
***Aula Hotel R.W.C***
Dalang dari pembajakan Aula hotel R.W.C dan penembakan Nico di lakukan oleh anggota mafia Black Lion, dan ini sudah di ketahui oleh semua anggota mafia King Dragon dan juga anggota dari Faresta Group.
Rania dan kedua temannya yang mengenal pria yang ada di dalam layar dengan wajah tersembunyi di balik masker dan topi berwarna hitamnya adalah ketua mafia Balck Lion, mereka tersenyum senang karena tanpa di minta Black Lion sendiri yang datang untuk membantu mereka, itu anggapan dari Rania dan kedua temannya.
Rania dan kedua temannya tidak tahu apa tujuan asli dari pembajakan dan siapa tujuan dari ketua mafia Black Lion tersebut?
"baiklah… kita mulai permainan ini…aku yang hanya menginginkan satu orang saja, ingin berbaik hati pada yang lainnya, yang ada di dalam ruang ini yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalahku, aku akan membebaskannya." ucap santai pria yang ada di dalam layar.
"ingat satu hal…aku tahu kau ada di sini King Dragon, kalian lihat anak buahku sudah menyandra beberapa orang untuk membuat kalian diam mengikuti permainan ku sampai selesai dan menyerahkan dia padaku." ungkapnya dengan menekan setiap kata-kata peringatan pada anggota mafia King Dragon musuh bebuyutannya.
Dan tuan Erick tahu apa yang di maksudkan oleh ketua mafia Balck Lion tersebut, dan dia pastikan membuat beberapa orang selamat dulu dan tidak menjadi korban dari pertikaiannya dengan anggota Black Lion.
Sebenarnya tuan Erick dan semua anggota mafia King Dragon bisa saja melawan musuhnya, tetapi dia masih memikirkan banyak orang yang tidak bersalah yang akan jadi korban dan dia lebih baik mengalah untuk mencari celah melawan, di pastikan tuan R.M akan marah bila banyak korban yang jatuh akibat pertikaian tersebut.
Tuan Erick memberikan perintah pada semua anggotanya agar tidak melawan dulu di dalam ruangan Agar tidak ada jatuh korban, semua anggotanya mengerti dengan tetap waspada dan siap siaga akan perintah selanjutnya.
"aku akan membacakan siapa-siapa saja yang akan aku bebaskan, tapi ingat satu hal…kalian yang aku bebaskan harus menutup mulut kalian atau aku yang akan menutup mulut kalian untuk selamanya, karena orang yang aku bebaskan hari ini akan ada dalam pengawasanku, bila kalian berani macam-macam atau melawan padaku, aku pastikan kalian bersama semua keluarga kalian akan aku bunuh tanpa tersisa, apa kalian mengerti…?" kata dan tanya pria tersebut tegas, tidak ada yang berani menjawab.
Kata-kata yang di ucapkan dan aura yang terdapat pada pria tersebut membuat semua mata di dalam ruangan melihatnya ngeri dan tidak berani bergerak sama sekali
"baiklah aku harap kalian mengerti dan masih menyayangi keluarga kalian, mari kita mulai…"ucapnya.
__ADS_1
Pria tersebut menyebut satu nama yang membuat orang yang di panggil berdiri ragu apakah benar dia akan di bebaskan? saat yang di panggil berdiri dia di jemput oleh salah satu anak buah pria tersebut dan di antar untuk keluar dari ruangan dengan tetap di beri peringatan untuk tidak macam-macam.
Satu per satu di panggil sehingga hanya tinggal ke empat pemimpin perusahaan, Rania dan kedua temannya, para asisten dan sekretaris perusahaan, tuan Erick serta beberapa anak buah Black Lion dan King Dragon yang masih saling menodongkan pistol mereka pada musuh.
Tiba saat nama Rania dan kedua anak buahnya di panggil, Rania sempat untuk menolak pergi karena tidak ingin meninggalkan Ardian, dan juga tidak ingin rencana menghabisi Lusi gagal, tetapi Yani dan Lukas terus membujuknya.
"ayo nona, kita harus pergi dan ikuti permainan ketua Balck Lion, kita tidak bisa melawannya saat ini, masalah Lusi nanti kita pikirkan, kita masih punya rencana dengan nyonya Meli, kau ingat nona." bujuk Yani agar Rania tidak nekat melawan perintah ketua mafia Black Lion.
"tapi bagaimana Ardian?" balas Rania terlihat khawatir pada Ardian dan sedikit kesal rencananya menghabisi Lusi gagal total hari ini.
"dia akan baik-baik saja, aku curiga ketua Black Lion hanya menginginkan tuan Nico dari Faresta Group." ungkap Lukas akan kecurigaannya melihat anak buah Black Lion hanya menembak Nico dari Faresta Group dan tidak memiliki tujuan pada pemimpin perusahaan yang lain.
"hai... Kiandra Group apa kalian tidak ingin keluar dari ruangan ini, apa kalian ingin aku kirim ke neraka Sekarang juga?" tanya bentak pria tersebut yang membuat Rania dan kedua temannya serta bodyguard nya berdiri dan mulai melangkah keluar ruangan.
Rania juga melihat sinis sekilas pada Lusi, Lusi pun melihat tatapan sinis Rania padanya hanya menatap datar membalas tatapan sinis Rania padanya.
Rania dan kedua teman serta bodyguard nya melangkah keluar ruangan yang langsung di tutup oleh para penjaga dari anak buah Black Lion.
"baiklah hanya tersisa beberapa orang lagi, dan aku hanya ingin menjadikan kalian Sandra sampai orang yang aku inginkan keluar dan menyerahkan dirinya padaku dengan suka rela." ungkap pria tersebut.
Tuan Erick yang dari tadi bersembunyi di bawah meja pun berdiri, dia sudah tahu apa yang di maksudkan oleh ketua Black Lion tersebut.
"kalian lihat di sini masih ada tiga Sandra lagi yang tidak bersalah, jadi kalian jangan macam-macam." tunjuknya memperlihatkan pada kami tiga penjaga ruang editor CCTV yang ada di samping aula yang masih dalam ruangan aula tersebut.
__ADS_1
Pria tersebut tidak nampak lagi di balik layar, yang nampak hanya dua anak buahnya yang sedang berjaga dan menodong pistol mereka pada ke tiga penjaga ruang editor CCTV yang menjadi sandra mereka.
Pria tersebut muncul dari arah pintu samping yang terhubung dengan ruang editor, dia berjalan masuk dengan pistol di tangannya, dia mulai mengokang pistolnya seraya tersenyum devil melihat satu persatu orang yang tersisa di dalam ruangan.
"hai apa kabar tuan Erick Richard? lama kita tidak bertemu." sapanya pada tuan Erick yang berdiri jauh darinya dengan senyum devilnya.
"bagaimana kejutanku hari ini tuan Erick? apakah menyenangkan?" ucapnya masih tersenyum devil seraya menodongkan pistolnya ke arah tuan Erick, tuan Erick yang dari tadi sudah siaga juga menodongkan pistol yang dia keluarkan dari balik jasnya ke arah pria tersebut.
Pria itu malah tertawa dengan apa yang di lakukan oleh tuan Erick, mereka terlihat tidak ada rasa takut sama sekali akan kematian saat sama-sama menodongkan pistol ke arah masing-masing.
"hei…tuan Nicole Richie…ayolah sampai kapan kau akan berpura-pura tidur disana." panggil teriak pria tersebut memanggil Nico.
Nico yang memang hanya merasakan sakit pada bahu kirinya akibat dorongan peluru yang sangat keras hanya berpura-pura merebahkan tubuhnya agar memancing musuh untuk keluar, dan itu berhasil dan membuat sang ketua mafia Balck Lion geram akan tingkah laku Nico yang berpura-pura.
Nico yang di bantu oleh Deo untuk berdiri langsung menghadap ke arah pria yang memanggil namanya, dia menatap geram dan tajam pada sang ketua mafia Balck Lion tersebut, sedangkan Ardian, Bryan dan juga Radhika yang tahu Nico tidak apa-apa hanya ikut melihat pria tersebut.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.