
***Perusahaan Kiandra Group***
Semua yang di rencanakan oleh Satrio Kiandra berjalan dengan lancar. Saham 10% yang di beli oleh perusahaan Faresta Group, di beli dengan harga 3 x lipat. Keuntungan besar yang mereka dapatkan, dari penjualan saham tersebut.
Rencana Satrio Kiandra yang ingin membeli saham Lidya dari sang pengacara juga berjalan lancar. Kini keluarga Kiandra memiliki saham 30% di dalam perusahaan Kiandra Group. Mereka masih memimpin dan berhak duduk pada kursi Presdir.
30% saham milik keluarga Kiandra, 25% milik Lidya Kiandra yang di wariskan kepada si kembar, 20% milik perusahaan dari Amerika, 15% milik perusahaan Adhitama Group, dan 10% milik Faresta Group. Keluarga Kiandra lah yang memiliki saham tertinggi, jadi mereka berhak untuk menduduki kursi Presdir.
Kebahagiaan kini tengah menyelimuti keluarga Kiandra akan keberhasilannya itu. Namun itu tidak berselang lama, karena beberapa minggu setelah keberhasilannya tersebut, para pemegang saham tiba-tiba mengajukan pertemuan secara mendadak.
Walaupun Seto Kiandra adalah pemegang saham tertinggi, tidak bisa menolak akan hal tersebut. Dia kalah pada semua pemegang saham lainnya yang setuju akan rencana itu. Mau tidak mau, suka tidak suka. Seto Kiandra menyetujuinya. Pertemuan akan di laksanakan segera mungkin.
...--------------------------------...
Hari ini adalah hari pertemuan yang di setujui oleh mereka para pemegang saham. Aula pertemuan yang ada di perusahaan Kiandra Group adalah tempat yang sudah di tentukan. Semua jajaran direksi, direktur dan staf kepala perusahaan Kiandra Group hadir. Begitu juga beberapa pemegang saham di perusahaan Kiandra Group telah hadir.
Dari keluarga Kiandra yang hadir di sana ada Seto Kiandra, Satrio Kiandra dan juga Rania Kiandra. Dari perusahaan Adhitama Group ada Ardian Adhitama dan asisten pribadinya Gavin. Pengacara yang mewakili si kembar pun hadir yaitu Chico Alessio. Dari perusahaan Amerika ada perwakilan seorang pengacara yang memang sering di temui oleh Seto Kiandra. Dari perwakilan Faresta Group ada Nicole Richie, sebagai wakil presdir Faresta Group.
Acara di mulai dengan sambutan yang di berikan oleh Seto Kiandra, sebagai Presdir dari perusahaan Kiandra Group.
"selamat pagi dan selamat datang untuk semua pemegang saham di perusahaan Kiandra Group. Terima kasih saya ucapkan atas kehadiran kalian semua." sapa ramah Seto Kiandra yang berdiri di depan semua orang.
"pagi ini adalah pertemuan untuk semua pemegang saham dari Kiandra Group. Saya sebagai Presdir dari perusahaan Kiandra Group, dengan senang hati sebagai perantara dalam pertemuan ini. Saya dengan senang hati mengatur waktu dan menyediakan tempatnya." ucapnya basa basi dengan senyum di bibirnya.
Tanpa Seto ketahui, sesuatu yang besar akan terjadi hari ini. Awal cetusnya pertemuan ini adalah ide dari pengacara Chiko Alessio, dia memakai alasan untuk mengenal semua pemegang saham di perusahaan Kiandra Group. Bagaimana juga dia adalah perwakilan si kembar sebagai ahli waris dari Lidya Kiandra yang memiliki 25% saham di perusahaan tersebut.
Tanpa bisa menolak, ide gagasan yang di cetuskan oleh pengacara Chiko di setujui oleh pihak perusahaan dari Amerika yang memiliki 20% saham pada perusahaan Kiandra Group. Ardian dan juga Faresta Group pun setuju. Seto tidak miliki alasan lagi untuk menolaknya.
"asisten saya yang akan menjelaskan dan memperkenalkan siapa saja pemegang saham di perusahaan ini !! " ucap Seto kemudian duduk kembali ke kursinya.
Asisten pribadi Seto Kiandra maju ke depan.
"selamat pagi dan terima kasih atas waktu yang di berikan kepada saya." ucap sang asisten.
"Pemenang saham di perusahaan Kiandra Group ada 5 orang, yang berasal dari 4 perusahaan yang berbeda. Saya akan bacakan dari urutan pemilik saham tertinggi." ucap sang asisten dengan tenang.
"30% saham di miliki oleh keluarga Kiandra, tuan Seto Kiandra. 25% saham di miliki oleh anak kembar dari almarhum nyonya Lidya Kiandra. Saat ini di wakilkan kepada pengacara tuan Chico Alessio. 20% saham di miliki oleh perusahaan dari Amerika, di wakilkan oleh pengacara pribadi beliau. 15% saham di miliki oleh Adhitama Group, tuan Ardian Adhitama. Dan 10% saham di miliki oleh Faresta Group, tuan R.M. Faresta Group, yang saat ini di wakili oleh tuan Nicole Richie. Itulah pemegang saham sah dari perusahaan Kiandra Group, terima kasih dan selamat pagi." jelas sang asisten, membacakan semua yang sudah ada pada kertas di tangannya.
__ADS_1
"silahkan bagi kalian yang memiliki pertanyaan." ucap Seto memandang satu persatu semua pemegang saham dan perwakilannya.
Nico nampak mengangkat tangannya untuk mengajukan pertanyaan. Semua orang pun melihat kepadanya. Beberapa orang yang ada di sana, sangat merasa beruntung dapat melihat langsung wakil presdir dari perusahaan raksasa Faresta Group. Di mana banyak orang tidak tahu wajah dari presdir maupun wakil Presdir dari perusahaan raksasa tersebut.
"silahkan tuan Nicole Richie, apa pertanyaan anda?" tanya Seto dengan senyum ramah di bibirnya.
"Apakah kursi Presdir, harus di tempati oleh anda tuan Seto?" tanya Nicole Richie dengan tatapan dingin dan datarnya melihat ke arah Seto. Sontak membuat beberapa orang yang ada di dalam aula tersebut terkejut.
"maaf tuan Nicole, apa maksud pertanyaan anda." ucap Seto dengan senyum getirnya.
Dia tidak pernah menduga ada pertanyaan mengenai kursi Presdir.
"maksud saya sudah sangat jelas tuan Seto. Mengapa harus anda yang menduduki posisi kursi presdir?"
"itu sudah sangatlah jelas tuan Nicole, saya adalah pemegang saham tertinggi di perusahaan ini. Belum di tambah lagi dalam keluarga Kiandra ada dua pihak yang memegang saham paling tinggi. Saham saya dan juga saham cucu kembar saya. Jadi sudah seharusnya sayalah yang paling tepat menduduki posisi kursi presdir dari perusahaan Kiandra Group." jelas Seto dengan nada tegasnya. Namun di dalam hati seto sangat tidak tenang akan hal ini
Nicole Richie nampak tersenyum. Di dalam hatinya merasa geli akan penuturan yang di ucapkan oleh Seto Kiandra.
"apa anda yakin tuan Seto, andalah pemegang saham tertinggi di perusahaan Kiandra Group?" tanya Nico kembali dengan senyum tipisnya.
"tentu saja, apa anda tidak menyimak pembacaan siapa saja pemegang saham yang tadi di bacakan?" tanya Seto menahan nada bicaranya. Dia mulai kesal.
"lalu, apa permasalahan anda? mengapa anda mempertanyakan tentang itu?"
"ternyata anda kurang teliti tuan Seto." ucapnya yang membuat Seto Kiandra mengerutkan alisnya memandang Nico intens.
"apa maksud anda?" tanya Seto sedikit ada nada tidak sukanya pada Nico.
"maksud saya, apakah anda sudah yakin andalah pemegang saham tertinggi di perusahaan Kiandra Group?"
"tentu saja, saya memiliki 30% saham di perusahaan Kiandra Group, 25% milik cucu kembar saya, 20 milik perusahaan rekan bisnis kami di Amerika, 15% milik perusahaan Adhitama Group dan 10% milik Faresta Group. Sudah jelaskan pemegang saham paling tinggi adalah saya, yaitu 30%." jelas Seto dengan penjabaran yang jelas. Dia mulai tidak suka arah pembicaraan Nico, di dalam hatinya mulai gelisah tak menentu.
"seharusnya anda lebih kreatif dan bijak serta cerdas lagi tuan Seto, karena ada hal penting yang sudah anda lewatkan dalam hal ini." ucap Nico santai. Namun, tatapannya datar dan dingin dengan senyum mengejeknya ke arah Seto Kiandra.
"apa maksudmu, coba jelaskan !! agar kami semua paham." ucap Seto yang terus di buat kesal sekaligus penasaran.
"iya tuan Nicole, coba jelaskan apa yang anda ketahui?" tanya pengacara Chiko ikut menimpali pembicaraan tersebut.
__ADS_1
"pertama-tama saya ingin bertanya kepada anda." ucapnya melihat ke arah Seto tajam.
"apa anda tahu perusahaan Amerika yang memiliki saham sebesar 20% itu, milik siapa? saham 20% termasuk besar dan layak juga menduduki posisi kursi presdir di perusahaan Kiandra Group" ucap pertanyaan Nico sembari melihat ke arah pengacara perwakilan dari perusahaan Amerika.
"tentu saja saya tahu, mereka adalah perusahaan raksasa yang ada di benua Amerika. Namun satahu saya perusahaan itu masih merahasiakan pemiliknya siapa?" ucapnya terhenti dengan sesuatu yang ada di pikirannya saat ini.
"apakah anda mengenal perusahaan itu tuan Nicole?" tanya Seto dengan nada selidik.
Nicole nampak tersenyum tipis, sebelum menanggapi pertanyaan dari Seto Kiandra.
"tentu saja saya mengenal baik perusahaan itu tuan Seto." ucap Nico dengan sikap yang penuh percaya diri. "bukankah begitu pengacara Edwin Amable?" ucap nico menekan setiap kata-katanya dan melihat ke arah pengacara Edwin Amable. Perwakilan dari perusahaan raksasa di Amerika, rekan bisnis Kiandra Group.
"tentu saja tuan Nicole Richie, senang bertemu dengan anda di sini." jawab pengacara Edwin Amable dengan senyum ramahnya.
Semua orang melihat ke arah Nico dan pengacara Edwin Amable secara bergantian. Mereka melihat ada kedekatan dan sikap saling menghormati di antara Nico dan juga pengacara Edwin Amable.
"apa maksudnya ini? coba jelaskan agar kami semua dapat mengerti." ucap pengacara Chiko Alessio dengan mimik wajah bingungnya.
"tentu saja, dengan senang hati saya akan menjelaskannya. Tetapi lebih baik pengacara Edwin yang menjelaskan semuanya. Dia lebih berhak dan tahu segalanya. Yang tentu saja akan lebih dapat di percaya oleh tuan Seto." ucap Nico masih dengan santai dan senyum tipisnya.
"jangan terlalu berbelat-belit, coba jelaskan agar semuanya jelas." ungkap Seto dengan rasa penasaran di dalam hatinya.
"baiklah saya akan jelaskan." ucap pengacara Edwin setelah melihat semua pemegang saham secara bergantian.
"perkenalkan nama saya pengacara Edwin Amable, saya adalah pengacara sekaligus perwakilan dari perusahaan raksasa di Amerika. Nama perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan raksasa F. Two Group. Mungkin yang pernah bekerjasama dengan perusahaan sekelas perusahaan raksasa Faresta Group, pasti pernah mendengar nama perusahaan ini." ungkap sang pengecara menjelaskan.
Beberapa di antara mereka masih terlihat bingung? dua orang yang sangat suka bermain teka-teki. Mereka senang sekali membuat rasa penasaran di hati orang lain.
Seto Kiandra tahu nama perusahaan dari Amerika itu, perusahaan raksasa F. Two Group. Mereka sudah 5 tahun ini menjalani kontrak kerja sama. Kiandra Group sangat banyak mendapatkan keuntungan dari kerjasama tersebut. Tentu saja tanpa tahu siapa pemilik aslinya? itu saja yang tidak di ketahui oleh Seto Kiandra selama 5 tahun ini.
Ada perasaan yang tidak menentu dan membuat hati seto Kiandra terus gelisah serta berdebar, akan hal yang sedang coba di jelaskan oleh pengacara Edwin Amable.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.