
Sepanjang perjalanan pulang ke mansion Ardian, Lusi maupun Ardian hanya diam tanpa suara sama sekali, mereka diam dengan pikiran mereka masing-masing, Lusi memandang keluar jendela seraya masih memegang lembut kepala nyonya Meli agar beliau tertidur dengan nyenyak.
Ardian sesekali melihat Lusi dari balik kaca spion mobil depan, dia ingin sekali berbicara tapi entah mengapa mulutnya sangat berat untuk berucap? dia sengaja menahan Lusi agar ikut dengannya karena memiliki tujuan lain, bukan karena Ardian curiga kalau Lusi adalah dalang dari penculikkan itu.
Ardian sangat percaya kalau Lusi tidak akan pernah melakukan penculikkan tersebut, Ardian mencurigai ada yang ingin menjebak Lusi dengan kasus penculikkan ini, dan Ardian akan membantu serta melindungi Lusi.
Saat Ardian melihat Lusi ada di dalam gudang dengan menodongkan pistolnya ke arah Rania dan teman-temannya, Ardian sangat khawatir sekali pada keadaan Lusi dan juga mamanya, takut ada sesuatu yang terjadi lagi pada Lusi, tetapi Ardian dapat mengendalikan dirinya untuk tidak memeluk Lusi karena ada Rania dan yang lainnya di sana.
Ardian tidak ingin ada yang tahu kalau Lusi adalah Lidya yang masih hidup, Ardian tidak ingin Lusi di celakai seseorang lagi seperti beberapa tahun yang lalu, Ardian takut Lusi di celakai lagi bila orang yang dulu ingin mencelakai Lusi tahu kalau Lusi atau Lidya masih hidup.
Ardian sangat yakin kalau Lusi adalah Lidya karena hasil tes DNA yang tidak mungkin bohong, dan dokter Rio juga mengatakan kemungkinan lusi mengalami kecelakaan dan benturan di kepalanya sehingga mungkin Lusi lupa ingatan.
Dan Ardian ingin membujuk Lusi secara perlahan agar Lusi mau menjalani serangkaian tes terapi pada kepalanya untuk membantu memulihkan ingatannya, Ardian juga yakin kalau saat ini Lusi sangat sulit untuk di dekati, maka dari itu untuk melindunginya dan membuat Lusi tetap ada di sisinya Ardian akan memanfaatkan situasi ini untuk membuat Lusi tetap ada di sisinya.
Apapun akan Ardian lakukan untuk membuat Lusi kembali padanya, Ardian juga sadar kalau dia telah jatuh cinta pada pesona Lusi dua kali, pertama saat dia menjadi Lidya dan kedua saat dia menjadi Lusi, sebelum hasil tes DNA keluar hasilnya Ardian telah kalah akan pesona kuat Lusi, dia menyadari dirinya telah jatuh cinta pada Lusi.
Ardian benar-benar mencintai dua sosok dan dua nama namun satu orang wanita yaitu istrinya, Ardian akan melakukan segala cara agar Lusi kembali padanya dan kedua anak kembarnya, Ardian ingin memiliki keluarga yang utuh seperti dulu lagi.
Ardian menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan karena sudah tidak tahan untuk tidak berbicara pada Lusi.
"apa kau baik-baik saja?" tanya Ardian dengan nada khawatir dan tatapan lembutnya melihat Lusi dari balik kaca spion depan mobil.
Lusi hanya diam tetap memandang keluar jendela, Ardian tahu Lusi pasti sangat kesal padanya karena telah menahannya, yang artinya Ardian percaya kalau Lusi adalah dalang dari penculikkan ini.
"maaf kalau aku menahanmu, ini semua demi kebaikan mu, aku tahu kau bukan dalang dari penculikkan ini." ucap Ardian lagi yang menarik perhatian Lusi.
"kalau anda tahu, kenapa anda melakukan ini? dan menahanku?" tanya Lusi dengan membalas tatapan Ardian dari kaca spion depan.
__ADS_1
Ardian merasa senang Lusi mempunyai respon atas apa yang dia ucapkan.
"aku yakin pasti ada yang ingin menjebakmu dan aku tidak ingin kau celaka, sehingga lebih baik mengikuti alur rencana mereka, agar kau dan mama selamat dan ada di tempat yang aman." balas Ardian dengan nada halusnya.
Ardian harus hati-hati untuk berbicara pada Lusi yang saat ini sangat sensitif dan mudah emosi.
"apa anda yakin ada yang ingin menjebakku?"
"iya aku yakin karena saat aku menerima rekaman video penculikkan mama, kau masih ada di restauran, dan saat raut wajahmu berubah saat di restauran tadi siang aku yakin kau sudah lebih dulu mendapatkan rekaman itu kan?"
"bagaimana anda seyakin itu kalau aku bukanlah dalang di balik penculikkan ini seperti yang di tuduhkan nona Rania padaku?" tanya Lusi ingin memastikan keputusan Ardian,dia percaya atau tidak pada Lusi.
"aku sangat yakin karena aku percaya padamu?"
"apa karena tes DNA itu anda mulai bersikap berubah padaku? apa anda percaya juga kalau tes DNA itu benar, dan anda mengira aku adalah istrimu? sehingga anda mulai baik padaku?" balas Lusi yang ingin melampiaskan semua kekesalannya pada Ardian, karena beberapa hari ini hasil tes DNA itu mengusik pikiran dan hatinya, Lusi masih tidak percaya.
"kau salah paham Lusi."
"Lusi…sebelum hasil tes DNA itu keluar hasilnya aku sudah mulai ingin merubah sikapku padamu." ucap Ardian yang tidak ingin Lusi salah paham padanya.
"hahahaha…" tawa Lusi merasa Lucu akan sikap Ardian yang sangat berubah 180 derajat.
"aku minta maaf kalau selama ini aku sudah kasar padamu, karena aku hanya ingin menjaga jarak padamu, aku takut suka padamu karena kau sangat mirip dengan Lidya, aku berusaha membuatmu marah untuk membangun benteng pertahanan di hatiku, tetapi aku kalah sebelum tahu hasil dari tes DNA itu." ucap Ardian terus terang.
"siapapun diriku di mata anda, satu yang harus anda ingat…aku tidak suka bersama anda, aku tidak Sudi memiliki hubungan apapun dengan anda." balas Lusi menekan setiap kata-katanya.
Ardian sungguh kecewa mendengar kata-kata Lusi, tetapi ini adalah hukuman untuknya karena dari awal tidak pernah bersikap baik pada Lusi, Ardian akan menerima hukuman ini dan akan sabar menunggu serta menghadapi sikap Lusi yang sudah tidak suka padanya.
__ADS_1
"tidak apa-apa kalau kau marah dan tidak suka padaku, tetapi tolonglah kembali pada anak-anak, mereka sangat membutuhkanmu." ucap Ardian membuat taktik, dia tidak peduli bila harus memakai nama anak-anaknya untuk membuat Lusi kembali lagi.
"sekarang kau bawa nama anak-anak? kau sungguh licik…"
"apapun yang kau tuduhkan padaku aku akan menerimanya, tapi tolong jangan abaikan anak-anak, bagaimana juga mereka adalah anak-anak mu, dan mereka sangat membutuhkan dan merindukanmu, selama 5 tahun lebih mereka selalu ingin melihat, memeluk dan menanyakan kabarmu?" ucap Ardian apa adanya kondisi dari anak-anaknya dan itu semua benar.
Ardian tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa mama mereka telah meninggal karena Ardian yakin bila mama mereka masih hidup, sebab mayat mama mereka belum di temukan sampai sekarang, dan firasatnya benar.
Lusi nampak terdiam mendengar kata-kata Ardian, di dalam hatinya yang paling dalam ada perasaan yang sangat tidak nyaman yang dia rasakan bila mengingat atau melihat si kembar Nathan dan Nathalia, Lusi sangat senang melihat mereka tersenyum dan bahagia, sebaliknya Lusi akan merasakan kesedihan mereka bila mereka sedih dan menangis.
"apa kau baik-baik saja?" tanya Ardian khawatir karena melihat wajah Lusi yang terlihat pucat dan ada raut kesedihan.
Lusi hanya diam tidak ingin menjawab pertanyaan Ardian lagi.
"tidak apa-apa bila kau tidak ingin ada hubungan denganku, tetapi tolong untuk anak-anak berilah mereka pengecualian, mereka tidak bersalah yang bersalah adalah aku, jadi tolong jangan mengabaikan anak-anak." ucap Ardian tulus dari hatinya, bila Lusi besikeras tidak ingin mereka ada hubungan apapun, Ardian akan menerimanya, tetapi tidak dengan anak-anaknya.
Ardian akan mengalah tidak mengusik Lusi untuk dirinya, tetapi dia akan terus berusaha membuat Lusi menerima anak-anaknya.
Lusi masih saja diam tidak ingin menjawab pertanyaan Ardian, dalam hati Lusi berpikir apa yang dikatakan Ardian benar, percaya tidak percaya, suka tidak suka si kembar adalah putra putrinya karena tes sudah menunjukkan kebenarannya, anak-anak tidak bersalah dan Lusi tidak bisa mengabaikan mereka, Lusi tidak ingin menyesal di kemudian hari bila dia berusaha menolak kehadiran si kembar.
Jadi Lusi memutuskan untuk belajar menerima kehadiran si kembar dalam hidupnya, dia akan belajar menerima kehidupan dan takdir barunya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.