Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 25 Keluarga Yang Sempurna.


__ADS_3

*****Ruang VIP Rumah Sakit Sinar Mulia*****


Semua pemeriksaan dan perawatan untuk Nathalia sudah selesai, hanya perlu di pantau terus suhu panas tubuhnya, dan dokter Rio menyarankan Nathalia untuk dirawat dulu di rumah sakit sampai suhu tubuh Nathalia stabil tidak turun naik lagi.


Nathalia yang ingin di pindahkan ke ruangan lain pun berontak tidak mau berpisah dari lusi, dia hanya mau bersama Lusi.


"ngak mau....mau sama mama..."katanya menangis yang memeluk erat tubuh Lusi tidak mau di lepas.


"ayo sayang istirahat dulu supaya cepet sembuh." bujuk Ardian pada putrinya yang masih memeluk erat Lusi.


"ngak mau papa, nanti mama pergi lagi.."jawabnya yang membuat semua yang mendengar sedih, Nathalia benar-benar takut kehilangan Lusi.


"Nathalia sayang, coba deh lihat mama juga lagi sakit, Nathalia ngak kasihan lihat mama yang butuh istirahat karena lagi sakit ?" kali ini nyonya Meli yang berusaha membujuk Nathalia.


Nathalia pun melihat ke wajah Lusi yang sedikit pucat dan ada bercak merah di sekitar wajahnya yang mulai memudar, dia pun mengalihkan pandangan matanya ke arah punggung tangan Lusi yang terdapat selang infus sama seperti dirinya.


"mama sakit ?" tanya Nathalia menatap mata Lusi.


"cuma sakit sedikit sayang "jawab Lusi tersenyum tipis.


"mama sakit apa ? sama kayak Adek ? badan mama panas ?" tanya Nathalia yang penasaran dengan kondisi tubuh Lusi.


" tidak sayang badannya ngak panas."


"terus mama sakit apa ?"


"sakit karena ada yang salah kasih makan." jawaban Lusi menyindir ke arah Ardian dan yang tersindir hanya diam melihat Lusi dengan datar tanpa ekspresi, sedang kan asisten Gavin mengalihkan pandangannya ke lain arah.


"siapa yang kasih mama salah makan ?" tanya Nathalia penasaran.


"ada seseorang yang tidak suka padaku." jawab Lusi yang menekan setiap kata-katanya.


Ardian yang mendengarkan obrolan antara putrinya dan Lusi hanya tetap diam memandang ke arah mereka.


"siapa yang tidak suka sama mama ? bilangin papa biar papa yang cari dia." kata Nathalia perhatian pada Lusi.Lusi hanya tersenyum dengan perhatian Nathalia.


"papa...!" panggil Nathalia pada Ardian.


"iya sayang " jawab Ardian pada putrinya dengan wajah yang berubah hangat.


"sini papa !" panggil Nathalia meminta Ardian mendekat, Ardian pun berjalan mendekati ranjang Lusi dimana putrinya berada dalam pangkuan Lusi.


Ardian duduk di kursi yang ada di samping ranjang Lusi.


"ada apa sayang ?" tanya Ardian pada putrinya dengan pandangan hangat, yang tidak luput dari pandangan Lusi.


'pandangannya bisa hangat kalau memandang putrinya, coba begitu terus kan lebih enak di pandang tu wajah sok kuasa' gumam Lusi di dalam hati saat melihat wajah Ardian.


'iiii ada apa sih kok aku bisa mikirin gini sih...iii lupakan lupakan ' kata lusi dalam hati sambil geleng-geleng sekilas.


"ada yang ngak suka sama mama... papa, kasihan mama di kasih salah makan sampai jadi sakit, papa cari orangnya ya papa, marahin dia, bilangi kalau ngak boleh buat mama sakit." kata Nathalia panjang lebar, yang membuat Lusi hanya bisa tersenyum ada yang membela, sedangkan Ardian hanya diam mendengar kata-kata putrinya, dan melihat sekilas Lusi yang tersenyum senang ada yang membela.


Bagaimana dia mau mencari dan memarahi orang yang membuat Lusi sakit ? sedangkan orang yang di maksudkan adalah dirinya.

__ADS_1


"papa kok diam, papa ngak mau bantuin mama ?"


"iya sayang nanti papa cari orangnya dan bilangin kalau ngk boleh kasih mama salah makan lagi dan akan marahin dia " kata Ardian memandang putrinya dan beralih ke arah Lusi yang masih tersenyum dengan kemenangannya.


"mama dengar kan...kata papa nanti papa yang marahin orang yang ngak suka sama mama."


"iya sayang...semoga papamu bisa marahin orang itu." jawab Lusi tersenyum ke arah Nathalia dan memicingkan mata ke arah Ardian. Ardian yang tahu maksud dari Lusi hanya diam saja.


"ayo sekarang Adek pindah tidur ke sebelah ya sayang, biar mama juga bisa istirahat dan cepet sembuh." bujuk nyonya Meli pada cucunya.


"ngak mau mama....adek mau sama mama aja, boleh ya mama...Adek cuma tidur ngak akan gangguin mama, boleh ya mama..!!" kata Nathalia terus memelas dengan menyatukan kedua telapak tangannya memohon.


"Adek ngak boleh seperti itu, kasihan mama ya dek..."kata nyonya Meli membujuk lagi.


"mama..."kata Nathalia mulai menangis, Lusi yang tidak tega pun menyetujui kemauan Nathalia.


"iya sayang, Adek boleh tidur disini yang penting papamu mengizinkan." kata Lusi yang tidak pernah menyebutkan dirinya dengan sebutan 'mama', dia masih tidak terbiasa.


"papa boleh ya papa...Adek mohon.." kata Nathalia.


Ardian menghela nafas berat nya dan memandang ke arah Lusi. Lusi yang di pandang dengan tatapan dingin Ardian tidak takut sama sekali.


"apa tidak masalah dengan kondisimu ? apa tidak masalah mengganggu istirahatmu karena putriku ?" tanya Ardian yang masih memandang dingin Lusi.


"saya tidak masalah tuan, saya tidak sekejam seseorang." jawab Lusi menajamkan setiap kata-katanya.


Ardian yang mengerti maksud dari perkataan Lusi pun hanya diam saja, memandang tidak suka pada Lusi dengan apa yang di katakannya.


"papa boleh ya papa...?" tanya Nathalia lagi.


"iya papa janji..."jawab Nathalia dengan senyum bahagianya karena bisa tidur bersama Lusi.


"anak pintar kalau begitu Adek istirahat ya." kata Ardian yang mencium sayang kening Nathalia.


Saat Ardian mencium kening putrinya, wajah Ardian berada tepat didepannya dan Lusi bisa mencium aroma parfum maskulin yang di gunakan oleh Ardian, Lusi malu karena mereka terlalu dekat dengan segera Lusi memalingkan wajahnya kesamping.


"papa kok ngak cium mama juga ?" tanya Nathalia yang heran karena Ardian hanya mencium dirinya saja dan Lusi tidak.


Ardian dan Lusi yang mendengar pertanyaan sensitif dari Nathalia pun malu dan terkejut.


"tidak apa-apa sayang." jawab Lusi cepat agar Nathalia bisa mengerti.


"papa ayo dong cium mama...!" bujuk Nathalia.


Ardian dan Lusi benar-benar malu akan bujukkan Nathalia, Lusi hanya bisa diam saja memandang ke arah Nathalia.


"papa sama Mama marahan ya.." tanya Nathalia sedih, Lusi hanya menggigit bibir bawahnya karena melihat Nathalia sedih.


"ngak kok sayang, kami ngak lagi marahan iyakan papa..." kata Lusi membujuk Nathalia agar tidak sedih lagi, dan menekan kata 'papa' ke arah Ardian.


"iya sayang kami baik-baik saja."kata Ardian yang mengelus sayang rambut anaknya.


"kalau gitu cium dong papa...!" bujuk Nathalia lagi yang membuat Lusi bingung harus membujuknya dengan cara apa ?

__ADS_1


Ardian yang sudah habis akal dan kasihan melihat putrinya bersedih, takut kalau putrinya berpikir yang tidak-tidak tentang orang tuanya pun mengambil keputusan dengan cepat untuk menyelesaikan masalah ini, agar putrinya tenang.


'cup'


dengan cepat Ardian mencium kening Lusi yang membuat Lusi terkejut atas tindakan tanpa permisi Ardian, dia ingin protes dan marah malah mendapat protes mata yang melotot dari Ardian, Lusi hanya bisa memejamkan matanya untuk meredam marahnya dan tangannya meremas sprei ranjang dengan kuat.


Ardian yang tahu akan ekspresi dan tingkah laku Lusi hanya bisa diam dengan tatapan dingin dan datarnya.


"nah gitu Adek suka..." kata Nathalia bahagia yang mencium pipi Lusi dan Ardian secara bergantian, sedangkan Lusi hanya bisa tersenyum tipis terpaksa senang di hadapan Nathalia, sedangkan Ardian tersenyum hangat melihat putrinya kembali bahagia.


"mama, papa, Adek...kakak gimana?" tanya tiba-tiba Nathan dari arah belakang Ardian, merekapun menoleh ke arah Nathan.


Benar mereka lupa bila ada Nathan yang juga merindukan mamanya sama seperti adiknya, Ardian yang mengertipun menggendong Nathan.


"mama kakak boleh cium dan peluk mama ?" tanya Nathan pada Lusi.


"boleh sayang sini...!!"kata Lusi tersenyum manis melihat Nathan yang ganteng, lucu dan menggemaskan.


Nathan yang mengertipun turun dari gendongan Ardian dan berdiri di atas ranjang di samping lusi yang masih duduk memangku Nathalia, dengan di bantu oleh Ardian berdiri di pinggir ranjang supaya Nathan tidak jatuh.


Nathan dengan bahagia memeluk dan mencium Lusi untuk melepaskan kerinduannya kepada sosok seorang ibu yang tidak pernah dirasakannya.


Semua orang yang ada di dalam ruangan melihat bahagia ke arah Ardian, Lusi, Nathan dan Nathalia, sudah seperti keluarga yang bahagia dan utuh.


" ayo di photo dulu supaya bisa di lihat." celetuk nyonya Meli yang mempunyai ide untuk mengabadikan momen tersebut.


"tidak usah mama, ngak enak sama Lusi."tolak Ardian karena dia merasa tidak suka dengan ide mamanya.


"ayolah Lusi hanya satu kali saja."bujuk nyonya Meli berharap Lusi mau.


"ayo Mama kita photo bareng, kita belum punya photo bareng sama mama." ajak Nathan lagi yang membuat Lusi luluh.


"baiklah ayo..." setuju Lusi , yang membuat Ardian ingin melangkah pergi.


"papa mau kemana, ayo kita photo bareng !" ajak Nathan pada Ardian yang ingin pergi menghindar.


"ayolah Ardian satu kali saja, toh ini cuma photo saja, buat anak-anak bahagia bisa photo bareng mama papanya !" bujuk nyonya Meli yang terpaksa di setujui oleh Ardian karena mendengar permintaan terus-menerus dari kedua anaknya.


Ardian di minta berdiri mengambil posisi di sisi belakang Lusi yang masih dalam posisi duduk memangku Nathalia di atas ranjang, sedangkan Nathan duduk di samping Lusi bersebelahan dengan sang adik, Lusi memeluk Nathan dan Nathalia.


Posisi merekapun sudah dianggap pas dan di minta tersenyum, semua tersenyum melihat ke arah camera ponsel nyonya Meli tidak termasuk Ardian yang hanya tersenyum tipis saja.


Photo yang sangat sempurna bagi nyonya Meli, melihat kedua cucunya bahagia bisa photo bersama mama papanya yang lama tidak bisa di lakukan oleh kedua cucu kembarnya, walaupun Lusi bukanlah mama kandung mereka tapi mereka sudah menganggap Lusi mama kandung mereka dan terlihat sangat bahagia.


Keluarga yang sangat sempurna, dan nyonya Meli berharap dan berdoa di dalam hati, semoga ada takdir yang bagus untuk mereka selalu bersama, semoga Lusi bisa menjadi takdir Ardian dan kedua anak kembarnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2