Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 90 Kerinduan Bryan Dan Kegelisahan Lusi.


__ADS_3

Pria tampan dengan banyak kharisma dalam dirinya, pria sukses, terkenal, dan kaya raya banyak di idolakan oleh para wanita yang ingin menjadi pendamping hidupnya, saat ini pria tampan tersebut telah uring-uringan karena satu wanita yang sudah memenuhi ruang hatinya.


Bryan Aldevaro sudah beberapa hari uring-uringan karena tidak bisa menghubungi Lusi Arsinta sang pujaan hatinya, dia juga sudah mencari Lusi di hotel R.W.C tempat terakhir Lusi menginap, tetapi semua anak buah dan pertolongan dari Radhika Wirajaya hanya sia-sia, Bryan tetap tidak menemukan kamar atas nama Lusi Arsinta, dan terakhir kalinya Lusi terlihat keluar dari parkiran basement hotel hingga saat ini tidak kembali lagi.


Ponsel Lusi pun mati dan tidak bisa di hubungi, saat panggilan bisa masuk malah tidak di angkat, saat pesan WhatsApp terbaca Lusi juga tidak ingin membalasnya, di tambah lagi berita pengunduran diri Lusi pada perusahaan Wirajaya Group, semua ini membuat Bryan bertambah pusing dan merasa takut akan kehilangan Lusi Arsinta.


Semua usaha telah Bryan lakukan, tetap saja tidak dapat menemukan keberadaan Lusi hingga saat ini, semua pekerjaannya di serahkan dan selesaikan oleh sang asisten pribadinya, karena pikirannya tidak dapat fokus pada pekerjaannya, Bryan hanya betah tinggal di apartemen mewahnya sesekali terus menghubungi nomer telpon Lusi.


Kini dia sedang berdiri di depan kaca jendela apartemennya memandang pemandangan kota, Bryan sesekali menyesap minuman winenya agar sedikit tenang, tetapi itu hanyalah pengalihan yang sia-sia.


'kring…kring…kring…' bunyi dering ponsel Bryan.


Secepat kilat Bryan menyambar ponselnya dan menerima sambungan telepon tersebut yang ternyata dari Radhika Wirajaya.


"iya…!" sapa Bryan lesu menerima panggilan dari Radhika.


"hai bro…kenapa kau lesu sekali?" balas Radhika dari seberang telpon.


"ada apa? aku sedang malas berbasa-basi cepat katakan ada apa? kau tahu aku sedang menunggu telpon dari Lusi."


Bryan sudah mengatakan dan mengaku pada Radhika kalau dia dan Lusi memiliki hubungan spesial atau tepatnya hubungan asmara, agar Radhika mau membantunya untuk menemukan Lusi, karena begitu ketatnya aturan yang di buat oleh Radhika pada hotel R.W.C, agar Radhika juga mau membantu Bryan untuk memberi tahu informasi bila bertemu dengan Lusi, kalau-kalau Lusi masih masuk kerja di perusahaan Wirajaya Group.


"ayolah Bryan… rileks sedikit, jangan terlalu tegang dan tersesat pada pesona Lusi, apa kau akan terus seperti ini seandainya kau tidak bisa menemukan Lusi?" tanya Radhika yang sedikit kesal dan kecewa pada temannya yang kehilangan semangat karena tidak menemukan keberadaan Lusi.


"apa maksudmu berbicara seperti itu…?" balas Bryan tidak suka mendengar perkataan Radhika yang seakan mendoakan dirinya dan Lusi tidak akan bertemu lagi.


"apa kau pikir kalau kau seperti ini akan bisa menemukan Lusi dan Lusi suka akan tingkah laku mu? dia akan sangat kecewa melihatmu tidak semangat sampai melalaikan tugasmu karena hanya tidak bisa menemukan Lusi, kau harusnya tetap berpikir positif, mungkin saja Lusi memiliki alasan di balik semua ini? sudah banyak yang dia lalui, mungkin dia butuh sendiri dulu." nasehat Radhika yang berusaha memberikan pengertian pada Bryan agar tidak melalaikan tugas dan tanggung jawabnya pada perusahaannya seperti saat ini.


Bryan menarik dan menghembuskan nafasnya yang sangat terasa berat, apa yang di katakan Radhika ada benarnya juga dan masuk akal, Lusi tidak akan suka melihat dia melalaikan tugas dan tanggung jawabnya pada perusahaannya hanya karena tidak menemukan keberadaan Lusi.


"baiklah… biarkan aku untuk hari ini saja seperti ini, besok tidak lagi." ungkap Bryan mengalah, dia akan terus berusaha mencari Lusi tetapi juga tidak melupakan kewajibannya.


"nah itu baru kawanku, bagaimana kalau kau hidupkan panggilan video call mu, aku ingin melihat tampangmu yang kusut itu."


"untuk apa? kau ada ada saja."

__ADS_1


"ayolah kawan…tidak lama, begitu aku melihat wajahmu, aku akan puas dan akan segera aku matikan sambungannya."


"kau ada ada saja." balas Bryan dengan mengeleng-gelengkan kepalanya walaupun tidak bisa di lihat oleh Radhika.


Walaupun Bryan sedikit enggan menunjukkan wajahnya yang kusut pada Radhika, tetapi dia tetap saja mengaktifkan panggilan video callnya, tetapi apa yang dia lihat hanya kegelapan.


"Dhika… Dhika…apa yang kau lakukan? kenapa layarnya gelap? kalau tidak ingin menggunakan video call matikan sambungannya." ucap Bryan karena hanya melihat layar yang gelap pada layar ponselnya.


"Dhika…kalau kau tidak mau mematikan sambungannya, biar aku yang mema…" ucapnya terpotong karena terkejut sekeligus senang bisa melihat wajah yang sangat di rindukannya beberapa hari ini.


"Lusi…sayang…!" ucapnya melihat dan meraba layar ponselnya yang memperlihatkan Lusi pada sambungan video call yang dia lakukan dengan Radhika.


"Lusi …sayang…apa kau dengar aku?" tanyanya tetapi Lusi pada video tersebut tidak merespon sama sekali, Lusi terlihat sedang berbicara pada seseorang di depannya, yang tepatnya adalah berbicara pada Radhika.


Radhika sengaja mengarahkan camera ponselnya pada Lusi dan mengecilkan volume ponselnya, dia ingin memperlihatkan Lusi pada Bryan sekaligus memberikan informasi keberadaan Lusi pada sahabatnya, yang beberapa hari ini uring-uringan karena tidak bisa menemukan keberadaan Lusi di mana pun.


Bryan tahu apa maksud dari Radhika pada sambungan video call itu, dia hanya diam melihat Lusi pada video call tersebut, dia ingin memuaskan rasa rindunya dengan melihat wanita yang sangat dia cintai dan rindukan beberapa hari ini.


Lusi sangat cantik dengan senyum tipisnya, Bryan ikut tersenyum melihat wajah cantik dan senyum yang sangat menenangkan hati dan pikirannya, Lusi benar-benar memberikan aura positif untuk Bryan, dengan mudah suasana hatinya berubah seketika melihat Lusi.


Belum puas Bryan melihat wajah Lusi malah layar menjadi gelap kembali, Bryan berteriak karena kesal dengan perbuatan Radhika yang mempermainkannya.


"hai bro jangan teriak…teriak, aku tidak budek." balas Radhika melihat Bryan pada sambungan video call yang mereka lakukan, Radhika juga terkejut dengan suara teriakkan Bryan begitu dia membesarkan volume suara di ponselnya.


"apa yang kau lakukan? mana Lusi…? aku mau bicara, berikan ponselmu padanya." perintah Bryan dengan wajah kesalnya.


"dia sedang siap-siap untuk pergi? jadi kau tidak bisa bicara padanya."


"pergi kemana katakan? kenapa kau tidak menahannya? di mana dia sekarang?" tanya Bryan beruntun pada Radhika.


"hai bro…satu per satu kalau mau bertanya, aku harus jawab yang mana dulu?"


"jangan banyak bicara kau, cepat jawab semuanya!!"


"baik-baik…Lusi aku tugaskan pergi ke kantormu untuk menyerahkan proposal kerjasama yang belum aku kirim kemarin ke kantormu." jawabnya.

__ADS_1


"apa…? kenapa ke kantorku? kenapa tidak kau suruh ke apartemen ku saja? kau tahu aku ada di apartemen bukan di kantor." kesal Bryan.


"hahahaha… kau pikir Lusi akan mau datang ke apartemen mu? hai Bryan …ini urusan perusahaan bukan urusan pribadi, untung-untung aku kirim Lusi dan bukannya Dewi."


"tapi yang ada di kantor kan asisten pribadi ku, dan aku masih ada di apartemen."


"astaga Bryan…aku tidak habis pikir, kau jenius tapi bego karena Lusi, ya… kau pergilah ke kantor sekarang juga supaya bisa bertemu dengan Lusi, apa berat sekali kau ke kantor? katanya ingin ketemu Lusi? itu sudah aku bantu."


"kau betul, oke thanks ya…" ucap Bryan dengan segera mematikan sambungan teleponnya.


Sedangkan Radhika yang ada di seberang telpon merasa geram sendiri karena belum selesai berbicara Bryan sudah menutup sambungannya dengan cepat, benar-benar begitulah kalau orang yang lagi kasmaran dan di landa kerinduan yang besar, menjadi gila dan tidak masuk akal.


Dengan secepat kilat Bryan bersiap-siap untuk kekantor, tidak lupa Bryan juga menghubungi asisten pribadinya untuk memberitahukan informasi tentang kedatangan Lusi ke kantor perusahaan Aldevaro Group, Bryan memerintahkan sang asisten pribadinya untuk menemui Lusi di lobby kantor.


Bryan juga berpesan agar asisten nya menahan Lusi bila dirinya belum datang ke kantor, serta harus memperlakukan Lusi dengan baik karena Lusi adalah calon dari nyonya Aldevaro.


Bryan berusaha secepat mungkin untuk selesai bersiap diri dan menuju ke kantor, dalam hati Bryan sudah sangat merindukan Lusi, dia sudah tidak bisa menahan diri untuk bisa memeluk erat Lusi, mencurahkan rasa cinta dan kerinduan yang sudah dia pendam dalam hatinya.


Sedangkan Lusi yang sedang ada di dalam mobil bersama asisten Ari menuju ke kantor perusahaan Aldevaro Group, merasa gelisah dalam hatinya, Lusi sebenarnya belum siap bertemu lagi dengan Bryan setelah dia tahu akan kebenaran jati dirinya, kalau dia adalah seorang istri dari Ardian Adhitama dan ibu kandung dari si kembar Nathan dan Nathalia.


Hati Lusi benar-benar gelisah, Lusi belum bisa menentukan hatinya untuk siapa? hati Lusi belum bisa merasakan dan memilih akan di berikan dan berlabuh pada siapa? Lusi terjebak pada dua pilihan lagi? dua pilihan pria dalam hidupnya?


Yang satu adalah kekasihnya saat ini, walaupun hati Lusi tidak pernah merasakan rasa cinta untuk Bryan tetapi Lusi nyaman bersama Bryan.


Dan yang satunya lagi adalah suami sekaligus ayah anak-anaknya dari masa lalu, yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya saat ini, hati Lusi tidak merasakan apapun untuk Ardian Adhitama dan tidak pernah merasa nyaman sama sekali bersama dengan Ardian, Lusi coba bertahan karena melihat anak-anaknya lagipula hubungan mereka sah hukum dan agama.


Kondisi ini benar-benar tidak nyaman untuk Lusi? apakah ini takdir dari hidupnya? atau memang hidupnya sudah di takdirkan harus seperti ini? Lusi hanya bisa berharap mendapatkan pilihan yang terbaik untuk hidupnya, untuk anak-anaknya, untuk Ardian Adhitama, dan untuk Bryan Aldevaro, agar tidak ada yang tersakiti.


Lusi hanya ingin semuanya mendapatkan kebahagiannya masing-masing.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2