Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 42 Rania Dan Lidya.


__ADS_3

***Mansion Nyonya Meli***


"Ryan apa yang kau lakukan? setiap aku melihatmu dengan tuan Ardian kau selalu mencengkram kerah jasnya." tanya Lusi pada Bryan yang ada di sampingnya dan melihat sekilas Ardian.


"hanya sedikit kesal padanya." balas Bryan melirik Ardian sekilas.


Lusi menghela nafasnya tidak mengerti Bryan kesal karena apa? Lusi memandang wajah Bryan yang masih menahan amarahnya, tetapi matanya malah melihat sesuatu.


Photo keluarga berukuran besar yang tadi di lihat oleh Bryan, tepat berada di belakang Bryan.


Bryan yang tahu pandangan mata Lusi tidak tertuju padanya pun menoleh ke arah belakang, pada apa yang di lihat Lusi.


Ya Lusi melihat juga photo keluarga itu, dimana ada photo Lidya istri Ardian yang wajahnya mirip dengannya, tapi nampak Lusi biasa saja.


"apa kau sudah tahu siapa wanita yang ada di dalam photo itu?" tanya selidik Bryan.


Lusi hanya menganggukkan kepalanya dengan mimik muka pasrah, sedangkan Rania sangat terkejut karena ternyata Lusi juga sudah tahu kalau dirinya mirip dengan sang adik Lidya.


Rania bertambah kesal dan tidak suka pada Lusi yang hanya tenang tahu bila dirinya mirip dengan Lidya.


Rania berpikiran kalau Lusi memiliki maksud tersembunyi dari sikap tenangnya, 'apa wanita ini ada maksud tersembunyi dengan wajahnya yang mirip Lidya ya?' gumam Rania curiga pada Lusi.


"ayo kita pulang sekarang." ajak Lusi pada Bryan.


Lusi ingin menghindari untuk membahas masalah ini, Lusi melirik tajam Ardian yang menatapnya dan melihat sekilas Rania yang melihatnya tidak suka.


"ayo sayang ini juga sudah malam." balas Bryan, Lusi melihat ke arahnya.


Lusi sudah terbiasa mendengar panggilan sayang Bryan padanya, karena dulu sewaktu mereka menjadi kekasih Bryan selalu memanggilnya 'sayang'.


Jadi walaupun pernah berpisah selama setahun Bryan masih suka mamanggil Lusi dengan sebutan 'sayang', sedangkan Lusi memanggil Bryan dengan sebutan 'Ryan' panggilan khusus darinya, Lusi mengizinkan Bryan memanggilnya 'sayang' hanya ingin membiasakan diri untuk mendengarnya karena tidak ada salahnya, itu ungkapan rasa sayang Bryan padanya.


Alasan mereka pernah berpisah sudah Bryan ungkapkan, dan mereka sepakat untuk kembali mencoba menjalin hubungan asmara, tadi sore mereka sudah membicarakannya.


( ceritanya ada di episode 33 dan 34 ya.)


"Tante saya pamit pulang, anak-anak sudah tidur kerena mereka sudah lelah sekali." pamit Lusi pada nyonya Meli dari seberang sofa.


"terima kasih Lusi, maaf kalau sudah merepotkan mu." balas nyonya Meli menganggukkan kepala dan tersenyum.


"sama sama Tante."

__ADS_1


"tuan Ardian saya pamit pulang." pamit Lusi dengan tatapan datarnya pada Ardian.


Walaupun Lusi masih kesal dan tidak suka pada Ardian, dia masih mempunyai sopan santun untuk pamit pada tuan rumah.


"asisten Gavin aku pulang ya." di jawab anggukkan kepala oleh asisten Gavin.


"nona Rania, senang bertemu denganmu." pamit Lusi mencoba ramah pada Rania.


Tetapi Rania malah membalas dengan senyum tipis dan sekilas saja melihatnya.


Bryan hanya pamit pada nyonya Meli saja, setelah itu dengan cepat dia menggenggam mesra tangan Lusi dan mengajaknya untuk keluar mansion yang di tuntun oleh asisten Gavin.


......................


…Rania Kiandra…


Ardian mengepalkan tangannya kuat sampai buku-buku jarinya memutih melihat Bryan menggenggam mesra tangan Lusi, hatinya merasa tidak rela Lusi bersama dengan Bryan.


Antara rasa tidak suka Lusi mirip dengan istrinya atau rasa cemburu melihat Lusi dekat dengan pria lain, Ardian pun tidak tahu rasa yang mana yang lebih besar dia rasakan?


Rania melihat Ardian yang sedang menahan amarahnya, Ardian yang mengepalkan tangannya melihat kepergian Lusi bersama Bryan, Rania bertambah tidak suka akan kehadiran Lusi di saat dia sudah mulai dekat dengan Ardian.


Ya Rania dari dulu sangat menyukai Ardian, bahkan dari Ardian masih menjadi suami sang adik Lidya. Karena Ardian kaya raya, memiliki ketenaran dan pengusaha sukses, banyak di gilai oleh para wanita yang berlomba-lomba ingin menjadi pasangannya.


Rania dan Lidya hanya berbeda umur 2 tahun saja, Rania lebih di sayang oleh kedua orang tuanya, sedangkan Lidya jarang mendapatkan perhatian kedua orang tuanya, entah karena apa?


Walaupun Lidya jarang mendapat kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya, dia tetap bersabar dan tetap berharap di suatu saat nanti dia juga akan di perlakukan sama seperti kakaknya Rania.


Lidya betah di mansion kediaman keluarga Kiandra hanya karena sang nenek dan pengasuhnya yang sayang padanya, walaupun dia di perlakukan berbeda dari Rania, Lidya tetap diam tidak pernah protes atau mengeluh.


Rania pun memperlakukan Lidya sesuka hatinya, Lidya akan di perlakukan baik hanya pada saat Rania membutuhkan bantuannya, seperti memerintahkannya selayak asisten pribadinya untuk memenuhi keperluannya saja, menyuruh Lidya mengerjakan semua pekerjaan sekolah yang tidak bisa dia kerjakan.


walaupun Lidya umurnya lebih kecil dari Rania, Lidya termasuk berotak cerdas dan pandai dari rata-rata anak seumuranya, jadi dia dengan mudah bisa membantu Rania untuk mengerjakan tugas sekolahnya.


Itupun Rania mengancam Lidya, kalau tidak ada yang boleh tahu Lidya yang membantu Rania mengerjakan pekerjaan sekolahnya.


Lidya hanya mengikuti saja apa yang di inginkan sang kakak karena dia sangat sayang pada sang kakak.


Sampai kejenjang perkuliahan dimana sang kakak memilih kuliah ke luar negeri yaitu Inggris mengambil jurusan bisnis management, sedangkan Lidya cukup kuliah di universitas biasa di Jakarta yang juga mengambil jurusan bisnis management.


Lidya mengambil jurusan bisnis management berharap akan bisa membantu sang ayah dan kakek yang menjalankan perusahaan keluarga Kiandra, yang bergerak di bidang perhotelan, kontraktor pembangunan yang memegang tender proyek besar dan banyak bekerjasama dengan perusahaan lain, dan juga jual beli saham.

__ADS_1


Lidya yang berotak cerdas sangat cepat mempelajari semua pelajaran yang dia dapatkan, sehingga dia selalu menjadi siswa tepandai di kampusnya, tetapi Lidya tetap merendah dan akan selalu membantu teman yang kesusahan untuk belajar.


Lidya juga sering membantu sang kakak yang di Inggris, untuk mengerjakan tugas kampus yang tidak dia mengerti, melalui email yang akan di salin oleh sang kakak, sebenarnya Rania bukan saja tidak mengerti dia hanya malas untuk banyak berpikir.


Sampai pada suatu saat perusahaan Kiandra hampir jatuh bangkrut karena adanya penggelapan dana oleh sang adik dari papanya yang menjadi Direktur di perusahaan, yang langsung kabur ke luar negeri beserta istri dan anaknya sebelum ketahuan oleh sang papa.


pada saat tender pembangunan proyek besar sebuah apartemen mewah dan jual beli saham yang di luar jalur. Perusahaan Kiandra memerlukan suntikkan dana besar dan membayar hutangnya pada perusahaan Adhitama, karena pembangunan proyek apartemen mewah tersebut milik Adhitama group, yang di pegang oleh Ardian Adhitama langsung.


Tidak ingin perusahaan nya jatuh bangkrut, tuan Seta Kiandra mencoba untuk bernegosiasi dengan Ardian Adhitama, dengan memberikan salah satu anak gadisnya untuk di nikahi oleh Ardian Adhitama.


Awalnya Ardian menolak keras negosiasi itu, tetapi entah karena alasan apa dia tiba-tiba menyetujuinya, dengan catatan anak gadisnya hanya akan menjadi istri kontrak dan tidak boleh di ketahui oleh publik, karena terlalu mendesak tuan seta pun menyetujui nya.


Tuan Seta membicarakan masalah ini pada keluarga termasuk kedua anak gadisnya Rania dan Lidya, Rania sangat menolak keras perjodohan kontrak itu karena dia memiliki seorang kekasih yang juga kuliah di Inggris, dia tidak mau menjadi istri kontrak tuan Ardian Adhitama yang terkenal dingin dan kejam.


Akhirnya pilihan jatuh pada Lidya sang adik, awalnya Lidya juga menolak bukan karena dia memiliki kekasih, tetapi dia juga tidak ingin menjadi istri kontrak tuan Ardian Adhitama, dia ingin memiliki pernikahan yang sah dan bahagia walaupun pernikahan sederhana, bukannya pernikahan kontrak dan tidak boleh di ketahui oleh publik.


Lidya tidak kuasa menolak karena permintaan dari sang ayah dan kakek yang terus mendesaknya, yang mengatakan dia anak durhaka bila tidak ingin mengikuti perkataan orang tua, dan dia tidak bisa membuat orang tua bangga dan bahagia memiliki anak seperti dirinya.


Hati Lidya benar-benar hancur akan perkataan dan paksaan kedua orang tua dan kakeknya, hanya neneknya saja yang mendukungnya untuk menolak, dengan terpaksa Lidya mau menerima pernikahan tersebut.


Lidya berharap dengan pengorbanannya itu kedua orang tuanya bisa bangga dan bahagia mereka memiliki anak sepertinya, sehingga semua pengorbanan Lidya yang sampai putus kuliah tidak sia-sia.


Rania pun merasa aman tidak harus di paksa menikah kontrak dengan Ardian Adhitama yang terkenal dengan sebutan pengusaha muda yang kejam dan dingin tak tersentuh.


Rania juga tidak tahu bagaimana wajah tampan dan watak Ardian yang sebenarnya, yang juga bisa hangat dan baik bila bersama keluarga dan orang yang dia cintai.


Dalam pikiran Rania kalau Ardian itu memiliki wajah biasa saja hanya menang dia kaya raya, kalau di bandingkan dengan kekasihnya yang tampan dan juga kaya raya, Ardian tidak sebanding dengan kekasihnya, itu yang ada di otak dan pikiran Rania.


Sampai saat Rania pulang ke Indonesia saat liburan, Rania dan sang mama datang berkunjung ke mansion mamanya Ardian saat ulang tahun nyonya Meli, di sana untuk pertama kalinya Rania bertemu dengan Ardian yang tampan berkulit putih bersih, berbadan tinggi dengan postur tubuh kekar pria idaman Rania selama ini, seketika itu juga Rania bisa melupakan sang kekasih yang sangat jauh kalau di bandingkan Ardian yang tampan, kaya raya, sukses dan terkenal.


Dari sana pertamuan pertamanya, saat melihat senyum menawan Ardian, Rania sudah jatuh cinta pada pandangan pertama di tambah Ardian yang kaya raya, sukses dan terkenal.Dia tidak rela bila Lidya yang mendapatkan Ardian, dan dia bersumpah akan merebut Ardian dengan segala cara.


Semua keinginan Rania terwujud, dia mendapatkan kesempatan untuk mendekati Ardian pada saat Lidya sudah meninggal dunia.


flashback off…


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2