
Beberapa Minggu telah berlalu dari terungkapnya rahasia yang di sembunyikan oleh tuan R.M, atau bisa disebut tuan Resvan Melviano. Presdir perusahaan raksasa Faresta Group. Perusahaan milik ayah dari Lusi Arsinta Melviano, yang tidak banyak orang tahu.
Selama beberapa minggu ini Lusi dengan di dampingi oleh Nico dan tuan Erick, giat mempelajari keseluruhan tentang perusahaan Faresta Group, Lusi yang termasuk memiliki IQ di atas rata-rata, dapat dengan mudah mempelajarinya. Di tambah lagi bantuan serta dukungan dari seluruh karyawan jenius milik sang ayah, dengan mudah Lusi telah menguasai segalanya.
Kini tinggal mempersiapkan kemunculan dari Presdir perusahaan Faresta Group yang terus misterius, serta kemunculan ahli waris yang selama ini selalu di sembunyikan, semua akan muncul secara bersamaan dan di publikasikan.
Lusi serta tuan Resvan ayah Lusi, sepakat untuk merahasiakan ini juga dari Ardian Adhitama. Lusi tidak ingin ada gangguan dari siapapun?
Selama beberapa minggu ini urusan dengan Ardian Adhitama pun berjalan selayaknya sebagai kedua orang tua dari si kembar Nathan dan Nathalia. Sedangkan hubungan Lusi bersama Bryan Aldevaro masih berjalan seperti biasanya, kesibukkan pada perusahaan mereka masing-masing, membuat Lusi dan Bryan tidak memiliki waktu untuk berbicara dari hati ke hati tentang kelanjutan dari hubungan asmara mereka.
Lusi dan Bryan saat ini masih fokus pada pekerjaan mereka masing-masing, tetapi Lusi akan menyelesaikannya sebelum kemunculannya ke publik. Agar tidak ada kesalah pahaman, semua urusan asmara antara dirinya dan Bryan, serta urusan dirinya dengan Ardian akan Lusi selesaikan.
Saat ini Lusi hanya akan menata hatinya dari awal kembali, selama ingatannya tentang Ardian belum kembali, Lusi tidak bisa merasakan rasa cinta itu muncul dalam hatinya. Lusi akan menganggap hubungannya bersama dengan Ardian, untuk mempertahankan keutuhan keluarga kecilnya, demi kedua anak-anaknya.
Semua yang terjadi secara bersamaan dalam minggu ini, muncul secara tiba-tiba. Berat dan rumit yang Lusi alami, tetapi dia harus tetap menjalaninya dengan seiring berjalannya waktu.
Sore ini Lusi dan Bryan sepakat untuk bertemu, Lusi berencana untuk membicarakan kelanjutan tentang hubungan mereka. Di sebuah cafe dengan nuansa yang nyaman, Lusi sengaja memilih sebuah cafe agar pembicaraan mereka tidaklah terlalu tegang.
Nampak Bryan lebih dulu datang dan menunggu di dalam cafe, Bryan menyambut kedatangan Lusi sang pujaan hati dengan senyum yang bahagia. Rasa rindu yang teramat dalam bisa terlihat dari pancaran mata Bryan. Lusi tahu itu, dalam hatinya semakin merasa bersalah bila hari ini pembicaraan mereka akan membuat luka dan kecewa Bryan, pria tampan yag selalu baik dan bisa menerima Lusi apapun keadaan Lusi selama ini, pria tampan yang selalu tulus ada di sisinya.
"hai sayang…apa kabar?" sapa Bryan dengan segera memeluk tubuh Lusi sekilas lalu kecupan pada pipi Lusi.
Lusi sedikit merasa kaku karena mereka ada di depan umum, tetapi dengan segera Lusi bersikap santai, dengan senyum tipis menanggapi sapaan Bryan padanya.
"baik." balas Lusi sembari duduk pada kursi yang sudah di tarik oleh Bryan, dan membantu untuk mempermudah Lusi duduk.
Bryan duduk tepat di hadapannya, tatapan mata lembut penuh cinta Bryan pada Lusi, semakin membuat hati Lusi berat dan merasa bersalah bila harus memberikan keputusan yang akan membuat Bryan kecewa padanya.
"bisa kita makan dulu sekarang." ajak Lusi.
Lusi hanya ingin mencairkan suasana hatinya, ini benar-benar berat bagi Lusi. Beberapa hari ini sudah Lusi pikirkan secara matang. Apakah keputusannya sudah benar? ataukah hanya hatinya yang belum siap menerima pria ini? kehadiran Ardian membuatnya ada pada pilihan sulit, mengapa hidup percintaannya serumit ini?
Lusi tidak bisa memiliki dua pria sekaligus dalam hidupnya. Bryan adalah pria yang selalu membuat Lusi merasa nyaman bersamanya, walaupun belum merasakan cinta pada Bryan. Sedangkan Ardian pria yang masih status suami masa lalunya yang terlupakan, walaupun berada di sisinya belum senyaman berada dengan Bryan. Lusi mencoba menerima Ardian demi anak-anaknya.
Lusi belum memiliki rasa cinta pada kedua pria tersebut. Hanya satu alasan yang membuat Lusi berani mengambil keputusan, yaitu posisi dan status Ardian lebih unggul dari Bryan. Status Ardian adalah suami di masa lalunya hingga saat ini, itu yang tidak bisa Lusi pungkiri. Jadi Lusi akan mencoba memulai bersama Ardian dan melepaskan Bryan.
"tentu saja sayang, ayo kita makan dulu. Aku senang kamu bisa meluangkan waktu untuk kita bertemu." ungkap Bryan masih dengan tatapan lembutnya.
__ADS_1
"maafkan aku, aku sibuk pada pekerjaan di tempat baru dan urusan anak-anak." balas Lusi dengan tatapan sendunya.
"anak-anak apa kabar?"
"mereka baik."
"mengapa kita tidak coba untuk jalan bersama anak-anak?" usul Bryan.
"maafkan aku, sepertinya itu tidak bisa. Kamu tahu bagaimana protektifnya Ardian Adhitama pada kedua anaknya. Bahkan untuk jalan bersama ku saja, dia juga harus ikut mengawasi." balas Lusi, dan itulah kebenarannya.
Kemanapun Lusi dan si kembar akan pergi, Ardian pasti ada bersamanya.
"Ardian…sepertinya akan sulit untukku bersaing dengannya." ungkap Bryan dengan tatapan yang berubah sendu.
Lusi tahu Bryan sudah merasakan sesuatu hal yang akan sulit untuk kelanjutan hubungan mereka.
"ayolah…kita makan dulu...jangan merusak suasana hari ini." balas Lusi ingin mengalihkan perhatian Bryan.
"baiklah…" setuju Bryan. Mereka pun memesan makanan masing-masing.
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Sepasang mata tajam dan dingin melihat sepasang kekasih yang sedang makan bersama. Siapa lagi kalau bukan Ardian dan asisten Gavin?
"apa-apaan laki-laki itu, main peluk cium istri orang sembarangan." geram Ardian dengan kepalan tangannya kuat menahan amarahnya.
Gavin yang tahu sikap marah atasannya, melihat istrinya di cium dan di peluk oleh pria lain di depannya. Tetapi posisi mereka saat ini hanya akan mengawasi.
"tenang tuan…berikan waktu pada nyonya Lusi untuk menyelesaikan masalahnya, bukankan nyonya sudah memberitahukan masalah ini pada tuan?" ungkap Gavin berusaha membuat tenang sang atasan.
Beberapa hari yang lalu Lusi pernah mengatakan akan bertemu Bryan untuk membicarakan masalah hubungan mereka. Dan akan berusaha menyelesaikan tanpa harus ada yang tersakiti. Lusi hanya meminta Ardian tidak ikut campur urusannya tersebut.
"aku tahu…tapi bukan berarti pria itu dengan suka hatinya mencium dan memeluk istri ku begitu saja. " balas Ardian yang sudah terbakar api cemburu melihat kedekatan Bryan dan Lusi
Di tambah lagi senyum bahagia Bryan menambah rasa kesal dan cemburu Ardian meningkat. Tatapan mata Bryan yang lembut penuh cinta pada Lusi, membuat Ardian tidak terima sang istri tercinta di perlakukan mesra seperti itu oleh pria lain di hadapannya.
"tuan harus tetap tenang, jangan sampai emosi tuan membuat masalah bagi nyonya, tuan tahu bukan bagaimana nyonya Lusi?" ucap Gavin terus mengingatkan.
Ardian menatap horor ke arah Gavin, ucapan Gavin menambah emosinya, tetapi dia pun sadar. Saat ini Lusi bukan sedang berselingkuh, tetapi sedang menyelesaikan masalah hubungan asmaranya dengan sang kekasih, di saat Lusi lupa ingatan bila dia masih memiliki seorang suami. Ardian mencoba untuk mengerti itu. Walupun sulit bagi Ardian menahan rasa cemburu dan memiliki Lusi seorang diri.
__ADS_1
"kau diam, atau mau aku kirim kau ke benua selatan." ucap Ardian mengalihkan emosinya.
'salah lagi aku…!' gumam Gavin dalam hatinya.
Dia bakalan tidak pernah benar kalau sudah berurusan dengan sang nyonya tercinta dari tuan yang kejam, arogan dan di tambah lagi yang sedang di bakar api cemburu.
Gavin hanya menggelengkan kepalanya, dia tahu tidak ingin menambah hukuman yang akan di berikan padanya.
Ardian masih tetap memperhatikan gerak-gerik dari pergerakan Bryan dan Lusi. Sesekali Ardian mengepalkan kuat kedua telapak tangannya, menahan emosi dan amarahnya melihat pemandangan yang mengesalkan di depannya.
Dalam hati Ardian akan membuat perhitungan pada Bryan bila tidak bisa melepaskan istrinya, dia akan melakukan segala cara agar mendapatkan istrinya kembali, walaupun dia tahu hati Lusi masih belum merasakan perasaan apapun pada Ardian. Ardian hanya yakin bila keajaiban cinta itu masih ada. Karena dia tulus dan masih setia pada cintanya yang besar pada Lusi, sang istri tercinta.
"aku benar-benar kesal, karena tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka. Gavin apa kau tidak bisa berbuat apapun tentang masalah ini. Apa kau tidak bisa bekerja dengan benar…?" ucap kesal Ardian yang terus dengan sikap kesal dan cemburunya.
Ardian sudah tidak bisa tahan lagi untuk tidak ikut campur urusan mereka. Ardian ingin mendekat dan meraih Lusi ke dalam pelukannya, agar Bryan tahu siapa Ardian untuk Lusi saat ini? agar tidak adalagi penghalang untuk Ardian dan Lusi akan bersama.
Jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam Ardian takut akan kehilangan Lusi, Ardian takut bila Lusi telah jatuh cinta pada Bryan dan akan meninggalkannya. Alasan anak-anak yang Ardian pakai tidaklah kuat untuk membuat Lusi bisa berada di sisinya.
Gavin yang mendapatkan pertanyaan dari sang atasan, hanya bisa diam. Apa yang bisa dia lakukan saat ini?
"Gavin apa kau tidak mendengarkan apa yang aku ucapkan?" tanya kesal Ardian pada asisten yang hanya bisa diam di sampingnya tanpa melakukan apapun?
"tuan…walupun saya bisa membobol CCTV cafe ini, tetap tidak akan bisa kita mendengarkan pembicaraan nyonya dan tuan Bryan saat ini. Karena jarak mereka duduk dan CCTV cukup jauh, di tambah lagi Kualitas camera CCTV yang kurang bagus." balas Gavin mencoba memberikan alasan.
"aku tidak mau tahu, kau harus cari cara. Agar aku bisa tahu apa saja yang mereka bicarakan." ucap tegas Ardian dengan arogannya.
Dia sebenarnya bisa saja nekat untuk mendekati Lusi dan Bryan, tetapi Ardian masih ingat bila ada peringatan dari Lusi. Agar Ardian tidak ikut campur saat Lusi akan menyelesaikan urusan hubungannya bersama Ardian. Ardian mencoba untuk mengerti apa yang di inginkan lusi? dan coba untuk percaya pada Lusi. Tapi tidak dengan hatinya saat ini, kesal dan rasa cemburu yang besar menyelimutinya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1
Maafkan author ya…karena lama tidak bisa up, karena author sedang tidak enak badan lagi, terima kasih masih setia pada Takdir atau Hidupku. Semoga selalu suka ceritanya dan bisa up terus setelah ini. Mohon doa dan dukungannya selalu 🙏🙏🙏