Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 29 Lusi vs Ardian (bagian 2).


__ADS_3

** episode sebelumnya**


"apa ada yang tidak bisa di beli oleh uang, kekayaan dan kekuasaan yang aku miliki ?"


"ada tuan...cinta, takdir, hidup dan nafas seseorang, cinta yang tulus hanya bisa dirasakan oleh hati bukan karena uang, takdir seseorang sudah mereka dapatkan sejak di lahirkan, hidup dan nafas seseorang hanya bisa dibunuh dan kematian yang akan merenggutnya, apa tuan akan menjadi seorang penjahat yang suka merenggut dan merampas hak seseorang ?"


"kau...pandai sekali bersilat lidah..." kata Ardian yang membuat Gavin tersenyum karena melihat ada wanita yang berani melawan setiap kata-kata tuannya.


"bukannya pandai bersilat lidah tuan, ini kan hanya pendapat dan pembelaan saya."


"bagaimana tuan apa anda keberatan dengan apa yang saya minta ?" tanya Lusi kembali.


Ardian menarik dan menghembuskan nafasnya yang berat. "baiklah..." kata Ardian mengalah demi mendapatkan jawaban dari semua pertanyaannya.


"syarat ku yang kedua...selama tes DNA dan hasilnya belum keluar kau harus menjadi ibu pengganti sementara anak-anak ku."


"mana bisa begitu tuan...saya tidak mau..." tolak Lusi keras karena dia tidak setuju sama sekali menjadi ibu pengganti anak-anak tuan sok kuasa ini, bukan tidak suka dengan anak-anak nya yang lucu dan menggemaskan, cuma tidak suka dengan ayahnya yang sok kuasa, dan kata 'ibu pengganti' membuat hatinya tidak nyaman.


"kau menolak menjadi ibu pengganti anak-anak ku ? inikan cuma sementara, kau jangan GR dulu.."


"ini penipuan namanya tuan, saya tidak mau menipu anak-anak yang tidak bersalah."


"ini hanya untuk sementara, sampai tes DNA keluar hasilnya, anak-anak sangat bahagia melihat keberadaanmu, aku tidak tega merusak kebahagian mereka karena sangat merindukan mama mereka, dan aku akan berusaha memberikan anak-anak pengertian secara perlahan kalau kau bukanlah ibu kandung mereka." kata Ardian yang membuat hati dan perasaannya sakit dan Lusi tidak mengerti akan hal itu.


'apa tuan sok kuasa ini mau menjebak dan mempermainkan aku lagi ? tapi mengapa hatiku sakit begini ya ? apa karena aku kesal dengan perkataannya ? tapi tuan sok kuasa ini benar, kasihan anak-anak yang memang benar bahagia melihatku dan aku tidak tega melihat mereka sedih, inikan cuma sementara sampai tes DNA keluar hasilnya, tidak apa-apa deh di jalani saja dulu.' gumam Lusi dalam hati.

__ADS_1


"baiklah tuan selama itu tidak mengganggu pekerjaan saya, lagi pula saya cuma sebentar di kota ini, karena saya hanya karyawan sementara di kantor pusat dan akan kembali ke kantor cabang yang ada di kota kelahiran saya tuan." kata Lusi setuju.


Sedangkan Ardian merasa aneh saat Lusi mengatakan 'sebentar dan sementara di kota ini' dan merasa tidak rela saat Lusi mengatakan 'akan kembali ke kota kelahirannya'.


Tapi Ardian menepis semua perasaannya itu.


"baiklah sekarang katakan syaratmu ?"


"apapun hasil dari tes DNA itu kita berdua harus bisa menerimanya dan anda tuan jangan pernah mengusik atau mempersulit saya lagi."


"kamu terlalu percaya diri, kau pikir aku kurang kerjaan harus mengusik atau mempersulit dirimu, lebih baik aku mengurus pekerjaan ku ketimbang mengurusimu yang ngk jelas, tapi lain halnya bila kau macam-macam dan berniat buruk padaku dan keluargaku, aku tidak segan-segan untuk menghancurkanmu, kau camkan itu." ancam Ardian.


"saya bukan penjahat tuan." jawab Lusi malas dengan ancaman Ardian.


"saya pegang janji anda tuan dan saya mau ada hitam di atas putih, agar anda tidak ingkar janji, bagaiman tuan setuju ?"


"baik tuan, bila perlu lakukan saja sekarang agar semuanya selesai dan hasilnya cepat keluar, tidak membuang-buang waktu saya juga."balasnya dengan sengit. "saya lelah tuan, saya mau istirahat dulu, selamat siang." pamitnya yang berbalik badan menuju ranjang, tenaganya benar-benar terkuras akan kenyataan yang baru dia tahu dan berdebat dengan Ardian yang selalu mau menang sendiri.


Ardian hanya menatap tajam punggung Lusi yang berusaha naik keatas ranjang dan berbaring memunggunginya, Ardian kesal dengan sikap Lusi yang sedikit arogan dan berani melawannya tidak takut sama sekali padanya.


Dia memerintahkan Gavin agar cepat membuat perjanjian antara dirinya dan Lusi, dia bukannya takut dengan syarat dari Lusi tapi hanya mengalah saja agar semua pertanyaan di dalam benaknya bisa terjawab, dia akan tetap mengawasi Lusi sampai tes DNA selesai, dan tidak akan membiarkan Lusi hidup dengan tenang selama itu karena sudah berani melawan dirinya dan meniru istrinya, dalam benak dia berkata 'pasti ini salah satu triknya lagi'.


Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari ? baik buruk takdir sudah di tentukan sejak lahir, kita hanya bisa menjalaninya dan berbuat baik semampu kita, dan barharap ada takdir yang baik dan indah mendatangi kita.


Ardian dan Lusi tidak akan pernah tahu dan menyangka takdir dan hidup mereka sudah terjadi dan berjalan, mereka akan menjalani dengan keyakinan mereka masing-masing, Ardian yang penuh akan kecurigaan dan rasa kesalnya terhadap Lusi, sedangkan Lusi yang tidak tahu apapun, hanya bisa menerima dan waspada pada apa yang akan di perbuat oleh Ardian padanya.

__ADS_1


......................


Saat sore tiba asisten Gavin menyerahkan perjanjian yang akan di tanda tangani oleh Ardian dan Lusi, mereka berdua membaca isi dari perjanjian tersebut, tidak ada masalah dan masing-masing membubuhkan tanda tangannya di atas materai agar semuanya legal di saksikan oleh asisten Gavin dan juga dokter Rio.


Dengan segera Lusi melakukan prosedur tes DNA dan menanda tangani berkas persetujuan melakukan tes DNA yang di lakukan di rumah sakit Sinar Mulia langsung bersama Nathalia Putri Ardian Adhitama.


dokter Rio melakukan tes dengan sampel darah dan rambut Lusi bersama Nathalia, agar hasilnya lebih akurat dan dapat memuaskan hati Ardian Adhitama.


Tak lama setelah dokter Rio membawa pergi sampel dan berkas persetujuan Lusi, nyonya Meli, Nathan beserta kedua baby sister si kembar datang menengok Nathalia dan Lusi.


Membawa banyak makanan dan perlengkapan untuk mereka berdua, seperti baju, perlengkapan mandi, dan lain sebagainya.karena nyonya Meli tahu kalau Lusi baru datang di kota ini dan semua barang-barang nya tertinggal di hotel, dengan perasaan senang serta haru karena ada yang masih baik dan perhatian padanya seperti ibunya sediri, Lusi menerima semua yang sudah dibawakan.


Lusi dan Nathalia sudah sama sama selesai membersihkan diri mereka, Lusi yang nampak cantik dan segar karena bercak merah di wajahnya sudah hampir hilang, sedangkan Nathalia sudah mulai ceria dan panasnya tidak turun naik lagi.


Mereka bertiga Lusi dan si kembar bercanda gurau tertawa serta berceloteh di atas ranjang seperti dunia milik mereka bertiga, tidak memperdulikan yang lainnya, nampak si kembar sangat bahagia dan bermanja-manja dengan Lusi.


Lusi sangat terhibur juga bahagia bermain bersama si kembar yang lucu, ganteng, cantik, dan menggemaskan, Lusi melupakan sedikit masalah yang sudah dia hadapi dan kekesalannya terhadap Ardian si tuan sok kuasa.


Lusi juga berharap ingin memiliki anak-anak seperti si kembar untuk mengisi kehidupannya di masa depan bersama sang pasangan hidupnya kelak, dan semoga apa yang diharapkannya bisa terwujud.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....

__ADS_1


Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya yang ya.


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2