
*****Ruang Meeting Wirajaya group*****
Rapat pun di mulai setelah selesai adegan Lusi dan Bryan yang ternyata saling mengenal yang membuat semua orang terkejut, karena tidak menyangka kalau seorang sekretaris Lusi karyawan Wirajaya group, yang berasal dari kantor cabang mengenal baik sosok seorang yang sukses dan ternama seperti Presdir Bryan Aldevaro, orang pertama di perusahaan Aldevaro group.
Pria tampan yang di juluki salah satu pangeran bisnis tersukses, ternama dan memiliki kekayaan bisnis yang tidak akan habis sampai ke 7 keturunan nya.
kedua sekretaris Presdir Maria membagikan menteri dan berkas kepada semua orang yang mengikuti rapat hari ini, tanpa mereka sadari ada dua orang yang terus melihat pergerakkan dari sekretaris Lusi, yaitu Presdir Ardian dan Presdir Bryan dengan sorot mata yang berbeda-beda.
satu memandang dengan penuh kasih sayang, cinta dan kerinduan, sedangkan yang satu lagi dengan perasaan penasaran yang mendalam dan banyak pertanyaan yang ingin jawaban ?.
Rapat yang di presentasi kan langsung oleh Direktur Radhika berjalan dengan aman terkendali dan dapat di terima oleh kedua Presdir perusahaan yang akan di ajak bekerjasama.
Meskipun banyak pertanyaan dari Ardian dan Bryan mengenai bisnis kerjasama mereka di bidang hotel dan kapal pesiar yang di ajukan oleh Direktur Radhika, semua masih ditahap mengenal jalannya bisnis ini akan perkembangan dan keuntungan yang akan di dapatkan oleh masing-masing perusahaan yang akan bekerjasama.
Presentasi yang dibawakan sukses tanpa kendala, tinggal menunggu keputusan dari kedua Presdir, akan ikut bekerjasama atau tidak, keduanya masih akan memeriksanya ulang dan akan memberikan keputusan dalam 7 hari kedepan.
Kedua sekretaris Presdir Maria diminta untuk membuat rincian laporan hasil rapat hari ini, mereka mencatat apa yang di inginkan dan ditanyakan oleh kedua Presdir tamu terhormat Wirajaya group di saat rapat berlangsung, Lusi mencatat untuk Presdir Ardian, sedangkan sekretaris Dewi mencatat untuk Presdir Bryan, karena kedua Presdir tidak membawa sekretaris mereka untuk ikut ke rapat hari ini.
Itu salah satu pelayanan yang di berikan oleh Presdir Maria, agar kedua Presdir merasa senang dan terbantu akan laporan yang akan mereka periksa kembali, sedangkan para asisten pribadi mencatat apa yang diperintahkan oleh tuannya masing-masing.
Laporan rinci hasil rapat hari ini akan di kirim ke email perusahaan masing-masing, oleh sekretaris yang membantu mereka.
Rapat yang berlangsung selama 2 jam pun selesai sebelum waktunya makan siang, kedua Presdir yang menjadi tamu kehormatan di minta untuk makan siang bersama yang sudah di sediakan oleh perusahaan Wirajaya di ruang transit.
__ADS_1
Tetapi yang menerimanya hanyalah Presdir Bryan saja, karena dia memiliki tujuan lain yaitu sudah tidak sabar ingin bicara dan makan bersama Lusi, sedangkan Presdir Ardian mengaku sudah memiliki janji lain yang tidak bisa di tunda.
Mereka pergi ke tujuan masing-masing, Presdir Ardian dan asisten Gavin meninggalkan perusahaan Wirajaya group. Kedua sekretaris Presdir Maria naik kelantai 20 dimana meja kerja mereka berada, untuk menyelesaikan laporan hasil rapat dan harus di kirim secepat mungkin ke perusahaan Adhitama group dan Aldevaro group melalui email. Sedangkan Presdir Maria, Presdir Bryan, Direktur Radhika dan para asisten mereka pergi ke ruang transit untuk makan siang.
Setelah sekertaris Lusi selesai mengetik laporannya, dia meminta bantuan kepada sekretaris Dewi untuk mengecek ulang dan mengirim laporan tersebut atas namanya kepada perusahaan Adhitama group, karena dia mulai benar-benar merasakan tidak nyaman pada tubuhnya.
Sekretaris Dewi yang mengerti pun dengan senang hati membantunya, Lusi segera pergi ke klinik dengan bantuan kartu nama klinik yang kemarin dia minta dari resepsionis klinik, setelah dia meminta Dewi untuk memberitahukan izinnya kepada Presdir Maria bila beliau sudah datang ke ruangannya dan Lusi belum balik dari klinik.
......................
Lusi berdiri di jalan raya tepat depan kantor Wirajaya group menunggu mobil takxi yang lewat untuk dia tumpangi pergi ke klinik, dengan wajah yang pucat dan tubuh yang mulai meriang karena merasakan suhu tubuhnya panas tapi dingin dengan di sertai butiran keringat dingin yang terus mengalir akibat meriang luka di lengan kanannya yang terasa berdenyut sakit.
Saat dia berdiri sedikit oleng, tidak sengaja dia tersenggol oleh orang yang lewat tepat di samping kanannya dan luka pada lengan kanannya pun terkena senggol, sakit yang luar biasa dia rasakan sampai dia bersimpuh memegang dan menekan luka pada lengan kanannya, matanya mulai kabur akibat pusing yang luar biasa karena tidak bisa menahan sakit lukanya.
......................
Mobil sedan hitam BMW mewah melesat cepet membawa Lusi yang tidak sadarkan diri, yang berada di dalam mobil itu dan membawa Lusi adalah tuan Ardian Adhitama yang kebetulan baru keluar dari perusahaan Wirajaya group dan tidak sengaja melihat Lusi.
Awalnya dia hanya melihat Lusi dari jauh, saat Lusi bersimpuh setelah seseorang menyenggol lengan kanannya, Ardian tahu pasti Lusi merasakan sakit pada lukanya lagi. diapun merespon segera keluar dari mobilnya.
Ardian dengan cepat berlari mendekati dimana Lusi bersimpuh, saat dia baru saja sampai dia melihat badan Lusi lemas ingin jatuh, dengan segera dia duduk berjongkok menahan badan Lusi yang sudah tumbang agar tidak jatuh ke lantai trotoar, Ardian menepuk pipi Lusi dengan halus dan memanggil namanya, tapi mata Lusi sudah mulai terpejam dan dia pingsan tidak sadarkan diri.
Dengan cepat Ardian mengangkat tubuh Lusi yang pingsan ke dalam mobilnya, dan meletakkan kepala Lusi di pangkuannya, mobil melesat cepat dengan arahan tuan Ardian, dia memerintahkan asisten Gavin untuk membawanya ke mansion nya yang terdekat dari sana, di kawasan perumahan elit, tidak lupa juga untuk menghubungi dokter pribadinya agar segera datang ke mansion yang Ardian sebutkan alamatnya.
__ADS_1
......................
Sesampainya di depan pintu mansion, asisten Gavin ingin membantu tuannya untuk menggendong Lusi, tapi di tolak keras oleh tuan Ardian, dia sendiri yang akan menggendong Lusi sampai kekamar pribadi yang ada di mansion nya, dimana di mansion ini hanya ada penjaga dan asisten pelayan mansion, karena ini mension lain dari mansion mama dan anak-anak kembarnya tinggal.
Semua asisten di dalam mansion melihat majikan mereka menggendong seorang wanita dan terkejut saat tuannya membawa wanita tersebut ke kamar pribadinya bukan kamar tamu.
Mereka bertanya-tanya siapa wanita itu ? karena untuk pertama kalinya dalam 5 tahun Kematian sang nyonya rumah, dia melihat majikan atau tuannya membawa seorang wanita pulang ke mansion.
Dalam benak merekapun berkata, pasti wanita ini !?
'wanita special bagi tuannya'.
Mereka berharap tuannya kembali menemukan belahan jiwanya lagi agar bisa menjadi tuan Ardian Adhitama yang baik hati, ramah, hangat dan tentunya selalu bahagia, karena semenjak kematian sang istri, tuan nya kembali pada sifat awalnya lagi, yaitu datar, dingin, tak tersentuh dan terkadang arogan.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya....
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya yang baik ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1