Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Pintanya Kepada Tuhan


__ADS_3

Awan pun berjalan setapak demi setapak mengikuti irama langkah kaki yang beralun rendah, dengan langkah yang pilu suaranya berdecit lirih, karna suara alas kaki menggesek aspal, dia terus berjalan dengan cepat agar segera tiba di rumah sakit merindu pujaannya, setelah dari masjid menghamba kepada sang Pencipta, dia menelusuri lorong rumah sakit dengan nanar lalu masuk menghampiri pujaannya yang ditunggu oleh keluarga dan sahabatnya.


Ibu, ayah dan Farsi tak kaget dengan Awan karena mereka tau dia saling mencintai dari Sesil, jadi dibiarkan saja, pikirnya siapa tau Awan bisa membangunkan Fisha dari tidurnya yang berjam-jam itu. dia pun menyapa semuanya dan menghampiri Fisha dengan sendu, bukan tatapan mesum lagi yang selama ini disukai Fisha.


Sedangkan Alby dan Ares berucap lirih ke Sasa dan Sesil hingga Awan dan keluarga Fisha mendengarnya, mereka berhasil menemukan pelakunya dan berniat memproses pelakunya ke dalam rumah tahanan agar dia kapok dan tidak mengulangi perbuatannya yang keji lagi, tapi Awan sempat marah dan menolaknya, dia tidak menerimanya karna dia sangat terpukul, dia pengen menghukum mati, namun keluarga dan sahabatnya mencegahnya, biarlah jalur hukum yang mengurusnya begitu kata mereka.


Ternyata dia kemarin berpamitan jangan merindukanku, jangan menangis itu ternyata firasat buruk, pesan Fisha kepada kita, namun kita mengabaikannya dengan acuh, aku tidak tau, bodohnya aku, sungguh aku sangat menyesal. Batin Awan, dia sungguh menyesal dan berserah diri terhadap sang pencipta, dalam benaknya biar aku saja yang menggantinya, begitulah wirid yang diucapkannya berulang-ulang.


Flashback On.


Fisha tergesa-gesa ke toilet karna panggilan alam kencang memanggilnya dan sungguh dia kebelet rasanya dan pengen cepat menuntaskan hajatnya. Dia senyum-senyum membayangkan pujaannya dan sahabatnya yang menurutnya begitu konyol dan lucu menggemaskan.


“Aku bahagia, sungguh sangat bahagia,” ucapnya, dia tiada hentinya bersyukur dengan tersenyum, tapi tiba-tiba di luar ada seorang gadis yang masuk ke toilet bersama temannya, dia melakukan aksi kejahatannya dengan memasang kabel listrik lampu yang di ikat di handle pintu, dia pasang dengan sangat hati-hati agar tak ada yang seseorang yang melihatnya.


Dia putus kabelnya lalu mencolokkan ke plug yang ada di dinding dekat pintu, dia tensenyum licik penuh kemenangan.


“Rasain! Salah sendiri kamu genit, berani-beraninya kamu merayu Awan dan mengambilnya dariku, kamu tidak tau berhadapan dengan siapa haaah hahaha,” ucapnya lirih menghela nafas panjang dengan ketawa jahat.


“Hey tapi aku takut, nanti kita di penjara bagaimana?” ucap temannya dengan nada serius.


“Aku tak perduli, yang penting dia lenyap dari dunia ini dan hanya Aku yang bisa mendapatkan Awan.” Sahutnya menyeringai penuh amarah.


“kamu gila Bela!” sahut temannya. “Iya aku gila karna Awan, kenapa? Udah diam! Jangan mengajakku berdebat, kalau kalian takut pergi sana.” Usirnya terhadap temannya, lalu temannya pun pergi karna merasa takut.

__ADS_1


-----------------------


Bella adalah anak kelas seumuran dengan geng percabaian berlevel, tapi dia berada di kelas sebelah, dia semenjak Awan menginjak menjadi murid baru di sekolah dia mengaguminya, dia diam-diam memperhatikan Awan di mana pun, di kantin, di halaman, di taman, kemana pun Awan dia memperhatikan dari jauh, tapi semua geng percabaian tak ada yang mengetahuinya.


Iya dia kemarin yang menyeringai di kantin karna cemburu terhadap Fisha, dia dari dulu selalu iri sama Fisha karna dia tak pernah beruntung seperti Fisha, dia juga yang dulu membuat Fisha salah paham dengan pelukannya dengan Awan, iya dia bella, gadis yang psikopat, bisa dibilang begitu karna dia sudah merencanakan hal ini dengan matang.


Dia tetap melancarkan aksinya meskipun temannya meninggalkannya karna takut, dia tak perduli akan terjadi apa selanjutnya dan apa dampaknya, dia gila, dalam pikirannya hanya Awan, dia sangat terobsesi kepada Awan, dia lupa bahwa cctv terpasang sempurna di mana-mana, akalnya hilang karna Awan.


Selesai memasang kabel tersebut dan dirasa beres dia menyiram air di depan pintu, agar aliran listrik menyebar sempurna.


Dia berteriak. “Hallo apa ada orang? Tolong akuuuu aaaa,” ucapnya mengelabui Fisha agar Fisha segera cepat melaksanakan hajatnya dan rencananya berhasil dengan mulus, sebelum ketahuan orang dan banyak yang melihatnya.


“Iya aku ada di dalam lagi mengeluarkan emas, kamu kenapa tunggu sebentar.” Fisha buru-buru menyelesaikan hajatnya, bisa-bisanya dia dalam hal seperti ini masih mengajak bercanda dan terkekeh sendiri karna ucapannya.


“Ayo cepat tolong aku, aku sudah gak kuat!” teriak Bella.


Dia membukannya dengan pelan,


“Aaaaaaa toloooong Awaaan, ibu ayah tolong akuuuu, siapapun yang di luar tolong a... Ku,” ucapnya lirih karna lemah tak berdaya, lalu dia tersungkur dengan bergenang air di seluruh tubuhnya dan listrik masih sedikit mengalir, bella menatap Fisha dan menyeringai, dia tega benar-benar tega membiarkan Fisha dengan kejam.


“ka-kamu anak yang me-luk A-wan,” ucapnya terbata sebelum kehilangan kesadarannya. Fisha mengulur tangannya tapi bella malah pergi meninggalkannya dengan cepat agar tak ada yang mengetahuinya pikirnya.


Ya Allah aku mohon apabila waktuku hanya sampai di sini, jagalah orang-orang yang aku sayang, berilah mereka kebahagian yang berlimpah, dan jangan biarkan mereka menangisiku, karna aku bahagia melihat mereka bahagia, jagalah Awanku selalu, buat dia selalu tersenyum, jangan boleh bersedih, berilah iya penggantiku yang jauh lebih baik dariku, aku titip ya Allah, aku mohon hanya ini pintaku. Batinnya.

__ADS_1


“Hon ku se-la-mat, ti-tinggal, a-ku men-cinta-i-muuu,” ucapnya lirih dan plash! Menutup mata dengan sempurna serta kehilangan semua kesadarannya.


Flashback Off.


Alby dan Ares berhasil menemukan pelakunya dengan secepat kilat, karna mereka memang jenius dalam hal menjadi detektif seperti itu. Mereka hobby melakukan itu bahkan banyak yang mempercayainya dari dulu karna dapat diandalkan.


Mereka melihat kejadian di cctv, dia pas waktu di rumah sakit sudah antisipasi pertama hal yang di lihat adalah cctv, dan mereka membelalakkan matanya karna yang menjahati Fisha adalah fans Awan, dia menggeram kesal rasanya ingin mencabik-cabik wajah cewek tersebut namun mereka masih mempunyai akal dan menyerahkan ke pihak yang berwajib. Seluruh sekolah pun ramai karna ulah Bella, dia juga langsung dikeluarkan dari sekolah, teman-teman yang membantunya juga dijebloskan Alby dan Ares ke tahanan.


Mereka setelah mengurus semuanya langsung kembali ke rumah sakit dan memberi tahu Sesil dan Sasa dengan lirih, Awan pun mendengarkannya, ibu ayah, Farsi, kakek nenek pun terkejut dan marah tapi mereka tak kuasa, biarlah keputusan pengadilan begitu. Kakek dan nenek datang setelah ditelvon anaknya yaitu Ibu Fisha, sedangkan kakek nenek dari ayah Fisha sudah meninggal sejak Fisha masih kecil. Mereka pun menangis sama halnya dengan lainnya.


Ibu Fisha menghampiri Awan dan menampar pipi Awan. PLAK!!! Awan ditampar mengernyitkan dahi, semuanya terkejut dibuatnya.


*


*


*


Kenapa Awan ditampar Ibu Fisha? Penasaran kan? Yuuuk lanjutkan kakak-kakak kesayanganku .... 🤗😉


------------


Note:

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir di novelku, cerita receh, aku tanpa kalian bukan apa-apa ....😭🙏❤


dukung aku ya Klik like, komen kritik dan saran, kasih vote aku dan kasih ⭐⭐⭐⭐⭐ kakak .... lophyupolepel semuanya .... 😘😘😘


__ADS_2