang mama juga merindukannya.


"ooo…anak-anak ku, sayangku… mama sayang kalian berdua.…" balas Lusi dengan isak tangisnya kembali, seraya mencium kedua pipi si kembar dan memeluk mereka.


"Adek sayang mama juga." balas Nathalia memeluk dan mencium pipi sang mama.

__ADS_1


"kakak juga sayang mama." ucap Nathan tidak mau kalah dari sang adik yang juga mencium pipi sang mama.


Adegan Lusi dan si kembar melepaskan kerinduan dan kasih sayang mereka, menjadi tontonan untuk semua yang ada di ruang tamu mansion, mereka ikut terharu melihat adegan tersebut, tidak terkecuali Ardian yang tersenyum bahagia melihat Lusi dan si kembar saling menyayangi, Ardian bahagia melihat keluarga kecilnya berkumpul kembali.


Ardian berjanji pada dirinya sendiri, apapun akan Ardian lakukan agar keluarga kecilnya tetap utuh dan bersama selamanya, dia akan berusaha meluluhkan hati Lusi agar mau menerimanya kembali.


"mama, apa mama akan tinggal di sini?" tanya Nathalia dengan wajah berharap yang sangat menggemaskan.


"iya mama, mama tinggal di sini aja, sama Adek sama kakak, sama papa, sama Oma juga, iya mama?" ucap Nathan tidak mau kalah dengan memasang wajah yang penuh harap yang sangat lucu dan sulit untuk di tolak.


Lusi memandang si kembar secara bergantian, dalam hatinya Lusi senang dengan perhatian dan keinginan si kembar yang menginginkannya untuk tinggal bersama mereka, Lusi pun tidak kuasa untuk menolak keinginan si kembar.


"tentu sayang… mama akan tinggal di sini, apa kalian senang?" balas Lusi dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


Si kembar sangat senang dengan keputusan Lusi yang mau tinggal bersama mereka, dan ini untuk pertama kalinya sang mama tidak menolak keinginan mereka, dan sang mama pun mau tinggal di mansion bersama mereka.


"horeeee…mama bobok sama Adek ya…" ungkap Nathalia girang sembari meloncat-loncat senang dan bertepuk tangan.


"ngak boleh adek… mama bobok sama kakak, kakak kan paling besar Adek...jadi mama bobok dulu sama kakak baru sama Adek...!" protes Nathan yang tidak mau kalah dengan sang adik kembarnya tersebut.


"kok gitu sih kakak…kakak harus ngalah sama adek…!" balas Nathalia yang tidak terima keputusan sang kakak kembar.


"ngak boleh… pokoknya mama boboknya sama kakak dulu, sama Adek kan udah pernah waktu di rumah sakit." protes Nathan kembali.


"ngak… pokoknya mama bobok sama kakak…" ucap Nathan membalas dengan memeluk dan menarik leher sang mama.


"huhuhu…wawaaaa… "tangis Nathalia pun pecah.


"kakak jahat…papa…kakak jahat" ungkap Nathalia di sela-sela tangisnya seraya mengadu kepada Ardian.


Ardian yang melihat Lusi kewalahan dengan pertengkaran si kembar pun mendekati mereka.


"sudah sayang…Adek bobok sama papa aja ya…" bujuk Ardian ikut duduk bersimpuh di samping Nathalia dan membelai lembut punggung sang putri agar tangisnya sedikit tenang.


"ngak…mau papa…Adek maunya sama mama…" tolak Nathalia yang masih menangis dengan menambah volume suara tangisannya.


"kalau gitu kakak yang bobok sama papa ya…" bujuk Ardian pada Nathan yang masih diam sembari tidak mau melepaskan pelukkannya pada Lusi.


"ngak mau…kakak maunya sama mama…"tolak Nathan tidak mau kalah dari sang adik kembar.


Lusi dan Ardian saling memandang dan tatapan mata mereka pun bertemu, Lusi melihat Ardian sudah tidak bisa membujuk salah satu si kembar untuk mengalah.

__ADS_1


"begini aja…gimana kalau kita bobok sama-sama." tiba-tiba Ardian memiliki ide yang menurut Lusi sangat konyol.


Lusi melototkan matanya melihat pada Ardian dengan ide konyolnya, si kembar saling tatap dan berpikir sejenak, sedangkan Ardian dalam hatinya berharap, semoga kesempatan dalam kesempitan ini dapat di setujui oleh si kembar agar Ardian mendapatkan kesempatan untuk mendekati Lusi kembali.


Lusi masih menatap tajam dan marah pada keputusan Ardian, sedangkan Ardian masih berharap dan pura-pura lugu mendapat tatapan mata tajam dari Lusi.


"iya, iya mau…" ucap si kembar bersamaan dengan girangnya.


Lusi semakin tidak percaya sampai mulutnya menganga dan matanya tambah melotot dengan si kembar yang setuju akan ide konyol Ardian, sedangkan Ardian tersenyum senang dan sangat bahagia dengan keputusan si kembar yang mendukung idenya.


"tapi itu tidak bisa…" ungkap Lusi yang membuat pergerakkan si kembar terhenti, dan senyum Ardian menghilang seketika.


"kenapa mama…?" tanya si kembar bersamaan.


"kita tidak bisa tidur sama-sama sayang." jawab lembut Lusi pada si kembar dan Lusi berharap semoga si kembar bisa mengerti.


"mama kok gitu…?" ucap Nathalia sedih, dan seketika mimik wajahnya langsung menangis kencang dengan di bantu juga oleh Nathan.


Jadilah tangisan keras si kembar mendominasi seisi mansion, Lusi langsung kewalahan menenangkan si kembar agar tangisnya mau mereda tetapi tidak berhasil, Ardian pun ikut berusaha menenangkan si kembar tetapi tidak berhasil pula.


Suasana mansion menjadi ramai dan heboh dengan tangisan keras si kembar yang tidak biasa, karena mereka tidak pernah menangis secara bersamaan, semua yang ada di ruang tamu serta penghuni mansion melihat ke arah keluarga kecil tersebut, termasuk Rania yang berdiri di ambang pintu kamar nyonya Meli melihat tidak suka akan keluarga kecil tersebut.


"baiklah…baik…kita akan tidur bersama, udah sayang…udah nangisnya dong…"bujuk mengalah Lusi yang tidak tega melihat tangis keras si kembar.


Si kembar yang mendengar jawaban dari Lusi pun menghentikan tangisannya dan melihat ke arah Lusi. "beneran mama…?" tanya si kembar di sela-sela isak tangisnya memastikan kalau pendengaran mereka tidak salah.


"iya sayang." jawab Lusi tersenyum seraya menganggukkan kepalanya untuk memantapkan jawabannya.


"horeeee…Adek sayang mama…" jawab girang Nathalia dengan langsung mencium pipi Lusi dan memeluk leher Lusi.


"Kakak sayang mama…" ucap Nathan senang dengan keputusan sang mama, Nathan pun mencium pipi dan memeluk leher Lusi.


Lusi tersenyum lega melihat si kembar bahagia, ada perasaan bahagia dalam hatinya melihat senyum bahagia si kembar, Lusi bahagia melihat putra dan putrinya sangat sayang dan mencintainya, sedangkan Ardian merasa bahagia kemenangan dalam hatinya karena memiliki kesempatan untuk mendekati Lusi.


Rania yang melihat adegan bahagia keluarga kecil tersebut sangat marah dan semakin membenci Lusi, Rania mengepalkan kuat kedua tangannya sampai buku-buku jarinya memutih dan rahangnya mengeras menahan amarah.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2