Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 13 Adhitama vs Aldevaro


__ADS_3

*****Kediaman Ardian Adhitama*****


Ardian dan asisten pribadinya sedang berada di dalam ruang kerja pribadi milik Ardian dikediamannya, asisten nya yaitu Gavin wibisana sudah mendapatkan informasi mengenai wanita yang menolong anak kembar tuannya dari kantor polisi.


"apa yang kamu dapatkan ?"tanya Ardian dengan wajah datarnya.


"nama yang melaporkan kejadian itu pada polisi bernama Dewi Larasati dan temannya yang bernama Lusi Arsinta, Dewi Larasati bekerja di kantor Wirajaya group sebagai sekretaris Presdir, sedangkan Lusi Arsinta baru dua hari bekerja di kantor Wirajaya group sebagai sekretaris juga, dia pindahan dari kantor cabang di Surabaya." lapor asisten Gavin pada tuannya.


"sekretaris Presdir Wirajaya group ?" tanya Ardian dengan masih memasang wajah datarnya.


"iya tuan."


"buatkan janji pertemuan dengan Presdir Wirajaya group, katakan padanya aku ingin membahas bisnis baru yang mereka ajukan padaku Beberapa hari yang lalu, aku ingin lihat langsung kedua sekretaris itu." perintah Ardian tegas yang langsung di laksanakan oleh asisten Gavin.


Asisten Gavin pun menghubungi nomer asisten Bayu untuk membuat janji langsung besok pagi, sedangkan asisten Bayu mengatakan setuju dan akan mengurus segalanya untuk besok pagi.


"sudah tuan, besok pagi Direktur Radhika dan Presdir Maria yang akan menemui anda pada saat pertemuan." lapor asisten Gavin pada tuannya.


"kita akan lihat apa benar yang di katakan anak-anak ku, bahwa wanita itu sangat mirip dengan wajah istriku, dan kau harus pastikan itu Gavin, aku tidak ingin ada permainan apapun disini, tidak ada yang boleh memakai wajah istriku sebagai alat, aku tidak percaya ada orang yang memiliki wajah yang sama terkecuali mereka kembar atau melakukan bedah plastik, dan kau harus pastikan itu semua Gavin." Kata Ardian menekankan kata-kata nya, dia pasti sangat geram kalau menyangkut dengan keluarganya.


"baik tuan, saya permisi." jawab Gavin dengan menundukkan kepalanya tanda hormat dan berlalu dari ruangan itu.


"kita lihat wanita seperti apa yang berani memakai wajah istriku ?" gumamnya, karena banyak wanita yang mendekatinya dengan berbagai cara, tetapi Ardian Adhitama yang sudah sangat mencintai istrinya tidak bisa melirik wanita lain, dan dia geram ada seorang wanita yang ingin mendekati nya dengan memakai wajah sang istri terlebih lagi kedua anak kembarnya sudah terpancing dengan trik wanita itu.


......................


Sedangkan di tempat yang lain, di kediaman Wirajaya yang sedang berkumpul di ruang keluarga, Radhika menerima telepon dari asisten Bayu kalau Presdir Ardian Adhitama ingin melakukan janji bertemu besok pagi guna membahas bisnisnya yang baru, dimana kerjasama bisnis ini akan di lakukan oleh 3 perusahaan besar sekaligus, yaitu perusahaan Wirajaya group, perusahaan Adhitama group dan perusahaan Aldevaro group.


Mereka sepakat untuk melakukan pertemuan di perusahaan Wirajaya group karena merekalah tuan rumah, karena bisnis baru ini di ajukan oleh Direktur Radhika.


Radhika juga memberitahukan hal ini kepada mamanya selaku Presdir Wirajaya group sementara menggantikan papanya yang sedang berada di New York, mereka ingin bisnis ini berjalan dengan lancar dan dapat di terima oleh perusahaan Adhitama group dan perusahaan Aldevaro group, 2 perusahaan besar dimana ke 2 pimpinannya adalah rival bisnin, dimana akan sangat menguntungkan bagi Wirajaya group.


......................


*pagi hari*


*****perusahaan Wirajaya group*****


Pagi hari di perusahaan Wirajaya group di hebohkan dengan berita kedatangan dari Presdir Ardian Adhitama dan Presdir Bryan Aldevaro, dimana kedua pria tampan ini sama-sama memiliki kharisma dan kekayaan bisnis yang sama.


Yang membuat setiap wanita manapun berlomba-lomba untuk mencari perhatian dari sang dua pangeran bisnis saat ini, banyak wanita yang ingin menjadi pasangannya walaupun hanya sementara saja.


Semua karyawan membicarakan berita ini, mereka penasaran ingin melihat dari dekat 2 pangeran bisnis yang sangat terkenal dan menjadi incaran setiap perusahaan yang ingin bekerjasama dengan mereka.

__ADS_1


Ini visual dari Bryan Aldevaro.



Ini visual Ardian Adhitama



.


Bisa bayangin yang lain ya menurut selera...


Sedangkan yang disibukkan untuk pertemuan ini, datang pagi-pagi atas perintah Presdir Maria, karena harus mempersiapkan berkas dan materi yang akan di bahan pada pertemuan nanti.


Kedua sekretaris Presdir Maria tengah sibuk menyalin berkas dan materi pertemuan nanti yang dari tadi malam sudah di kirim oleh asisten Bayu.


Sekretaris Lusi yang masih terluka di lengan atas kanannya karena insiden kemarin sesekali meringis merasakan sakit saat sibuk mengetik isi berkas dan materi yang di berikan.


Sekretaris Dewi yang melihat dan tahu apa yang terjadipun prihatin dan mendekati Lusi.


"Lusi sudah ku bilang buat meminta izin istirahat satu hari kamu ngk mau..,itu luka pasti sakit banget...!!" saran Sekretaris Dewi pada temannya yang tidak tega melihat Lusi meringis kesakitan.


"ngk apa-apa mbak masih bisa tahan kok, ini lagi sedikit ." jawab Lusi dengan senyum manisnya.


"kamu tahu Lusi ini proyek bisnis besar, karena ingin bekerjasama dengan 2 perusahaan besar dan ternama, kamu tahu waktu aku ke toilet tadi...?" tanya Dewi pada Lusi yang di jawab gelengan kepala.


"aku mendengar kalau semua karyawan heboh membicarakan tentang 2 Presdir ternama yang sedang sukses tahun ini, yaitu Presdir Ardian Adhitama group dan Presdir Bryan Aldevaro group, mereka itu 2 pria tampan yang masih muda, sukses dan kaya raya."kata mbak Dewi heboh dan semangat.


"mbak Dewi pernah bertemu mereka?"


"ngak...?"jawab Dewi geleng-geleng kepala.


"terus dari mana mbak Dewi tahu mereka tampan ?" tanyaku dengan senyum heran melihat reaksi mbak Dewi.


"lihat photonya dari majalah bisnis."


"ya ampun mbak Dewi....tapi tunggu dulu ? Ardian Adhitama ???"tanyaku karena mengingat nama orang yang membuat aku penasaran, sebab dialah orang yang membuat aku di ragukan oleh Direktur Salim.


"iya kenapa...??"


"Ardian Adhitama itu pria yang masih muda..??"


" iya baru berumur 32 tahun"

__ADS_1


"saya pikir dia Presdir yang sudah tua."


"tunggu dulu...kamu tidak tahu mereka dan tidak pernah melihat photo mereka?" tanya Dewi yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Lusi, karena memang Lusi tidak kenal dengan mereka.


Ketika mereka asyik mengobrol Presdir Maria dan Direktur Radhika datang bersama asisten mereka masing-masing yaitu asisten Ari dan asisten Bayu.


"selamat pagi Presdir Maria, Direktur Radhika !!" sapa Dewi dan Lusi bersamaan dengan menganggukkan sedikit kepalanya.


Direktur Radhika yang baru pertama kali melihat Lusipun mengerutkan keningnya.


"Ini siapa ma..??"tanya Direktur Radhika


"sekretaris baru mama dari kantor cabang, Lusi Arsinta, Lusi kenalkan ini putra sulung saya Direktur Radhika." jawab Presdir Maria mengenalkan mereka.


"saya Lusi Arsinta Direktur Radhika, senang berkenalan dengan anda." sapa Lusi ramah dengan senyum manisnya dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Radhika.


"Radhika."jawab singkat Radhika menyambut uluran tangan Lusi dan memandang terus wajah Lusi karena terpesona dengan senyum manisnya. 'cantik'.


Ini visual Lusi Arsinta saat tersenyum dengan Direktur Radhika. ( ini bayangan penulisnya.)



Ini visual Direktur Radhika.



"ayo semua kita masuk keruangan untuk mengecek ulang materi dan berkas yang akan di bahan di pertemuan hari ini, supaya nanti tidak ada kesalahan, sekretaris Dewi dan sekretaris Lusi tolong bawa berkas dan materi nya ke dalam." perintah Presdir Maria membuyarkan lamunan Direktur Radhika yang terus memandang wajah cantik Lusi.


Mereka yang diperintahkan langsung melaksanakannya dengan segera, mereka masuk ke dalam ruang kerja Presdir Maria dan duduk di sofa tunggu yang ada di dalam ruangan guna membahas materi dan berkas yang sudah di buat oleh kedua sekretaris Presdir Maria.


Mereka melakukan pekerjaan dengan serius, tetapi tidak dengan 3 pria yang berada di dalam ruangan, yaitu Direktur Radhika, asisten Ari dan asisten Bayu, sesekali mata mereka mencuri pandang untuk melihat ke arah Lusi, yang sedang serius mendengar penjelasan Presdir Maria dan Direktur Radhika, mencatat apa yang kiranya kurang dan salah dalam pengetikan materi dan berkas yang Lusi dan Dewi ketik.


Agar bisa segera untuk di perbaiki dan tidak ada kesalahan pada saat pertemuan hari ini, karena ini proyek bisnis besar yang bekerjasama dengan 2 perusahaan besar.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya yang baik ya....


Jangan lupa vote dan like nya

__ADS_1


__ADS_2