Takdir Cinta Fisha

Takdir Cinta Fisha
Diperebutkan


__ADS_3

“Kamu? Ngapain di sini? Ngikutin aku ya?” ucap Fisha dengan terkejutnya, sedangkan Even dengan sigap melindungi Fisha ia yang awalnya di samping Fisha lalu berjalan maju dan berada di depannya Fisha menghadang Asult yang mencoba mendekati Fisha, dikira Even Asult orang jahat karena nada Fisha yang tak suka kepadanya.


“Eh ya bukan ngikutin Fish, ini kan depan kampus kita, jadi ya kadang aku sering ke sini untuk makan.” Asult menjelaskan sambil mencari-cari wajah Fisha yang tertutupi oleh Even.


“Apa sih ini, minggir! Kamu gak sopan sekali, aku mau bicara sama Fisha kenapa kamu menghalanginya? Apa kamu bodyguard Fisha hah?” bentak Asult kepada Even, sambil mendorong Even ke samping agar tak menutupi wajah Fisha. Even pun tergeser sedikit lalu kembali menutupi Fisha lagi.


“Halo anak muda? Yang sopan! Aku dosen di sini tau?" balas Even dengan sewotnya dan balik mendorong Asult.


“Kamu kan dosen Fisha? Bukan dosen aku? Ya kan? Jadi gak penting siapa kamu buat aku!” Asult semakin memanas, membuat Even semakin geram ia mengepalkan tangannya, sedangkan Asult sudah semakin maju ke depan berniat menghajar Even.


Fisha yang tau itu ia menggelengkan kepalanya heran lalu maju ke depan untuk menengahi Even dan Asult itu. “Hey stooop!” Fisha melerai mereka dengan melebarkan kedua tangannya ke arah Even dan Asult sambil berteriak.


Tapi mereka yang ganas sudah mulai saling menghantam tak peduli Fisha yang sudah di depan mereka. “Aaaaaa ...,” teriak Fisha dengan kencangnya sambil memejamkan matanya. Asult dan Even yang tau itu ia menghentikan aksinya.


“Kalian ini ya! Untung aku gak kalian bogem, kalau iya sudah hancur mukaku iniiiii!” sungut Fisha dengan ganasnya dan mengotot ke arah Even bergantian ke arah Asult sampai otot lehernya kentara.


Kedua cowok itu menyesal dan menundukkan kepalanya, Alby yang mendengar suara keributan ia mencari asal sumber suaranya dan menyusul turun ke lantai bawah.


“Kakaaak! Ada apa? Kita dari tadi nunggu kalian duduk di atas, kenapa lama sekali?” tanya Alby, sedangkan Even hanya mengangkat kepalanya sedikit lalu melirik Alby sekilas dan mengedipkan matanya memberi petunjuk ke arah adiknya itu.


“Apa kenapa? Fish kenapa?” Alby bergantian tanya kepada Fisha saat dirasa kakaknya tak menjawabnya.


“Tau lah mereka itu seperti anak kecil, sudah aku mau ke atas saja menyusul Sasa, Sesil, Ares, kamu urus Kakakmu dan Asult itu, bye!” pinta Fisha dengan mendekat ke arah Alby sebentar lalu berlalu pergi menaiki tangga ke tempat atas.


Alby mendekati kakaknya dan Asult dengan berdecak heran dan menggelengkan kepalanya.


“Kakak, Kakak, kamu ini memalukan! Tuh lihat semua orang melihat Kakak,” tunjuk Alby ke semua orang.


”Terus bukannya Kakak dosen? Kenapa gak bilang aku?” Alby terus berceloteh sedangan Even tetap tak meresponnya.


“Sudah diam! Semua itu gara-gara orang di sampingku ini, kau mengenalnya? Urus dia, aku mau menemui Fisha.” Even berjalan beberapa langkah tapi sudah di dahului Asult dengan berlari kencang.

__ADS_1


“Hey, mau apa kau? Berhenti!” Even mempercepat langkahnya untuk menyusul Asult dengan berteriak, sedangkan Alby yang melihat kekonyolan kedua cowok itu ia tersenyum puas.


“Ada-ada saja mereka! Beruntung sekali Fisha diperebutkan begitu haha, tapi ya jelas bingung juga sih,” ujar Alby berkata sendiri dengan heran lalu menyusul semua sahabatnya yang ada di atas.


Asult yang duluan berada di depan Fisha membuat Fisha menopang dagunya di atas meja. Sedangkan Even yang baru datang melihat Fisha seperti itu ia menaruh tangannya, menyentuh kening Fisha.


“Kamu sakit?” Even dan Asult bertanya serempak.


“Tidak aku tidak sakit, kalian ini kenapa sih? Menjengkelkan! Kalau mau kumpul gak apa diam! Dan duduk yang manis!” perintah Fisha dengan kesal. Sedangkan Even menatap Asult tajam sambil mendorong Asult agar pergi.


“Sudah biarkan saja dia, dia temen Fisha Kak,” ucap Sesil sambil memainkan esnya. Asult yang mendengar itu ia merasa senang dan tersenyum sambil menjulurkan lidahnya ke arah Even.


Sabar Even, sabar! Ini anak ya, belum tau dia siapa aku, nanti akan aku kasih nilai 0 biar kapok, emang aku bukan dosennya, tapi aku bisa apupun itu, Even kok dilawan. Batin Even, ia menatap Fisha lalu tersenyum dan duduk di sebelah Fisha sebelah kiri, sedangkan Asult duduk di sebelah Fisha sebelah kanan.


“Haha kalian ini ya? Cinta segitiga ya?” ledek Sasa, setelah itu ia memasukkan kentang gorengnya ke dalam mulutnya.


“Sasa? Diam!” Fisha menatap tajam Sasa, membuat Sasa tersenyum pilu dan mengangkat kedua jarinya tanda pis.


“Aku mau pesen lemon tea sama jamur krispy saja,” balas Fisha dengan melihat menunya, sedangkan Ares menulis apa yang diucap Fisha.


“Gak mau makan nasi?” tawar Even sambil tersenyum.


“Enggak maz nanti saja!" tolak Fisha.


Maz, maz apanya, Fisha ini kalau sama aku saja gak ada manisnya, padahal aku ya lebih tua darinya, aku sungguh iri. Batin Asult, ia melirik ke arah Fisha.


“Oke! Aku mesen sama dengan Fisha minumannya, camilannya tahu crispy saja.” Ares mencatat lagi pesanan Even.


“Kalau aku? Sama saja dengan Fisha biar sehati,” sahut Asult dengan senyuman licik ke arah Even. Ares hanya mencatat saja lalu memanggil pelayan untuk mengasih catatan pesanannya.


“Cih, sehati apanya? Sembarangan!” bentak Even, sedangkan Fisha yang di samping mereka yang selalu berebut ia menutup kedua telinganya, semua sahabatnya yang melihat itu mereka terkikik tanpa bersuara.

__ADS_1


---------


Beberapa menit kemudian pesenan pun datang dan ditaruh di masing-masing tempat yang memesan. Fisha yang dari tadi melamun ia menyenggol minuman Asult, jadilah minuman Asult tumpah, lalu Fisha yang merasa bersalah ia meminta maaf dan membantu membasuh celana Asult yang sedikit terciprat es dengan tisu.


“Maafkan aku ya Sult, gimana dong minuman kamu tumpah, apa mau mesen lagi? Aku panggilkan pelayan ya?” Fisha memelaskan wajahnya membuat Asult tersenyum kemenangan, lalu Fisha meminum esnya sedikit.


“Enggak usah! Aku minta minummu saja gimana?” pinta Asult, Fisha terpaksa mengangguk lalu Asult meraih minumannya dan meneguknya sampai habis. Even yang melihat itu ia geram tapi ia tahan karena ia tak mau ribut lagi karena capek.


Idih kesempatan dalam kesempitan, mana tadi sudah di minum Fisha sedikit lagi, secara berarti namanya ciuman tak langsung, kampret! Batin Even, ia mengepalkan tangannya.


Setelah itu Fisha kepalanya terasa pusing dan berdenyut nyeri, ia memegangi keningnya, Even yang melihat itu ia khawatir dan mendekat ke arah Fisha.


“Kamu kenapa?” tanya Even dengan menatap Fisha penuh.


“Kepalaku sakit maz? Aku ....” Fisha langsung pingsan, beruntung Even menangkapnya jadi dia tak terkapar di lantai.


“Fisha ... kamu kenapa Fish?” Even menepuk-nepuk pipi Fisha dengan pelan.


Belum selesai Even membuat Fisha bangun, Asult pun pingsan dan terkapar di lantai.


“Kak, Asult juga pingsan?” Alby mendekat ke arah Asult dan membantunya.


“Apa-apaan ini kenapa jadi seperti ini, Fisha Sayang bangun!” Even yang semakin panik karena Fisha mengeluarkan sedikit busa di mulutnya, ia lalu memapah Fisha dengan cepat dan berlari menuju ke arah mobilnya, sedangkan Asult dia di papah oleh Alby dan Ares, karena badannya yang kekar itu.


“Merepotkan saja!” umpat Ares dan Alby, sedangkan Sesil dan Sasa sehabis membayar tadi, mereka berlari mengikuti Even. Mereka melarikan Fisha dan Asult ke rumah sakit.


“Jangan-jangan ....”


------


Note :

__ADS_1


Jangan lupa like-nye, panggil Otor 3x dengan penuh cinta, insyaAllah Otor akan kembali 😁❤


__ADS_2