Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 99 Kecurigaan Dan Amarah Bryan.


__ADS_3

***Apartemen Mewah Bryan Aldevaro***


Bryan masih menatap kedua wanita yang beda usia di hadapannya, dan dia tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan dan di maksud oleh nyonya Meli? wanita mana yang di bicarakan oleh nyonya Meli dan di cari olehnya?


Rania sangat bersorak gembira di dalam hatinya melihat mimik wajah Bryan yang terlihat bingung, Rania berpikir bila Bryan bingung karena mencari cara dan alasan untuk menyembunyikan Lusi yang ada di dalam kamarnya.


Sedangkan nyonya Meli mulai geram dan kesal dengan sikap Bryan yang terlihat bingung, kecurigaan nyonya Meli kalau Lusi ada di sana semakin benar adanya !! nyonya Meli mulai tidak sabar untuk melihat langsung mereka berdua bersama saat ini.


Dengan segera nyonya Meli mendorong tubuh Bryan dan menerobos masuk ke dalam apartemen mewah milik Bryan, Bryan yang belum siap dengan tindakan nyonya Meli yang mendorongnya masuk, dengan repleks melangkah mundur masuk ke dalam.


"ada apa ini, kenapa kalian tidak sopan seperti ini?" tanya heran Bryan akan tindakan nyonya Meli yang memaksa untuk masuk.


"jangan banyak bicara kau…di mana kau sembunyikan wanita jalang itu?" tanya nyonya Meli dengan wajah geramnya melihat Bryan.


Hatinya saat ini sangat kesal, dan ingin cepat membuktikan kalau Lusi memang benar ada di sini bersama Bryan.


"wanita siapa yang kalian bicarakan?" tanya Bryan yang semakin heran tidak mengerti dengan maksud dari nyonya Meli.


"Lusi…di mana Lusi kau sembunyikan…?"


"Lusi…?! dia tidak ada di sini? kenapa mencarinya di sini?" jawab Bryan masih dengan bingung karena mereka mencari Lusi di apartemennya.


Dalam hati Bryan berkata, mengapa mereka mencari Lusi ke apartemennya? mana ada Lusi di sini? karena Lusipun tidak pernah datang ke sini, hanya sekali sewaktu mereka akan makan malam bersama, mereka datang ke apartemen untuk mengantar Bryan mengganti bajunya? dan selama itu tidak pernah lagi datang.


"jangan menyembunyikan dan berbohong lagi, sudah jelas Rania melihat kalian berdua masuk ke apartemen ini !!" balas nyonya Meli seraya melihat Rania dan Bryan secara bergantian, sedangkan Rania hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"dari baru datang bekerja aku hanya sendiri di apartemen ini." balas Bryan dengan mengerutkan keningnya melihat ke dua wanita yang ada di hadapannya.


"alah…mana ada maling mau ngaku tante…" ucap Rania memprovokasi nyonya Meli, dia sudah tidak sabar melihat keberadaan dan keadaan Lusi saat ini setelah selesai bercinta bersama Bryan, untuk menghilangkan efek obat perangsang dalam tubuhnya.


"kau benar Rania…mana ada maling mau ngaku, jadi lebih baik kita cari dan lihat sendiri di mana wanita itu." ajak nyonya Meli dengan terus melangkah naik ke lantai dua di mana kamar tidur berada.


"hai…apa-apaan kalian, kenapa tidak sopan…!" cegah Bryan berlari menghalangi mereka menuju ke lantai atas.


"tu kan Tante…dia takut ketahuan bersama Lusi berdua di sini." ucap Rania masih memprovokasi, sedangkan Bryan melihat dingin pada Rania yang dia tahu sangat tidak menyukai Lusi.


"sudah aku katakan Lusi tidak ada di sini." ucap tegas Bryan dengan mimik wajah dinginnya.


"kalau memang benar Lusi tidak ada di sini, kenapa mesti kau takut…?" tanya Rania dengan tatapan meremehkan, karena dia sangat yakin pasti Bryan menyembunyikan Lusi di dalam kamarnya.

__ADS_1


"aku tidak takut, aku hanya tidak suka orang asing masuk ke dalam kamar pribadi ku."


"itu cuma alasanmu saja, agar tidak ketahuan sedang bersama dan baru selesai bercinta kan bersama Lusi." ucap fullgar Rania yang membuat Bryan terkejut hingga matanya membesar melihat tajam pada Rania.


Bercinta bersama Lusi? apa maksud dari Rania? Bryan mencurigai ada sesuatu yang pasti telah terjadi.


"apa maksudmu aku baru selesai bercinta bersama Lusi? apa kau melakukan sesuatu pada Lusi?" tanya curiga Bryan menatap tajam Rania, karena dia sangat tahu siapa Rania Kiandra?


"mengapa malah kau menuduhku?" tanya balik Rania dengan berpura-pura marah, dia tidak ingin ketahuan kalau ini adalah rencananya.


Bryan melihat mata Rania dan dia bisa melihat kebohongan dan kepura-puraan pada sorot mata Rania, jadi dia sangat yakin pasti sudah terjadi sesuatu pada Lusi.


"minggir aku akan lihat sendiri apa yang sudah kalian lakukan berdua saat ini." ucap nyonya Meli menyingkirkan tubuh Bryan ke samping, agar tidak menghalangi langkahnya yang ingin ke atas dan masuk ke dalam sebuah kamar.


Bryan masih menatap tajam pada Rania yang juga ikut menyusul nyonya Meli melanjutkan langkahnya naik ke atas dan segera masuk ke dalam kamarnya, Bryan hanya mengikuti apa saja yang ingin mereka lakukan, setelah mereka mencari apa yang mereka inginkan? baru Bryan akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi?


Bryan sangat yakin pasti ini ulah Rania, yang mengira dirinya ada bersama Lusi di dalam apartemennya, padahal saat ini dia tidak bersama siapa-siapa saat ini.


'apa sesuatu terjadi pada lusi…?' gumam Bryan dalam hatinya seraya terus melihat kedua wanita yang terus mencari Lusi ke seluruh bilik kamar yang ada.


Rania dan nyonya Meli mencari ke seluruh bilik dan sudut kamar yang memungkinkan tempat Lusi bersembunyi, tetapi tidak ada sama sekali, terlihat juga sepray ranjang Bryan yang masih terlihat rapi, yang menandakan belum pernah di tiduri sebelumnya, tetapi mereka berdua juga tidak percaya dan terus mencari.


"kau sembunyikan di mana wanita itu…?" tanya geram Rania berdiri di hadapan Bryan yang sedang duduk santai menikmati minuman kesukaannya.


Rania sungguh geram karena tidak bisa menemukan Lusi di seluruh apartemen Bryan, Rania masih sangat yakin bila Lusi pasti menghubungi Bryan untuk membantunya keluar dari hotel, dan membantu Lusi untuk menghilangkan efek obat perangsang yang Lusi dapatkan.


"sudah aku katakan Lusi tidak ada di sini dan dia tidak sedang bersamaku." balas Bryan dengan tatapan tidak suka melihat Rania.


"tidak di sini, kau pasti menyembunyikannya di tempat lain? katakan dimana kau menyembunyikan wanita itu?" tanya Ranai yang tidak puas akan rencananya yang belum terlihat berhasil sama sekali, dan dia tidak ingin gagal kali ini.


"apa yang sudah kau rencanakan…?" tanya Bryan menatap selidik Rania, karena Bryan sangat mengenal siapa Rania Kiandra? dan Bryan sangat yakin kalau Rania lah yang pasti sudah merencanakan ini semua, dan memprovokasi nyonya Meli.


"kenapa malah kau balik menuduhku?" tanya Rania tidak gentar dan menatap tajam Bryan yang melihatnya curiga.


Sedangkan nyonya Meli yang sudah lelah mencari keberadaan Lusi, dan tidak menemukannya hanya diam melihat perdebatan Rania dan Bryan.


"aku tidak akan menuduh sembarangan orang, kalau aku sendiri tidak yakin." ucap Bryan dengan perlahan berdiri dari duduknya.


"aku sangat yakin semua ini pasti rencanamu pada Lusi? apa yang kau lakukan pada lusi…? katakan…?" tanya Bryan membentak Rania, hingga suaranya yang keras membuat Rania dan nyonya Meli tersentak kaget mendengarnya.

__ADS_1


"apa yang sudah aku lakukan? aku tidak melakukan apapun?" jawab Rania dengan mimik wajahnya yang biasa dan masih berpura-pura tidak tahu maksud dari perkataan Bryan padanya.


"aku sangat tahu siapa dirimu Rania Kiandra? aku sangat yakin ini pasti rencana busukmu pada Lusi, dan saat ini kau mengira Lusi bersamaku dan sedang bercinta, apa maksud dari tuduhanmu itu? dari mana kau tahu kalau Lusi ada disini bersamaku?" tanya Bryan yang membuat nyonya Meli melihat padanya.


Rania melihat nyonya Meli dan Bryan secara bergantian, Rania melihat keduanya melihat dirinya seakan meminta penjelasan dari Rania.


"katakan…" bentak Bryan yang sudah tidak bisa sabar lagi pada wanita licik seperti Rania Kiandra, dan dia juga takut terjadi sesuatu pada Lusi saat ini.


Kedua wanita yang ada di hadapan Bryan lagi-lagi tersentak kaget mendengar bentakkan Bryan pada Rania.


"nyonya Meli apa anda bisa menjelaskan sesuatu padaku? untuk ketidak sopanan anda ini?" tanya Bryan melihat nyonya Meli dan ingin meminta penjelasan, karena dia yakin Rania tidak akan mau menjelaskan apapun padanya?


"aku hanya mendapatkan telpon dari Rania, yang melihat anda dan Lusi keluar bersama dari sebuah hotel dalam keadaan Lusi dalam kondisi mabuk berat, dan saat itu kebetulan Rania ada di hotel tersebut melihat kalian berdua dan mengikuti kalian sampai di apartemen ini." penjelasan nyonya Meli yang memang itu yang di ceritakan oleh Ranai.


Rania sangat mati kutu, dalam hati Rania bertanya? kalau Lusi tidak ada di sini dan bersama dengan Bryan? lalu Lusi bersama siapa dan di jemput siapa di depan hotel?


Bryan sudah sangat tahu jelas, Rania lah dalang yang sudah memprovokasi nyonya Meli untuk datang ke sini, dan sangat tahu ini pasti akal dan rencana busuk Rania pada Lusi, karena dari mana Rania yakin pria yang bersama Lusi adalah dirinya dan keluar dari hotel?


Bryan seketika sadar, kalau Lusi yang di lihat oleh Rania bersama pria keluar dari hotel dan bukan bersamanya? lalu Lusi bersama pria mana?


"katakan padaku…apa yang terjadi pada Lusi?" tanya Bryan dengan kasar meremas kedua bahu Rania karena merasa geram pada Rania.


"aduuuh sakit Bryan…" ucap Rania yang merasakan sakit pada kedua bahunya yang di remas kuat oleh Bryan.


"katakan…" bentak Bryan yang sudah mulai marah.


"aku tidak tahu apa yang terjadi pada Lusi…? aku hanya melihat dia mabuk dan keluar hotel bersama seorang pria dan aku pikir pria itu adalah kau, karena yang aku tahu kaulah kekasih Lusi…?" balas Rania membuat alibi karena dia tidak ingin ketahuan kalau dialah dalang di balik semua ini.


Bryan menatap tajam dan marah pada Rania yang masih meringis kesakitan akibat remasan kuat tangannya pada kedua bahu Rania, sedangkan nyonya Meli masih terkejut melihat kemarahan dan bentakkan Bryan pada Rania.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2