Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 62 Keputusan Lusi Ikut Bergabung.


__ADS_3

…kamar hotel presiden suite…


"lalu bagaimana dengan putri kedua dari tuan R.M kak?" tanya Lusi penasaran karena Nico belum membahas tentang Putri kedua tuan R.M yang di sembunyikan.


"dia baik-baik saja saat ini, dia menjalani hidup seperti tidak pernah terjadi apa-apa, dan kami tetap melindunginya."


"tidak ada yang special dari dirinya?"


"dia sangat special bagi tuan R.M dan kami semua, karena dia adalah satu-satunya keturunan dan ahli waris tuan R.M, dia bisa melakukan segala yang ia inginkan tanpa harus takut apapun, dia sekarang sudah lebih kuat, dia jenius, dan dia pintar melihat dan membaca situasi yang ada di sekitarnya, walau terkadang dia sedikit perasa dan terlalu baik hati, tapi kami bangga padanya dan dia akan menjadi yang paling special apabila nantinya dia memimpin kami menggantikan tuan R.M, karena memang dia di persiapkan untuk memimpin perusahaan Faresta Group di masa depan."


"waahhh ....jadi ingin bertemu dengannya.." ucap Lusi senang, karena dia paling suka pada sesosok wanita hebat dan baik hati seperti putri kedua tuan R.M.


"apa dia cantik kak?"


"dia sangat cantik, bahkan kecantikan, kejeniusan, kebaikan hati dan pesonanya belum ada yang bisa menandinginya saat ini kalau dari sudut pandanganku, dan aku bersyukur bisa mengenal dan melindunginya."


Lusi tersenyum manis mendengar Nico memuji seorang wanita hebat bahkan di katakan cantik olehnya, yang membuat Lusi semakin ingin melihat dan bertemu dengan wanita itu.


Lusi berpikir selain presdir Maria wanita hebat yang Lusi kenal dan menjadi panutannya, masih ada wanita hebat lainnya yang dia dengar dari Nico yang membuat niatnya semakin bulat untuk ikut bekerja bersama Nico, agar pengalamannya dalam bekerja dan hidup semakin luas dan banyak.


"kak aku tertarik untuk ikut bekerja bersama kakak di Faresta Group, karena aku ingin belajar banyak pada Putri kedua tuan R.M yang kakak katakan."


"Oya...itu bagus...aku senang kamu mau ikut bergabung bekerja bersama di Faresta Group, dan tuan R.M pasti senang mendengar kabar ini, karena sampai sekarang beliau masih berharap kamu mau bekerja untuk Faresta Group." balas Nico tersenyum senang mendengar keputusan Lusi.


Sedangkan yang lainnya juga ikut senang mendengar keputusan Lusi, karena mereka juga tahu bagaimana kejeniusan Lusi yang ia sembunyikan agar tidak di manfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


"tapi kak...aku harus izin dulu pada ibu dan bapak, aku akan ikut bekerja disana kalau ada izin dari kedua orang tuaku." ucap Lusi seketika hilang senyumnya saat mengingat harus meminta izin dulu pada kedua orang tuanya, apakah mereka mengizinkan lusi?

__ADS_1


"tidak apa-apa...nanti aku akan bantu kamu untuk menyakinkan mereka, dan aku pastikan kamu akan mendapatkan izin dari mereka karena ada aku bersamamu."


"benar kak...kakak akan bantu Lusi...??" tanya senang Lusi melihat ke arah Nico yang menjawab dengan anggukkan kepalanya.


"terima kasih kak Niko..., rencana besok aku akan menyerahkan surat pengunduran diriku yang sudah aku persiapkan pada perusahaan Wirajaya Group, dan setelah selesai acara penanda tanganan kontrak adalah terakhir aku bekerja di sana, karena aku tidak bisa bekerja dengan orang yang tidak percaya akan kemampuan dan meragukan kesetiaan ku apalagi aku sudah bekerja lama disana, lebih baik aku mengundurkan diri dan bekerja pada perusahaan yang percaya padaku saja." ucap Lusi dengan mimik sedih.


Sebenarnya dia berat untuk meninggalkan perusahaan Wirajaya Group, tempat di mana dia lama bekerja menjadi sekretaris dan bertemu dengan presdir Maria wanita hebat, pintar dan baik hati yang menjadi panutannya untuk terus menjadi karyawan yang bisa membanggakan presdir Maria.


Presdir Maria orang pertama yang benar-benar percaya pada Lusi akan kemampuan dan kesetiaannya pada Wirajaya Group, bahkan bila ada yang meragukan Lusi presdir Maria tetap percaya padanya, dan sikap presdir Maria itu yang membuat Lusi betah bekerja di perusahaan Wirajaya Group.


Tetapi saat direktur Radhika Wirajaya putra pertama presdir Maria meragukan kesetiaannya, dia sangat kecewa dan sedih karena masih ada orang besar yang menganggap orang kecil sepertinya hanya akan membuat hancur perusahaan karena takut membuat rekan bisnisnya marah akan dirinya.


Lusi tidak mengira kalau dirinya akan di anggap pembawa masalah pada perusahaan Wirajaya, tidak seperti presdir Maria yang akan terus memperjuangkan dan mencaritahu kebenarannya dulu sebelum tidak mempercayai bawahannya, itu yang sering akan di lakukan oleh Presdir Maria bila ada karyawannya memiliki masalah.


Beliau akan coba percaya dulu sampai semua kebenarannya terungkap, dan beliau tidak pernah takut akan saingan Bisnis atau rekan bisnisnya yang ingin menjatuhkannya, karena presdir Maria adalah sosok pimpinan yang cerdas dan kuat yang akan memperjuangkan semua karyawannya dan juga perusahaan apapun yang terjadi.


Lusi sebenarnya mengerti bagaimana perasaan takut direktur Radhika? bila perusahaan bermasalah dengan seorang Ardian yang di takuti banyak pengusaha muda, tetapi Lusi hanya kecewa dengan sikap direktur Radhika yang tidak bisa berusaha memperjuangkan nasib karyawan dan sedikit memberi kepercayaan pada karyawannya, dia lebih takut pada rekan bisnisnya tanpa mencaritahu dulu kebenarannya.


"iya aku sudah merencanakannya dari seminggu yang lalu kak, walau berat tapi hati kecilku tidak ingin bohong bila aku kecewa akan sikap direktur Radhika yang tidak percaya padaku, lagi pula aku mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan kakak sudah sejak lama sebelum aku bekerja pada perusahaan Wirajaya Group, tidak ada salahnya aku mencoba mencari pengalaman kerja dan hidupku yang baru." balas Lusi tersenyum getir karena masih berat untuk meninggalkan Presdir Maria yang sangat baik padanya.


"baiklah apapun yang kamu ingin lakukan aku akan terus mendukung, dan aku sangat senang kamu mau ikut bergabung dengan kami." ucapnya tersenyum.


"dan satu yang aku inginkan kak..?!?" ucap Lusi yang membuat semua memandang ke arahnya.


"apa itu?" tanya singkat Nico, apapun yang Lusi inginkan saat ini akan Nico sanggupi, agar Lusi tidak mengurungkan niatnya ikut bekerja bersama di Faresta Group.


"aku ingin kalian semua saat pertemuan nanti bila bertemu dan melihatku, tolong berpura-pura lah untuk tidak mengenalku, apa kalian bisa?"

__ADS_1


"mengapa seperti itu?"


"karena aku tidak ingin ada pikiran dan prasangka dari mereka apalagi atasanku nantinya, aku hanya ingin kita seperti tidak saling mengenal saja."


"baiklah kalau seperti itu yang kamu mau tidak jadi masalah, kami akan mengikutinya." ucap Nico setuju.


"baiklah sebaiknya kita istirahat, karena ini sudah malam, masih ada hari esok dan bekerjaan yang menanti akan menguras tenaga dan pikiran kita." ucap Nico.


"Oya nona Lusi apa besok masih mau latihan bersamaku? "kali ini tuan Erick yang berbicara karena dari tadi tuan Erick hanya diam mendengarkan pembicaraan Lusi dengan Nico.


"tentu saja tuan Erick, badan saya sudah lama tidak latih tanding dengan anda dan juga saya tidak sabar berlatih menembak dengan anda, Oya setahuku ada ruangan untuk berlatih menebak di hotel ini." ucap Lusi.


Dan memang benar di hotel R.W.C memiliki beberapa ruangan untuk latihan olah raga untuk kalangan atas, seperti tempat alat-olahraga fitness center, golf, menembak, tenis, dan tempat bermain aneka game permainan untuk sekedar kumpul orang-orang yang berduit.


"baiklah kita akan bertemu besok sore sepulang kau bekerja."


"baiklah tuan Erick, selamat malam semua dan sampai bertemu besok." ucap Lusi sembari bangkit dari duduknya dan di ikuti oleh Zia, karena Lusi meminta Zia satu kamar bersamanya agar tidak kesepian di kamar yang besar dan luas.


Lusi dan Zia pun berlalu pergi ke kamar mereka yang bersebelahan dan di apit oleh kamar Nico, tuan Erick dan Deo.


Mereka beristirahat di kamar mereka masing-masing.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2