
Semua masih diam mendengarkan cerita dari kedua kedua orang tua Lusi.
"Lusi kamu adalah Luna putri kami yang hilang, kami menemukanmu di pantai pulau Bali, kamu penuh luka saat kami menemukanmu, kami sangat bersyukur kamu masih hidup, hanya saja kamu lupa akan segalanya, lupa siapa kamu? siapa namamu? dan siapa keluarga yang telah merawat mu? maafkan kami yang telah berbohong saat kamu tidak mengenali kami." ucap ibu mengingat segala cerita saat menemukan Lusi yang penuh akan luka di sekujur tubuhnya.
…flashback on…
Luna yang sebenarnya adalah Lidya Kiandra mengalami koma beberapa Minggu di rumah sakit, kedua orang tua Luna yakin bahwa Luna adalah putri mereka yang hilang, untuk lebih meyakinkan dugaannya, kedua orang tua Luna melakukan tes DNA dan benar hasilnya, kalau Luna adalah putri mereka yang hilang, saudara kembar Lusi Arsinta.
Saat Luna siuman dari komanya beberapa Minggu setelah kejadian tragis yang menimpanya, Luna di nyatakan kehilangan semua ingatan masa lalunya oleh dokter, saat itu juga kedua orang tuanya membuat suatu kebohongan untuk menyembunyikan identitas Luna yang sebenarnya dan membuat Luna menggantikan Lusi Arsinta, saudara kembarnya yang sudah meninggal.
Kedua orang tua Luna memberikan semua identitas Lusi Arsinta yang sudah meninggal pada Luna, agar Luna percaya bahwa dia benar-benar putri mereka yang lupa ingatan karena mengalami kecelakaan.
Luna yang lupa akan segalanya, perlahan di perlihatkan akan bukti-bukti dan photo kebersamaannya dengan kedua orang tuanya, sehingga dengan mudah dia percaya akan ucapan kedua orang tuanya kalau benar Luna atau Lusi adalah putri mereka.
Mereka menutup rapat tentang kematian Lusi Arsinta, menutup rapat bahwa mereka memiliki putri kembar, menutup rapat mengenai semua akses yang menunjukkan keberadaan mereka, dan berusaha memberikan kehidupan yang baru untuk Lusi atau Luna Arsinta yang lupa ingatan.
Mereka tidak ingin kehilangan putri satu-satunya yang mereka miliki, mereka ingin menyembunyikan dan melindungi Lusi dengan kehidupannya yang baru, di tempat yang baru, suasana dan kedaan yang baru jauh dari semua orang yang mengenali mereka.
Semua alasan dari kebohongan itu di utarakan oleh ibu dan ayah Lusi, mereka sangat berharap kalau Lusi atau Luna bisa menerima alasan kedua orang tuanya sampai berani memutuskan untuk berbohong.
…flashback off…
"maafkan ibu dan ayah nak…ibu tidak ingin kehilangan mu lagi sehingga harus berbohong seperti ini." ungkap ibu Lusi yang terus menangis tersedu karena sedih dan merasa bersalah.
"tidak…ibu dan ayah tidak salah, kalian melakukan hal yang benar dan aku sangat berterima kasih karena telah di pertemukan kembali dengan orang tua yang seperti kalian berdua, aku bangga menjadi putri kalian." balas Lusi ikut sedih akan cerita kedua orang tuanya tentang jati dirinya yang sebenarnya.
Lusi kini lega telah mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya, hanya saja mengapa dia berada di keluarga Kiandra selama ini? siapa yang sudah membawanya ke dalam keluarga Kiandra? sehingga bisa menjadi putri dari keluarga Kiandra.
"tetapi ayah mengapa Lusi bisa ada di dalam keluarga Kiandra? tidak mungkinkan keluarga itu yang sudah menculikku?" tanya Lusi penasaran dan melihat ke arah ayah dan Ardian secara bergantian.
"oya…tuan Ardian anda pasti sangat tahu siapa Lidya Kiandra yang sebenarnya?" tanya Lusi kembali melihat ke arah Ardian.
"aku hanya tahu Lidya memang benar putri mereka, dan aku tidak tahu lebih banyak lagi karena aku tidak ada alasan untuk curiga akan hal itu." balas Ardian apa adanya yang sebenarnya.
Mereka hanya bisa diam dengan masalah ini, yang hanya bisa menjawabnya adalah tuan dan nyonya Kiandra.
__ADS_1
"tuan Ardian, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu mengenai kecelakaan Lusi saat di pulau Bali?" kini ayah Lusi yang bertanya.
Ayah Lusi sudah curiga akan kecelakaan yang menimpa putrinya, luka-luka yang ada di sekujur tubuh Lusi banyak bekas cambukkan, ada tusukkan pisau di bagian perutnya dan luka di kepalanya karena benturan keras benda tumpul.
"tentu tuan…Lidya di culik saat kami sedang berlibur di pulau Bali, penculiknya sudah saya tangkap tetapi dia mengaku telah membunuh Lidya dan membuang mayat Lidya ke laut, saya dan semua anak buah saya sudah mencari mayat Lidya yang di katakan si penculik, tetapi tetap tidak menemukannya, sampai saat ini saya juga masih berusaha mencari dalang dari penculikkan tersebut tetapi nihil saya tidak menemukan apapun." ungkap Ardian menceritakan apa yang terjadi.
"apa salah satu dari penculik itu seorang mafia?" tanya curiga ayah Lusi.
"saya kurang tahu karena saat saya mengintrogasinya, Mereka hanya berkata di perintahkan seseorang yang memakai jasa mereka, dan saya tidak tahu mereka adalah mafia atau bukan, anak buah saya tidak menemukan identitas asli mereka, sehingga saya memutuskan membunuh mereka semua untuk melampiaskan amarah saya atas kematian Lidya." ungkap Ardian dengan wajah dinginnya.
"saya curiga ini perbuatan orang terdekat anda tuan, saya akan menyelidikinya bersama seorang teman yang ahli, tetapi saya minta anda untuk merahasiakan ini, tolong anggap anda tidak pernah tahu cerita ini kalau tidak Lusi akan dalam bahaya lagi, bisa saja yang orang menginginkan kematian Lidya kembali muncul bila tahu korban mereka masih hidup, apa anda bisa melakukannya?." tanya ayah Lusi menatap serius pada Ardian.
Ardian melihat sekilas pada Lusi yang juga melihatnya.
"tentu tuan, saya akan ikut menyelidikinya, saya juga ingin tahu siapa musuh saya? dan siapa yang menginginkan kematian Lidya?" balas Ardian melihat Lusi dan ayahnya secara bergantian.
"terima kasih akan kerja sama anda tuan Ardian." ungkap ayah Lusi tersenyum tipis melihat ke arah Ardian.
Ardian terus memandang Lusi, Lusi yang di pandang salah tingkah dan itu menjadi perhatian dari sang ibu.
Dalam hati Ardian sebenarnya ingin segera memeluk Lusi yang sudah terbukti adalah Lidya istrinya, tetapi dia menahan hasratnya di hadapan kedua orang tua kandung Lusi, Ardian juga masih berpikir bagaimana perasaan Lusi saat ini setelah tahu bahwa dia adalah istri sah Ardian Adhitama dan ibu kandung si kembar.
Lusi hanya diam menundukkan kepalanya dan masih berpikir.
"Lusi …kenapa hanya diam saja?" tanya sang ibu seraya menyentuh bahu sang putri.
"maafkan aku ibu…maafkan aku perlu memikirkan ini semua, ini terlalu mengejutkan untukku." balas Lusi melihat sang ibu dan Ardian secara bergantian.
"aku perlu waktu untuk berpikir, maafkan aku…tolong mengerti sedikit perasaan dan kondisi ku saat ini." ungkap Lusi dengan mimik wajah bingungnya.
Dia masih shock dan terkejut dengan kebenaran yang sudah terungkap tentang siapa dirinya yang sebenarnya? Lusi masih terkejut kalau takdir hidupnya saat ini adalah seorang istri Ardian Adhitama dan ibu kandung si kembar.
Apakah harus dia dengan mudah menerima takdir atau hidupnya yang terjadi saat ini? sedangkan hatinya tidak merasakan apapun untuk Ardian? yang hanya bisa dia terima adalah takdir dirinya yang sudah menjadi seorang ibu untuk putra putri kembarnya.
Sang ibu hanya bisa menghela nafasnya karena mengerti apa yang di pikirkan sang putri? dan bagaimana perasaan Lusi saat ini?
__ADS_1
sedangkan Ardian yang sedih melihat sang istri bingung, ingin sekali menarik Lusi ke dalam pelukkannya, membelai sayang Lusi dan memberikan semangat untuknya, tetapi dia hanya bisa diam dan menahan diri agar tidak membuat Lusi semakin jauh padanya.
"baiklah kalau itu yang kamu inginkan nak…tapi ingatlah kamu memiliki dua orang anak sekarang, kamu sudah menjadi seorang ibu." ungkap sang ibu mengingatkan.
"tentu ibu, mereka adalah anak-anak ku." balas Lusi tersenyum tipis.
"nah…nak Ardian, bagaimana denganmu?" tanya ibu Lusi melihat ke arah Ardian yang hanya bisa diam dan terus memandang Lusi.
"saya hanya bisa berharap Lusi mau kembali padaku bu…dan kami bisa menjadi keluarga seperti dulu lagi, bagaimana pun juga Lusi adalah istri saya yang masih sah sampai sekarang…!?!" balas Ardian sekaligus mengungkapkan apa yang ada di hatinya? agar Lusi juga tahu perasaannya.
"ibu harap kalian bisa dengan bijak dan sabar untuk mencari jalan keluar dari masalah ini, janganlah memaksakan kehendak kalian, dan utamakan anak-anak kalian." ucap ibu memberikan nasehat pada Lusi dan Ardian.
"tentu Bu, terima kasih sudah mau cerita dan mengungkapkan kebenaran tentang rahasia ini pada saya." ucap tulus Ardian dengan sorot matanya yang lembut dan tulus.
"itu sudah tugas kami menjadi orang tua, menuntun anak-anak nya ke jalan yang benar, walau terkadang kami harus membuat suatu kebohongan untuk melindungi anak kami dari orang-orang yang berniat jahat." ungkap sang ibu tersenyum tulus dari hatinya pada Ardian.
"ok…lebih baik kita siap-siap untuk makan malam, apakah bisa Lusi dan si kembar tidur di sini malam ini tuan Ardian?" ungkap sang ibu sedikit ingin menggoda Lusi dan Ardian.
"iii ibu…tentu saja aku dan anak-anak akan tidur di sini, kenapa mesti minta izin padanya sih…?" balas Lusi dengan melirik tajam Ardian.
"kok kamu gitu sih…bagaimana juga tuan Ardian kan suamimu." balas ibu tersenyum jahil, yang membuat Lusi melototkan matanya terkejut sekaligus malu akan kata-kata 'suamimu'.
Sedangkan Ardian sangat senang bahkan puas mendengar kata-kata ibu Lusi yang menyatakan bahwa dirinya adalah suami Lusi.
"iiii ibu ini apa-apaan sih…?" balas Lusi mulai salah tingkah dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang malu.
Kedua orang tua Lusi dan juga Ardian yang melihat Lusi mulai malu pun tersenyum senang, terlebih lagi Ardian yang sangat gemas melihat Lusi salah tingkah karena malu, membuat dirinya ingin segera menarik Lusi masuk ke dalam pelukkannya, mencurahkan semua kerinduannya pada Lusi, mengungkapkan rasa sayang dan cinta yang dia simpan selama ini hanya untuk Lusi sang istri tercinta.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.