Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 131. Rafael Melviano.


__ADS_3

*** 30 Tahun Yang lalu***


Flashback on…


Suara tangis seorang bayi begitu menyayat hati yang mendengarnya. Begitu banyak usaha yang di lakukan oleh seorang pria tampan yang menatap sayang wajah bayi tersebut.


"Mengapa kamu terus menangis, sayang?" Tanya pria tersebut kepada bayi yang ada di dalam gendongannya.


"Kamu begitu cantik seperti mamamu." Ucapnya sembari terus berusaha menimang sayang sang bayi yang tidak kunjung berhenti menangis.


Suara tangisan sang bayi begitu menyayat hatinya, namun tidak membuatnya marah atau kesal sama sekali. Tangisan yang terus ia dengarkan dengan begitu sabar dan terus berusaha untuk menghentikan tangisan bayi tersebut.


Bayi cantik yang ia panggil dengan mana Lidya. Bayi yang ia bawa pergi dari sebuah gedung tempat bayi itu di sembunyikan dari seorang penculik. Ia tahu jika bayi dan kedua orang tua bayi itu tidak bersalah. Hanya saja persaingan ketat di dalam dunia bisnis lah yang mengakibatkan bayi itu di culik dan di ambil paksa dari pelukkan kedua orang tuanya.


"Kamu tidak bersalah nak. Yang bersalah mereka yang memiliki sifat serakah akan harta dan persaingan. Kamu begitu cantik sama seperti saudara kembar dan mama mu." Ucapnya sembari mengecup sayang pipi sang bayi yang ia beri nama Lidya.


"Ini tuan susunya." Ucap seorang wanita dengan pakaian seorang perawat memberikan sebotol susu formula untuk sang bayi.


Pria tampan yang berprofesi seorang dokter itu pun meraih botol susu yang sangat di butuhkan oleh bayi cantiknya. Tangisan sang bayi terhenti seketika begitu ujung dot masuk ke dalam mulut mungilnya. Dengan tenang dan sesekali sesenggukan tangisannya, bayi Lidya menikmati susu hangatnya.


"Lidya haus, sayang." Ucapnya pelan sembari terus memandang wajah bayi yang mulai mengantuk karena lelah menangis.


"Paman akan melakukan semua yang terbaik untuk menyelamatkan mu nak, dari orang-orang serakah itu. Bersama kedua orang tua mu tidaklah aman untuk sekarang. Paman akan mengembalikan mu jika semua masalah mereka dapat teratasi. Lidya harus tetap hidup demi keluarga kita di masa depan." Ucapnya terus menimang bayi Lidya di dalam dekapannya yang hangat.


"Tuan." Sapa seorang pria berjas hitam yang baru saja datang dari arah belakangnya.


"Bagaimana tugas yang sedang kau kerjakan?" Tanya pria tampan tersebut sembari membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah pria berjas hitam tersebut.


"Semua sudah selesai, kami sudah mendapatkan seorang bayi perempuan yang kebetulan sudah meninggal di buang oleh ibunya di tempat sampah depan rumah sakit. Saya sudah gunakan mayat bayi itu sebagai ganti dari nona muda." Balas pria berjas hitam tersebut.


"Masih saja ada seorang ibu yang membuang bayinya yang tidak berdosa. Wanita seperti itu tidak pantas untuk hidup." Gumamnya terdengar kesal akan informasi yang ia dengar.


"Lalu pria brengsek itu?" Tanyanya dengan tatapan tajam dan rahang yang mengeras akan amarahnya.


"Pria itu sudah kami singkirkan, mayatnya sudah kami kirim kembali kepada tuannya, bersamaan dengan mayat bayi itu."


Pria tampan yang sedang menimang bayi Lidya terdiam dengan wajah yang masih terlihat marah.


"Pastikan jika keponakan ku ini tidak di ketahui masih hidup. Rahasiakan hidupnya dari semua orang, karena mulai sekarang bayi ini adalah putriku. "


"Baik tuan."

__ADS_1


"Apa pengacara Chico Alessio sudah datang?"


"Belum tuan, dia masih dalam perjalanan."


"Baiklah." Balas pria tampan itu dengan menatap teduh bayi yang sedang tertidur pulas dalam pelukkannya.


"Lidya harus tetap hidup hingga dewasa, demi keluarga kita. Semua ini pasti akan berlalu, kita semua akan bahagia di masa depan. Sekarang akulah papa mu Lidya. Papa akan melindungi mu bagaimanapun caranya, dan kelak jika semua sudah aman. Lidya pasti akan bertemu lagi dengan mama dan papa kandung Lidya, kamu harus kuat nak…!!" Ucapnya terdengar lembut penuh akan kasih sayang pada setiap perkataannya.


Iya, pria tampan itu adalah Rafael Melviano adik kandung dari tuan Resvan Melviano. Putra kedua yang berprofesi menjadi seorang dokter, adik sekaligus putra kedua keluarga Melviano yang hilang di telan bumi karena alasan yang tidak di ketahui oleh orang lain.


"Sudah cukup kematian dari nenek dan kekek dari mama mu atas kecelakaan yang di sengaja. Pria itu begitu jahat terhadap keluarga kita, Lidya. Kamu harus tetap hidup dan tumbuh dewasa untuk melindungi keluarga kita dari keserakahan dan kekejaman mereka. Di masa depan papa akan membalas mereka semua." Ungkapnya masih berbicara pada seorang bayi yang tertidur pulas dan tenang.


Pria berjas hitam dan seorang wanita berpakaian perawat masih setia berdiri di sana, mendengarkan semua yang di katakan oleh tuan mereka. Tuan yang mereka anggap seperti seorang malaikat. Seorang pria tampan baik hati yang telah membantu dua orang yang kini akan setia kepada Rafael Melviano.


Suara bel pada pintu apartemen tersebut memecahkan perhatian dan pikiran mereka. Pria berjas hitam tahu apa yang harus ia lakukan? Ia segera melangkah mendekati pintu dan melihat siapa yang datang?


"Tuan pengacara Chico Alessio sudah datang." Ucap pria berjas hitam memberitahu kabar kedatangan orang yang sedang di tunggu oleh tuannya.


Rafael melihat ke arah orang yang di maksudkan.


"Selamat malam tuan." Sapa sang pengacara kepercayaannya.


"Selamat malam, silahkan duduk." Balas Rafael.


"Baik, tuan." Balas Hani menerima bayi cantik yang juga sudah mencuri perhatiannya.


Siapa yang tidak akan jatuh cinta saat melihat wajah cantik bayi Lidya? Semua orang yang melihatnya pasti akan jatuh hati. Hanya orang yang memiliki hati busuk saja yang tidak melihat kasihan pada bayi mungil yang tidak bersalah, seperti bayi Lidya.


Mereka kini sudah duduk di sofa pada ruang tamu apartemen mewah milik Rafael.


"Bayi yang begitu cantik." Ucap pengacara Chico Alessio melihat teduh ke arah bayi yang ada di dalam dekapan Hani.


Pengacara Chico Alessio sudah tahu apa yang terjadi pada bayi cantik itu, begitu juga masalah yang sedang di hadapi oleh tuannya sejak dulu. Tuan yang sangat ia hormati. Tuan yang sudah membantunya selama ini, hingga menjadi seorang pengacara yang handal.


"Kau benar Chico. Bayi yang begitu cantik, namun hidupnya tidak begitu beruntung." Balas Rafael melihat ke arah bayi Lidya yang sedang tertidur lelap dalam dekapan Hani.


"Hidupnya dan kedua orang tuanya sedang dalam bahaya. Kakak ku yang memiliki perusahaan besar tidak dapat menjamin keselamatan hidup kedua putri kembarnya. Ia begitu banyak memiliki pesaing yang sangat kejam dan licik, tanpa memiliki orang-orang kuat yang bisa menyokongnya melawan anggota dunia hitam mafia dari pesaingnya." Ucap Rafael melihat kembali ke arah Chico Alessio.


"Aku sudah mendapatkan sebuah keluarga untuk tempat putri ku bersembunyi. Dia harus tetap hidup hingga dewasa. Jika dia bersama ku akan sama saja, hidupku juga belum bisa kuat untuk melindunginya dengan tanganku sendiri. Jadi menyembunyikan dia di dalam keluarga yang jauh dari jangkauan musuh kami adalah tindakan yang tepat." Ucapnya.


"Tapi tuan. Apakah tidak bisa putri anda bersama dengan anda saja?"

__ADS_1


"Tidak Chico. Aku dan kakakku tidak bisa kehilangan Lidya hanya karena musuh musuh kejam dari dua keluarga. Aku harus menjadi kuat dengan mendirikan anggota mafia ku dulu, agar keselamatan kami dapat terjaga. Lagi pula aku belum tahu siapa dan berapa orang yang menjadi musuh keluarga kami sebenarnya." Jelasnya melihat serius ke arah Chico Alessio.


"Anda benar tuan." Ucap lemah Chico sadar bagaimana cara tuannya hidup dengan bersembunyi selama ini dari semua musuh keluarganya.Tuannya menjadi incaran dari semua musuh yang mengejarnya, karena akan di jadikan sebuah kelemahan bagi keluarga Melviano.


Alasan itulah yang membuat Rafael menghilang bagaikan di telan bumi, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Hidup seperti itu sudah hampir di jalaninya selama 5 tahun ini. Rafael tidak ingin menjadi kelemahan bagi keluarga Melviano. Jadi dengan alasan itulah dia tidak akan mungkin membawa dan mengasuh seorang bayi, dengan terus berpindah-pindah tempat selama beberapa waktu yang tidak dapat di tentukan.


"Mereka semua akan aku balas. Mereka harus membayar penderitaan kami dua kali lipat. Aku harus menjadi lebih kuat dari mereka yang licik dan kejam." Ucapnya dengan tatapan tajam dan bencinya mengenang bagaimana hidupnya selama 5 tahun ini, terus bersembunyi dan tidak menjadi kelemahan dari keluarganya, keluarga yang juga belum kuat melawan semua musuh yang menggunakan jasa seorang mafia.


"Lalu untuk keluarga nona muda bagaimana tuan?" Tanya Chico.


"Kirim dan atur hidupnya di dalam keluarga ini bersama Hani yang akan menyamar untuk mengawasi hidup putri ku." Ucap Rafael sembari meletakkan sebuah amplop berwarna coklat ke atas meja kaca.


Pengacara Chico Alessio meraih amplop itu dan membaca isi di dalam berkas tersebut. Sebuah data keluarga dari pemilik perusahaan Kiandra group yang baru saja ia dapatkan semua saham yang di jual oleh perusahaan itu. Rafael telah membuat perjanjian atas nama samaran yang akan di wakilkan oleh pengacara Chico Alessio ke depannya.


Sebagai gantinya, keluarga Kiandra group akan mendapatkan 40 % saham Kiandra group kembali. Keluarga itu sepakat dan bersedia mengasuh bayi Lidya hingga beranjak dewasa dan menjadi wanita kuat. Semua perjanjian akan di buat, di tanda tangani dan bayi Lidya mendapatkan perlindungan sebuah keluarga lengkap untuk menjalani hidup yang normal selayaknya anak anak pada umumnya.


Namun, tanpa mereka ketahui itulah jalan lain dari penderitaan dan lika liku perjalanan hidup seorang Lidya Kiandra. Salah satu putri kembar keluarga Melviano yang di culik dan hampir tewas. Seorang putri yang menjadi putri angkat yang di sembunyikan dalam keluarga Kiandra. Seorang putri yang akan menjalani begitu sulitnya untuk hidup bahagia dan tenang.


"Apa anda yakin, tuan. Jika keluarga Kiandra akan baik untuk tempat nona muda bersembunyi?" Tanya Chico Alessio ingin memastikan niat tuannya tersebut.


Mereka baru beberapa tahun ini mengenal tuan Seto Kiandra. Bagaimana bisa mereka mempercayakan kehidupan seorang bayi yang baru saja lahir, pada keluarga yang tidak tahu bagaimana cara mereka menjalankan hidupnya?


"Aku yakin. Seandainya jika keluarga itu berniat mencelakai putri ku, aku sendiri yang akan pastikan mereka menderita dan mendapatkan hukuman langsung dariku. Hidup putri ku harus bahagia, normal tanpa kekurangan apapun."


"Jadi kau siapkan semuanya dengan rapi. Tetap rahasia siapa sebenarnya Lidya dari keluarga Kiandra. Mereka juga tidak boleh tahu jika Lidya adalah salah satu anggota keluarga Melviano. Kau juga bisa tenang, keluarga Kiandra tidak mengenal keluarga Melviano sama sekali. Mereka hanya keluarga biasa yang memiliki perusahaan baru naik daun, lalu pada akhirnya salah jalan dan jatuh di tanganku." Ungkap Rafael meyakinkan sang pengacara.


"Baik, tuan. Akan saya lakukan semua yang terbaik untuk kehidupan nona muda." Balas Chico tanpa bisa melawan lagi.


Pengacara Chico hanya bisa menghela nafasnya akan niat bulat sang tuan. Ia tidak dapat membantah lagi keinginan tuannya tersebut. Dia hanya akan melihat sementara ini, bagaimana sikap keluarga Kiandra terhadap bayi Lidya? Dia akan ikut langsung dalam menjaga dan menjamin kehidupan nona mudanya aman dan bahagia di dalam keluarga Kiandra.


Kini di sinilah penyesalan mereka akan berakhir, di saat sang bayi cantik sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang terlihat kuat dan pintar. Pengacara Chico Alessio akan sangat bangga mengatakan kepada tuannya, yang selama ini telah menyesali keputusannya terhadap kehidupan Lidya Kiandra atau Lusi Arsinta Melviano.


Flashback off…


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2