
Setelah menyelesaikan makan siang bersama. Fisha dan Even berlalu pergi menuju kampus karena 5 menit lagi mata kuliah bisnis yakni diajar oleh Even dimulai, sesekali Even melirik ke arah Fisha saat berada di dalam mobil dan menjalankannya menuju kampusnya.
“Maz perhatikan jalan!" tunjuk Fisha ke arah jalan saat ia tau Even meliriknya terus menerus. Even hanya tersenyum dan malah ia semakin gencar menatap Fisha.
“Maz ... kamu ini ... aaah hiiis nanti aku telat, ayoooo," ajak Fisha dengan gemasnya sambil memukul bahu Even dengan tas selempangnya.
“Eh, eh ... jail ya sekarang? Main pukul-pukul ... lagian kamu lupa ya ... dosen bisnis tampan kan di sini jadi aman, mau apa hayooo ... telat ya terserah aku lah," balas Even dengan nada genitnya.
Fisha lalu menepuk jidatnya dengan cepat karena ia melupakan fakta itu bahwa Even adalah dosen mata kuliahnya hari ini.
“Ih Gr, hehe iya aku lupa Maz, tapi ya tetep gak boleh seenaknya dong Maz ... harus rajin dan disiplin, itu baru imam yang baik,” tutur Fisha dengan wajah yang serius lalu ia mengembangkan senyumnya.
“Oke, baiklah Sayangku siap deh." Even tersenyum membalas senyuman Fisha sambil menaruh tangannya di pelipis keningnya tanda siap.
“Eh itu Maz sudah hampir sampai ... aku turun di sana saja," pinta Fisha dengan menunjuk gerbang saat mereka sudah mendekati depan gerbang kampusnya.
“Lah kok di sana? Kan masih jauh Sayang ... sama fakultas bisnis kita, mending ikut ke parkiran biar gak capek jalan!" usul Even karena ia sungguh tak tega apabila kekasihnya itu kecapekan.
“Enggak Maz, di situ saja, cepat hentikan! Aku gak mau nanti banyak yang tau aku dekat denganmu." Even menyetop mobilnya di depan gerbang karena itu kemauan Fisha.
“Kok gitu? Kenapa?” Even menghentikan Fisha yang sudah membuka pintu mobilnya dan sgera turun dengan mobil dengan memegang pergelangan tangn Fisha. Fisha pun menoleh dan mengernyitkan dahinya.
“Kenapa?” ulang Even singkat dengan menatap Fisha penasaran.
“Kenapa apanya sih Maz? Dosenku hehe, ya gak kenapa-kenapa aku takut saja nanti fans kamu ngamuk sama aku, terus nanti kejadian deh mereka menyakitiku, kan aku harus waspada Maz, aku gak mau kejadian dulu terulang,” ungkap Fisha dengan mata berbinar dan nada sendunya karena teringat masa lalunya yang buruk.
“Gak akan, maafkan aku ya jadi mengingatkan itu, bukan niatku seperti itu, aku sudah janji pada diriku sendiri, aku akan menjagamu dengan nyawaku, jadi jangan takut, hingga akhir na-" Fisha membungkam mulut Even dengan cepat saat Even mau meneruskan kata-kata yang tidak ia sukainya.
__ADS_1
“Sudah jangan diteruskan, aku gak mau hal itu terjadi lagi," ujar Fisha dengan menundukkan kepalanya sambil masih membungkam mulut Even. Even lalu berusaha melepaskan bungkaman Fisha dengan lembut, saat dirasa sudah terlepas ia tersenyum ke arah Fisha dan memegang dagu Fisha lalu mendongakkan Fisha, mereka pun saling bertatapan lama.
“Yakinlah Sayang, gak akan kejadian itu terulang lagi, aku janji akan menjadi yang terbaik dan akan berhati-hati dengan sebaik mungkin, kamu juga harus selalu sehat ya jangan sakit, aku gak mau itu terjadi, aku hanya cinta dan sayang sama kamu," jelas Even dengan menatap Fisha penuh. Fisha yang mendengar itu ia menitikkan air mata karena terharu.
“Lho ... kok nangis? Apa Maz menyakitimu?” Fisha menggeleng cepat, lalu Even menghapus air matanya dengan lembut.
“Jangan lupa mulai sekarang kamu asisten aku, nanti aku umumin di kelas," ucap Even tersenyum saat dirasa Fisha sudah tenang.
“Ya sudah gak apa kalau turun di sini, hati-hati ya, Maz masuk dulu dan memarkir mobilnya, kamu jangan lama-lama jalannya nanti kalau duluan sama Maz, nanti telat tak hukum," lanjut Even dengan tawanya, sedangkan Fisha menatapnya dengan tajam.
“Oke, bye Maz, hati-hati juga makasih traktirannya," ucap Fisha melambaikan tangannya dengan cepat lalu turun dari mobil. Even mengangguk dan tersenyum lalu melaju ke parkiran.
Dasar Maz lucu, kadang dia menyebut dirinya sendiri Maz kadang menyebut aku, kenapa gak pernah sebut aki atau om sekali-kali haha. Batin Fisha melucu di dalam hatinya, ia pun tersenyum sendiri karena rasanya sangat indah momen hari ini, ia teringat peringatan Even tadi atas hukuman yang telat masuk kelas ia pun berjalan dengan cepat takut Even sudah mendahuluinya.
Sedangkan disebrang jauh ada seseorang yang dari tadi memandang kemesraan mereka, ia sangat geram dan mengepalkan tangannya.
------
Fisha berlari kencang saat melihat Even yang sudah menduhuluinya, saat Even mau memasuki pintu Fisha sampai dengan tepat di sampingnya dengan nafas yang tersengal dan membungkukkan badannya sambil mengelus-elus dadanya agar nafasnya teratur kembali.
“Haaaah untung gak keduluan kamu Maz, kalau iya bisa gawat aku,” ucap Fisha dengan menghela nafas panjang dan merentangkan kedua tangannya untuk menghentikan Even yang akan masuk.
“Kasihan Sayangku ini, salah sendiri diajak dengan mobil gak mau ya begini, sini aku usap keringatnya," tawar Even dengan manisnya.
“Gak usah Maz," tolak Fisha dengan malu-malu.
“Lah kalau gak usah kenapa menghentikan Maz hayooo, baru gak ketemu semenit masak sudah kangen sih?" balas Even dengan percaya dirinya berniat menggoda Fisha, dan berhasil wajah Fisha memerah karena ia semakin malu.
__ADS_1
“Hey jangan GR Maz, aku menghentikanmu karena aku capek, dan atur nafas dulu, sekarang sudah oke, ya sudah aku masuk dulu bye!" pamit Fisha berjalan mendahului Even dengan salah tingkahnya, hingga Even menggelengkan kepalanya dan menahan tawanya.
Dasar Sayangku itu sungguh dia sangat lucu. Batin Even, ia menatap Fisha yang masuk mendahuluinya, lalu ia berjalan masuk ke ruang kelas yang sudah ditunggu oleh mahasiswa dan mahasiswinya yang siap untuk diajarnya. Mereka lalu bersikap serius saat melihat Even masuk ke dalam kelas.
“Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,” salam Even dengan wajah yang semula tersenyum karena ulah Fisha ia ubah menjadi mode datar.
“Sebelum mata kuliah dimulai, saya mau mengumumkan bahwasanya mulai sekarang akan ada asisten saya yang mewakili apabila saya tidak masuk kelas misalnya atau kalau ada masalah tugas yang kalian tak mengerti, kalian bisa tanya kepadanya," jelas Even sambil melirik ke arah Fisha yang sedikit gelisah karena ucapan Even yang akan menyebutkan namanya.
“Siapa Pak?"
“Siapa Maz?" tanya semua mahasiswa dan mahasiswi dengan bergantian.
“Dia adalah asisten dosen cantik dan kalian kenal dia," ucap Even membuat mereka penasaran dan sedikit bergaduh.
“Siapa sih Fish?” tanya Adrina sahabatnya itu. Fisha hanya tersenyum pilu dan mencolek Adrina agar diam dan mendengarkan dosen di depan.
“Dia adalah temen kalian ... Fisha Aureliastra ... ayo kasih semangat dan tepuk tangan untuknya," semangat Even. Fisha yang malu ia menutup mukanya dengan buku yang dipegangnya sedangkan semuanya melirik ke arahnya dengan tatapan yang bermacam-macam.
“Hey, kamu Fish? Kok gak bilang sih?" Adrina memukul Fisha dengan kencang karena menyembunyikannya. Fisha yang masih malu ia hanya melirik Adrina dengan menaruh jari telunjuk di bibirnya agar Adrina diam, ia mengangguk dan mengkomat-kamitkan bibirnya untuk meminta penjelasan nanti. Fisha menyetujui mengangguk dengan cepat.
-------
Note :
Maafkan ya kakak-kakak kesayangan kalau misal upnya lama, itu di luar kekuasaanku. Otor up setiap hari lho namun review semakin lama, jadi mohon ditunggu dengan sabar ya, semua pada mengeluh seperti ini lagi musimnya wkwk.
Jangan lupa like-nya, kiss buat yang selalu setia dan baik dengan menyentuh tombol love dan like, terimakasih. 😍❤😘
__ADS_1