
…Rania Kiandra…
Rania sangat murka mendengar kabar tentang Lusi yang datang ke sekolah si kembar menjadi mama mereka, Rania tidak terima kalau Lusi menggantikan posisi Lidya Kiandra sang adik yang seharusnya menjadi miliknya.
Dengan mencoba meminta bantuan dari kedua orang tua dan sang kakek, Rania ingin mendapatkan posisi sang adik yang memang dari dulu dia inginkan, dengan mencoba membujuk dan memprovokasi sang mama agar membantunya membujuk sang papa dan kakek, agar mereka membantu Rania untuk di jadikan mama pengganti untuk si kembar.
Saat ini Rania berkunjung ke mansion keluarga Kiandra setelah beberapa saat yang lalu menghubungi sang mama, kebetulan semua keluarga ada di mansion, dan kesempatan ini akan Rania gunakan sebaik mungkin untuk mewujudkan keinginannya selama ini.
"selamat datang sayang…lama kau tidak berkunjung ke sini, kau tidak kangen pada mama?" rajuk manja sang mama pada Rania yang baru saja memasuki ruang depan mansion.
"karena Rania kangen sama mama dan papa, makanya Rania pulang ma…maaf ngk bisa sering pulang, mama tahukan Rania sangat sibuk akhir-akhir ini." balas Rania manja seraya membalas pelukan dan ciuman sang mama.
"apa kabar papa?" ungkap Rania menyapa sang papa yang ada di sana dengan mencium dan memeluk sayang sang papa yaitu Seto Kiandra.
"kabar baik sayang, bagaimana denganmu?" balas dan tanya balik Seto pada putri kesayangannya.
"baik pa…maaf baru bisa pulang, Rania sangat sibuk pa…"
"tidak apa-apa sayang, papa mengerti kok…bagaimana bisnis yang kau jalani?"
"baik pa, tidak ada masalah." balasnya tersenyum.
"apa kabar Opa…!" sapa Rania pada sang Opa yang juga ada di sana seraya mencium punggung tangan sang kakek yaitu Satrio Kiandra.
"kabar baik cucuku." balas singkat sang kakek yang selalu sayang pada Rania kalau di bandingkan pada Lidya Kiandra dulu.
"Oya sayang…kabar penting apa yang ingin kau sampaikan pada kami?" tanya sang mama seraya membelai rambut Rania yang duduk di sebelahnya.
"mama, apa aku mempunyai saudara perempuan lainnya selain Lidya?" tanya Rania tanpa basa-basi lagi.
Nampak semua saling memandang heran mendengar perkataan Rania.
"tidak sayang, kau hanya punya adik satu saja yaitu Lidya." balas sang mama yang membuat keyakinan Rania bulat, kalau Lusi bukanlah saudara kembar dari Lidya, jadi siapa Lusi sebenarnya? mengapa Lusi dan Lidya begitu mirip bagaikan kembar identik?
"ada apa sayang…?" tanya sang mama melihat Rania hanya diam melamun dengan pikirannya sendiri.
"mama…apa mama tidak salah…?"
"tidak sayang…ada apa sebenarnya?"
"mama ada wanita yang sangat mirip dengan Lidya, dan kini wanita itu berusaha mendekati Ardian Adhitama dan si kembar mama." ungkap Rania berterus terang dengan mimik wajah yang di buat sedih.
__ADS_1
Semua yang mendengarnya terkejut dan tidak percaya, karena mereka yakin Lidya tidak memiliki kembaran, sang mama lalu menatap Seto sang suami dan sang mertua Satrio Kiandra.
Rania tahu akan tatapan tanya sang mama yang menatap suami dan sang mertua yang juga melihatnya dengan wajah serius dan bingungnya.
"ada apa mama…apa ada yang kalian sembunyikan…?" tanya curiga Rania melihat ketiga orang tua yang ada di ruang tamu tersebut.
"apa kau yakin sayang, kalau wanita itu sangat mirip dengan Lidya?" kini sang papa yang bertanya dengan antusias.
"iya papa, dan aku bisa membuktikannya." balas Rania seraya mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan semua photo Lusi yang dia dapat dari mengintai yang di kirim oleh anak buahnya.
Semua melihat secara bergantian photo Lusi dan benar-benar terkejut melihat photo Lusi yang sangat mirip dengan Lidya.
"siapa wanita ini Rania?" tanya sang kakek dengan wajah terkejutnya.
"wanita itu Lusi Arsinta, sekretaris dari perusahaan Wirajaya Group." jawab Rania apa adanya info yang dia tahu.
"sejak kapan kau tahu wanita ini?" tanya sang papa.
"sejak aku berkunjung ke mansion Tante Meli ingin menjenguk si kembar pa…"
"apa benar wanita ini sangat mirip Lidya?" tanya sang mama.
"iya ma…mereka seperti kembar identik, yang tidak bisa di bedakan, hanya sifat dan sikapnya yang berbeda, kalau Lidya wanita penurut, sedangkan wanita ini wanita yang keras dan pembangkang, karena dia berani melawanku dan juga tuan Ardian Adhitama." ucap Rania sedikit melebihkan agar ketiga orang tua itu tidak menyukai sosok Lusi.
"apa ada yang kalian sembunyikan tentang Lidya?" tanya curiga Rania.
Sang mama dan papa saling memandang , sedangkan sang kakek melihat ke arah lain setelah mengedipkan matanya tanda perintah pada mama dan papa Rania.
"sayang…sebenarnya Lidya bukanlah putri kami." ungkap sang mama yang membuat Rania berpura-pura terkejut, karena sebenarnya Rania sudah tahu kalau Lidya tidak ada hubungan darah dengannya dan keluarga Kiandra.
Rania sudah curiga lama pada Lidya yang sangat di perlakukan berbeda oleh kedua orang tuanya dan sang kakek, sehingga suatu hari Rania diam-diam melakukan tes DNA pada Lidya dengan dirinya dan kedua orang tuanya, dan hasilnya tes DNA Lidya bukanlah anak dan saudara kandung, yang artinya Lidya Kiandra bukanlah berasal dari keluarga Kiandra.
Jadi saat ini kebenaran yang di ucapkan oleh sang mama tidak membuatnya terkejut, Rania hanya berpura-pura saja, Rania masih menyimpan hasil tes DNA itu hanya untuk berjaga-jaga, dan ingin tahu kebenaran langsung dari kedua orang tuanya.
"jadi, Lidya anak siapa mama…?" tanya Rania ingin tahu kebenarannya secara lengkap.
"tanyakan itu pada papa dan opamu?" balas sang mama yang melihat pada Seto dan Satrio Kiandra, karena mereka berdua yang lebih tahu.
Rania juga melihat pada sang papa dan opa yang saling memandang, terlihat dari keduanya menarik dan menghembuskan nafas mereka yang sangat berat.
"Lidya sebenarnya anak yang di titipkan oleh salah satu rekan bisnis papa yang sudah meninggal, dan semua kekayaan dari rekan bisnis papa itu ternyata jatuh pada Lidya." balas sang papa melihat sedih pada Rania.
__ADS_1
Sang papa sedih akan kehilangan rekan bisnis, yang selalu membantu dan mendukungnya selama dia mengembangkan perusahaan Kiandra sebelum berkembang seperti saat ini.
"Lidya papa angkat menjadi anak, agar semua kekayaan rekan bisnis papa tidak jatuh ke tangan keluarga rekan bisnis papa, karena Lidya memiliki papa sebagai walinya, jadi semua kekayaan rekan bisnis papa bisa jatuh ke tangan Lidya dan papa kuasai semua, sehingga keluarga kita bisa menjadi seperti sekarang ini." ungkap sang papa yang memiliki penyesalan, karena tidak pernah berlaku baik pada Lidya, padahal karena kekayaan Lidya lah keluarga Kiandra bisa berjaya dan berkembang pesat.
"siapa keluarga Lidya papa…?" tanya Ranai ingin tahu.
"papa tidak tahu nama belakang Lidya, nama belakangnya adalah berasal dari keluarga yang identitasnya di lindungi, dan papa juga curiga Lidya bukanlah putri kandung dari rekan bisnis papa itu, karena setahu papa rekan bisnis papa tidak memiliki seorang istri, papa curiga Lidya juga di angkat olehnya, papa mencoba mencari tahu informasi tentang identitas Lidya, tapi nihil papa tidak menemukan titik temu apapun?" ungkap sang papa melihat ke arah Rania.
"apa papa masih mencari tahu tentang Lidya papa?"
"tidak sayang, semenjak Lidya meninggal papa menghentikan pencarian itu, untuk apa? tidak ada gunakan karena Lidya sudah meninggal."
"tapi pa…saat ini ada wanita yang mirip dengan Lidya, aku takut dia memanfaatkan Kebenaran ini untuk kepentingannya." ungkap Rania mencoba memprovokasi sang papa.
"benar Seto…Rania benar, kau harus melanjutkan pencarian tentang anak siapa Lidya itu? kalau tidak kita bisa dalam bahaya, karena bagaimana juga saham kekayaan Lidya lebih besar di perusahaan Kiandra, apalagi sampai saat ini kau belum berhasil mendapatkan 50 % saham atas nama Lidya, wanita itu sangat berbahaya." ungkap kebenaran dari Satrio yang membuat Rania terkejut dan bertambah geram akan sosok Lidya yang ternyata mempunyai setengah dari kekayaan keluarga Kiandra, bahkan lebih.
"apa maksud opa?" tanya Rania ingin di perjelas.
"iya sayang, apa yang opa mu katakan benar adanya? saat Lidya meninggal papa pikir saham atas nama Lidya bisa papa dapatkan, tetapi ternyata itu tidak bisa terjadi, karena pengacara dari rekan bisnis papa diam-diam menyembunyikan wasiat dari rekan bisnis papa itu, yang menyatakan bila Lidya sebagai ahli waris sudah tiada dan tidak memiliki keturunan, semua saham atas nama Lidya akan di sumbangkan ke beberapa panti asuhan yang bernaung di bawah perusahaan nya, tetapi jika Lidya memiliki anak dan ahli waris, sahamnya akan otomatis jatuh pada anak Lidya, dan sang pengecara yang tahu Lidya memiliki anak kembar sudah masukkan nama si kembar pada surat warisan atas nama Lidya." ungkap sang papa yang membuat Rania bertambah geram dan membenci sosok Lidya.
"lalu sekarang apa yang harus kita lakukan papa…?" tanya Rania berpura-pura khawatir.
"kalau benar wanita itu mirip dengan Lidya, kita harus waspada dari sekarang dan papa akan melanjutkan pencarian tentang Lidya, agar tahu siapa sebenarnya Lidya itu?"
"itu benar papa…dan kalian juga harus mengambil alih si kembar agar tidak di manfaatkan untuk mendapatkan saham dari Lidya, bagaimana juga nama si kembar sudah masuk ke dalam surat warisan ahli waris dari Lidya." ungkap Rania berusaha terus memprovokasi sang papa dan kakek.
"kau benar sayang…" kali ini sang mama yang mendukungnya.
"bagaimana caranya kita bisa mendapatkan si kembar? sedangkan tuan Ardian Adhitama tidak mengizinkan kita mendekati si kembar ataupun membawa mereka sekedar berkunjung ke mansion ini." balas sang papa.
Karena semenjak Lidya meninggal Ardian melarang si kembar di bawa oleh siapapun yang berasal dari keluarga Kiandra, mereka hanya boleh mengunjungi si kembar dan datang ke mansion nyonya Meli.
"itu gampang papa, jika aku bisa mendapatkan Ardian Adhitama." balas Rania tersenyum dan memulai aksinya untuk mendapatkan dukungan dan bantuan dari keluarganya agar bisa mendapatkan Ardian.
Mereka bertiga saling menatap satu sama lain, dan melihat pada Rania yang tersenyum melihat kepada mereka bertiga, sebenarnya mereka mulai tahu akan maksud dan tujuan Rania ingin mendapatkan Ardian Adhitama, tetapi mereka hanya ingin penjelasan langsung dari Rania, karena mereka tahu kalau Ranai sangat tergila-gila pada Ardian Adhitama.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.